google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ASII, WTON dan BBNI | 12 Oktober 2021 Langsung ke konten utama

Analisa Saham ASII, WTON dan BBNI | 12 Oktober 2021

PT Astra International Tbk (ASII)


Muncul dark cloud cover candle. Indikator RSI melemah dan indikator stochastic dead cross. Volume perdagangan ASII menurun. MA200 menjadi pijakan untuk rebound. 

Rekomendasi: Buy on weakness 

Support: Rp 5.450

Resistance: Rp 6.100

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)


WTON pada perdagangan kemarin bergerak konsolidasi  pada trend sideways jangka pendek.  Volume transaksi relatif sepi. WTON saat ini bergerak menguji resistant upper band pada band yang kian melebar yang mengindikasikan volatilitas nampak mulai meningkat. 

Secara jangka menengah WTON mencoba memasuki fase uptrend menunggu konfirmasi break MA50 di level 310. 

Apabila level ini tertembus, ada potensi WTON melanjutkan tren penguatan pada tren bullish jangka menengah hingga panjang menguji resistant MA200 di level 380 apabila MA50 tertembus, namun apabila support 280 tertembus, ada potensi terjadi koreksi selanjutnya menguji support selanjutnya yaitu di level 270.

Rekomendasi: Buy on breakout

Support: Rp 280

Resistance: Rp 300

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas


PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)


Secara teknikal BBNI berhasil ditutup di atas level 6.200. Kondisi ini mengindikasikan adanya peluang kenaikan lanjutan. Indikator stochastic uptrend. Indikator MACD positif

Rekomendasi: Akumulasi beli

Support: Rp 6.300

Resistance: Rp 6.750

Dimas Wahyu Putra Pratama, NH Korindo Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...