PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 5 Oktober 2023
RUPSLB Estetika Tata Tiara (BEEF) Setujui Zuraida Sebagai Direktur
PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 5 Oktober 2023
PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF) Turun Jadi Rp39,12 Miliar Hingga Desember 2022
PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF) mencatat penjualan Rp39,12 miliar hingga periode 31 Desember 2022 turun tajam dari penjualan Rp142,31 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Borong 279,09 Lembar, Delta Investama Kempit 14,81 Persen Saham Estika Tiara (BEEF)
Delta Investama Indonesia mengempit saham Estika Tata Tiara (BEEF) di atas lima persen. Tepatnya, sekitar 14,81 persen. Koleksi saham sebanyak itu setara dengan 279.095.452 helai alias 279,09 juta eksemplar.
Asia Agri International Lakukan Investasi Pada Saham BEEF
Asia Agri International Pte Ltd telah melakukan pembelian saham PT. Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) pada tanggal 16 hingga 20 Februari 2023.
Rekomendasi Saham AALI, ACES, BEEF, BNGA, MNCN dan UNVR | 14 Januari 2021
Binaartha Sekuritas Daily
14 Januari 2021
Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
AALI,
Daily (12300) (RoE: 3.97%; PER: 30.09x; EPS: 408.80; PBV: 1.21x; Beta: 1.56): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
“Akumulasi Beli” pada area level 12000 – 12300, dengan target harga secara bertahap di 12650 dan 13750. Support: 11575 & 11100.
ACES,
Daily (1760) (RoE: 14.16%; PER: 42.73x; EPS: 41.31; PBV: 6.07x; Beta: 0.74): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
“Akumulasi Beli” pada area level 1735 – 1760, dengan target harga secara bertahap di level 1780, 1880 dan 1980. Support: 1735 & 1705.
BEEF,
Daily (156) (RoE: -48.36%; PER: -2.19x; EPS: -71.36; PBV: 1.05x; Beta: N/A): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
“Akumulasi Beli” pada area level 153 – 156, dengan target harga secara bertahap di level 163 dan 190. Support: 149 & 137.
BNGA,
Daily (1000) (RoE: 6.13%; PER: 10.42x; EPS: 99.84; PBV: 0.64x; Beta: 1.89): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
“Akumulasi Beli” pada area 990 – 1000, dengan target harga secara bertahap di level 1030, 1060 and 1185. Support: 990 & 935.
MNCN,
Daily (1230) (RoE: 12.79%; PER: 10.07x; EPS: 122.09; PBV: 1.28x; Beta: 1.84): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
“Akumulasi Beli” pada level 1205 – 1230, dengan target harga secara bertahap di 1275, 1320, 1430, 1535 dan 1620. Support: 1185 & 1105.
UNVR,
Daily (7025) (RoE: 92.42%; PER: 36.78x; EPS: 190.32; PBV: 34.04x; Beta: 0.43): Adapun indikator RSI mulai menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold sehingga peluang terjadinya fase bullish consolidation pada pergerakan harga saham terbuka lebar.
“Akumulasi Beli” pada area level 6925 – 7025, dengan target harga secara bertahap di level 7175, 7300, 7375 dan 7725. Support: 6850 & 6750.
Rekomendasi Saham ADHI, AKRA, BEEF, BRPT, CTRA, ICBP, INDF dan TBIG oleh Binaartha Sekuritas | 17 Desember 2020
Binaartha Sekuritas Daily
by Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
17 Agustus 2020
Saham ADHI
Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. Nafan menyarankan sell on strength pada area level Rp 1.290–Rp 1.320, dengan target harga di level Rp 1.215. Resistance: Rp 1.355. (RoE: 0.37%; PER: 223.87x; EPS: 5.76; PBV: 0.82x; Beta: 2.8).
Saham AKRA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Nafan menyarankan akumulasi beli pada area level Rp 3.190–Rp 3.280, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.360, Rp 3.440 dan Rp 3.770. Support: Rp 3.110. (RoE: 8.47%; PER: 14.79x; EPS: 221.80; PBV: 1.26x; Beta: 1.73).
Saham BEEF
Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. Ia merekomendasikan sell on strength pada area level Rp 176-Rp 189, dengan target harga di level Rp 167. Resistance: Rp 192. (RoE: 18.98%; PER: 4.35x; EPS: 40.46; PBV: 0.82; Beta: N/A).
Saham BRPT
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Ia memberikan rekomendasi akumulasi beli pada area level Rp 1.240–Rp 1.260, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.310, Rp 1.650 dan Rp 1.985. Support: Rp 1.165. (RoE: 0.51%; PER: 500.00x; EPS: 2.52; PBV: 2.65x; Beta: 1.91).
Saham CTRA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Ia menyarankan akumulasi beli pada area Rp 880–Rp 900, dengan target harga secara bertahap di level Rp 930 dan Rp 1.050. Support: Rp 865. (RoE: 1.83%; PER: 55.59x; EPS: 16.64; PBV: 1.83x; Beta: 2.02).
Saham ICBP
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Nafan memberikan akumulasi beli pada area level Rp 9.700–Rp 9.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.100, Rp 10.600, Rp 11.100 dan Rp 11.600. Support: Rp 9.600. (RoE: 10.85%; PER: 21.70x; EPS: 451.60; PBV: 2.35x; Beta: 0.46).
Saham INDF
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Nafan menyarankan akumulasi beli pada area level Rp 6.900–Rp 6.950, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.400, Rp 7.600 dan Rp 8.375. Support: Rp 6.800 & Rp 6.460. (RoE: 6.57%; PER: 12.49x; EPS: 568.57; PBV: 0.82x; Beta: 0.71).
Saham TBIG
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Nafan merekomendasikan akumulasi beli pada area level Rp 1.470–Rp 1.490, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.525, Rp 1.575, Rp 1.700 dan Rp 1.820. Support: Rp 1.455. (RoE: 14.68%; PER: 34.73x; EPS: 43.91; PBV: 5.09x; Beta: 1).
Saham BEEF | PENJUALAN MENINGKAT, NAMUN BEEF CATAT RUGI HINGGA PERIODE MARET 2020
SAHAM BEEF | ESTETIKA TATA TIARA RAIH PENJUALAN Rp1,32 TRILIUN HINGGA DESEMBER 2019
Saham BEEF | KIBIF RAIH PENGHARGAAN TOP BRAND AWARD 2020
IQPlus, (25/02) - PT Estika Tata Tiara Tbk meraih penghargaan di bidang pemasaran .Top Brand Award 2020. untuk Kategori Daging Sapi Olahan versi Majalah Marketing yang digelar di Jakarta.
Perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan BEEF itu menerima penghargaan yang diserahkan CEO Frontier Group Handi Irawan kepada Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara Tbk Grace Adoe.
"Konsumen Indonesia telah memilih KIBIF dalam kesehariannya dan mempercayakan produk-produk KIBIF untuk menjadi asupan keluarga yang halal, enak, dan berprotein tinggi," kata Grace melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Grace mengatakan, survei Top Brand Award melibatkan 15.000 responden yang tersebar di 15 kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Manado, Denpasar, Banjarmasin, dan Samarinda.
Selain itu, penilaian berdasarkan Top Brand Index dilakukan melalui proses wawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur menggunakan tiga parameter. Pertama adalah top of mind, yaitu kesadaran atas merek, yaitu merek pertama yang disebutkan responden saat kategori produk diutarakan.
Kedua, adalah last usage, yaitu menyangkut penggunaan terakhir . merek terakhir yang digunakan/dikonsumsi oleh responden dalam satu siklus pembelian ulang. Ketiga adalah future intention, yaitu niat membeli kembali atau keinginan responden untuk menggunakan/mengonsumsi kembali di masa mendatang.
"Kami akan terus menempatkan konsumen sebagai fokus utama bisnis dan kami akan terus berinovasi dan menjaga kualitas produk-produk KIBIF," jelas dia.
Disebutkan, keberhasilan KIBIF meraih penghargaan .Top Brand Award 2020. juga tidak terlepas dari peran serta dan dukungan digital branding yang dilakukan secara berkala oleh KIBIF kepada konsumennya, yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.
"Penghargaan ini akan memacu perusahaan untuk menciptakan inovasi dan terobosan-terobosan baru pada era digital. Saat ini, peranan teknologi digital sangat berpengaruh pada peningkatan brand awareness perusahaan," katanya.(end)
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | 21 Januari 2020
Analisa Saham BEEF | Manfaatkan "Kebimbangannya"
Analisa Saham BEEF
Volatilitas saham ini berada pada area Jenuh Jual ke Pertengahan. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan Sideway dalam Uptrend.
Support : 332 - 320 - 316
Resisten : 356 - 386 - 396
Rekomendasi:
Silahkan Beli (nambah) jika menembus resisten ke atas, dan Jual (kurangi) jika menembus support ke bawah. Support akan menjadi Resisten setelah ditembus. Resisten akan menjadi Support setelah ditembus.
by Abduh
Disclaimer ON
Analisa Saham JPFA, BEEF dan CCSI
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Pada perdagangan Kamis (19/9) ditutup pada level Rp 1.610 atau Rp 20. Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.665.
PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)
Pada perdagangan Kamis (19/9) ditutup pada level Rp 348 atau menguat.Rp 8. Secara teknikal, candle terbentuk white candle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic bersiap golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 360.
PT Communication Cable System Indonesia Tbk (CCSI)
Pada perdagangan Kamis (19/9) ditutup pada level Rp 324 atau menguat Rp 28. Secara teknikal, candle terbentuk long white candle mengindikasikan rebound. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 338.
Dimas W.P. Pratama, analis Profindo Sekuritas
Analisa Saham SSIA dan BEEF
Analisa Saham SSIA dan BEEF
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 850 atau menguat Rp 40. Secara teknikal, pola terbentuk break out rising wedge mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 865
PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)
Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 308 atau menguat Rp 30. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 350 dan stop loss kurang dari Rp 300
Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama
Analisa Saham BBRI, BEEF, JPFA dan SMRA
Analisa Saham BBRI, BEEF, JPFA dan SMRA
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Kamis 11 Juli 2019.
IHSG ditutup menguat sebesar 22,35 poin (+0.35%) menuju 6.410,68 pada perdagangan hari Rabu 10 Juli 2019 kemarin. IHSG telah berhasil mengakhiri masa sideways-nya dengan breakout dari resistance 6.400, masih ditopang oleh net buy asing. Diduga kuat penyebab asing kembali optimis di pasar modal Indonesia adalah karena adanya super deductible tax dari pemerintah. Dan hari ini IHSG akan menguji support baru pada 6.400.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.380 s/d 6.450.
BBRI
Mengakhiri sideways, kembali memasuki uptrend dengan target terdekat 4500.
Rekomendasi: buy and hold >4360, TP 4500 s/d 4700.
BEEF
Memantul dari support MA5 (bagian dilingkari), berpotensi melanjutkan
penguatan selama harga di atas support ini.
Rekomendasi: buy 270 s/d 278, TP 300, stop loss 250.
JPFA
Membentuk pola rising two yang merupakan indikasi penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy 1700 s/d 1730, TP 1800, stop loss <1600 .="" p="">
SMRA
Membentuk golden cross MA5 dan MA20 (bagian dilingkari) dan masih berada
dalam jalur uptrend sehingga penguatan akan berlanjut.
Rekomendasi: buy 1200 s/d 1250, TP 1300 s/d 1340, stop loss <1130 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!
Panin Sekuritas1130>1600>
Saham BEEF | Geber Produksi Hingga Pemasaran, BEEF Kian Ekspansif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tahun pertama menjadi perusahaan publik, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) terlihat ekspansif. Sepanjang tahun ini, distributor jeroan dan produk sapi berlabel KIBIF tersebut ingin memperkuat lini bisnis, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Estika Tata Tiara akan membangun pusat produksi di Subang, Jawa Barat di atas lahan seluas 1,2 hektare (ha). Kapasitas produksi pada tahap awal sebesar 1.000 ton per bulan atau sekitar 40 ton per hari. "Tetapi potensi ruangan tersebut bisa dikembangkan mencapai 2.000 ton per bulan," ungkap Yustinus Sadmoko, Presiden Direktur PT Estika Tata Tiara Tbk, Rabu (22/5).
Ada pula rencana peningkatan kapasitas pabrik frozen dough atau adonan beku dan dimsum di Salatiga, Jawa Tengah hingga dua kali lipat. Sebagai gambaran, saat ini pabrik Salatiga beroperasi dengan kemampuan produksi 12 ton per hari dengan kapasitas ruang berpendingin sebesar 200 ton.
Sementara pada lini distribusi, Estika Tata Tiara berniat menambah 10 jaringan distribusi melalui PT Bina Mandiri Transindo. Anak usaha tersebut sudah merealisasikan pembukaan jaringan distribusi di Palembang, Sumatra Selatan dan Surabaya, Jawa Timur.
Achmad Taufik, Direktur Utama PT Bina Mandiri Transindo menjelaskan, sejauh ini jaringan distribusi sudah masuk Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sumatra. Sasaran berikutnya adalah Lampung, Medan (Sumatra Utara), Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara), Balikpapan (Kalimantan Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan kota lain di Bali.
Ekspansi tersebut adalah bagian dari rencana besar Estika Tata Tiara memiliki 100 jaringan distribusi di dalam negeri pada tahun 2023. Perusahaan itu berambisi tercatat sebagai tiga besar pelaku usaha makanan beku alias frozen food di Tanah Air.
Masuk e-commerce
Untuk memuluskan agenda perluasan jaringan distribusi, Estika Tata Tiara menyiapkan anggaran dari pihak ketiga. Akhir tahun 2019 nanti, mereka akan menerbitkan sukuk atau obligasi dengan target pendanaan Rp 350 miliar.
Sementara dari sisi pemasaran, Estika Tata Tiara berniat merambah di dunia maya. Akhir tahun ini juga mereka akan meluncurkan platform penjualan bernama Tokokibif.com. Alasannya, tren pasar bergeser ke ranah digital.
Estika Tata Tiara menilai, kepemilikan e-commerce bakal membuka pasar yang lebih luas. Namun untuk tahap awal, mereka hanya akan melayani segmen penjualan business-to-business (B2B). Selanjutnya pada tahun depan, sistem penjualan bakal meluas hingga business-to-consumer (B2C).
Operasional pemasaran via jalur e-commerce tetap melibatkan peran dari jalur distribusi fisik. "Kami yakin dengan kombinasi ini akan meningkatkan pertumbuhan penjualan," terang Yustinus.
Sambil mengawal aneka strategi bisnis, Estika Tata Tiara mengejar kinerja 2019. Perusahaan tersebut sudah menetapkan target penjualan Rp Rp 1,4 triliun dan laba sebesar Rp 80 miliar.
Tahun lalu Estika Tata Tiara membukukan penjualan Rp 895,93 miliar dan laba bersih diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Rp 29,72 miliar. Masing-masing kinerja itu terhitung tumbuh 5,84% year on year (yoy) dan 0,37% yoy.
Tren pertumbuhan tersebut berlanjut hingga kuartal I 2019. Penjualan Estika Tata Tiara tumbuh 38,28% yoy menjadi Rp 278,27 miliar sedangkan laba bersih naik sekitar dua kali lipat menjadi Rp 14,95 miliar.
Analisa Saham BEEF, INDF, WIKA dan INKP | 24 Januari 2019
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Kamis 24 Januari 2019.
IHSG ditutup menurun sebesar 17,39 poin (-0.26%) menuju 6.451,16 pada perdagangan hari Rabu 23 Januari 2019 kemarin. Sentimen penggerak indeks kemarin didominasi oleh kekhawatiran akan pelemahan ekonomi global yang semakin terasa. Sedangkan secara teknikal sendiri IHSG mulai memasuki masa jenuh belinya terlihat dari indikator RSI. Namun jika terjadi koreksi, diprediksi akan menjadi koreksi sehat selama investor asing yang sejak awal menjadi penggerak indeks tidak berbalik net sell dalam jumlah besar.
Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.420 s/d 6.500.
BEEF membentuk pola hammer setelah sekian lama menurun. Pola ini berpotensi menjadi titik balik bagi saham ini untuk memasuki uptrend jangka pendek.
Rekomendasi: buy on breakout 250, TP 260 s/d 300, stop loss <230 .="" p="">
INDF telah menyelesaikan konsolidasinya dan breakout pada perdagangan kemarin. Secara teknikal menjadi indikasi kenaikan lanjutan.
Rekomendasi: buy on support 7500, TP 7800 s/d 8000, stop loss <7250 .="" p="">
INKP membentuk pola bullish abandoned baby. Pola ini memberikan indikasi penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy 12400 s/d 12500, TP 13000 s/d 1330, stop loss <11925 .="" p="">
WIKA memantul dari support MA20 (bagian dilingkari) dan sudah terjadi sebanyak 2 kali. Selama pola ini berlanjut maka masih ada potensi kenaikan lebih jauh. Dan saat ini posisi harga baru saja memantul dari support tersebut
Rekomendasi: buy 1850 s/d 1870, TP 1900 s/d 2000, stop loss <1770 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas
1770>11925>7250>230>
SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI
Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari porsi pooling,"ujarnya.
Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar.
"Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed. Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kamis (10/1).
Yustinus memaparkan, dana dari hasil IPO dana akan digunakan untuk memperluas diversifikasi bisnis pengolahan serta perdagangan sapi, ayam, ikan, frozen dough, dan agribisnis yang tersebar di Subang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), dan Cikarang (Jawa Barat). Saat ini, KIBIF telah memiliki tiga pabrik pengolahan diwilayah Cikarang (JawaBarat) ,Subang (JawaBarat) dan Salatiga (Jawa Tengah), dengan total kapasitas produksi mencapai 1,500 ton per bulan.
Produk-produk KIBIF di antaranya adalah sosis, bakso, smoked beef, bockwurst, burger, daging sapi kemasan, serta produk terbarunya KIPAO (kategori frozen dough/bakery). Produk tersebut merangsek pasar dengan mengusung sejumlah merek, antara lain, KIBIF, Boss, Murato, Adell, dan Kipao.
Pasar utama KIBIF adalah di dalam negeri dan menjangkau konsumen melalui pasar modern (Indofood, Hypermart, Lotte Wholesale, Aeon, Farmers Market, Lulu Hypermarket, Indomaret, Alfamidi, Superindo, Transmart Carrefour), pasar tradisional, distributor, industri serta food service (hotel, restoran, catering) seperti Pizza Hut dan Hoka-Hoka Bento. (end/as)
IPO PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)
Investment Information Team
IPO PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)
Pada hari ini (10/01/2019), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau Kibif mencatatkan sahamnya di lantai bursa untuk pertama kalinya dengan PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
PT Estika Tata Tiara Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi olahan daging dengan merk KIBIF. Produksi daging KIBIF antara lain adalah sosis, bakso, smoked beef, bockwurst, burger, daging sapi kemasan 1 kg dan 500 gr serta produk terbaru minipao.
Saat ini, BEEF memiliki sekitar 5 pabrik dan pengolahan yang beroperasi. Diperkirakan, paska IPO ini perusahaan dapat meningkatkan keseluruhan kapasitas produksinya, dari 1500 ton/bulan menjadi 3000-4000 ton/bulan.
Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 376,86 juta lembar saham baru atau sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sedangkan harga penawaran Rp 340 per saham.
Pada IPO ini BEEF dapat mengantongi dana sebesar Rp 128,13 miliar.
Perolehan dana dari IPO akan digunakan untuk:
- Pengadaan bahan baku sapi hidup, baik lokal maupun impor sebesar 45%.
- Pembelian barang dagangan berupa daging lokal maupun impor, serta produk olahan yang diproduksi sebesar 25%
- Sisanya akan digunakan untuk investasi penambahan kapasitas produksi perusahaan.
.png)
.png)
.png)
.png)











