google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo [Saham FPNI] ANAK USAHA FPNI TEKEN IP LICENCE AGREEMENT DENGAN LOTTE CHEMICAL Langsung ke konten utama

[Saham FPNI] ANAK USAHA FPNI TEKEN IP LICENCE AGREEMENT DENGAN LOTTE CHEMICAL


PT Lotte Chemical Titan Nusantara (LCTN) anak usaha dari PT. Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI) dan Lotte Chemical Corporation (LCC) telah menandatangani IP License Agreement (Perjanjian Lisensi HAKI) tentang penggunaan lisensi logo Lotte pada tanggal 1 April 2021.

"Obyek transaksi adalah penggunaan logo "lotte" berdasarkan perjanjian lisensi HAKI, LCTN dengan LCC yang berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2021 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang secara otomatis 1 tahun," tutur Direksi FPNI pada keterbukaan Informasi, Selasa (6/4).

Sebagai informasi, Pada tahun 2019, LCC, sebagai pemilik lisensi Lotte, mengharuskan LCTN dan perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan LCC untuk membayarkan beban royalti atas penggunaan lisensi tersebut dan berakhir pada akhir tahun 2020, kemudian pada 2021 para pihak memperbaharui kontrak penggunaan lisensi logo "Lotte".

Dalam rangka menjaga kelangsungan usaha (going concern) LCTN serta kestabilan pendapatan LCTN pada masa yang akan datang yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang, maka LCTN dan LCC telah melakukan Transaksi, sehingga LCTN dapat menggunakan lisensi kekayaan intelektual.

FPNI telah menunjuk Pihak Independen untuk memberikan penilaian atas transaksi tersebut yaitu kantor jasa penilai Publik Kusnanto dan Rekan sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afilaiasi tersebut hasilnya berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi data dan informasi yang diperoleh dari Manajemen perusahaan yang digunakan dalam penyusunan laporan maka penilai berpendapat bahwa transaksi afiliasi ini adalah wajar.

Nilai transaksi afilasi adalah untuk Fee royalti sebesar USD1,86 juta di 2021 atau sebesar 2% dari ekuitas FPNI yang sebesar USD95,16 juta berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2020 atau tidak melebihi 20% dari ekuitas FPNI sehingga bukan transaksi material sesuao POJK nomor 17/2020.

"FPNI mengharapkan LCTN dapat meningkatkan pendapatannya atas penjualan produk polyethylene dengan menggunakan lisensi Lotte yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang,"imbuh Direksi FPNI. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...