PT. Petrosea, Tbk Masuk dalam Jajaran Global Lighthouse Network oleh WEF


Kemenperin menggelar kegiatan Conference dan Award Industri 4.0 yang meliputi rangkaian acara seperti pemberian penghargaan INDI 4.0, penetapan National lighthouse 4.0, peluncuran Ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0), virtual plant, dankonferensi industri 4.0.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah memberikan apresiasi kepada dua perusahaan di Indonesia yang masuk dalam jajaran Global Lighthouse Network oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun 2019. Kedua perusahaan itu adalah PT. Schneider Electric Manufacturing Batam dan PT. Petrosea, Tbk.

"Dua perusahaan tersebut sudah memperoleh assessment atas capaiannya dalam implementasi industri 4.0 oleh WEF. Hingga saat ini, terdapat 54 perusahaan di dunia yang masuk Global Lighthouse Network-nya WEF sebagai leader dalam adopsi industri 4.0 dan dua perusahaan di antaranya berada di Indonesia," ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadipada acara Conference dan Award Industri 4.0 di Jakarta, Rabu (25/11)

Melalui gelaran Conference and Award Industri 4.0, pemerintah ingin memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor industri di tanah air sekaligus menunjukkan kepada masyarakat dan dunia atas perkembangan implementasi industri 4.0 secara nasional yang pesat serta pencapaian dari perjalanan transformasi industri 4.0 di berbagai sektor di Indonesia.

Tahun ini, Kemenperin kembali melakukan penilaian INDI 4.0 dan pemberian Awards INDI 4.0. Pemberian AwardsINDI 4.0tahun 2020 ini dilakukan berdasarkan kriteria penilaian INDI 4.0 menggunakan lima pilar dan 17 bidang, pelaksanaan proyek transformasi industri 4.0, serta keterlibatan perusahaan dalam program pendampingan industri 4.0.

"Selain itu, kriteria lainnya adalah dampak pada transformasi industri 4.0 terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi proses produksi, dan kinerja ekspor perusahaan industri, serta perusahaan tetap beroperasi dengan memenuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 yang tentunya didukung oleh penerapan teknologi industri 4.0," paparnya.

Setelah melakukan verifikasi dan validasi capaian INDI 4.0 tersebut, terpilih 13 perusahaan industri penerima penghargaan INDI 4.0 tahun 2020. Mereka adalah PT. Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk;PT. Greenfields Indonesia;PT. Kalbe Morinaga Indonesia;PT. Nutrifood Indonesia;PT. Globalindo Intimates;PT. TI Matsuoka Winner Industry;dan PT. Asia Pasific Rayon.

Berikutnya, PT. Kaltim Parna Industri; PT. Biggy Cemerlang;PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia;PT. Schott Igar Glass;PT. Akebono Brake Astra Indonesia; danPT. Panggung Electric Citrabuana. .INDI 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index,merupakan tools untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0 atau digital transformation journey,. terangnya.

Salah satu upaya strategis untuk mendukung percepatan adopsi industri 4.0 adalah mendorong perusahaan-perusahaan yang unggul di sektornya dan siap menerapkan teknologi Industri 4.0 untuk ditetapkan sebagai National Lighthouse 4.0.

Doddy mengatakan,penetapan perusahaan menjadi lighthouse industri 4.0 diharapkan mampu menjadi contoh bagi sektor industri manufaktur lainnya untuk dapat mengambil manfaat positif dari penerapan industri 4.0 tersebut. .Sebuah lighthouse akan menjadi role model sekaligus juga mitra dialog pemerintah dalam implementasi industri 4.0 di Indonesia,. ujarnya.

Pada tahun 2020 ini telah ditetapkan tiga perusahaan sebagai National Lighthouse Industry 4.0, yaitu PT. Pupuk Kalimantan Timur,PT. Indolakto . Purwosari, danPT. Akebono Brake Astra Indonesia.Ketiga perusahaan industri ini telah menujukkan manfaat finansial dan operasionalnya yang terukur atas implementasi industri 4.0.

"Manfaat itu antara lain pada peningkatan produktivitas (seperti produktivitas karyawan dan proses produksi), peningkatan efisiensi kerja, penurunan penggunaan energi, penurunan biaya operasional (seperti biaya produksi, maintenance, rework, dan scrap), serta peningkatkan kualitas," sebutnya.

Pada rangkaian acara Conference dan Award Industri 4.0, Kemenperin juga meluncurkan platform digital SINDI 4.0. Platform digital ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak guna mempercepat proses transformasi industri 4.0, koordinasi antar pihak dalam proses tansformasi industri 4.0, dan membangun jejaring dan kerja sama antar pihak dalam akselerasi proses transformasi industri 4.0 secara virtual sekaligus untuk menghindari kontak fisik langsung dalam memutus rantai pencegahan Covid-19.

"Platform ini memungkinkan para stakeholder dapat tetap produktif dalam berkolaborasi selama masa pandemi,. jelas Doddy. Fitur-fitur yang ada dalam platform ini antara lain daftar anggota, berita, artikel, forum, event, peta dan virtual tour yang semuanya terkait implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor manufaktur.

"Di sinilah pentingnya kita untuk membangun ekosistem industri 4.0. Seperti kita ketahui, di beberapa negara lain saling bersinergi dan berkolaborasi dalam implementasi industri 4.0, baik dari unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi dan R&D, technical provider, konsultan, juga pelaku keuangan," tandasnya.(end)


Sumber: IQPLUS

PT Digital Mediatama Maxima Tbk Kembangkan Aplikasi Bisnis Digital


Perusahaan patungan (joint venture) milik PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) dan PT Bumilangit Entertainment Corpora yakni PT Bumilangit Digital Mediatama (BLDX), berencana meluncurkan serangkaian aplikasi bisnis digital.

Direktur BLDX dan DMMX Media Budiasto Kusuma mengatakan langkah tersebut untuk melengkapi pengalaman dan hype Bumilangit Cinematic Universe termasuk mobile games dan portal komik digital.

“Ini sejalan dengan beberapa inisiatif strategis untuk memperkuat jejak DMMX ke dalam dunia hiburan dan konten dengan melakukan investasi, melalui anak perusahaannya PT DMMX Media Maxima ke dalam berbagai film di BCU,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (25/11/2020).

Lebih lanjut, Budiasto menuturkan sebagai bagian dari strategi keterlibatan digital Bumilangit dan DMMX yang lebih besar, BLDX sedang mengembangkan platform game dan komik digital yang akan melengkapi konten BCU.

Adapun platform ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada semester pertama 2021, menjelang kegiatan promosi film Virgo and The Sparklings serta film Sri Asih dan diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat sehingga pada akhirnya menjadikan film tersebut sebagai box office.

Bersamaan dengan itu, BLDX juga akan meluncurkan strategi pemasaran QR digital yang dapat dipindai untuk mendapatkan akses ke chatbots dan platform terkait yang akan memberikan update dan informasi tentang film-film yang akan datang.

Direktur DMMX Supardi Tan menambahkan, sebagai bagian dari pengembangan BCU, DMMX telah bermitra dengan Bumilangit untuk mengembangkan konten digital terafiliasi melalui anak perusahaan kami BLDX.

Menurutnya, melalui platform BLDX, penggemar dan penonton akan dapat tetap update, berdiskusi, dan terlibat dengan karakter favorit mereka di luar layar perak atau layanan streaming dengan cara yang menyenangkan.

“Melalui penyediaan layanan penggemar khusus tersebut, kami berharap dapat menumbuhkan pengikut aktif yang cukup besar yang akan bertindak sebagai feedback yang berharga untuk meningkatkan perencanaan dan promosi pipeline film-film Bumilangit,” kata Supardi.

Ke depannya, DMMX berencana untuk meningkatkan platform digital untuk game dan komik melalui BLDX dan menjadi bagian integral dari strategi digital yang mendukung pertumbuhan BCU dan pengembangan konten digital sebagai hasil kemitraan antara DMMX Media dan Bumilangit.

“Dalam pelaksanaannya, DMMX dan anak perusahaannya bertujuan untuk membangun sebuah jaringan berbagai pilihan hiburan dan saluran distribusi konten digital di sekitar Bumilangit Cinematic Universe yang sedang berkembang,” tutup Supardi.


Sumber: BISNIS

PT United Tractors Tbk. Alami Kenaikan Penjualan 5 Bulan Berturut-turut


Emiten alat berat dan pertambangan milik Grup Astra, PT United Tractors Tbk. berhasil membukukan kenaikan penjualan alat berat selama lima bulan berturut-turut.

Mengutip laporan kinerja operasional bulanan di laman resmi perseroan, emiten berkode saham UNTR itu berhasil membukukan penjualan alat berat komatsu sebesar 154 unit pada Oktober 2020.

Realisasi itu naik 4 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 148 unit, kendati secara year on year masih terkoreksi 7,2 persen sebesar 166 unit. Dengan demikian, secara year to date penjualan alat berat komatsu UNTR sebanyak 1.345 unit.

Adapun, pada Oktober 2020 kontribusi penjualan terbesar adalah untuk sektor konstruksi yaitu sebesar 47 persen, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar 24 persen, sektor perhutanan 18 persen, dan sektor agri sebesar 11 persen.

Sementara itu, untuk kinerja operasional pertambangan batu bara perseroan melalui entitas usaha PT Pamapersada Nusantara telah memproduksi 94,8 juta ton dengan overburden removal sebesar 698,7 juta bcm sepanjang 10 bulan pertama tahun ini.

Capaian itu turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu produksi sebesar 108,6 juta ton dengan overburden removal sebesar 836,5 juta bcm.

Selain itu, penjualan batu bara melalui PT Tuah Turangga Agung sepanjang 10 bulan pertama tahun sebesar 7,65 juta ton, naik dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar 7 juta ton.

Pada Oktober 2020, perseroan membukukan penjualan batu bara sebesar 508 ribu ton yang terdiri atas batu bara thermal sebesar 367 ribu ton dan 141 ribu ton batu bara kokas.

Di sisi lain,melalui entitas anak usahanya, PT Agincourt Resources, penjualan emas pada 10 bulan pertama tahun ini hanya sebesar 277.600 gold equivalent ounces (GEOs), turun 19,7 persen daripada capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 346.000 GEOs.


Sumber: BISNIS

PT Lippo Karawaci Tbk Akan Bangkit dan Bergairah Lagi


PT Lippo Karawaci Tbk. optimistis bisnis properti akan bergairah kembali dalam delapan hingga sepuluh tahun mendatang. Sejumlah faktor bakal menjadi pendorong kebangkitan bisnis properti, mulai penerapan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja hingga bonus demografi.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan hampir delapan tahun terakhir ini industri properti tampak lesu setelah menyentuh titik puncak pada 2012. Namun, sejumlah perkembangan dalam setahun terakhir ini menunjukkan titik terang yang menunjukkan bisnis properti bakal kembali menggeliat.

“Kami dari industri properti cukup optimis melihat perkembangan dari sektor kami selama setahun terakhir. Sudah kira-kira 8 tahun ditunggu-tunggu kapan industri properti ini akan bangkit lagi,” kata John dalam paparan Economic Outlook 2021 yang digelar secara virtual, Rabu (25/11/2020).

Lebih lanjut, John melihat setidaknya ada tiga katalis yang akan mendorong sektor properti Indonesia dalam sepuluh tahun ke depan.

Pertama, implementasi UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh pemerintah pada 2020. Menurutnya, UU Cipta Kerja bakal mampu memudahkan bisnis properti dan dapat menarik lebih banyak pembeli bahkan dari orang asing.

Kedua, bonus demografi yang ditawarkan oleh bangsa Indonesia. John menunjukkan ketika negara berkembang mencapai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita kira-kira sekitar US$2.500, US$3.000, dan US$3.500, kecenderungannya akan lebih banyak masyarakat yang mampu membeli rumah.

Saat ini, John menyebut tingkat kepemilikan rumah di Jakarta baru 48 persen atau jauh di belakang negara berkembang lain seperti Malaysia, China, dan India.

“Kami melihat 10 tahun ke depan [populasi] ini menjadi tren yang sangat besar, akan ada satu gelombang peningkatan kepemilikan rumah yang sangat pesat.” ujar John.

Ketiga, kerjasama antara pengembang dengan perbankan terkait dengan penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) disebut juga akan mendongkrak sektor properti di masa depan.

John menjelaskan tingkat kredit properti (mortgage) di Indonesia saat ini hanya sekitar 5 persen atau relatif masih sangat rendah. 

Namun, potensi kenaikan mortgage sudah terlihat dalam setahun terakhir ketika pembelian rumah untuk kelompok menengah ke bawah sekitar 80 persen - 90 persen sudah menggunakan KPR atau KPA.

Sebagai tambahan, Lippo Karawaci mencatatkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp2,28 triliun per akhir kuartal III/2020. Jumlah itu naik 100 persen bila dibandingkan dengan periode sembilan bulan 2019.

“[Marketing sales ini] Memang merupakan salah satu indikator dari pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai membaik dan diharapkan tahun depan akan lebih baik lagi,” pungkas John.

Di sisi lain, Lippo Karawaci optimistis target pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp2,5 triliun bakal tercapai tahun ini. Bahkan, ada kemungkinan besar target marketing sales senilai Rp2,5 triliun untuk tahun ini dapat terlewati. Terlebih, hingga September 2020 marketing sales perseroan telah mencapai Rp2,28 triliun atau 91,2 persen dari target.

“[Target bisa terlampaui] Mengingat ekspektasi adanya tambahan penjualan tanah di Lippo Cikarang dan peluncuran kawasan komersial baru di Lippo Village pada kuartal IV/2020,” tukas John.


Sumber: BISNIS

PT Media Nusantara Citra Tbk Terdongkrak Indonesian Idol dan Ikatan Cinta di Kuartal IV 2020


PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memprediksi kinerja di kuartal keempat 2020 akan makin membaik. Investor Relations MNCN Luthan Fadel Putra menjelaskan beberapa alasan yang mendukung solidnya kinerja di kuartal empat.

Antara lain drama Ikatan Cinta yang tayang prime time mendapatkan rating 10, dan konsisten di kisaran rating 7-10. "Ini rekor, mana ada drama yang pernah dapet rating 10 dan konsisten di range 7-10," kata Fadel kepada Kontan.co.id, Rabu (25/11).

Selain itu, Indonesian Idol yang baru mulai mendapatkan pencapaian pendapatan yang cukup tinggi dan diperkirakan akan menjadi yang tertinggi sejak tayang pertama kali di tahun 2004.

MNCN juga baru saja meluncurkan E-TV Mall, di mana pengiklan bisa mencantumkan QR Code pada materi iklan sehingga penonton bisa scan dan belanja di rumah. Di E-TV Mall ini barang yang dijual berupa voucher belanja yang bisa ditukarkan (redeem) dengan saldo belanja dari pengiklan. "Belanja iklan di kuartal empat akan makin baik. Akan lebih baik dari kuartal tiga," imbuh Fadel. 

Pada sembilan bulan pertama tahun ini, Media Nusantara Citra meraup pendapatan Rp 5,96 triliun, susut 4,94% dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 6,27 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Rabu (25/11), Media Nusantara Citra merinci pendapatan terbesar berasal dari pendapatan dari iklan sebesar Rp 5,52 triliun, yang terbagi iklan dari digital menyumbang Rp 675,94 miliar dan non digital berkontribusi Rp 4,85 triliun. 

Sementara itu, kontribusi pendapatan dari konten sebanyak Rp 1,09 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar Rp 73,09 miliar.

MNCN membukukan laba bersih Rp 1,37 triliun pada periode Januari-September 2020. Realisasi ini pun turun 17,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang capai Rp 1,67 triliun.


Sumber: KONTAN

Jadwal Pembagian Dividen Saham DMAS oleh PT Puradelta Lestari Tbk Tahun 2020


PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,20 triliun atau Rp 25 per saham.

“Dengan ini PT Puradelta Lestari Tbk menyampaikan bahwa pada tanggal 24 November 2020, Direksi perseroan memutuskan untuk membagikan dividen interim untuk tahun buka yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020,” kata Direktur dan Corporate Secretary DMAS, Tondy Suwanto dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/11).

Ia mengatakan, direksi Puradelta Lestari dalam hal ini telah mendapatkan persetujuan dewan komisaris. 

Berikut jadwal pembagian dividen DMAS:


• Cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi: 2 Desember 2020

• Ex dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi: 3 Desember 2020

• Cum dividen tunai di pasar tunai: 4 Desember 2020

• Ex dividen tunai di pasar tunai: 7 Desember 2020

• Recording date pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 4 Desember 2020

• Pembayaran dividen interim: 18 Desember 2020


Jumlah dividen yang akan dibagikan ini lebih tinggi ketimbang laba DMAS pada akhir September 2020. Hingga September 2020, pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 654,99 miliar, turun 48,42% secara tahunan (yoy) dari Rp 1,27 triliun.

Sementara itu, laba bersih alias laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 302,45 miliar di periode sembilan bulan pertama tahun 2020, turun 60,16% yoy dari Rp 759,1 miliar di kuartal III-2019.

Dengan harga saham DMAS sebesar Rp 270 per saham, maka yield dividen interim DMAS sebesar 9,25%.


Sumber: KONTAN

PT Mitra Adiperkasa Tbk Alami Peningkatan Pendapatan d Kuartal Ketiga 2020


Kinerja emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mulai pulih di kuartal ketiga 2020. Pendapatan MAPI  mampu meningkat di tengah penerapan sosial berskala besar (PSBB) yang masih berlanjut di Jakarta. 

"Pemulihan penjualan terlihat di semua sektor usaha, sementara penjualan digital terus meningkat secara signifikan, didukung oleh MAPEMALL, Zara, PlanetSports dan Digimap," ungkap VP Investor Relations & Corporate Communications Ratih D. Gianda dalam siaran pers, Rabu (25/11). 

Di kuartal ketiga 2020, penjualan MAPI meningkat 62,1% secara kuartalan atau quarter on quarter (qoq) menjadi Rp 3,4 triliun. Pencapaian ini meningkat dibanding kuartal kedua 2020 yang tercatat Rp 2,1 triliun. Dengan adanya peningkatan ini, margin laba kotor MAPI terkerek signifikan 450 bps menjadi 40,2% dari 35,7% di kuartal sebelumnya. 

Walaupun mengalami peningkatan dari sisi top line, MAPI masih menanggung rugi usaha hingga Rp 128,9 miliar di kuartal ketiga 2020. Akan tetapi, rugi usaha ini memang lebih mini dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai Rp 492,3 miliar. Sementara itu, rugi bersih MAPI di kuartal ketiga tercatat Rp 216,7 miliar. Jumlah ini juga menipis dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai Rp 483,1 miliar. 

Lebih lanjut Ratih menjelaskan, laba MAPI tertekan di kuartal ketiga 2020 setelah melaksanakan pengurangan jumlah inventory pasca-penutupan gerai-gerai pada kuartal kedua. Di sisi lain, terdapat kenaikan pada biaya supply chain karena pandemi, serta biaya tenaga kerja jangka pendek karena reorganisasi back office. Investasi jangka panjang dalam bisnis digital termasuk MAP Club dan strategi 2021 Unified Retail MAP, ikut mempengaruhi penurunan laba di kuartal tersebut.

Walaupun demikian, margin dan penjualan kuartal ketiga telah melampaui ekspektasi internal perusahaan, dengan inventory merchandise yang lebih baru menjelang musim liburan di kuartal keempat. 

Selain itu, penjualan melalui kanal e-commerce juga tumbuh mencapai tiga digit. Kanal e-commerce yang dimaksud baik melalui MAPEMALL, beberapa platform mono-brand, market place, maupun layanan pemesanan Chat and Buy.  

MAPI meyakini penjualan digital tetap menjanjikan setelah dibukanya kembali gerai-gerai. Ini didukung oleh targeted shopper marketing melalui MAP Club, dan peluncuran produk eksklusif di seluruh platform Sports, Fashion, dan F&B.

Kendati kondisi belum akan kembali dalam keadaan normal, MAPI melihat tantangan jangka pendek ini sebagai peluang jangka panjang. Pihaknya menjadi punya kesempatan untuk berhenti sejenak, menata kembali dan melakukan transformasi model usaha dengan pendekatan Unified Retail yang berpusat pada program MAP Club. 

"Reorganisasi ini merupakan cara baru dalam melayani pelanggan melalui berbagai kanal sesuai pilihan dan kenyamanan mereka. Pada prinsipnya, belanja untuk semua kapan pun, di mana pun pelanggan inginkan, baik melalui kanal fisik atau digital," imbuh Ratih. 

Sepanjang Januari hingga September 2020, MAPI membukukan penjualan bersih Rp 10,2 triliun atau menurun 34% secara year on year (yoy). Akan tetapi, penjualan e-commerce MAPI membukukan pertumbuhan drastis hingga 394% yoy. 

Tekanan dari sisi penjualan bersih ini memberatkan bottom line-nya hingga mencatatkan rugi bersih Rp 672,5 miliar pada sembilan bulan pertama 2020. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya MAPI masih bisa mencatatkan laba hingga Rp 812,9 miliar.


Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham BBCA, ASII dan BSDE oleh Mirae Asset Sekuritas | 26 November 2020


Mirae Asset Technical Insight

26 November 2020

by Tasrul

IHSG Daily, 5,679.25(-0.38%), consolidation, trading range 5,647 – 5,705. Indikator MFI optimized sudah berada di overbought area namun indikator W%R optimized masih sudah berada sekitar support. Pada periode weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik naik terbatas.Daily support di 5,647 dan daily resistance di 5,705 Cut loss level di 5,600. 

BBCA Daily, 32,050 (-2.36%) buy on weakness, trading range 31,900 – 32,650. Indikator MFI optimized cenderung bergerak naik dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 31,900 dan daily resistance di 32,650. Cut loss level di 31,575. 

ASII Daily, 5,550 (-4.31%), buy on weakness, trading range 5,500 – 5,650. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 5,500 dan daily resistance di 5,650. Cut loss level di 4,950. 

BSDE Daily, 1,045 (-5.00%), buy on weakness,, trading range 1,035 – 1,085. indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun namun mulai terbatas. Perkiraan daily support di 1,035 dan daily resistance terdekat di 1,085 Cut loss level di 1,000. 


Rekomendasi Saham AKRA, ICBP dan TOWR oleh IPOT Indopremier | 26 November 2020


IHSG (5.625 – 5.735) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatannya pelemahannya. Target penurunan indeks pada level 5.625 kemudian 5.570 dengan resist di level 5.735 dan 5.790.

AKRA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.850 dengan resist di level 2.950 kemudian 3.000.

ICBP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 9.900 dengan resist di level 10.100 kemudian 10.200.

TOWR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.030 dengan resist di level 1.060 kemudian 1.075.

XPLC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 443 kemudian 436 dengan resist di level 457 kemudian 464.

XPLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 458 kemudian 452 dengan resist di level 470 kemudian 476.

XPSG (Sell) : Target pelemahan harga pada level 395 kemudian 390 dengan resist di level 405 kemudian 410.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9svw

Analisa Saham SSMS | 26 November 2020


Analisa Saham SSMS

Saham SSMS pada tanggal 26 November 2020 ditutup stabil pada harga 770. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 47% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 790

Jika naik di atas 830 maka berpeluang ke 890

Jika turun di bawah 765 maka berpeluang ke 755-720

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham BRMS | 26 November 2020


Analisa Saham BRMS

Saham BRMS pada tanggal 25 November 2020 ditutup menguat pada harga 65, naik 4,83%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 868% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Beli Spekulasi / Fast Trade

Jika naik di atas 67 maka berpeluang ke 70-71

Jika turun di bawah 63 maka berpeluang ke 60

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham GGRM | 26 November 2020


Analisa Saham GGRM

Saham GGRM pada tanggal 25 November 2020 ditutup melemah pada harga 43725, turun -2,18%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 147% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi Saham:

Sell on Strength

atau

Beli jika di atas 45300

Jika naik di atas 45300 maka berpeluang ke 44900-55000

Jika turun di bawah 43425 maka berpeluang ke 41100

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Bandarmologi Saham BBNI, MBAP, MAPI, UNTR dan BRIS | 26 November 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Thursday (26/11/2020) 


IDX Composite 5,628 - 5,717

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): OVERBOUGHT

STOCH (9,6): OVERBOUGHT

MACD(12,26): BUY

ATR (14): HIGH VOLATILE

ADX (14): STRONG TREND BUY

CCI (14): OVERBOUGHT

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): OVERBOUGHT


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


BBNI 5,925 - 6,250

TECHNICAL INDICATORS: BUY 5,950

TARGET PRICE: 6,250

STOP-LOSS: 5,925



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



MBAP 2,440 - 2,600

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,480

TARGET PRICE: 2,600

STOP-LOSS: 2,440



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



MAPI 800 - 885

TECHNICAL INDICATORS: BUY 835

TARGET PRICE: 885

STOP-LOSS: 800



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



UNTR 22,650 - 25,500

TECHNICAL INDICATORS: BUY 24,125

TARGET PRICE: 25,550

STOP-LOSS: 22,660


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION



BRIS 1,350- 1,450

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,355

TARGET PRICE: 1,450

STOP-LOSS: 1,350



BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham SMGR, BSDE, INCO dan BBCA oleh MNC Sekuritas | 26 November 2020


MNC Daily Scope Wave

26 November 2020


IHSG ditutup terkoreksi 0,4% ke level 5,679 pada perdagangan kemarin (25/11). Kami perkirakan IHSG telah terkonfirmasi menyelesaikan wave v dari wave (v) dari wave [iii], hal ini berarti koreksi IHSG akan berlanjut untuk membentuk wave [iv]. Adapun level koreksi wave [iv] terdekat berada pada area 5,630 dan idealnya berada pada rentang 5,400-5,560.

Support: 5,520, 5,430

Resistance: 5,750, 5,840


SMGR - Buy on Weakness (11,900)

SMGR ditutup menguat 1,5% ke level 11,900 pada perdagangan kemarin (25/11), meskipun demikian pergerakan SMGR belum mampu menembus resistance di 12,200. Pergerakan SMGR masih rentan koreksi dalam jangka pendek untuk membentuk wave 4 dari wave (C), sekaligus diperkirakan untuk menutup gap yang ada. Setelahnya, SMGR berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave 5.

Buy on Weakness: 11,000-11,500

Target Price: 12,500, 13,100

Stoploss: below 10,775


BSDE - Buy on Weakness (1,045)

Kemarin (25/11), BSDE bergerak terkoreksi cukup signifikan sebesar 5% dan ditutup di level 1,045. Saat ini kami perkirakan, BSDE sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C). Hal tersebut berarti BSDE masih rentan koreksi terlebih dahulu, setelahnya maka BSDE berpotensi untuk menguat membentuk wave 5 terlebih bila mampu menembus 1,125.

Buy on Weakness: 970-1,020

Target Price: 1,125, 1,200

Stoploss: below 940


INCO - Sell on Strength (4,600)

Pada perdagangan kemarin (25/11), INCO ditutup melemah 0,4% ke level 4,600. Selama INCO belum mampu menembus resistancenya di 4,790, maka INCO masih rentan koreksi untuk membentuk wave [iv] dari wave C. Adapun level koreksi INCO kami perkirakan berada pada rentang 4,300-4,500. Hal tersebut berarti koreksi INCO merupakan koreksi wajar dan level koreksi INCO dapat dijadikan sebagai buyback.

Sell on Strength: 4,600-4,680


BBCA - Sell on Strength (32,050)

Kemarin (25/11), BBCA ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 2,4% ke level 32,050. Koreksi BBCA kemarin juga terhenti di fibo retracement 23,6, kami perkirakan pergerakan BBCA masih rentan untuk melanjutkan koreksinya untuk membentuk wave [iv] dari wave 3. Adapun level koreksi BBCA berada pada rentang 31,000-31,500 dan level tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 32,050-32,500


Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 26 November 2020


Dow pulls back more than 150 points after reaching 30,000 milestone

The Dow Jones Industrial Average fell on Wednesday, taking a breather after reaching a significant milestone, while traders pored over disappointing unemployment data.


Dow........29873   -173.8      -0.58%

Nasdaq..12094   +57.1       +0.47%

S&P 500..3630     -5.8          -0.16%

 

FTSE...... .6391     -41.1        -0.64%

Dax........13290     -2.6           -0.02%

CAC........5571     +12.9        +0.23%


Nikkei....26297   +131.3    +0.50%

HSI.........26670   +81.6      +0.31%

Shanghai .3362   -40.5       -1.19%

ST Times..2870   -22.1       -0.76%


IDX....5679.25   -21.78       -0.38%

LQ45...903.46   -4.42          -0.49%


JAKMIND....993.07    -28.97    -2.83%

JAKCONS....1857.91   -21.43    -1.14%

JAKTRADE....683.69    +7.87     +1.16%

JAKBIND........871.27   -4.09       -0.47%

JAKAGRI......1232.37   -11.25     -0.90%

JAKFIN.....  ..1297.35   +2.32      +0.18%

JAKPROP......362.96     -1.42        -0.39%

JAKINFR.......955.72     -15.19      -1.56%

JAKMANU....1293.77   -15.27      -1.17%    

JAKMINE......1604.37   +4.00      +0.25%

 

Indo10Yr...6.4678  -0.0312   -0.48%👍

ICBI......308.3763  +0.5785  +0.19%👍

US10Yr......0.8780   -0.0040    -0.45%

VIX............21.25   -0.39        -1.80%

  

USDIndx .....91.9860 -0.1820   -0.20%

Como Indx....160.39 +0.59       +0.37%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......129.10  -0.37        -0.28%



IndoCDS.....72.333   -1.732    -2.339%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14144.00      -11          -0.08%

Jisdor....14169        -27          -0.19%



Euro.........1.1913  +0.0023  +0.19%


TLKM...22.95    -0.42     -1.80%

(3252)

EIDO.......22.31  -0.15     -0.67%

EEM.......49.57   -0.28     -0.56%


Oil........45.81         +1.06        +2.37%

Gold ......1810.00     -0.70         -0.04%

Timah...18745.00   +57.5 0     +0.31%

Nickel....16080.00   -170.00    -1.05%

 

Coal price.....63.75   +0.25    +0.39%

(Nov/Newcastle) 

Coal price.....69.70   +0.70    +1.01%

(Des/Newcastle)

Coal price.....53.55   +0.40    +0.75%

(Nov/Rotterdam) 

Coal price.....59.05   +1.05    +1.81%

(Des/ Rotterdam)

 

CPO(Jan)....3346     +33         +1.00%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............427.25  -5.25      -1.21%

SoybeanOil...37.88  +0.16     +0.42%

Wheat........ 595.50   -22.00    -3.56%


Wood pulp. 3550     unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  26-11-20)