Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham LSIP, TINS, UNTR dan BBCA oleh MNC Sekuritas | 5 Mei 2021


MNC Daily Scope Wave

5 Mei 2021

Pada perdagangan kemarin (4/5), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 5,963. Meskipun terkoreksi, kami perkirakan IHSG akan menguji area 5,917-5,930 dahulu. Apabila IHSG sanggup bertahan di atas 5,883, maka kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk mengarah ke area 6,020-6,030.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

LSIP - Buy on Weakness (1,325)

Kemarin (4/5), LSIP ditutup flat di level 1,325. Kami memperkirakan, saat ini posisi LSIP sedang berada di awal wave (iii) dari wave [c] dari wave B. Hal ini berarti, LSIP berpeluang menguat selama mampu berada di atas 1,275.

Buy on Weakness: 1,300-1,325

Target Price: 1,370, 1,450

Stoploss: below 1,275

TINS - Buy on Weakness (1,840)

TINS menguat cukup signifikan sebesar 7% dan ditutup di level 1,840 pada perdagangan kemarin (4/5). Kami perkirakan, saat ini posisi TINS sedang berada di wave [iii] dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti, meskipun terkoreksi namun akan relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 1,740-1,835

Target Price: 2,000, 2,140

Stoploss: below 1,560

UNTR - Buy on Weakness (21,575)

Pada perdagangan kemarin (4/5), UNTR ditutup menguat 3% ke level 21,575 diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Selama UNTR sanggup bertahan di atas 20,900, maka kami perkirakan posisi UNTR saat ini sedang berada di awal wave B dari wave (B).

Buy on Weakness: 21,275-21,525

Target Price: 22,925, 24,600

Stoploss: below 20,900

BBCA - Sell on Strength (32,000)

BBCA ditutup menguat 0,2% ke level 32,000. Posisi BBCA saat ini kami perkirakan sedang berada di akhir wave [v] dari wave 1, sehingga BBCA rawan terkoreksi untuk membentuk wave [ii]. Adapun rentang koreksi BBCA berada pada 31,000-31,450

Sell on Strength: 32,150-32,500

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Analisa Saham BGTG | 22 Oktober 2021

Analisa Saham BGTG Saham BGTG pada tanggal 21 Oktober 2021 ditutup melemah pada harga 174, turun -0,57%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 105% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bullish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Downtrend dengan Sideway Kecil Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 183 Jika naik di atas 189 maka berpeluang ke 234 Jika turun di bawah 173 maka berpeluang ke 164 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr