Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BANK, INDY, ELSA dan BUKA oleh MNC SEKURITAS | 16 Desember 2021



MNC Daily Scope Wave
16 Desember 2021


IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,626, namun demikian penguatan IHSG masih tertahan oleh MA20. Selama IHSG belum mampu break resistance terdekatnya di 6,688, maka kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada di awal wave (c) dari wave [a] sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji area 6,632-6,640 terlebih dahulu. _Best case scenario_ posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [v] sehingga koreksi IHSG terbatas dan berpeluang menguat menguji 6,690.

Support: 6,584, 6,525

Resistance: 6,688, 6,750


BANK - Buy on Weakness (2,440)

Kemarin (15/12), BANK ditutup menguat 0,8% ke level 2,440. Selama BANK tidak terkoreksi ke bawah 2,200 sebagai supportnya, maka kami perkirakan posisi BANK saat ini sedang berada di akhir wave (y) dari wave [b]. Hal ini berarti, koreksi BANK akan relatif terbatas dan berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,350-2,400

Target Price: 2,600, 2,900

Stoploss: below 2,200


INDY - Buy on Weakness (1,665)

Pada perdagangan kemarin (15/12), INDY ditutup menguat 1,8% ke level 1,665, namun demikian penguatan INDY masih tertahan MA20. Kami perkirakan, posisi INDY saat ini sedang berada di akhir wave [b] dari wave B. Hal ini berarti, koreksi INDY akan relatif terbatas dan berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,625-1,665

Target Price: 1,800, 1,900

Stoploss: below 1,595


ELSA - Buy on Weakness (282)

ELSA ditutup terkoreksi 1,4% ke level 282 pada perdagangan kemarin (15/12), koreksi ELSA pun menembus MA20. Kami perkirakan, posisi ELSA sedang berada di awal wave (3), hal ini akan berjalan apabila ELSA tidak terkoreksi ke bawah 266.

Buy on Weakness: 274-282

Target Price: 304, 326

Stoploss: below 266


BUKA - Sell on Strength (458)

BUKA ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 6,1% ke level 458 pada perdagangan kemarin (15/12), koreksi BUKA pun diiringi dengan meningkatnya volume penjualan. Kami perkirakan, saat ini posisi BUKA sedang berada di awal dari wave 5 dari wave (C), sehingga BUKA masih rawan terkoreksi ke rentang area 350-400 dan akan terkonfirmasi bila BUKA break support 426.

Sell on Strength: 460-476


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya