Rekomendasi Saham SOCI dan PJAA oleh Phillip Capital Sekuritas | 10 Oktober 2023
Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Akan Bagikan Dividen Tunai Rp29 Per Saham
PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2022 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar pada tanggal 19 Mei 2023.
PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT OBLIGASI PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL DI "idA".
PEFINDO telah menegaskan peringkat "idA" untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021 Seri A PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) senilai Rp516,0 miliar yang akan jatuh tempo pada 20 Februari 2022. Perusahaan berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo dengan menggunakan dana dari pinjaman bank.
Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan Obligor lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkatnya lebih tinggi.
PJAA adalah pemimpin dalam industri rekreasi lokal. Dunia Fantasi (Dufan), Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventures, Sea World Ancol, dan Allianz Ecopark adalah fasilitas kelas dunia milik PJAA dalam mendukung pendapatan di sektor rekreasi. Perusahaan juga bergerak di bidang real estat, menjual tanah, rumah, dan apartemen di daerah Ancol. Pada tanggal 30 September 2021, pemegang saham Perusahaan terdiri dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (memiliki 72% saham Perusahaan), PT Pembangunan Jaya (18%), dan publik (10%).(end)
sumber : IQPLUS
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
[PJAA] PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Tawarkan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021
PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp731 miliar.
"Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap I dengan target dana yang dihimpun Rp1 triliun," tulis Manajemen PJAA dalam keterbukaan Informasi.
Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 dengan pokok senilai Rp731 miliar ini akan diterbitkan dalam 3 seri, yaitu:
Seri A ditawarkan dengan pokok Rp516 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen. Jangka waktu Obligasi Seri A ini yaitu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Seri B ditawarkan dengan pokok Rp149,60 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,90 persen. Jangka waktu Obligasi Seri B yaitu 3 tahun sejak tanggal emisi.
Seri C ditawarkan dengan pokok Rp65,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,60 persen. Jangka waktu Obligasi Seri C paling panjang yaitu 5 tahun sejak tanggal emisi.
Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi Seri A, B, C pada saat jatuh tempo Obligasi Seri A, B dan C. Sedangkan Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi.
Selanjutnya Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 11 Mei 2021 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 20 Februari 2022 untuk Obligasi Seri A, 10 Februari 2024 untuk Obligasi Seri B, dan 10 Februari 2026 untuk Obligasi Seri C.
PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi serta PT Bank Permata Tbk sebagai Wali Amanat. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menberi peringkat idA untuk obligasi ini yang berlaku pada periode 8 April 2020 - 1 April 2021.
Adapun, 55 persen dari dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh perseroan untuk mendanai ulang obligasi jatuh tempo (refinancing).
Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap II Tahun 2018 Seri B senilai Rp350 miliar dengan bunga 7,6 persen akan jatuh tempo pada 18 Mei 2021 dan Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap I Tahun 2016 Seri B senilai Rp50 miliar dengan bunga 8,2 persen akan jatuh tempo pada 29 September 2021.
Selanjutnya Sebanyak 29 persen dari dana obligasi ini berikutnya akan digunakan juga untuk pelunasan kewajiban kepada perbankan dan Sisanya sekitar 16 persen akan diberikan dalam bentuk penyertaan modal kepada anak usaha PT Taman Impian Jaya Ancol untuk pengembangan kawasan rekreasi dan fasilitas senilai Rp120 miliar.
Masa Penawaran Umum Obligasi ini pada 4 -5 Februari 2021 dan Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia jatuh pada 11 Februari 2021. (end)
Sumber: IQPLUS
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Tutup Ancol karena PSBB
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. bakal menutup kembali operasi taman hiburan Ancol seiring penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 14 September 2020.
Manajer Komunikasi Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan perseroan bakal menutup unit rekreasi pantai, Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, dan Ocean Dream Samudra.
Dia menambahkan, pihak yang sudah membeli melalui daring masih bisa digunakan sampai 13 September 2020. Menurut Rika, tiket yang sudah dibeli masih berlaku hingga 30 Juni 2021.
“Yang belum bisa menggunakan tiket sampai tanggal tersebut, masa berlaku tiket tersebut sampai 30 Juni 2021 dengan sistem reservasi terlebih dahulu," ujarnya seperti dikutip dari Tempo, Jumat (11/9/2020).
Menurut Rika, untuk yang memiliki kartu tahunan atau annual pass Dunia Fantasi, Sea world Ancol, dan Ocean Dream Samudra, masa aktif akan dibekukan sementara waktu.
Pengunjung akan mendapat perpanjangan masa periode sesuai dengan jumlah hari pembatasan wilayah dan usia, serta jumlah hari Ancol tutup mulai tanggal 14 September 2020.
Untuk diketahui, emiten bersandi saham PJAA itu baru membuka kembali Taman Impian Jaya Ancol pada 20 Juni 2020. Sebelumnya sejak Maret 2020, PJAA menutup operasional taman rekreasi tersebut karena penerapan PSBB.
Hingga semester pertama 2020, PJAA mencatat penurunan pengunjung 68,18 persen menjadi 3,35 juta orang.
Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengatakan penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap kinerja keuangan.
Per 30 Juni 2020, PJAA mencatat pendapatan Rp254,21 miliar, turun 58,18 persen dibandingkan dengan periode Juni 2019. PJAA juga menderita kerugian Rp146,37 miliar, berbalik dari posisi laba Rp71,22 miliar.
Sumber: bisnis
Saham PJAA | ANCOL TENGAH SELESAIKAN IZIN LANJUTAN REKLAMASI PERLUASAN KAWASAN
IQPlus, (25/08) - Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (kode bursa PJAA) tengah menyelesaikan izin lanjutan reklamasi perluasan kawasan rekreasi seluas 155 hektare mengacu Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan tertanggal 24 Februari 2020.
"Perluasan kawasan Ancol sekarang dalam hal perizinan seperti Amdal dan penggunaan material. Insya Allah kita akan selesaikan segera, sesuai dengan amanat Kepgub tersebut," jelas Direktur Utama PT PJAA Teuku Sahir Syahali dalam paparan publik perseroan secara daring di Jakarta, Senin.
Sahir menjelaskan gambaran umum perluasan kawasan itu untuk menjadikan Ancol sebagai "Brand of Indonesia". Dia mengakui pengembangan kawasan membutuhkan perluasan area untuk lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara serta menahan devisa keluar dari Indonesia.
"Ketika orang mengingat Indonesia diharapkan mengingat Ancol," ujar Sahir.
Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi dunia fantasi seluas 35 hektare dan perluasan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 hektar, tertanggal 24 Februari 2020.
Lampiran SK itu menyatakan kawasan perluasan Ancol Timur berada di sekitar bidang tanah yang sudah menjadi daratan seluas 20 hektare. Sementara perluasan 35 hektare Dufan akan menimbun sebagian laut dan pantai Ancol.
Dikeluarkan SK Gubernur DKI itu berdasarkan surat Direktur PT PJA tanggal 13 Februari 2020 Nomor 010/DIR-PJA/EXT/II/2020 perihal permohonan penerbitan izin pelaksanaan perluasan kawasan.
Pengembangan kawasan yang menimbun sebagian laut itu saat ini masih mendapatkan penolakan dari sebagian besar warga Jakarta khususnya organisasi masyarakat dan komunitas nelayan.
Sahir menyatakan jika kemungkinan pemerintah provinsi membatalkan izin tersebut, pihaknya akan mengikuti apa saja keputusan pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik perusahaan.(end)
Rekomendasi Saham APIC, PJAA, SCMA, UNTR oleh Panin Sekuritas 10 Juli 2020
SAHAM PJAA | Sepekan sebelum taman rekreasi Ancol dibuka, harga saham PJAA menanjak 7,86%
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Dapatkan Penurunan Peringkat Pefindo | Saham PJAA
IQPlus, (15/04) - PEFINDO menurunkan peringkat PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), Obligasi Berkelanjutan I/2016, Obligasi Berkelanjutan I/2018, dan Obligasi Berkelanjutan II/2019 menjadi "idA" dari "idA+".
Penurunan peringkat mencerminkan pandangan PEFINDO bahwa pendapatan PJAA akan turun dalam waktu dekat karena keputusan Perusahaan untuk melakukan penutupan sementara atas pusat rekreasinya dari 14 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan sebagai dampak dari adanya wabah Coronavirus Disease (COVID19).
Meskipun manajemen Perusahaan berencana melakukan efisiensi biaya, kami melihat bahwa penurunan pendapatan yang signifikan dapat berdampak negatif terhadap kualitas kredit Perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Kami juga merevisi prospek atas peringkat Perusahaan menjadi "negatif" dari "stabil", khususnya untuk mengantisipasi efek berkepanjangan dari pandemi ini, yang dapat semakin memperlemah kinerja bisnis dan keuangan Perusahaan.
Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang kuat di segmen rekreasi, proporsi pendapatan berulang yang tinggi, dan ukuran-ukuran proteksi arus kas yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh paparan terhadap kejadian yang dapat mengganggu industri pariwisata, kebutuhan investasi yang berkelanjutan untuk pengembangan produk, dan landbank yang terbatas untuk ekspansi bisnis kedepannya. (end)
Saham PJAA | PT Pembangunan Jaya Ancol Kejar Target Liburan Akhir Tahun 2019
IQPlus, (30/12) - PT Pembangunan Jaya Ancol menargetkan 230 ribu kunjungan selama kegiatan pergantian tahun 2019.
"Kita ingin kembali seperti kunjungan malam pergantian tahun 2017 lalu," kata Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, Agus Sudarno di Jakarta, Jumat.
Agus mengakui musibah Tsunami Selat Sunda tahun 2018 lalu turut mempengaruhi kunjungan pada pergantian tahun hingga angka 69 ribu.
"Pergantian tahun 2019, kami mempersiapkan semaksimal mungkin untuk kepuasan pengunjung," jelas Agus.
Sejumlah acara spesial di Ancol menyambut tahun 2020 khususnya kawasan baru Symphony of The Sea vang diperkenalkan pada momen liburan ini.
Penampilan itu dimulai dari Street Performance hingga Seaside Carnival. Pada tanggal 31 Desember 2019 area Pantai Lagoon terdapat Grab Stage yang diisi oleh Ras Muhammad dan Denny Frust serta Tipe X pada 1 Januari 2020.
Di malam pergantian tahun, Ancol menggelar panggung spesial di area Pantai Carnaval, dimeriahkan MC Andhika Pratama dan
Yuki Kato serta pengisi acara saperti Noah, Armada, Geisha, D'Masiv, STIA Band. Penampilan magician Demian dan Russel Rich mulai pukul 19.00 WIB sampai pergantian tahun.
Untuk penggemar genre musik dangdut, di Floating Stage Pantai Festival Dimeriahkan oleh Nella Kharisma yang menghibur pada 28 Desember 2019 dan New Pallapa pada 31 Desember 2019.(end)
Saham PJAA | PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Beri Pinjaman ke Anak Perusahaan
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memberikan pinjaman kepada anak usaha perseroan yaitu PT Seabrezz Indonesia (SBI) pada 15 Oktober 2018.
Menurut keterangan perseroan Rabu, pinjaman yang diberikan kepada SBI sebesar Rp10 miliar dengan jangka waktu pinjaman selama setahun dengan tingkat suku bunga 9% per tahun.
SBI yang merupakan anak usaha perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan, pengangkutan, perbengkelan, percetakan dan pertambangan serta jasa.
SBI juga mengelola kegiatan bisnis utama berupa penginapan wisata dan sarana transportasi di Kepulauan Seribu, restoran dan penyewaan lahan. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/pjaa-jaya-ancol-beri-pinjaman-ke-anak-usahanya,89080409.html
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Catatkan Obligasi
Menurut keterangan BEI disebutkan, PJAA mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2018 yang terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah Rp350 miliar berbunga 6,3% per tahun dan jangka waktu 370 hari. Sementara seri B berjumlah Rp350 miliar berbunga 7,6% dan jangka 3 tahun. Bank Permata sebagai wali amanat dan Pefindo memberikan peringkat AA-
Sedangkan IMFI mencatatkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2018 yang terdiri dari tiga seri yakni seri A dengan jumlah Rp515 miliar berbunga 6,5% dan jangka 370 hari, seri B berjumlah Rp430 miliar berbunga 8,2% dan jangka 36 bulan serta seri C berjumlah Rp55 miliar berbunga 8,45% dan jangka 60 bulan dimana wali amanat Bank Mega dengan peringkat idA dari Pefindo. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/pjaa-jaya-ancol-dan-indomobil-finance-catatkan-obligasi-di-bei,40080702.html
Berita Saham PJAA | 16 Mei 2018
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp52 per lembar pada 8 Juni 2018 mendatang.
Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21 dan 22 Mei 2018 sedangkan di pasar tunai pada 24 dan 25 Mei 2018 dengan DPS hingga 24 Mei 2018.
Pembagian dividen tersebut diputuskan dalam RUPS Tahunan perseroan pada 14 Mei 2018 lalu dimana ditetapkan total dividen yang dibayarkan 37,78% dari laba 2017 atau setara dengan Rp83.199.999.896, sedangkan Rp2.202.186.375 sebagai cadangan umum serta sisa laba Rp137.018.637.582 sebagai laba ditahan. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/pjaa-jaya-ancol-bagi-dividen-pada-8-juni,35081043.html
Berita Saham PJAA | 16 Maret 2018
Berita Saham PJAA
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) meraih kenaikan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 68,33 persen hingga periode yang berakhir 31 Desember 2017 menjadi Rp220,21 miliar dibandingkan laba yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp130,82 miliar.Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan usaha turun menjadi Rp1,24 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp1,28 triliun dan beban pokok turun jadi Rp640,76 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp703,29 miliar.
Laba bruto naik menjadi Rp599,75 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp580,23 miliar. Laba usaha tercatat meningkat menjadi Rp394,04 miliar naik dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp240,26 miliar.
Laba sebelum pajak diraih Rp336,94 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp246,66 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp3,74 triliun hingga periode 31 Desember 2017 turun tipis dibandingkan total aset hingga periode 31 Desember 2016 yang Rp3,76 triliun. (end)

.png)







