Langsung ke konten utama

GARUDA INDONESIA BUKA PENERBANGAN BANDA ACEH-MEDAN


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membuka penerbangan baru dari Bandara Internasional Blang Bintang Aceh Besar-Bandara Internasional Kualanamu (Medan), Sumatera Utara, dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Pembukaan jadwal baru ini telah dimulai sejak 9 Juli 2021 setiap hari Jumat dan Minggu," kata General Manager PT Garuda Indonesia Provinsi Aceh, Rizky Arief Kautsar di Banda Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan jadwal berangkat dari Medan.Banda Aceh pukul 14.05 WIB . tiba pukul 15.10 WIB dan Banda Aceh.Medan berangkat pukul 16.10 WIB tiba pukul 17.15 WIB.

Ia mengatakan selama penerapan PPKM mikro pihaknya hanya melayani satu kali penerbangan setiap hari yakni pada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu dengan tujuan Jakarta-Banda Aceh-Jakarta

Jadwal keberangkatan yakni dari Jakarta pukul 11.55 dan tiba di Banda Aceh pukul 14.55 WIB dan dari Banda Aceh pukul 15.55 WIB dan tiba di Jakarta pukul 18.55 WIB.

"Artinya, khusus Jumat dan Minggu penerbangan Banda Aceh-Medan dan selebihnya tujuan Banda Aceh-Jakarta," katanya.

Ia mengatakan dalam memberikan kenyamanan dan mencegah penyebaran COVID-19, pihaknya konsisten menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan, KKP maupun bandara agar penumpang memenuhi persyaratan perjalanan.

"Demi kenyamanan penumpang, pesawat dilengkapi dengan HEPA filter, serta update kondisi terkini dan anjuran-anjuran dari pemerintah terkait pencegahan COVID-19," katanya.

Ia mengatakan untuk penumpang yang akan terbang bersama Garuda Indonesia, pihaknya mengacu pada surat edaran gugus tugas COVID-19 yakni untuk perjalanan ke daerah yg menerapkan PPKM wajib menyiapkan surat keterangan vaksin minimal vaksin pertama dan surat keterangan PCR dengan hasil negatif maksimal 2x24 jam.(end/ant)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online