Rekomendasi Saham BRIS dan WTON oleh HP Sekuritas | 9 Juni 2023
Alokasikan 20% Dari Laba 2022, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Siap Bagikan Dividen Rp32,68 Miliar
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menyampaikan bahwa perseroan berencana melakukan aksi korporasi di pasar modal. Aksi korporasi yang telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut adalah pembagian dividen tunai.
Wijaya Karya Beton Catat Pendapatan Usaha Rp3,66 Triliun Hingga September 2022
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatat pendapatan usaha Rp3,66 triliun hingga periode 30 September 2022 naik dari pendapatan usaha Rp2,48 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Membidik Kontrak Kerja Dalam Proyek Ibu Kota Negara (IKN)
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menyatakan sedang membidik kontrak kerja dalam proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Proyek - proyek yang sedang diikuti tendernya seperti gedung pemerintahan, gedung-gedung swasta hingga infrastruktur dasar seperti jalan tol dan lainnya.
RUPSLB Wijaya Karya Beton (WTON) Setujui Harum Akhmad Sebagai Komisaris Utama
Wijaya Karya Beton (WTON) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 23 Agustus 2022.
Wijaya Karya Beton Catatkan Pendapatan Usaha Rp773,19 Miliar Hingga Maret 2022
Rekomendasi Saham WTON dan PWON oleh HP FINANCIALS | 5 Januari 2022
HP FINANCIALS
5 JANUARI 2022
Saham WTON
Buy on Break WTON di atas MA10 @ 251. Seiring terdeteksinya RSI Positive Divergence, WTON berpeluang rebound menuju Neckline Double Bottom hijau @ 260 (Avg Up). Target terdekat berada pada MA20 & MA50 di 264-272, disusul Target pattern sekaligus Upper Channel merah di sekitar 278. Destinasi selanjutnya adalah titik previous High 290-292.
Rekomendasi
Buy on Break, Entry Level: 252; Target: 264-272 /278 / 290-292 ; Stoploss: 246
Saham PWON
PWON berhasil ditutup di atas MA10 & MA20 dengan Volume yang lebih tinggi dibanding hari sebelumnya.PWON berpotensi melanjutkan perjalanan ke utara menuju MA50 sampai dengan titik previous High 500-505. Level ini juga bertindak sebagai Neckline Double Bottom, yang kemudian membuka jalan menuju Target pattern 555-560.
Rekomendasi
Buy, Entry Level: 480-470; Target: 500-505 / 555-560; Stoploss: 468.
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham WTON, BMRI, PGAS dan POWR oleh MNC SEKURITAS | 15 November 2021
MNC Daily Scope Wave15 November 2021
IHSG ditutup terkoreksi 0,6% ke level 6,651 pada perdagangan akhir pekan kemarin (12/11). Posisi IHSG saat ini sudah berada pada koreksi minimal dari wave (iv) dari wave [v], terdapat kemungkinan IHSG menguat terlebih dahulu untuk menguji 6,660-6,680. Namun demikian tetap waspadai 6,646 sebagai support terdekatnya, apabila IHSG kembali koreksi ke bawah level tersebut maka IHSG masih rawan koreksi ke 6,612-6,632. Setelah IHSG selesai membentuk wave (iv) maka IHSG berpeluang menguat kembali untuk menguji 6,750-6,800.
Support: 6,646, 6,550
Resistance: 6,700, 6,750
WTON - Buy on Weakness (276)
Menutup pekan kemarin (13/11), WTON bergerak terkoreksi 2,1% ke level 276. Selama WTON tidak terkoreksi ke bawah 266, maka kami perkirakan saat ini posisi WTON sudah berada di akhir wave 2 dari wave (3). Hal ini berarti, koreksi WTON relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 270-276
Target Price: 316, 354
Stoploss: below 266
BMRI - Buy on Weakness (7,100)
BMRI ditutup terkoreksi 1,7% ke level 7,100 pada perdagangan Jumat kemarin (12/11). Selama tidak terkoreksi ke bawah 6,850, maka posisi BMRI sedang membentuk awal dari wave 5 dari wave (3). Hal ini berarti koreksi BMRI relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 6,950-7,050
Target Price: 7,450, 7,700
Stoploss: below 6,850
PGAS - Buy on Weakness (1,495)
Pada perdagangan Jumat kemarin (12/11), PGAS ditutup terkoreksi 0,7% ke level 1,495. Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5 dari wave (3), sehingga selama PGAS masih mampu bertahan di atas 1,445 maka PGAS masih berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 1,460-1,495
Target Price: 1,570, 1,700
Stoploss: below 1,445
POWR - Buy on Weakness (655)
POWR ditutup menguat 1,6% ke level 655 pada perdagangan akhir pekan kemarin (12/11), penguatan POWR masih tertahan di MA200-nya. Posisi POWR saat ini diperkirakan sedang berada di awal dari wave (3) dari wave [C], sehingga POWR masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 635-655
Target Price: 700, 730
Stoploss: below 620
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham WIKA, WTON dan WSBP oleh MiraeAsset | 11 November 2021
MIRAE ASSET
11 November 2021
IHSG Daily, 6,683.15 (+0.20%), Consolidation. Trading range 6,647 – 6,702. Kenaikan indikator MFI optimized dan kenaikan indikator RSI optimized masih terlihat namun mulai terbatas. Pada periode weekly terlihat kenaikan indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih terlihat. Daily support di 6,647 dan daily resistance di 6,702. Cut loss level di 6,590.
WIKA Daily, 1,330 (+1.92%), sell on strength, trading range 1,310 – 1,360. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 1,310 dan daily resistance di 1,360 Cut loss level di 1,270.
WTON Daily, 286 (+1.42%), sell on strength, trading range 284 – 292. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 284 dan daily resistance di 292. Cut loss level di 278.
WSBP Daily, 162 (+1.89%), sell on strength, trading range 160 – 166. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 160 dan daily resistance terdekat di 166. Cut loss level di 154.
Disclaimer
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham BBNI, SRTG dan WTON Oleh MIRAE ASSET | 5 November 2021
MIRAE ASSET SEKURITAS
5 N0VEMBER 2021
IHSG Daily, 6.552,13 (+0,91%)
konsolidasi, rentang perdagangan 6.533–6.579. Kenaikan indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih terlihat. Pada periode pekanan terlihat koreksi indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized sementara relatif tertahan. Support harian di 6.533 dan resistensi harian di 6.579. Cut loss level di 6.460.
BBNI Daily, Rp7.025 (+3,31%),
buy on weakness, rentang perdagangan Rp6.925–7.175. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih cenderung naik. Support harian di Rp6.925 dan resistensi harian di Rp7.175. Cut loss level di Rp6.575.
SRTG Daily, Rp2.080 (+2,97%),
buy on weakness, rentang perdagangan Rp2.020–2.120. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Support harian di Rp2.020 dan resistensi harian di Rp2.120. Cut loss level di Rp1.980.
WTON Daily, Rp274 (+3.01%),
buy on weakness, rentang perdagangan Rp270–278. Indikator MFI-optimized dan RSI-optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan support harian di Rp270 dan resistensi harian terdekat di Rp278. Cut loss level di Rp250.
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham BBNI, SRTG dan WTON Oleh MIRAE ASSET | 4 November 2021
MIRAE ASSET SEKURITAS
4 NOVEMBER 2021
IHSG Daily, 6.552,13 (+0,91%),
BBNI Daily, Rp7.025 (+3,31%), trading buy,
rentang perdagangan Rp6.925–7.175. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih cenderung naik. Support harian di Rp6.925 dan resistensi harian di Rp7.175. Cut loss level di Rp6.575.
SRTG Daily, Rp2.080 (+2,97%), trading buy,
rentang perdagangan Rp2.020–2.120. Indikator MFI-optimized dan indikator RSI-optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Daily support di Rp2.020 dan resistensi harian di Rp2.120. Cut loss level di Rp1.980.
WTON Daily, Rp274 (+3,01%), trading buy,
rentang perdagangan Rp270–278. Indikator MFI-optimized dan RSI-optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan support harian di Rp270 dan resistensi harian terdekat di Rp278. Cut loss level di Rp250.
Analisa Saham ASII, WTON dan BBNI | 12 Oktober 2021
PT Astra International Tbk (ASII)
Muncul dark cloud cover candle. Indikator RSI melemah dan indikator stochastic dead cross. Volume perdagangan ASII menurun. MA200 menjadi pijakan untuk rebound.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 5.450
Resistance: Rp 6.100
Achmad Yaki, BCA Sekuritas
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)
WTON pada perdagangan kemarin bergerak konsolidasi pada trend sideways jangka pendek. Volume transaksi relatif sepi. WTON saat ini bergerak menguji resistant upper band pada band yang kian melebar yang mengindikasikan volatilitas nampak mulai meningkat.
Secara jangka menengah WTON mencoba memasuki fase uptrend menunggu konfirmasi break MA50 di level 310.
Apabila level ini tertembus, ada potensi WTON melanjutkan tren penguatan pada tren bullish jangka menengah hingga panjang menguji resistant MA200 di level 380 apabila MA50 tertembus, namun apabila support 280 tertembus, ada potensi terjadi koreksi selanjutnya menguji support selanjutnya yaitu di level 270.
Rekomendasi: Buy on breakout
Support: Rp 280
Resistance: Rp 300
Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Secara teknikal BBNI berhasil ditutup di atas level 6.200. Kondisi ini mengindikasikan adanya peluang kenaikan lanjutan. Indikator stochastic uptrend. Indikator MACD positif
Rekomendasi: Akumulasi beli
Support: Rp 6.300
Resistance: Rp 6.750
Dimas Wahyu Putra Pratama, NH Korindo Sekuritas
Rekomendasi Saham ASII, BBNI, MDKA dan WTON oleh MNC Sekuritas | 11 Oktober 2021
MNCS Daily Scope Wave
11 Oktober 2021
Menutup akhir pekan kemarin (8/10), IHSG ditutup menguat 1% ke level 6,481. Kami perkirakan, pada label hitam saat ini posisi IHSG sudah berada di akhir wave [v] dari wave A atau pada label merah saat ini sedang berada di akhir wave (iii). Hal tersebut berarti, posisi IHSG akan cenderung menguat terbatas dan rawan terkoreksi dalam jangka pendek. Adapun area koreksi IHSG berada pada rentang area 6,350-6,400 terlebih dahulu.
Support: 6,263, 6,148
Resistance: 6,504, 6,689
ASII - Buy on Weakness (5,900)
Menutup pekan kemarin (8/10), ASII ditutup menguat 3,5% ke level 5,900. Kami perkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada di awal wave [v] dari wave 3, sehingga ASII berpeluang untuk melanjutkan penguatannya selama tidak terkoreksi ke bawah 5,625.
Buy on Weakness: 5,750-5,900
Target Price: 6,250, 6,400
Stoploss: below 5,625
BBNI - Buy on Weakness (6,150)
BBNI ditutup menguat 2,9% ke level 6,150 pada perdagangan Jumat kemarin (8/10). Posisi BBNI saat ini sedang berada di awal wave 5 dari wave (3), sehingga kami perkirakan pergerakan BBNI berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 6,050-6,150
Target Price: 6,300, 6,400
Stoploss: below 5,900
MDKA - Spec Buy (2,740)
Pergerakan MDKA pada pekan kemarin (8/10) ditutup menguat 3,4% ke level 2,740. Selama MDKA tidak terkoreksi ke bawah 2,610, maka kami perkirakan posisi MDKA sedang berada di awal wave C dari wave (B). Hal ini berarti, MDKA berpeluang melanjutkan penguatannya.
Spec Buy: 2,670-2,740
Target Price: 2,900, 3,070
Stoploss: below 2,610
WTON - Buy on Weakness (288)
WTON ditutup menguat 0,7% ke level 288 pada perdagangan Jumat (8/10). Kami perkirakan posisi WTON saat ini sudah berada di akhir wave [a] dari wave 3, sehingga WTON rawan terkoreksi terlebih dahulu untuk membentuk wave [b]. Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.
Buy on Weakness: 274-282
Target Price: 316, 332
Stoploss: below 270
Disclaimer On
PT Wijaya Karya Beton Tbk Ubah Pengurus
PT Wijaya Karya Beton Tbk Ubah Pengurus
PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WIKA Beton) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2021 pada hari Rabu, 6 Oktober 2021. Pelaksanaan RUPSLB WIKA Beton ini berlangsung secara tatap muka di Ruang Auditorium WIKA Tower 2 Jakarta dan secara elektronik menggunakan fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (sistem eASY KSEI).
RUPSLB WIKA Beton juga menerapkan secara ketat protokol pencegahan Covid-19 di antaranya disinfeksi ruangan, pengukuran suhu tubuh dengan thermoscan, penyediaan hand sanitizer, penerapan physical distancing serta pengisian formulir deklarasi kesehatan.
RUPSLB yang dimulai pukul 14.32 WIB tersebut dihadiri sebanyak 5.983.647.249 saham atau mewakili 68,65% dari 8.715.466.600 saham yang telah dikeluarkan Perseroan. RUPSLB ini mengagendakan 1 (satu) mata acara tunggal yakni Perubahan Pengurus Perseroan.
RUPSLB menyetujui mata acara tunggal untuk pengisian jabatan lowong pada posisi Komisaris PT Wijaya Karya Beton Tbk. yang sebelumnya dijabat oleh Bapak Heru Wisnu Wibowo namun berakhir karena telah meninggal dunia. Pengisian jabatan lowong ini dilakukan dengan mengangkat Bapak Harno Trimadi sebagai Komisaris.
Sehingga susunan Dewan Komisaris WIKA Beton berubah menjadi :
1. Komisaris Utama : Ade Wahyu
2. Komisaris : R. Permadi Mulajaya
3. Komisaris : Harno Trimadi
4. Komisaris Independen : Priyo Suprobo
5. Komisaris Independen : Indrieffouny Indra
Sementara susunan Direksi WIKA Beton tetap dijabat oleh pengurus yang sama tanpa perubahan nomenklatur :
1. Direktur Utama : Hadian Pramudita
2. Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko : Imam Sudiyono
3. Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Kuntjara
4. Direktur Teknik dan Produksi : Sidiq Purnomo
5. Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Taufik Dwi Wibowo.
Sampai dengan bulan September 2021, WIKA Beton berhasil meraup Kontrak Baru sebesar Rp3,56 triliun. Beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak baru WIKA Beton ini didominasi oleh proyek di bidang infrastruktur sebesar 73,61%, disusul proyek di sektor properti sebesar 14,37%, kemudian proyek di sektor energi sebesar 10,50%, lainnya berasal dari sektor industri dan pertambangan masing-masing menyumbang sebesar 1,37% dan 0,15%.
Proyek-proyek tersebut di antaranya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kawasan Industri Terpadu Batang, Tanggul Pengaman Pantai NCICD, Tol Serpong . Balaraja, Pengaman Muara Sungai Bogowonto, RDMP Balikpapan, Jalan Tol Cisumdawu, Tol Cinere . Jagorawi, Tol A.P. Pettarani, Junction Dawuan dan sejumlah proyek lainnya.
Sementara itu, sampai dengan Juni 2021, WIKA Beton membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp1,26 triliun dan Laba Bersih yang terealisir sebesar Rp35,76 miliar.
WIKA Beton tetap konsisten melaksanakan pengelolaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan diperoleh skor 88,93 atau kategori .Sangat Baik..
Ke depannya, WIKA Beton berupaya untuk tetap bertahan di tengah situasi Pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi yang masih berlangsung.(end)
Sumber: IQPLUS
Rekomendasi Saham UNTR, WTON, PGAS dan EXCL oleh MNC Sekuritas | 27 September 2021
MNCS Daily Scope Wave
27 September 2021
Menutup perdagangan kemarin (24/9), IHSG ditutup cenderung flat ke level 6,144. Kami perkirakan, pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi terlebih dahulu untuk menguji area 6,060-6,100, namun selama IHSG masih bertahan di atas 5,996 sebagai supportnya maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji resistance 6,170-6,200. Tetap waspadai apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5,996 dan 5,982, apabila hal ini terjadi maka IHSG masih akan terkoreksi ke arah 5,850-5,900.
Support: 5,996, 5,982
Resistance: 6,170, 6,263
UNTR - Buy on Weakness (22,075)
UNTR ditutup menguat 4,7% ke level 22,075 pada perdagangan Jumat kemarin (24/9), pergerakan UNTR diiringi dengan meningkatnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C sehingga UNTR masih berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 21,400-22,000
Target Price: 22,375, 23,500
Stoploss: below 20,875
WTON - Buy on Weakness (254)
Pada perdagangan pekan kemarin (24/9), WTON ditutup terkoreksi 0,8% ke level 254. Kami perkirakan, posisi WTON saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [v] dari wave 1. Manfaatkan koreksi WTON ini untuk melakukan BoW.
Buy on Weakness: 246-254
Target Price: 270, 290
Stoploss: below 240
PGAS - Buy on Weakness (1,125)
Jumat kemarin (24/9), PGAS terkoreksi 2,4% ke level 1,000 dan muncul adanya tekanan jual. Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di awal wave [ii] dari wave 3 dari wave (3), yang berarti PGAS akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 1,080-1,120
Target Price: 1,180, 1,300
Stoploss: below 1,065
EXCL - Buy on Weakness (2,950)
EXCL ditutup terkoreksi 1% ke level 2,950 pada perdagangan Jumat kemarin (24/9). Posisi EXCL saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iv] dari wave 3, sehingga EXCL rawan terkoreksi. Setelah wave [iv] selesai terbentuk, maka EXCL berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 2,820-2,920
Target Price: 3,180, 3,400
Stoploss: below 2,770
Disclaimer On
Rekomendasi Saham MEDC dan WTON oleh HP Financials | 24 September 2021
HP Financials Technical View & Key Calls
24 September 2021
Saham MEDC
Buy on Break MEDC di atas MA50 @ 497, dan Average Up ketika mampu menghadapi Neckline Head & Shoulders biru @ 520. Setelah area ini berhasil terlewati, MEDC berpeluang untuk lanjut bergerak naik menuju destinasi pertama @ 555-575, disusul Target pattern di seputaran 625.
Rekomendasi
Buy on Break, Entry Level: 500; Target: 555-575 / 625; Stoploss: 484.
Saham WTON
WTON berhasil ditutup di atas 2 lapis MA @ 250. Seiring berpeluang adanya RSI Positive Divergence untuk lanjut naik menuju Upper Channel hijau di seputaran 290, disusul destinasi selanjutnya yaitu Target dari pola Parallel Channel biru @ 310-320. Neckline merah @266 dijadikan level Average Up.
Rekomendasi
Buy, Entry Level: 256 -250; Target: 290 / 310-320; Stoploss: 248.
PT Wijaya Karya Beton Tbk catatkan kontrak baru Rp 3,28 Trilyun
Hingga akhir Agustus 2021, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mampu mencatatkan kontrak baru sebesar Rp3,28 triliun atau bertumbuh 53 persen (year-on-year), yang sebagian besar berasal dari proyek infrastruktur dari swasta.
Menurut Sekretaris Perusahaan WTON, Yuherni Sisdwi R di Jakarta, Kamis (9/9), beberapa proyek yang berkontribusi terhadap performa perseroan tersebut adalah proyek di sektor infrastruktur sebesar 76,13 persen, sektor properti sebesar 13,56 persen dan sisanya berasal dari sektor energi 9,36 persen, pertambangan 0,16 persen dan industri sebesar 0,79 persen.
Adapun perolehan kontrak baru WTON ini berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebesar 10,9 persen, pemerintah sebesar 2,83 persen, BUMN 18,49 persen dan swasta sebesar 67,78 persen.
Yuherni merincikan, proyek-proyek besar yang mendukung kinerja WTON tersebut, di antaranya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kawasan Industri Terpadu Batang, tanggul pengaman Pantai NCICD, Jalan Tol Serpong-Balaraja, pengaman muara Sungai Bogowonto, RDMP Balikpapan, Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3, Tol AP Pettarani, pembangunan sarana dan prasarana konstruksi layang dan PLTU Sulut-1 Binjeita.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2021, WTON berhasil mencatatkan omzet kontrak sebesar Rp2,51 triliun atau bertumbuh 74 persen (year-on-year). Sedangkan, laba bersih tercatat Rp35,76 miliar atau bertumbuh 4,6 persen (y-o-y). Perolehan laba bersih ini ditopang oleh total penjualan sebesar Rp1,26 triliun.
Lebih lanjut Yuherni menyampaikan, realisasi belanja modal (capex) WTON hingga Kuartal II-2021 mencapai Rp5,5 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk pembelian peralatan pabrik. Sementara itu, proyeksi capex hingga akhir 2021 sebesar Rp335 miliar.
"Dana ini akan digunakan untuk investasi peralatan, investasi pengembangan supply chain management dan pembangunan pabrik pipa untuk proyek SPAM Jatiluhur, serta Mobile Plant Slabtrack untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung," tuturnya.
Dia menambahkan, saat ini WTON sedang berpartisipasi dalam pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Pelabuhan berstandar internasional dan terintegras dengan sistem digital ini berperan untuk memfasilitasi perkembangan pasar ekspor, serta untuk mengurangi lalu-lintas di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada proyek ini, WTON menyuplai produk beton pracetak.
Menurut Yuherni, sejumlah strategi telah ditetapkan oleh manajemen WTON sejak 2020 untuk mempertahankan kinerja perseroan, di antaranya adalah melakukan penghematan di seluruh aktivitas perseroan tanpa mengurangi kualitas, menunda investasi yang tidak memberikan tambahan penghasilan secara langsung, mengoptimalkan keunggulan komparatif perseroan dan mencari peluang perolehan di produk baru maupun pasar baru.
"Strategi ini terbukti mampu menyelamatkan kinerja perseroan, sehingga pada 2020, WIKA Beton masih dapat menghasilkan laba di saat sektor konstruksi mengalami penurunan yang sangat signifikan. Harapan kembali bergairahnya sektor konstruksi yang merupakan fokus pemerintah bisa menjadi salah satu optimisme manajemen WIKA Beton," paparnya. (bd)
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham BTPS, PTBA dan WTON | 3 September 2021
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)
Membentuk pola candle bearish harami setelah rally tiga hari berturut-turut. Terjadi gap down pada perdagangan intraday menjelang penutupan market. Stochastic berada di areal overbought. Nampak menguji level upper band pada indikator bolinger band di level Rp 2.850. Apabila level tersebut gagal terlampaui maka harga akan terkoreksi sehat. BTPS pada perdagangan hari ini akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 1.850
Resistance: Rp 2.790
Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Candle terbentuk spinning top dan mengindikasikan koreksi jangka pendek. Indikator MACD histogram positif. Indikator stochastic uptrend. Kamis (2/9), PTBA ditutup menguat 0,46% ke Rp 2.190.
Rekomendasi: Akumulasi beli
Support: Rp 2.170
Resistance: Rp 2.250
Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)
Secara jangka menengah WTON masih berjalan turun di dalam pattern parallel channel. Saat ini posisinya sampai di resistance upper channel di sekitar Rp 240. Indikator RSI memasuki area overbought. WTON telah memulai fase bottoming tetapi harga belum bisa keluar dari tren sideways jangka pendek dan bertengger lebih mantap di atas MA10, 20, dan 50. Maka wajar jika level Rp 240 dijadikan level break out yang akan membuka jalan penguatan harga menuju target Rp 260, Rp 266, Rp 294, Rp 300.
Rekomendasi: Buy on break di atas Rp 240
Support: Rp 230, Rp 218
Resistance: Rp 240, Rp 260, Rp 266
Liza Camelia, Henan Putihrai Sekuritas
PT Wijaya Karya Beton Tbk Raih Kontrak Baru 2,82 Triliun
Kinerja PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) moncer dalam meraih kontrak baru. Hingga Juli 2021, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 2,82 triliun.
"Perolehan kontrak baru ini berasal dari WIKA 9,44%, pemerintah 3,28%, BUMN 17,65%, serta swasta 69,61%," ungkap Sekretaris Perusahan Wika Beton Yuherni Sisdwi kepada Kontan.co.id, Minggu (29/8).
Yuherni merinci, beberapa proyek besar yang berkontribusi terhadap performa WTON adalah pada sektor infrastruktur sebesar 77,42%, disusul proyek di sektor properti sebesar 14,35%. Sedangkan sisanya berasal dari sektor energi, tambang, dan industri masing-masing menyumbang sebesar 8,02%, 0,18%, dan 0,03%.
Proyek-proyek besar yang mendukung kinerja WTON antara lain adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol Serpong-Balaraja, Kawasan Industri Terbadu Batang, Pengaman Muara Sungai Bogowonto, Tanggul Pengaman Pantai NCICD, RDMP Balikpapan, Jembatan Tahang, Tol AP Pettarani, Pembangunan Sarana & Prasarana Konstruksi Layang, serta PLTU Sulut.
Dari sisi kinerja keuangan, lanjut Yuherni, hingga semester pertama 2021 WTON berhasil mencatatkan kenaikan margin laba bersih dari 2,55% menjadi 5,88%. Secara nominal WTON meraih laba bersih sebesar Rp 35,76 miliar atau naik 4,6% dari periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp 34,18 miliar.
Perolehan laba tersebut ditopang oleh angka omzet penjualan sebesar Rp 1,26 triliun. "WIKA Beton juga berhasil mempertahankan arus kas operasi tetap positif sebesar Rp 731,45 miliar yang dapat menjadi indikator likuiditas Perseroan yang kuat," kata Yuherni.
Sedangkan dalam hal omzet kontrak hingga Juni 2021, WTON mencatat raihan Rp 2,51 triliun atau 174% dibanding periode yang sama 2020 sebesar Rp 1,44 triliun. Dengan carry over sebesar Rp 2,39 triliun, WTON memiliki kontrak yang dihadapi saat ini senilai Rp 4,90 triliun.
Wika Beton pun optimistis terhadap capaian kinerja di sisa tahun 2021 ini. Sejak tahun lalu, WTON telah menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja. Pertama, dengan melakukan penghematan di seluruh aktivitas perusahaan tanpa mengurangi kualitas yang diterima oleh konsumen.
Kedua, menunda investasi yang tidak memberikan tambahan penghasilan secara langsung. Ketiga, mengoptimalkan keunggulan komparatif Wika Beton. Keempat, mencari peluang perolehan baik di produk baru maupun pasar baru yang digarap oleh WTON.
Strategi ini terbukti mampu menyelamatkan kinerja sehingga pada 2020 lalu WIKA Beton masih dapat menghasilkan laba di saat sektor konstruksi Indonesia turun signifikan. "Ke depannya, optimisme manajemen WIKA Beton cukup bergantung pada bergairahnya kembali sektor konstruksi," ujar Yuherni.
Terlebih anggaran pemerintah untuk sektor infrastruktur mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun lalu, yang diperkirakan akan digelontorkan pada semester kedua 2021. Hal ini diharapkan dapat mendorong pencapaian target Perseroan hingga akhir tahun 2021.
Hingga periode paruh pertama, WTON masih belum agresif menggelontorkan capex. Sampai dengan kuartal kedua tahun 2021, realisasi capex WTON baru sekitar Rp 5,5 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk pembelian peralatan pabrik.
Adapun untuk menopang kinerjanya, WTON menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 335 miliar hingga akhir tahun nanti. "Dana ini akan digunakan untuk investasi peralatan, investasi pengembangan supply chain management, dan pembangunan Pabrik Pipa untuk Project SPAM Jatiluhur," terang Yuherni.
Dia juga memastikan, di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, WTON tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja pegawai di seluruh unit.
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham WTON | 30 Agustus 2021
Analisa Saham WTON
Saham WTON pada tanggal 27 Agustus 2021 ditutup menguat pada harga 230, naik 0,87%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 85% dari hari sebelumnya.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.
Status Saham Saat Ini:
Trendnya adalah downtrend
Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 238
Jika naik di atas 260 maka berpeluang ke 316
Jika turun di bawah 228 maka berpeluang ke 218
Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.
Disclaimer ON
Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :
Channel Telegram:
Youtube Channel :
https://www.youtube.com/c/sahamonlineid
Instagram :
@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )
Facebook Page :
@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )
Aplikasi Android :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini
Website :

.gif)
.jpg)
.jpg)
.png)















