google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo BRI SALURKAN KUR Rp1 TRILIUN DI NTB Langsung ke konten utama

BRI SALURKAN KUR Rp1 TRILIUN DI NTB


PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oleh pengusaha mikro kecil dan menengah sudah mencapai Rp1 triliun pada periode Januari-Juni 2021.

"Itu termasuk realisasi yang bagus di tengah pandemi COVID-19," kata Pimpinan BRI Cabang Mataram Bayu Adityo, di Mataram, Senin.

Ia menyebutkan penyaluran KUR menyebar di 10 kabupaten/kota dan dilakukan oleh enam kantor cabang BRI di NTB, yakni Mataram, Praya, Selong, Sumbawa Besar, Dompu dan Bima.

Sebagian besar kredit usaha rakyat tersebut disalurkan ke sektor pertanian dan perkebunan. Selebihnya ke sektor peternakan dan perikanan serta perdagangan.

"Sebesar 70 persen dari total kredit yang disalurkan dalam bentuk KUR mikro, sisanya KUR super mikro dan KUR kecil," ujarnya.

Bayu  mentargetkan penyaluran KUR di NTB, sebesar Rp1,9 triliun hingga akhir 2021. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyaluran tahun sebelumnya senilai Rp1,5 triliun.

Adanya peningkatan target penyaluran sebagai akselerator untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah  pandemi COVID-19.

Pencapaian target penyaluran kredit tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk mencegah meningkatnya persentase kredit bermasalah (NPL).

"NPL KUR yang disalurkan BRI di NTB, masih di bawah dua persen," ucap Bayu. (end/ant)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...