Rekomendasi Saham ELSA, AKRA, BJBR oleh Mirae Asset Sekuritas 25 Agustus 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
August 25, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,277.04 (+0.08%), test resistance at 5,318, trading range 5,247-5,318. Indikator MFI optimized cenderung naik dan indikator William%R optimized akan menguji support trend line. Pada periode  weekly,  indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized cenderung turun menguji support trend line.Daily support di 5,247 dan daily resistance di 5,318. Cut loss level di 5,230

ELSA Daily, 244 (+1.67%), trading buy, trading range 238 – 248. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic %D optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  di 238 dan daily resistance di 248. Cut loss level di 236.

AKRA Daily, 2,930 (+3.53%), trading buy ,trading range 2,850 – 2,950. Indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  di 2,850 dan daily resistance berikutnya di 2,950. Cut loss level di 2,820.

BJBR Daily, 980 (+2.62), trading buy, trading range 960 – 995. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 960 dan daily resistance terdekat di 995 sebelum lanjut ke 1,025.Cut loss level  950. 

Saham PJAA | ANCOL TENGAH SELESAIKAN IZIN LANJUTAN REKLAMASI PERLUASAN KAWASAN


IQPlus, (25/08) - Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (kode bursa PJAA) tengah menyelesaikan izin lanjutan reklamasi perluasan kawasan rekreasi seluas 155 hektare mengacu Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan tertanggal 24 Februari 2020.

"Perluasan kawasan Ancol sekarang dalam hal perizinan seperti Amdal dan penggunaan material. Insya Allah kita akan selesaikan segera, sesuai dengan amanat Kepgub tersebut," jelas Direktur Utama PT PJAA Teuku Sahir Syahali dalam paparan publik perseroan secara daring di Jakarta, Senin.

Sahir menjelaskan gambaran umum perluasan kawasan itu untuk menjadikan Ancol sebagai "Brand of Indonesia". Dia mengakui pengembangan kawasan membutuhkan perluasan area untuk lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara serta menahan devisa keluar dari Indonesia.

"Ketika orang mengingat Indonesia diharapkan mengingat Ancol," ujar Sahir.

Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi dunia fantasi seluas 35 hektare dan perluasan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 hektar, tertanggal 24 Februari 2020.

Lampiran SK itu menyatakan kawasan perluasan Ancol Timur berada di sekitar bidang tanah yang sudah menjadi daratan seluas 20 hektare. Sementara perluasan 35 hektare Dufan akan menimbun sebagian laut dan pantai Ancol.

Dikeluarkan SK Gubernur DKI itu berdasarkan surat Direktur PT PJA tanggal 13 Februari 2020 Nomor 010/DIR-PJA/EXT/II/2020 perihal permohonan penerbitan izin pelaksanaan perluasan kawasan.

Pengembangan kawasan yang menimbun sebagian laut itu saat ini masih mendapatkan penolakan dari sebagian besar warga Jakarta khususnya organisasi masyarakat dan komunitas nelayan.

Sahir menyatakan jika kemungkinan pemerintah provinsi membatalkan izin tersebut, pihaknya akan mengikuti apa saja keputusan pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik perusahaan.(end)

Saham BBNI | BNI JADI PENYALUR BANTUAN PRODUKTIF Rp2,4 JUTA UNTUK USAHA MIKRO


IQPlus, (25/08) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi penyalur Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro sebesar Rp2,4 juta kepada 316 ribu pelaku usaha pada tahap pertama penyaluran setelah diluncurkan Presiden Joko Widodo.

"Dalam rangkaian HUT RI dan bagian dari program pemulihan ekonomi, BNI dipercaya Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan Bantuan Presiden Produktif," kata Direktur Utama BNI Herry Sidharta di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Menurut dia, BNI dipilih menjadi bank penyalur karena mampu menyediakan sistem penyaluran yang terintegrasi dari pembukaan rekening secara kolektif sampai tahap pengawasan pencairan.

BNI, kata dia, juga mampu memberikan kemudahan penerima dalam proses pembuatan rekening dengan sistem burekol atau buka rekening kolektif.

Dengan begitu, para penerima bantuan yang merupakan nasabah PNM Mekaar itu hanya perlu melakukan proses aktivasi rekening sebelum buku tabungan dan kartu debit dapat diambil di cabang BNI.

Dia menjelaskan proses aktivasi rekening ada di seluruh cabang BNI dan bank BUMN ini akan menyediakan tempat aktivasi rekening khusus bagi daerah yang berjarak cukup jauh dari cabang BNI terdekat.

BNI turut mempersiapkan dashboard bagi Kementerian Koperasi dan UKM yang dapat dimanfaatkan untuk memantau proses penyaluran daring.

Adapun 316 ribu penerima itu ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga pengusul.(end)

Saham ASII | PRESDIR ASTRA : COVID-19 AKAN BAYANGI KINERJA HINGGA AKHIR TAHUN


IQPlus, (25/08) - Presiden Direktur PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro menilai wabah COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini masih akan membayangi kinerja perseroan hingga akhir tahun.

"Pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan akan terus memengaruhi kinerja hingga akhir tahun," ujar Djony saat paparan publik secara daring di Jakarta, Senin.

Djony menuturkan, kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi COVID-19, terutama pada kuartal kedua.

Langkah-langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia telah berdampak kepada operasi grup secara substansial, termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif, serta terdapat peningkatan secara signifikan jumlah pinjaman yang direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan grup.

Selain itu, penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan.

Pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada semester pertama 2020 sebesar Rp89,8 triliun, menurun 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih Grup Astra sebesar Rp11,4 triliun, meningkat 16 persen dibandingkan dengan semester pertama 2019, termasuk keuntungan dari penjualan saham di Bank Permata.

Tanpa memasukkan keuntungan penjualan tersebut, laba bersih grup menurun 44 persen menjadi Rp5,5 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 dan langkah-langkah penanggulangannya.

Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2020 sebesar Rp3.773, meningkat 3 persen dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup, mencapai Rp1,4 triliun pada 30 Juni 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir 2019, setelah diterimanya hasil dari penjualan saham di Bank Permata pada Mei 2020.

Sementara itu, utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra meningkat dari Rp45,8 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp46,4 triliun pada 30 Juni 2020.

Di setiap bisnis Grup Astra, tutur Djony, tingkat utang dan posisi likuiditas dipantau dengan cermat dan langkah-langkah untuk mengurangi risiko operasional dan keuangan dilakukan.

Berbagai tindakan juga diambil untuk mengelola biaya dan menjaga tingkat kas, termasuk mengurangi belanja modal dan mengelola modal kerja.

"Selama masa yang penuh tantangan ini dengan gangguan bisnis dan ketidakpastian, Grup Astra fokus secara khusus pada pengurangan biaya operasional dan belanja modal, pengelolaan modal kerja, dan kepastian likuiditas," ujar Djony.(end)

Saham AGRO | BRI AGRO RAIH LABA Rp20 MILIAR HINGGA PERIODE 30 JUNI 2020


IQPlus, (25/08) - PT BRI Agro Tbk (AGRO) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp20,00 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun dari laba bersih Rp78,29 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan seperti dikutip Selasa menyebutkan, pendapatan bunga bersih turun menjadi Rp323,31 miliar dari Rp332,93 miliar tahun sebelumnya. Beban operasional selain bunga bersih meningkat menjadi Rp298,54 miliar dibandingkan Rp227,75 miliar tahun sebelumnya.

Laba operasional turun menjadi Rp24,77 miliar dari laba operasional Rp105,18 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak tercatat Rp30,59 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp106,86 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp26,18 triliun hingga periode 30 Juni 2020 turun dari total aset Rp27,07 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (end)

Saham KLBF | KALBE-GENEXINE BERI OBAT ANEMIA EFEPOETIN ALFA PADA PASIEN PERTAMA


IQPlus, (25/08) - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha KalbeGenexine Biologics (KGBio) saat ini telah "meng-enroll" pasien pertama dan pemberian pertama obat Efepoetin Alfa (EPO-HyFc) untuk uji klinik fase-3 secara global. Obat yang dimaksud digunakan untuk terapi anemia pada pasien ginjal kronik non dialisis. Proyek penelitian yang dinamakan Helios ini melakukan uji coba non-inferioritas dibandingkan dengan Metoksi Polyethylene Glycol-Epoetin Beta (Mircera).

"Kalbe melalui KGBio telah mengembangkan teknologi dengan platform hyFc®, yang dirancang untuk mendorong penemuan berbagai terapi agonistic protein yang terdiferensiasi," kata Sie Djohan, Presiden Direktur Kalbe Genexine Biologics dalam keterangan Senin.

"Efepoetin alpha (EPO-HyFc, GXE4) adalah salah satu produk unggulan dari platform hyFc® dan telah menyelesaikan uji pra-klinik dan uji klinik fase-1 dan fase-2 pada pasien dengan anemia yang terkait penyakit ginjal kronis (CKD)," lanjut Djohan.

Kalbe-Genexine Biologics (KGBio) merupakan perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma Tbk (Jakarta, Indonesia) dan Genexine Inc (Seoul, Korea Selatan) yang didirikan Januari 2016 untuk mengembangkan produk-produk berbasis bioteknologi. "Produk EPOhyFc memiliki efikasi yang lebih panjang daripada EPO yang ada sekarang. Fungsinya mempercepat pembentukan sel-sel darah merah yang rusak pasca terapi cuci darah, fungsi ginjal yang menurun dan kondisi lainnya," tambah Sie Djohan.

Pengembangan produk Efepoetin alpha (GXE4) saat ini telah memasuki studi klinik fase-3vdengan desain terbuka, acak, dan "multi-center" (protokol No. GXE4KGBio-001) denganvnama penelitian Helios. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah Efepoetin alfavyang diberikan efektif dan dapat ditoleransi dengan baik dibanding Mircera (methoxyvpolyethylene glycol - epoetin beta) untuk pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronisvnon dialisis. Helios adalahvstudi non-inferior yang mencakup pasien CKD yang belumvpernah diobati dan pasien CKD yang diobati dengan ESA serta tidak menjalani dialisis.

Saat ini uji klinik fase-3 Helios dilakukan di enam negara yakni Indonesia, Australia, Taiwan,vFilipina, Thailand, dan Malaysia. Rencananya akan merekrut 386 pasien dari 45 berbagai pusat penelitian dengan dikoordinasikan oleh Novotech (Australia) Pty Limited.

Protokol uji klinik fase-3 Helios telah mendapat persetujuan dari komite etika dan otoritas kesehatan dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Pada 20 Agustus 2020, dari 45 institusi penelitian yang ikut ambil bagian, 31 institusi diantaranya telah memulai kegiatan perekrutan pasien, sedangkan yang lainnya akan memulai perekrutannya dalam beberapa hari hingga minggu ke depan. (end)

Ulasan Pasar Global | 25 Agustus 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Aug 25, 2020)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)


U.S


S&P, Nasdaq ditutup pada level tertinggi baru karena Wall Street memanfaatkan momentum

S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor penutupan tertinggi baru pada hari Senin karena optimisme atas potensi kemajuan medis dalam perang melawan pandemi virus corona mendorong ketiga indeks saham utama AS lebih tinggi.

Dow Jones naik 378,13 poin atau 1,35% menjadi 28.308,46. S&P 500 naik 34,12 poin atau 1,00% menjadi 3.431,28. Nasdaq bertambah 67,92 poin atau 0,6% menjadi 11.379,72.


Blue-chip Dow, sementara ini memimpin kenaikan hari Senin, tetap hampir 4,2% di bawah level tertinggi sepanjang masa, dan turun 0,8% year-to-date. Nasdaq dan S&P telah menguat masing-masing 26,8% dan 6,2%, sejak bel penutupan terakhir tahun 2019. Sebagai catatan, indeks Dow Transports, yang sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi AS, dengan mudah mengungguli pasar yang lebih luas. “Ada perluasan dalam rapat umum ini dan itulah yang tercermin dalam transportasi,” kata analis. "Volume (lebih tinggi) menyertai perluasan ini, dan itu semua adalah hal-hal yang bullish." Pasar di seluruh dunia mendapat dorongan oleh perkembangan baru dalam perlombaan global untuk memerangi virus corona, termasuk pengumuman dari Food and Drug Administration bahwa mereka telah memberikan otorisasi darurat untuk penggunaan plasma dari pasien yang pulih sebagai pilihan pengobatan.


Eropa


Bursa Eropa memulai minggu ini dengan kuat karena harapan pengobatan virus

Bursa Eropa menandai hari terbaik mereka dalam hampir dua minggu pada hari Senin karena tanda-tanda kemajuan dalam mengembangkan pengobatan COVID-19 mengimbangi kekhawatiran tentang kebangkitan kembali kasus virus yang menghambat pemulihan ekonomi.

Indeks STOXX 600 Eropa berakhir 1,6% lebih tinggi menjadi 370,85.

Regulator kesehatan AS mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya mengizinkan penggunaan plasma darah dari pasien yang telah pulih dari COVID-19 sebagai pengobatan. Kenaikan hari itu datang setelah minggu yang lesu untuk saham regional, karena campuran volume perdagangan yang rendah, data ekonomi yang sedang dan tren naik dalam kasus COVID-19 membebani sentimen. Grifols Spanyol (GRLS.MC), salah satu produsen perawatan berbasis plasma manusia terbaik dunia, naik 1,6%. AstraZeneca Plc (AZN.L) naik 2,1% setelah Financial Times melaporkan administrasi Trump sedang mempertimbangkan pelacakan cepat vaksin COVID-19 eksperimental yang sedang dikembangkan oleh perusahaan, sementara AstraZeneca menandai kemajuan lebih lanjut dalam produksi vaksin.

Analisa Saham LPPF | 25 Agustus 2020

Saham LPPF pada tanggal 24 Agustus 2020 ditutup melemah pada harga 1265, turun -1,55%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 144% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.


Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 1290

Jika naik di atas 1385 maka berpeluang ke 1545

Jika turun di bawah 1245 maka berpeluang ke 1220


Disclaimer ON

Silahkan dianalisis sendiri kembali, risk and reward adalah milik Anda sendiri.


Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:


Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Rekomendasi Saham ACES, SMRA, MEDC, ADRO oleh MNC Sekuritas 25 Agustus 2020


MNC Daily Scope Wave

25 Agustus 2020


Pada perdagangan kemarin (24/8), IHSG ditutup menguat tipis 0,1% ke level 5,277. Kami memperkirakan IHSG akan menguat untuk menguji level resistance terdekatnya di 5,330, apabila IHSG mampu menguat di atas level tersebut maka diperkirakan target penguatan IHSG berada di area 5,400 untuk membentuk wave [c] dari wave 5. Namun tetap waspadai support terdekat IHSG di level 5,220 dan 5,119, apabila IHSG terkoreksi kembali dan menembus support tersebut, maka pergerakan IHSG selanjutnya akan menuju area 5,070-5,100 terlebih dahulu. 

Support: 5,220, 5,119

Resistance: 5,330, 5,350


ACES - Buy on Weakness (1,620)

Selama ACES tidak terkoreksi kembali di bawah 1,575, maka penguatan sebesar 0,3% kemarin (24/8) kami perkirakan merupakan awal dari wave [v] dari wave C. Hal tersebut berarti, ACES masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,600-1,620

Target Price: 1,730, 1,830

Stoploss: below 1,575


SMRA - Buy on Breakout (610)

Kemarin (24/8), SMRA menguat 4,3% dan ditutup di atas MA20 dan MA60. Kami memperkirakan saat ini SMRA sedang membentuk wave [c] dari wave B, sehingga SMRA berpotensi melanjutkan penguatannya.

Buy on Breakout: 615

Target Price: 650, 680

Stoploss: below 555


MEDC - Buy on Weakness (575)

Pada perdagangan kemarin (24/8), MEDC menguat signifikan sebesar 11,7% dan ditutup di level 575. Kami memperkirakan pergerakan MEDC saat ini sedang berada di wave [iii] dari wave C, sehingga MEDC masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya. Skenario ini berlaku selama MEDC tidak terkoreksi di bawah 505.

Buy on Weakness: 540-565

Target Price: 600, 650

Stoploss: below 505


ADRO - Sell on Strength (1,095)

Pergerakan ADRO terkoreksi 1,8% dan ditutup di level 1,095. Kami memperkirakan saat ini ADRO sedang berada pada pola triangle dan sedang membentuk wave E dari wave (B), dimana ADRO masih berpotensi terkoreksi terlebih dahulu. Adapun koreksi ADRO kami perkirakan berada pada area 1,000-1,050, level koreksi tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 1,095-1,130


Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 25 Agustus 2020


S&P 500 hits another record, closes above 3,400 for the first time as Apple and airlines rise


Stocks rose to an all-time high on Monday, lifted by gains in tech and some reopening names, as sentiment around the coronavirus pandemic improved.


Dow.......28308    +378.1      +1.35%

Nasdaq..11380   +67.9         +0.60%

S&P 500..3431    +34.1         +1.00%

 

FTSE.......6105     +102.8       +1.71%

Dax.........13067   +301.7       +2.36%

CAC.........5008    +111.6       +2.28%


Nikkei....22986   +65.2          +0.28%

HSI.........25552  +437.7        +1.74%

Shanghai .3386  +4.96          +0.15%

ST Times.2539   +10.1          +0.40%


IDX......5277.04   +4.23          +0.08%

LQ45....834.14    +1.30           +0.16%

 

Indo10Yr....6.9180     - 0.0035     -0.05%

ICBI...........296.8369   +0.1172     +0.04%

US10Yr........0.6460     +0.0060     +0.94%

VIX................22.37       -0.17           -0.75%

 

USDIndx .....93.3010   +0.0540    +0.06%

Como Indx...151..26    +1.30        +0.87%

(Core Commodity CRB)

DJUSCL.............4.37    -0.03         -0.68%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS........98.89   -3.427    -3.35%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14670.50   -102.00    -0.69%

Jisdor...14794      +8.00        +0.05%



Euro.........1.1790   -0.0007   -0.06%


TLKM....20.15     +0.15    +0.75%

(2981)

EIDO......19.75     +0.26    +1.33%

EEM.......44.77     +0.49    +1.11%

 

Oil...............42.39   +0.05       +0.12%

Gold .......1936.10   -20.30      -1.04%

Timah....17367.50  -222.50   -1.26%

Nickel.....14910.00 +152.50  +1.03%

 

Coal price....49.70   -0.10    -0.20%

(Aug/Newcastle) 

Coal price....48.85   -0.75    -1.51%

(Sept/Newcastle)

Coal price...48.80    +0.15  +0.31%

(Aug/Rotterdam) 

Coal price...48.10    +0.60  +1.26%

(Sept/ Rotterdam)

 

CPO(Okt)......2697     -19       -0.70%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............345.50   +5.00   +1.47%

SoybeanOil...31.91   +0.24   +0.76%

Wheat.........527.25    -7.75    -1.45%

 

Rubber........176.50   +2.80   +1.61%


( DE/ Phintraco(AT)  25-08-20)