Jadwal Dividen Saham ASGR Juni-Juli 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Graphia Tbk (ASGR) akan menebar dividen tahun buku 2019. Emiten Grup Astra ini akan membagikan dividen tunai Rp 49 per saham.

Dividen yang akan dibagikan ini sebesar Rp 66,48 miliar. Secara total, Astra Graphia membagikan total Rp 100,4 miliar atau 40% dari laba tahun lalu sebagai dividen.

ASGR telah membagikan dividen interim Rp 25 per saham atau total Rp 33,92 miliar pada 23 Oktober 2019 lalu. Dengan tambahan dividen akhir ini, maka AUTO membagikan total dividen Rp 74 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Sabtu (13/6), berikut jadwal pembagian dividen ASGR:

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 18 Juni 2020
Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 19 Juni 2020
Cum dividen di pasar tunai: 22 Juni 2020
Ex dividen di pasar tunai: 23 Juni 2020
Tanggal pencatatan (recording date): 22 Juni 2020
Pembayaran dividen: 6 Juli 2019.

Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan pada Rabu (10/6). Astra Graphia mencatat laba bersih Rp 250,99 miliar di tahun lalu. Perusahaan ini akan menyisihkan Rp 2,48 miliar dari laba sebagai dana cadangan. Sedangkan sisa laba akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Dengan harga saham ASGR pada Rp 725 per saham, Jumat (12/6), emiten ini menebar dividen dengan yield 6,76%.

SAHAM PJAA | Sepekan sebelum taman rekreasi Ancol dibuka, harga saham PJAA menanjak 7,86%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) siap beroperasi kembali setelah tiga bulan tutup sementara akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Manajemen PJAA menyatakan mereka akan kembali membuka taman hiburan di wilayah utara ibu kota tersebut mulai 20 Juni 2020.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham Ancol mulai menggeliat, seminggu sebelum pembukaan kembali taman rekreasi tersebut. Pada Jumat (12/6) pekan lalu, harga saham PJAA ditutup menguat 7,86% dibandingkan sehari sebelumnya menjadi Rp 535 per saham.

Jika dihitung sejak awal tahun hingga Jumat lalu atau year-to-date (ytd), harga saham PJAA masih melemah 45,96%. Dalam sepekan terakhir, harga saham Ancol juga masih bergerak dalam tren menurun.

Manajemen PJAA memproyeksikan pembukaan kembali taman rekreasi dan hiburan ini akan menambah pendapatan usaha mereka. Namun tak dijelaskan secara mendetail berapa proyeksi pendapatan pasca pembukaan Ancol.

PJAA akan membuka terlebih dulu kawasan taman dan pantai, kemudian Allianz Ecopark, Pasar Seni, Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra dan Sea World Ancol.

Bukan hanya itu, pengelola Taman Impian Jaya Ancol juga akan membuka restoran yang berada di dalam kawasan Ancol dan penginapan Putri Duyung Ancol.

"Sementara untuk unit rekreasi air Atlantis Water Adventures dipersiapkan akan dibuka pada tahap selanjutnya," ungkap Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Agung Praptono, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/6) pekan lalu.

Saat pembukaan nanti, PJAA akan menerapkan sejumlah prosedur dan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah, termasuk membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50% mengikuti pedoman new normal. Langkah ini agar para pengunjung dapat menjalankan aktivitas liburannya dengan aman dan nyaman.

SAHAM ADRO | Harga batubara turun, Maybank Kim Eng tetap menyarankan beli Adaro Energy

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara yang merosot sepanjang tahun ini akan melemahkan kinerja emiten tambang. Tapi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ternyata berhasil melakukan efisiensi. Sehingga Maybank Kim Eng Securities masih menyarankan beli saham ADRO. 

"Kami menaikkan rekomendasi saham ADRO menjadi beli dari hold dengan target harga tidak berubah di Rp 1.380 per saham," kata Analis Maybank Kim Eng Securities Isnaputra Iskandar dalam riset pada Rabu, 10 Juni 2020. 

Prospek harga batubara masih akan tetap lebih rendah dari tahun lalu. "Akan memakan waktu untuk harga batubara naik ke US$ 70 per ton lagi. Tapi kami percaya, harga batubara sudah berada di level terendah," terang Isnaputra. Kondisi ini tentu akan mendukung harga saham ADRO. 

Apalagi, Adaro Energy berhasil menghemat biaya dan memiliki penyangga pendapatan untuk bertahan hidup. Risiko operasional harga batubara akan lebih rendah karena kepastian dalam perpanjangan kontrak. Tapi pelemahan harga batubara akan membuat prospek saham ADRO menjadi tidak menarik. 

Harga batubara dalam 16 tahun terakhir berada di level terendah yakni US$ 50 per ton pada April 2020. Harga batubara kembali naik setelah pembukaan kegiatan ekonomi. Sekarang posisi harga batubara berada di US$ 54 - US$ 55 per ton. 

Maybank memperkirakan harga batubara memang masih rendah tapi mulai ada sedikit meningkat. Tapi potensi harga batubara hingga US$ 65 per ton di tahun ini masih akan sulit. Ini karena permintaan tetap ada meski melemah. 

"Kami memperkirakan rata-rata harga batubara di tahun 2020 akan di kisaran US$ 62 per ton, turun 18,4% secara year on year (yoy)," kata Isnaputra dalam riset. Hitungan dia, ADRO memiliki bisnis batubara yang hanya membutuhkan harga batubara di US$ 46 per ton. 

Tapi, jika harga batubara perubahan 1% maka asumsi pendapatan akan berubah 3,3%. Isnaputra memperkirakan pendapatan ADRO akan di US$ 2,68 miliar atau turun 22,54% secara yoy. Sedangkan laba bersih akan menurun menjadi US$ 240,6 juta dari US$ 479,8 juta pada tahun lalu. 

Sementara itu, produksi batubara akan turun 6,5% menjadi 54,3 juta ton. Sementara penjualan juga akan turun menjadi 8,3% menjadi 54,3 juta. 

Pada tahun ini, ADRO diuntungkan dari UU pertambangan yang baru dan positif bagi Adaro. Pasalnya, kontrak yang berakhir pada Oktober 2022 dapat diperpanjang tanpa harus melepaskan area konsensi saat ini. 

Tidak ada rincian tentang royalti dan pajak yang harus diperpanjang. "Tapi kami yakin tidak akan lebih tinggi dari saat ini yakni royalti di 13,5% dan pajak penghasilan 45%," kata Isnaputra. 

=========

Silahkan SUBSCRIBE pada Channel Youtube berikut

SAHAM ONLINE

SAHAM BEEF | ESTETIKA TATA TIARA RAIH PENJUALAN Rp1,32 TRILIUN HINGGA DESEMBER 2019


IQPlus, (15/06) - PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF) meraih penjualan Rp1,32 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp895,93 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba kotor diraih Rp184,69 miliar dari laba kotor Rp136,17 miliar dan laba sebelum pajak diraih Rp61,04 miliar dari laba sebelum pajak Rp41,59 miliar tahun sebelumnya.

Laba neto diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp38,44 miliar naik dari laba neto tahun sebelumnya Rp29,72 miliar. Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp924,85 miliar naik tajam dari total aset Rp564,69 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

=========

Silahkan SUBSCRIBE pada Channel Youtube berikut

SAHAM ONLINE
https://youtube.com/c/sahamonlineid

Jadwal Pembagian Saham PTBA Juni-Juli 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bakal membagi dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 3,65 triliun atau setara Rp 316,8 per saham. Jumlah dividen yang dibayarkan tersebut setara 90% dari laba bersih 2019 yang tercatat sebesar Rp 4,06 triliun.

Bila melihat harga penutupan Jumat (12/6) yang sebesar Rp 2.390 maka yield dividen PTBA tercatat mencapai 13,25%.

Nilai dividen kali ini sebenarnya lebih kecil bila dibandingkan buku 2018 yang tercatat sebesar Rp 339,63 per saham atau mencapai Rp 3,76 triliun. Namun, rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih (dividen payout ratio) kali ini lebih besar bila dibandingkan dengan buku 2018 yang sebesar 75% dari laba bersih yang tercatat Rp 5,02 triliun.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) beri sinyal ajukan revisi rencana kerja dan anggaran

Berikut jadwal pembagian dividen PTBA buku 2019 berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/6):

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2020
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 19 Juni 2020
Cum dividen di pasar tunai: 22 Juni 2020
Cum dividen di pasar tunai: 23 Juni 2020
Recording date: 22 Juni 2020
Tanggal pembayaran dividen: 10 Juli 2020

Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan pada rapat umum pemegang saham tahunan pada Rabu (10/6) lalu. PTBA akan menggunakan sisa laba Rp 405,69 miliar sebagai saldo laba.


Silahkan SUBSCRIBE pada Channel Youtube berikut

SAHAM ONLINE

Analisis Saham DMAS | 15 Juni 2020

Saham DMAS
pada tanggal 12 Juni 2020 ditutup stabil pada harga 167. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 137% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli
Berpeluang ke arah 194
Jika turun di bawah 156 maka berpeluang ke 135

Disclaimer ON

Silahkan SUBSCRIBE pada Channel Youtube berikut

SAHAM ONLINE

Ulasan Pasar Global | 15 Juni 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(June 15, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S


Wall Street berakhir lebih tinggi tetapi indeks menandai minggu terburuk sejak aksi jual Maret

Bursa AS berakhir lebih tinggi pada hari Jumat karena pemburu saham melangkah kembali ke pasar menyusul kerugian tajam sehari sebelumnya, tetapi ketiga indeks utama mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret.

Dow Jones naik 477,37 poin atau 1,9% menjadi 25.605,54. S&P 500 naik 39,21 poin atau 1,31% menjadi 3.041,31. Nasdaq Composite menambahkan 96,08 poin atau 1,01% menjadi 9.588,81.

Indikasi Federal Reserve awal pekan ini tentang jalan panjang menuju pemulihan dan meningkatnya kasus COVID-19 di Amerika Serikat telah membuat optimisme investor tentang rebound ekonomi yang cepat, dan S&P 500 turun sekitar 6% pada hari Kamis. "Anda mendapatkan kemiringan yang cukup besar, dan mungkin ada beberapa ketakutan akan kehilangan, beberapa mencoba (mengambil) beberapa nilai saat itu ada di sana," kata analis. Pada hari Jumat, pembuat Photoshop Adobe Inc naik 4,9% setelah membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh permintaan yang kuat untuk perangkat lunak cloud-nya. Pembuat pakaian Yoga Lululemon Athletica Inc turun 3,8% setelah membukukan hasil kuartalan lebih rendah dari yang diperkirakan setelah penutupan toko yang diinduksi coronavirus.

Eropa


Bursa Eropa sedikit lebih tinggi setelah minggu yang panas terik

Bursa Eropa ditutup sedikit naik pada hari Jumat setelah mengalami kerugian besar di sesi sebelumnya, tetapi menandai minggu terburuk mereka sejak puncak penjualan virus korona karena kekhawatiran yang terus-menerus atas laju pemulihan ekonomi.

Indeks STOXX 600 Eropa berakhir 0,3% lebih tinggi.

Pasar telah turun dari poin tertinggi tiga bulan sepanjang minggu, dengan aksi jual meningkat pada hari Kamis setelah Federal Reserve AS menunjuk ke jalan panjang menuju pemulihan ekonomi untuk ekonomi terbesar di dunia. "Anda telah berlari begitu lama, pasar mencari alasan untuk berhenti," kata analis. "Powell Fed mengatakan kita tidak akan memiliki pemulihan berbentuk V, dan pasar dihargai dengan sempurna dalam hal seberapa cepat hal-hal akan berbalik." Pada hari itu, saham-saham perusahaan otomotif yang rusak. SXAP, sumber daya dasar. SXPP dan perusahaan real estat. SX86P naik antara 1,4% dan 2%. Royal Dutch Shell (RDSa.L), BP (BP.L) dan Total (TOTF.PA) naik antara sekitar 0,6% dan 1,7%, meskipun ada penurunan harga minyak.

Rekomendasi Saham Mirae Asset | PWON, ASRI, PGAS

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 15, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 4,880.36 (+0.53%), test resistance at 4,940 ,trading range 4,850-4,940. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun. Pada periode weekly  indikator MFI optimized  naik terbatas dan rawan koreksi dan indikator W%R optimized mulai bergerak turun. Daily support di 4,850 dan daily resistance di 4,940. Cut loss level di 4,827.

PWON Daily, 454 (+4.61%), trading buy, trading range 434 – 470. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun naik. Daily support  di 434 sementara itu daily resistance di 470 Cut loss level di 428.

ASRI Daily, 129 (+0.78%), trading buy, trading range 122 – 137. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas. Daily support  di 122 sementara itu daily resistance  di 137. Cut loss level  di  118.

PGAS Daily 1,045 (+1.46%), trading buy,trading range 1,020 – 1,080. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 1,020 dan daily resistance di 1,080 Cut loss level  990.

Analisis Saham ICBP | 12 Juni 2020

Saham ICBP
pada tanggal 12 Juni 2020 ditutup stabil pada harga 8600. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 133% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah mendatar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawha garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli 
Berpeluang ke 9000 - 10000
Jika turun di bawah 8200 maka berpeluang ke 8150

www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Silahkan SUBSCRIBE pada Channel Youtube berikut

SAHAM ONLINE
https://youtube.com/c/sahamonlineid

Analisis Saham SMGR | 15 Juni 2020

Saham SMGR
pada tanggal 12 Juni 2020 ditutup melemah pada harga 9400, turun -0,52%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 57% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas ke arah mendatar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi :
Beli jika di atas 9500
Jika naik di atas 9500 maka berpeluang ke 10400
Jika turun di bawah 8900 maka berpeluang ke 8300

Disclaimer ON

Silahkan SUBSCRIBE pada Channel Youtube berikut

SAHAM ONLINE

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | HMSP, SMRA, ACES, AKRA

MNC Daily Scope Wave

15 Juni 2020

Sempat terkoreksi ke level 4,712, namun IHSG ditutup menguat tipis 0,5% ke level 4,880. Perhatikan pergerakan IHSG ke depannya, kami memperkirakan penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk membentuk wave B dari wave (2) dengan range 4,930-5,030. Setelah wave B terbentuk, maka IHSG akan kembali terkoreksi ke area 4,400-4,500. Skenario merah akan berjalan, bila IHSG menguat melebihi level 5,140.
Support: 4,700, 4,474
Resistance: 4,975, 5,140

HMSP - Buy on Weakness (1,740)

HMSP pada penutupan pekan lalu (12/6) menguat 3,3% ke 1,740. Kami memperkirakan posisi HMSP saat ini sedang berada di awal wave [b] dari wave B. Hal ini berarti HMSP akan menguat dalam jangka pendek terlebih dahulu, sebelum terkoreksi kembali membentuk wave [c].
Buy on Weakness: 1,720-1,740
Target Price: 1,800, 1,900
Stoploss: below 1,490

SMRA - Buy on Weakness (625)

Pergerakan SMRA kemarin (12/6) menguat 4,2% diikuti dengan tekanan beli yang besar. Kami memperkirakan saat ini posisi SMRA sedang berada di akhir wave [iv] dari wave C dari wave (A), sehingga koreksi SMRA cukup terbatas dan berpeluang menguat membentuk wave [v] dari wave C dari wave (A).
Buy on Weakness: 610-625
Target Price: 680, 750
Stoploss: below 515

ACES - Buy on Breakout (1,470)

Posisi ACES saat ini kami perkirakan sedang berada di akhir wave [iv] dari wave C, dimana koreksi ACES kami perkirakan relatif terbatas. Selanjutnya ACES berpeluang menguat untuk membentuk wave [v] dari wave C.
Buy on Breakout: 1,490
Target Price: 1,550, 1,700
Stoploss: below 1,355

AKRA - Sell on Strength (2,410)

Selama AKRA tidak sanggup menembus 2,700, maka kami perkirakan saat ini AKRA sedang berada di awal wave [b] dari wave B, dimana penguatan AKRA akan relatif terbatas dan berpotensi terkoreksi kembali untuk membentuk wave [c] dari wave B. Kami perkirakan level koreksi AKRA berada pada area 2,050 dan 1,900, area tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai area buyback.
Sell on Strength: 2,500-2,600

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 15 Juni 2020

Dow rises more than 400 points, but Wall Street clinches biggest weekly loss since March

Stocks rose on Friday in volatile trading as traders tried to regain some of the sharp losses from the previous session. The major averages, however, clinched their worst week since March as traders took profits and grew nervous of a resurgence in Covid-19 cases.

Dow.......25606     +477.4       +1.90%
Nasdaq....9589    +96.1          +1.01%
S&P 500..3041     +39.2          +1.31%
 
FTSE.......6105      +28.5         +0.47%
Dax.........11950    -21.01        -0.18%
CAC.........4839     +23.7         +0.49%

Nikkei....22306      -167.4       -0.75%
HSI........24301      -178.8       -0.73%
Shanghai.2920      -1.2           -0.04%
ST Times.2685     -19.6          -0.72%

IDX.......4880.36   +25.61      +0.53%
LQ45.....752.11    +6.80         +0.91%
 
Indo10Yr....7.4766  +0.0426   +0.57%
ICBI.........281.7826  -0.653+   -0.23%
US10Yr.......0.6990 +0.0460  +7.04%
VIX................36.09   -4.70        -11.52%
 
USDIndx .....97.3190  +0.5860 +0.61%
Como Indx...134.32    -0.58       -0.43%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL..........6.43     +1.10      +1.10%
 (Dow Jones US Coal Index) 


IndoCDS..134.141     +2.44      +1.85%
 (5-yr INOCD5)  
 
IDR.....14133.00  +113.00   +0.81%
Jisdor...14257     +243         +1.73%


Euro.........1.1256    -0.0039  -0.35%

TLKM..21.35   +0.37    +1.76%
(3044)
EIDO....18.48   +0.63    +3.53%
EEM.....39.87   +0.83    +2.13%
 
Oil...........36.26         +0.10       +0.03%
Gold ......1737.30     +1.40       +0.09%
Timah....16975.00   +12.50     +0.07%
Nickel....12707.50   +62.50     +0.49%
 
Coal price....53.00    +0.10     +0.19%
(Jun/Newcastle)
Coal price....52.95    +0.55     +1.05%
(Jul/Newcastle)
Coal price....44.50    +0.15     +0.34%
(Jun/Rotterdam) 
Coal price....45.50    +0.85     +1.90%
(Jul/ Rotterdam)
 
CPO(Augt).......2370   +2           +0.08%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn............334.50     -0.50      -0.15%
SoybeanOil...28.42     -0.02      -0.07%
Wheat.........507.75    +2.00     +0.40%
 
Rubber..........159.00  +0.30     +0.19%

( DE/ Phintraco(AT)  15-06-20)