google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Global | 5 Mei 2021 Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 5 Mei 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(May 5, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Nasdaq berakhir melemah tajam akibat aksi jual saham teknologi

Nasdaq berakhir melemah tajam pada hari Selasa karena investor membuang saham pertumbuhan megacap untuk mencari perlindungan di bagian pasar yang lebih defensif, di tengah kekhawatiran pada kenaikan suku bunga dan ketidakpastian atas laporan pekerjaan yang akan datang. Material dan keuangan memperpanjang kenaikan hari Senin mereka, masing-masing naik 1% dan 0,7%, karena investor terus memutar uang ke sektor siklus.

Nasdaq turun 261,62 poin atau 1,88% menjadi 13.633,50. S&P 500 kehilangan 28 poin atau 0,67% menjadi 4.164,66. Dow Jones ditutup sedikit lebih tinggi, naik 19,8 poin atau 0,06% menjadi 34.133,03.

Perusahaan terkait teknologi bernilai tinggi termasuk Microsoft Corp, Alphabet Inc, Apple Inc, Amazon.com Inc dan Facebook Inc terjual secara keseluruhan, dengan Apple jatuh paling banyak sebesar 3,54%. Philadelphia Semiconductor Index juga turun 1,6%. Volume di bursa AS adalah 12,21 miliar saham, tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Eropa

Bursa Eropa terseret oleh harian terburuk sektor teknologi sejak Oktober

Bursa Eropa berakhir lebih rendah pada hari Selasa, dengan sektor teknologi mengalami hari terburuk sejak akhir Oktober setelah penurunan tiba-tiba pada saham teknologi besar AS.

Indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,4% menjadi 433,65.

Saham teknologi diperdagangkan mendekati rekor tertinggi pada musim pendapatan yang luar biasa dan optimisme yang lebih luas atas pemulihan ekonomi. Di Eropa, bursa Jerman merosot 2,5%, terbesar di kawasan ini, karena komposisi saham teknologi yang tinggi. Pembuat chip Infineon turun 5,9% dan berada di antara penghambat utama indeks Jerman, setelah CEO Reinhard Ploss mengatakan dia memperkirakan kendala pasokan di segmen otomotif hanya akan berkurang di paruh kedua, dengan volume yang hilang kemungkinan akan terjadi pada tahun 2022.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...