Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham EXCL, JPFA, BBRI dan MEDC oleh MNC Sekuritas | 11 Februari 2021


MNC Daily Scope Wave

11 Februari 2021

Pada perdagangan kemarin (10/2), IHSG ditutup menguat 0,3% ke level 6,202. Posisi IHSG saat ini masih berada di akhir wave B, sehingga IHSG masih berpeluang untuk menguat dan menuju fibo 78.6 di area 6,330. Namun dapat diperhatikan, selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,505, maka IHSG masih rentan koreksi membentuk wave C.

Support: 6,018, 5,853

Resistance: 6,280, 6,505

EXCL - Buy on Weakness (2,340)

EXCL ditutup menguat 0,4% ke level 2,340 pada perdagangan kemarin (10/2). Kami perkirakan, selama EXCL tidak ditutup di bawah 2,170, maka koreksi EXCL relatif terbatas dan pergerakannya sedang berada pada awal dari wave 3 dari wave (C).

Buy on Weakness: 2,230-2,340

Target Price: 2,600, 2,800

Stoploss: below 2,170

JPFA - Buy on Weakness (1,445)

Kemarin (10/2), JPFA ditutup terkoreksi 1,4% ke level 1,445. Posisi JPFA saat ini kami perkirakan sedang berada bagian wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti, selama JPFA tidak terkoreksi ke bawah 1,370 dengan agresif, maka JPFA masih berpeluang untuk berbalik arah menguat.

Buy on Weakness: 1,420-1,445

Target Price: 1,550, 1,650

Stoploss: below 1,370

BBRI - Buy on Weakness (4,650)

Pada perdagangan kemarin (10/2), BBRI ditutup menguat 0,6% ke level 4,650. Posisi BBRI saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5), sehingga BBRI berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Skenario ini akan berlaku bila BBRI mampu menguat di atas 4,530 atau bahkan 4,950.

Buy on Weakness: 4,530-4,650

Target Price: 4,800, 5,000

Stoploss: below 4,350

MEDC - Sell on Strength (680)

Pada perdagangan kemarin (10/2), MEDC ditutup terkoreksi 1,4% ke level 680. Selama MEDC belum mampu menguat ke atas 725, maka pergerakan MEDC sedang berada di awal wave C. Hal tersebut berarti, MEDC masih rawan terkoreksi dengan rentang 500-600, koreksi tersebut akan lebih terkonfirmasi bila MEDC secara agresif menembus support 585.

Sell on Strength: 685-710

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Analisa Saham SMBR, BRMS, PGAS dan BUMI | 13 Oktober 2021

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) Saham SMBR pada perdagangan hari Selasa bergerak konsolidasi dan ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif sepi. Namun, nampak volume transaksi menjelang penutupan perdagangan kian meningkat. Indikator stochastic menunjukan adanya golden cross di level 37. Sedangkan pada indikator bollinger band nampak menunjukkan band yang kian melebar yang mengindikasikan volatilitas meningkat. Secara jangka menengah hingga panjang, saat ini SMBR sedang menguji resistant MA50, apabila MA50 tertembus, ada potensi secara jangka panjang SMBR akan melanjutkan trend bullish jangka menengah hingga panjang. Secara jangka pendek SMBR diperkirakan akan bergerak pada support middle band 690 hingga resistant upper band 800.  Rekomendasi: Trading Buy Support: Rp 690 Resistance: Rp 800 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Secara teknikal BRMS saat ini bergerak sideways dengan kecenderungan bergerak menguat. Indikator MACD positif. I

Analisa Saham AGRO, EMTK dan SMGR | 14 Oktober 2021

PT Bank Rakyat Indonesia Agronia Tbk (AGRO) AGRO pada perdagangan hari ini ditutup melemah dan bergerak pada trend bearish continiation. Nampak, AGRO baru saja menembus level MA20-nya sebagai support jangka pendeknya yaitu di level support 1910. Namun, AGRO diperdagangkan dengan volume yang cukup ramai dimana indikator stochastic saat ini berada di areal jenuh jual. Band pada indikator bollinger band kian melebar indikasi volatilitas yang juga meningkat.   Ditengah volatilitas adro yang kian meningkat, nampak saat ini adro masing menguji support selanjutnya di level 1800. Apabila AGRO mampu bertahan di atas support mayor 1.800 dan mengalami teknikal rebound dan ada potensi AGRO akan bergerak kembali diatas MA20nya. Namun apabila gagal, ada potensi melanjutkan pelemahan ke level support selanjutnya yaitu di level 1720. Rekomendasi: Spekulatif buy Support: Rp 1.800 Resistance: Rp 1.910 Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Downtrend menuju Rp 1.