Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham WIKA, PGAS, BBRI dan LSIP oleh MNC Sekuritas | 7 April 2021


*MNC Daily Scope Wave*
7 April 2021

Pergerakan IHSG kemarin (6/4) ditutup menguat tipis 0,5% ke level 6,002. Koreksi yang sempat terjadi kemarin sudah mengenai target koreksi yang kami berikan. Selanjutnya, selama IHSG tidak terkoreksi menembus 5,892 maka IHSG akan cenderung melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang area 6,100-6,130.
Support: 5,892, 5,735
Resistance: 6,230, 6,390

*BBRI - Buy on Weakness* (4,200)
Kemarin (6/4), BBRI ditutup di level 4,200 disertai tekanan jual yang sudah berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Selama BBRI masih berada di atas 3,960, maka pergerakan BBRI kami perkirakan sudah menyelesaikan wave 2 dari wave (5). Selanjutnya, BBRI berpeluang berbalik menguat untuk membentuk awal wave 3.
Buy on Weakness: 4,100-4,200
Target Price: 4,400, 4,600
Stoploss: below 3,960

*PGAS - Spec Buy* (1,295)
Pada perdagangan kemarin (6/4), PGAS ditutup menguat 1,2% ke level 1,295. Waspadai support di 1,270, selama PGAS masih bertahan di atas level tersebut, maka kami perkirakan saat ini PGAS sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5. Hal tersebut berarti, PGAS berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Spec Buy: 1,270-1,295
Target Price: 1,400, 1,650
Stoploss: below 1,270

*LSIP - Buy on Weakness* (1,325)
LSIP ditutup terkoreksi tipis 0,4% ke level 1,325. Saat ini, posisi LSIP kami perkirakan sedang berada di awal wave B dari wave (4). Hal tersebut berarti, selama LSIP masih mampu bertahan di atas 1,255, maka LSIP berpeluang untuk berbalik menguat.
Buy on Weakness: 1,300-1,325
Target Price: 1,380, 1,450
Stoploss: below 1,255

*WIKA - Sell on Strength* (1,475)
WIKA ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 3,1% ke level 1,475 pada perdagangan kemarin (6/4) dan disertai dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami perkirakan, penguatan WIKA ini merupakan bagian dari wave [iv] dari wave 5 dari wave (C), yang berarti WIKA masih rawan untuk terkoreksi kembali. Adapun rentang koreksi WIKA berada pada area 1,200-1,305, manfaatkan penguatan WIKA ini untuk SoS.
Sell on Strength: 1,500-1,580

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online