PTPP Tbk (PTPP) Rajin Gelar Transaksi Afiliasi ke Anak Usaha

PTPP Tbk (PTPP) kini rajin menggelar transaksi afiliasi kepada anak usahanya. Misalnya baru-baru ini, PTPP berencana memberikan pinjaman kepada anak usahanya, PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp 495 miliar. Transaksi afiliasi ini dilakukan guna membantu PP Properti memenuhi kebutuhan operasional dan modal kerja.


Pinjaman Rp 495 miliar kepada PP Properti akan dikenai bunga 9,5% per tahun atau 0,791% per bulan. Pinjaman tersebut bersifat non revolving dengan jangka waktu 36 bulan.

Pemberian pinjaman tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan PT PP kepada PP Properti. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, pada Juli lalu PT PP memberikan pinjaman Rp 295 miliar kepada PP Properti dengan bunga 9,5% dalam 11 bulan.

Pinjaman yang diberikan pada Juli lalu dilakukan bertahap. Pencairan tahap I dilakukan pada 24 Juli 2020 dengan jumlah Rp 175 miliar. Dana pinjaman digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal PP Properti.

PT PP merupakan pemegang saham PP Properti sebesar 64,96%. Pemegang saham lainnya adalah PT Asuransi Jiwasraya 8,51 %, PT Asabri Dapen Polri 5,32 %, dan masyarakat 21,21 %. PP Properti bergerak di bidang jasa, pembangunan dan perdagangan.

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa menjelaskan alasan PTPP memberikan pinjaman berupa pemberian shareholder loan (SHL) kepada anggota grup perusahaan yaitu untuk memperkuat modal kerja anak usaha dan entitas asosiasi.

"Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan modal kerja anak perusahaan," ujar Yuyus kepada Kontan.co.id, Jumat (4/9).

Sebelumnya PTPP juga memberikan pinjaman ke anak usahanya alias shareholder loan kepada PT PP Semarang Demak sebesar Rp 203,94 miliar ke PT PP Semarang Demak (PPSD). Pinjaman ini dalam rangka pemenuhan modal kerja PPSD.

Pinjaman PTPP kepada anak usaha ini tak gratis. Dalam suratnya, PTPP menyebut, pinjaman ke PPSD memiliki bunga 10,9% per tahun atau 0,91% per bulan dari total pinjaman serta pinjaman ini bersifat revolving, sesuai dengan tenor enam bulan. 

Merujuk perjanjian pinjaman, pinjaman ke PPSD akan dicairkan secara bertahap. Adapun pinjaman pertama sebesar Rp 52,7 miliar sudah dicairkan pada tanggal 14 Agustus 2020. Sementara pencairan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap.

PT PP Semarang Demak adalah kongsi usaha antara PTPP dengan PT Wijaya Karya Tbk(WIKA) serta PT Misi Mulia Mutrical. PTPP memiliki 65%  saham PPSD, WIKA 25% dan PT Misi Mulia Mutrical 10%.

Selain itu, PTPP juga memberikan pijaman ke PT PP Infrastruktur senilai Rp 27,98 miliar dari induk usahanya.

Berdasarkan keterangan dari keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), PTPP memberikan pinjaman Rp 27,9 miliar kepada PT PP Infrastruktur  dengan bunga sebesar 9,5%.

Yuyus menyebut, perseroan tengah membidik dana segar Rp 1,4 triliun - Rp 1,6 triliun dari aksi divestasi empat aset tahun ini. Menurutnya, sudah ada satu yang selesai dan yang kedua ditargetkan selesai pada awal September. Sedangkan dua proyek lainnya akan diselesaikan pada Desember 2020.

Aset yang akan didivestasikan adalah kepemilikan 14% saham proyek tol Cisumdawu, 15% saham proyek tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi, 25% saham proyek Pelabuhan Multipurpose Kuala Tanjung, dan 35% saham proyek tol Pandaan-Malang. Total dana yang dibidik dari divestasi ini berkisar Rp 1,4 triliun - Rp 1,6 triliun.

Sumber: Kontan

Kepemilikan Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) oleh Prajogo Pangestu, Bertambah

Prajogo Pangestu, kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Salah satu orang terkaya di Indonesia ini menambah porsi sahamnya melalui mekanisme buyback sebanyak 6,81 juta saham atau 0,038% dari total saham sebesar 17,83 miliar saham.


"Bapak Prajogo Pangestu menambah kembali kepemilikan saham TPIA sebesar 6.813.400 lembar saham. Kira-kira sekitar 0,038% dari total saham yang dimiliki perusahaan," kata Direktur Chandra Asri Petrochemical Chandra Asri, Suryandi dalam keterangan resminya, Minggu (6/9).

Suryandi menjelaskan, aksi buyback saham yang dilakukan Prajogo Pangestu merupakan komitmen dia dalam menjaga kepercayaan kepada investor pasar modal.

Mengintip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini saham TPIA dimiliki publik sebesar 1,38 miliar saham atau 7,75% dari total saham yang dimiliki oleh perusahaan.

Aksi buyback saham oleh Prajogo Pangestu juga demi memberikan dorongan operasional yang kuat, agar kinerja anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) itu meraih hasil positif di tengah masa pandemi Covid-19.

Sebelum aksi buyback, Barito Pacific menguasai 7,47 miliar saham TPIA atau 41,88% total saham. Kemudian SCG Chemicals Company Limited memiliki 5,45 miliar saham (30,57%). Adapun Prajogo Pangestu menggenggam 2,68 miliar saham (15,05%).

Selanjutnya, Marigold Resources Pte memiliki 846,81 juta saham (4,75%), sedangkan investor publik memiliki 1,38 miliar saham (7,75%).

Sementara Erwin Ciputra memiliki 30.560.600 saham (0,17%), Fransiskus Ruly Aryawan memiliki 82.500 saham (0%) dan Lim Chong Thian memiliki 243.775 saham (0%).

Manajemen Chandra Asri optimistis bisnis petrokimia akan meningkat di semester II-2020. Hal itu terlihat dari peningkatan aktivitas industri, khususnya di China dan Asia Timur Laut yang mengarah pada penguatan permintaan polymer.

"Faktor ini ditambah pengurangan harga naphtha yang sejalan dengan penurunan nilai minyak mentah yang telah meningkatkan spread polymer sebesar 20%-30%, ke tingkat laba pertengahan siklus industri pada Juni 2020," ungkap Suryandi.

Chandra Asri juga terus berinvestasi dalam Program Transformasi Digital di seluruh operasional dan kegiatan keuangan bersama dengan para pemimpin industri dan mitra jangka panjang.

Sumber: Kontan


Prospek Saham PGAS di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 turut menekan kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Emiten pelat merah ini membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang semester pertama 2020.

PGAS membukukan pendapatan senilai US$ 1,46 miliar sepanjang enam bulan pertama 2020, turun 17,97% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya. PGN meraup laba bersih US$ 6,72 juta di semester I-2020. Realisasi ini anjlok 87,56% (yoy) dibandingkan realisasi di semester I-2019 sebesar US$ 54,04 juta.


Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan masih merekomendasikan beli (buy) saham PGAS. Pertimbangannya adalah, potensi bisnis jaringan gas (jargas) yang akan tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah serta efisiensi internal dengan memotong biaya operasional atau operational expenditure (opex) sekitar 15%-35% sehubungan dengan penundaan eksplorasi oleh Saka Energi.

Selain itu, inovasi portofolio bisnis PGAS pada industri petrokimia juga menjadi pertimbangan rekomendasi terhadap saham PGAS. Meilki merekomendasikan buy saham PGAS dengan target harga Rp 1.400. “Rekomendasi buy masih akan saya pertahankan di tahun ini,” ujar Meilki kepada Kontan.co.id, Minggu (9/6).

Sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 83 Tahun 2020, pemerintah telah menetapkan harga gas bumi untuk industri pada kisaran US$ 6 per million british thermal units (MMBTU). Meilki melihat, dampak dari regulasi tersebut akan menggerus margin PGAS.

Meilki akan mengkaji ulang terkait estimasi kinerja PGAS hingga akhir tahun ini sehubungan dengan kinerja PGAS yang tertekan di sepanjang semester pertama 2020. Pada perdagangan Jumat (4/9), saham PGAS ditutup melemah 1,53% ke level Rp 1.290.  

Sumber: KONTAN


PT XL Axiata Tbk (EXCL) Sambut Hari Pelanggan Nasional 2020

Meski masih di tengah pandemi Covid-19, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) tetap bersemangat menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020. Mengusung tema "Maju Terus Bersama Pelanggan}, XL Axiata bahkan memanfaatkan momentum pandemi untuk tetap berkomitmen meningkatkan level pelayanan kepada pelanggan dengan cara terus berinovasi melalui penggunaan teknologi digital. Hasilnya, kini XL Axiata memiliki sebuah "Layanan Online XL Center".


Direktur Komersial XL Axiata, David Arcelus Oses mengatakan, "Pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan tersendiri untuk beraktivitas. Setiap hari ada ribuan pelanggan yang datang ke XL Center untuk mendapatkan beragam layanan seperti upgrade atau re-aktivasi Simcard. Saya sangat senang dengan hadirnya layanan online XL Center ini. Inovasi yang memang sangat kita butuhkan yang akan mempermudah pelanggan untuk tetap menikmati layanan XL Axiata di saat kita masih dianjurkan untuk membatasi keluar rumah karena pandemi.”"

Melalui Layanan Online XL Center, pelanggan akan mendapat banyak kemudahan pelayanan yang sebelumnya hanya bisa di lakukan melalui gerai XL Center dan Xplor. XL Axiata menyediakan layanan online keperluan pelanggan, antara lain re-aktivasi kartu yang hangus maupun ganti kartu melalui www.xl.co.id/xlcenter. Pelanggan yang masuk ke Layanan Online XL Center tentunya akan diminta melengkapi data diri seperti KTP, Kartu Keluarga dll.

Sementara itu, pelanggan XL Axiata juga tetap bisa menggunakan pusat layanan XL Axiata yang telah ada sebelumnya, baik layanan melalui saluran telepon 817, ataupun datang ke 96 XL Center yang tersebar di seluruh Indonesia maupun mengakses layanan melalui saluran Virtual Assistant XL, social media Twitter @myXLCare, Facebook di myXL Fan Page, Line @myXL, Live Chat di website xl.co.id, atau email resmi customer service XL di customerservice@xl.co.id. Bagi pelanggan XL PRIORITAS bisa menghubungi melalui layanan Live Chat yang tersedia di website prioritas.xl.co.id dan aplikasi myXL Postpaid. Sementara pengguna AXIS bisa memanfaatkan saluran telepon 838, sosial media Twitter @ask_AXIS , Facebook di AXIS Fan Page, Live Chat website axis.co.id atau email resmi customer service AXIS di cs@axisnet.id.

Layanan pelanggan juga XL Axiata lakukan melalui retail outlet atau gerai-gerai penjualan produk layanan XL Axiata yang ada di setiap kota di seluruh wilayah layanan. Di gerai-gerai tersebut, pelanggan dan masyarakat juga bisa mendapatkan informasi mengenai produk-produk XL Axiata. Tidak kurang dari 150 ribu gerai XL Axiata yang ada di seluruh Indonesia.

Berbagi kuota pendidikan 10.000 GB untuk komunitas sekolah

Selain meluncurkan layanan berbasis digital, secara khusus pada momentum peringatan Hari Pelanggan Nasional 2020, XL Axiata turut berupaya mendukung kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dukungan yang diberikan berupa Paket kuota pendidikan sebesar total 10.000 GB untuk komunitas sekolah. Direktur Komersial XL Axiata, David Arcelus Oses mengatakan, "Melihat tingginya kebutuhan akses internet bagi dunia pendidikan di Indonesia yang terpaksa masih harus menjalani aktivitas belajar-mengajar dengan metode PJJ, menurut kami ini momentum yang sangat tepat, di hari spesial ini kami ingin berbagi paket kuota pendidikan kepada pelanggan dari komunitas sekolah".

Mekanisme distribusi kuota 10.000 GB dilakukan dengan cara membagikan paket perdana edisi Hari Pelanggan Nasional ke komunitas sekolah di berbagai kota dengan total sebanyak 400 paket kartu perdana yang sudah terisi kuota untuk mengakses berbagai aplikasi penunjang belajar dan PJJ.

Gratis Kuota 30GB untuk Pelanggan

Masih dalam momentum Hari Pelanggan Nasional 2020, XL Axiata juga mempersembahkan program Gratis Kuota 30GB untuk Pelanggan XL, AXIS dan XL Prioritas. Kuota sebanyak 30GB tersebut dibagi untuk dua paket, yakni 15GB untuk Kuota Conference yang bisa untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai guru mengirimkan materi atau bahan pelajaran, serta mengirimkan tugas, yaitu Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, serta Google Classroom. Selanjutnya, kuota 15GB lainnya merupakan Kuota Edukasi yang bisa dipakai untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang menyediakan bahan pendukung pelajaran seperti Udemy, Ruang Guru, Zenius, dan Sekolahmu. Pelanggan XL Axiata dapat memanfaatkan program ini melalui aplikasi AXISnet, myXL dan myXL Prio mulai tanggal 4 September – 31 December 2020. (end/as)

SUmber: IQPLUS

Dirut Lepas Saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)

Salah satu petinggi di PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) telah melepas sebagian sahamnya. Transaksi pelepasan saham DOID tersebut dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2020.


Direktur Utama DOID, Hagianto Kumala, mengaku, dirinya telah melepas sebanyak 1.000.000 lembar saham miliknya. Saham tersebut dilepas di level Rp 268 per saham.

"Tujuannya adalah pelepasan investasi,"katanya, dalam keterangan tertulis, di laman Bursa, Senin (7/9).

Dengan demikian dapat diasumsikan, Hagianto Kumala telah mengantungi sekitar Rp268 juta dari hasil pelepasan saham DOID miliknya. Adapun pasca pelepasan saham, maka kepemilikan saham Hagianto Kumala menjadi bekurang dari sebelum transaksi sebanyak 30.681.950 lembar saham (0,356%) susut menjadi 29.681.950 lembar saham (0,344%). (end/as)

Sumber : IQPLUS

Rekomendasi Saham ASSA, BMTR, KAEF oleh Mirae Asset Sekuritas | 7 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 7, 2020
(tasrul@miraeasset.co.id)


IHSG Daily, 5,239.85(-0.78%),

consolidation, trading range 5,210-5,276. Indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized akan menguji support trendline. Pada periode  weekly,  indikator MFI optimized mulai bergerak naik dan indikator William%R optimized akan menguji support trend line. Daily support di 5,210 dan daily resistance di 5,276. Cut loss level di 5,166.

ASSA Daily, 550 (+0.92%),

trading buy, trading range 540 – 570. Indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator William%R optimized masih cenderung naik. Daily support di 540 dan daily resistance di 570. Cut loss level di 500.

BMTR Daily, 290 (+1.40%),

trading buy, trading range 280 – 294. Indikator MFI optimized sudah berada di oversold area dan indikator William%R optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  di 280 dan daily resistance berikutnya di 294. Cut loss level di 268.

KAEF Daily, 3,150 (+6.42%),

trading buy, trading range 3,010 – 3,200. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 3,010 dan daily resistance terdekat di 3,200. Cut loss level  2,860.

Ulasan Pasar Global | 7 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 7, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street berakhir lebih rendah karena kekalahan Nasdaq berlanjut

Nasdaq ditutup lebih rendah pada hari Jumat meskipun jauh di atas sesi rendah karena aksi jual mereda di sore hari setelah investor melepas saham teknologi kelas berat karena kekhawatiran tentang penilaian tinggi dan pemulihan ekonomi yang tidak merata.

Dow Jones turun 159,42 poin atau 0,56% menjadi ditutup pada 28.133,31. S&P 500 kehilangan 28,1 poin atau 0,81% menjadi 3.426,96. Nasdaq Composite turun 144,97 poin atau 1,27% menjadi 11.313,13.

Nasdaq ditutup lebih rendah pada hari Jumat meskipun jauh di atas sesi rendah karena aksi jual mereda di sore hari setelah investor melepas saham teknologi kelas berat karena kekhawatiran tentang penilaian tinggi dan pemulihan ekonomi yang tidak merata. Sementara itu aksi jual pada hari Kamis telah mencerminkan kekhawatiran investor bahwa penilaian untuk orang-orang terkenal di Nasdaq telah terlalu panas, kekhawatiran diperburuk pada hari Jumat oleh Financial Times (FT) dan lainnya yang melaporkan bahwa perdagangan opsi oleh Softbank Jepang telah meningkatkan saham-saham ini. Sebelumnya pada hari Jumat, laporan ketenagakerjaan yang diawasi ketat oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 8,4% dari 10,2% pada Juli, lebih baik dari yang diperkirakan analis. Penggajian non pertanian meningkat kurang dari yang diharapkan bulan lalu.

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri sesi whipsaw lebih rendah karena penurunan saham teknologi

Bursa Eropa berakhir lebih rendah dalam sesi perdagangan liar pada hari Jumat karena saham teknologi mengikuti kerugian di Wall Street, sementara pembicaraan merger antara dua pemberi pinjaman utama Spanyol mengangkat indeks perbankan.

Indeks STOXX 600 Eropa menetap 1,1% lebih rendah menjadi 361,9.

Indeks Wall Street anjlok karena kerugian di sektor teknologi, yang turun tajam dari rekor tertinggi setelah memimpin rebound dari posisi terendah yang didorong oleh pandemi. Sektor teknologi Eropa .SX8P turun 2,7% menjadi berakhir pada satu bulan terendah, berkinerja buruk rekan-rekannya untuk minggu ini dengan penurunan 4,1%. Pengembang perangkat lunak Jerman Nemetschek (NEKG.DE) mencatatkan rekor terendah STOXX 600, turun 9,4%. Di sisi lain, Bankia (BKIA.MC) dan Caixabank (CABK.MC) menandai keuntungan dua digit setelah kedua bank Spanyol mengatakan mereka sedang mempertimbangkan merger untuk menciptakan pemberi pinjaman terbesar di negara itu.

Analisa Saham DOID | 7 September 2020

Analisa Saham DOID


Saham DOID pada tanggal 4 September 2020 ditutup melemah pada harga 272, yaitu di area support, turun -3,54%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 97% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah bawah. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.


Rekomendasi Saham:

Beli Spekulatif

Jika naik di atas 300 maka berpeluang ke 314

Jika turun di bawah 268 maka berpeluang ke 266


Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Rekomendasi Saham HOKI, UNVR, WIKA, AALI oleh MNC Sekuritas | 7 September 2020


MNC Daily Scope Wave

7 September 2020

Menutup pekan kemarin (4/9), IHSG bergerak terkoreksi 0,8% ke level 5,239 diiringi dengan volume yang tidak lebih besar daripada hari sebelumnya. Selama pergerakan IHSG belum mampu ditutup menembus level 5,382 sebagai resistancenya, maka kami masih memperkirakan pergerakan IHSG masih rentan untuk terkoreksi. Pergerakan IHSG ini, kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave (B). Target koreksi IHSG diperkirakan berada pada 5,020-5,150 dan tetap waspadai support krusial di 4,928.

Support: 5,220, 5,150

Resistance: 5,350, 5,380

HOKI - Buy on Weakness (740)

Jumat kemarin (4/9), HOKI ditutup menguat 0,7% di level 740 diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan saat ini HOKI sedang membentuk wave (iii) dari wave [iii] dari wave C, sehingga HOKI berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali.

Buy on Weakness: 720-730

Target Price: 775, 800

Stoploss: below 680

UNVR - Buy on Weakness (8,400)

Pada pergerakan kemarin (4/9), UNVR menguat 2,8% disertai dengan volume beli yang tinggi. Saat ini pergerakan UNVR sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave Y, dimana diperkirakan UNVR diperkirakan akan melanjutkan penguatannya selama tidak terkoreksi ke bawah 8,025.

Buy on Weakness: 8,250-8,350

Target Price: 8,700, 9,125

Stoploss: below 8,025

WIKA - Buy on Weakness (1,220)

Terkoreksi 0,4% dan ditutup di 1,220 pada perdagangan kemarin (4/9), diperkirakan pergerakan WIKA sedang berada di akhir wave 2 dari wave (C) sehingga kami perkirakan koreksi WIKA akan relatif terbatas dan berpotensi untuk menguat. Skenario ini berlaku bila WIKA tidak ditutup terkoreksi di bawah 1,060.

Buy on Weakness: 1,120-1,210

Target Price: 1,350, 1,450

Stoploss: below 1,060

AALI - Sell on Strength (11,225)

AALI pada hari Jumat kemarin (4/9) bergerak menguat tipis 0,2% dan ditutup ke level 11,225. Waspadai akan adanya koreksi yang akan terjadi pada AALI yang kami perkirakan untuk membentuk wave (iv) dari wave [v] dari wave C. Adapun level koreksi AALI diperkirakan berada pada area 10,500-10,800 untuk membentuk wave (iv), level tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 11,225-11,400

Update Harga Komoditas dan Indeks | 7 September 2020


Stocks fall in wild session to close out big losing week for tech

Stocks closed lower for a second day on Friday after a wild session in which names that would benefit from the economy reopening tried to offset another steep decline in tech. 


Dow........28133    -159.4      -0.56%

Nasdaq..11313    -144.97    -1.27%

S&P 500..3427     -28.1         -0.81%

 

FTSE.......5799      -51.8          -0.88%

Dax.........12843    -215.7        -1.65%

CAC.........4965      -44.5          -0.89%


Nikkei....23205      -260.1        -1.11%

HSI.........24696     -312.2        -1.25%

Shanghai .3355     -29.6          -0.87%

ST Times.2510      -22.2          -0.87%


IDX......5239.85     -40.96        -0.78%

LQ45.....825.62     -9.12          -1.09%


JAKAGRI....1234.58    -9.62       -0.77%

JAKBIND...  732.20     -13.72     -1.84%

JAKCONS..1953.66    +18.91   +0.98%

JAKFIN......1188.69     -13.93    -1.16%

JAKINFR..... 852.43     -10.63    -1.23%

JAKMANU..1241.50    -3.04      -0.24%

JAKMIND....  904.54    -15.41    -1.67%

JAKMINE....1424.16    -8.59      -0.60%

JAKPROP....   295.39   -1.00      -0.34%

JAKTRADE...  633.29   -6.03      -0.94%

 

Indo10Yr... 7.0070     -0.0090      -0.13%

ICBI........295.4462  +0.1364     +0.05%

US10Yr......0.7210   +0.0990     +15.92%

VIX.............30.75     -2.85           -8.48

 

USDIndx .....92.7190   -0.0490   -0.05%

Como Indx...149.69     -0.73        -0.48%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......118.87   +1.44      +1.23%

DJUSCL........4.9800   +0.1300  +2.68%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS....88.577   +3.388   +3.978%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14750.50   -27.50        -0.19%

Jisdor....14792     -26.00        -1.40%



Euro.........1.1838   -0.0016  -0.13%


TLKM..19.64   +0.32    +1.66%

(2905)

EIDO....19.38   +0.07    +0.36%

EEM..... 44.34   +0.02    +0.05%

 

Oil............39.77      -1.47       -3.57%

Gold ..... .1934.30     -3.80        -0.20%

Timah...18182.50  +40.00    +0.22%

Nickel.. 15322.50   +247.50 +1.64%

 

Coal price....49.00    -0.70    -1.41%

(Sept/Newcastle) 

Coal price....50.40    -0.75    -1.47%

(Okt/Newcastle)

Coal price....51.40    -0.10    +0.19%

(Sept/Rotterdam) 

Coal price....52.30    -0.20    -0.38%

(Okt/ Rotterdam)

 

CPO(Nov)....2834    -57        -1.97%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............358.00   +4.25    +1.20%

SoybeanOil...32.89    -0.40     -1.20%

Wheat.........550.25    -3.00     -0.54%


Wood pulp...3850     unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  07-09-20)