7 Program Strategis PT Perusahaan Gas Negara Tbk Yang Bernama "Sapta PGN"


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi guna merealisasikan kemandirian energi nasional. Komitmen ini akan dilaksanakan melalui Program Strategis Gas Bumi secara bertahap 2020 - 2026 melalui Program Strategis Subholding Gas yaitu Tujuh Program Gasifikasi Nasional atau "Sapta PGN".

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama memaparkan bahwa PGN tetap fokus untuk menguatkan bisnis inti yaitu niaga gas bumi melalui pipa distribusi dan transmisi gas bumi untuk menjaga pemenuhan energi. Maka Sapta PGN akan dilaksanakan seiring dengan fokus PGN dalam menyelesaikan proyek pipanisasi jangka menengah. Dengan begitu, PGN bisa terus hadir untuk menyalurkan gas bumi bagi masyarakat dan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun tujuh program strategis yang akan dilaksanakan PGN dalam "Sapta PGN" yaitu:

PGN Sayang Ibu.

Layanan gas bumi terintegrasi dengan tambahan layanan produk untuk mempermudah kehidupan masyarakat modern melalui program pengembangan jaringan Gas untuk Pelanggan Rumah Tangga. Untuk tahun 2021 ditargetkan mencapai ±170.000 SRT dengan estimasi volume gas sekitar 10 BBTUD dan pemenuhan target tahun 2026 total 5,1 juta sambungan. PGN akan mengoptimalkan pembangunan Jargas mandiri, APBN 2021 dan KPBU, sehingga dapat mencapai pengelolaan sesuai dengan target Proyek Strategis Nasional (PSN).

PGN Mendukung industri Khusus

Layanan gas bumi melalui penyediaan gas bumi untuk 7 sektor industri khusus sesuai dengan Kepmen ESDM 89K/ 2020 serta dukungan penyediaan gas untuk new captive market.

PGN untuk Listrik Nasional

Layanan gas bumi melalui penyediaan gas bumi untuk sektor kelistrikan sesuai dengan RUPTL, Kepmen ESDM 91K/ 2020 dan Kepmen ESDM 13/ 2020.

PGN Retail dan Industri Umum

Layanan gas bumi melalui penyediaan gas bumi untuk sektor industri umum melalui pipa dan non pipa serta dukungan pengembangan Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui pipa transmisi dan pipa distribusi.

PGN Sektor Maritim

Layanan gas bumi melalui program Konversi transportasi sektor laut menjadi berbahan bakar LNG, seperti konversi Pertamina International Shipping (PIS).

PGN Sektor Darat

Layanan gas bumi melalui program konversi transportasi sektor darat berbahan bakar gas, pengembangan SPBG dengan target pertumbuhan sekitar di atas 15% dengan potensi demand kurang lebih 10.000 armada LNG Trucking.

PGN Masuk Desa

Layanan gas bumi melalui penyediaan Energi Alternatif untuk masyarakat yang berlokasi di luar jangkauan infrastruktur pipa dan non pipa PGN (Pemberdayaan sumber daya lokal)

Selain itu, PGN berupaya untuk perluasan wilayah bisnis ke skala internasional melalui kegiatan LNG Trading dan kerja sama pengembangan infrastruktur gas bumi.

"PGN saat ini tengah mempersiapkan program baru PGN di sektor rumah tangga melalui penyediaan gas bumi dengan integrasi teknologi pipa, non pipa, dan teknologi fiber optic pengamanan jaringan gas untuk di optimalisasi sebagai layanan di cluster perumahan," tambah Rachmat.

PGN menambahkan visi misi baru untuk pemanfaatan gas bumi melalui pengusahaan gas dari sumber gas bumi maupun portofolio LNG di mana utilisasi dan pengembangannya dijabarkan dalam Sapta PGN. Dalam perannya sebagai Subholding Gas, PGN mengambil langkah ini guna memenuhi permintaan gas bumi yang tinggi dan terus bertumbuh.

"Pelaksanaan program Sapta PGN mengedepankan pengelolaan infrastruktur gas bumi secara terintegrasi dalam proses bisnis hilir gas bumi mulai dari pengadaan pasokan gas bumi dari berbagai sumber. Kemudian gas bumi disalurkan kepada seluruh segmen pengguna akhir rumah tangga, pelanggan kecil, transportasi (SPBG), pelanggan kecil, komersial, industri dan pembangkit listrik," jelas Rachmat.(end)

Sumber: IQPLUS

Penuhi free float, kapan Golden Energy Mines (GEMS) tentukan harga rights issue?


PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) akan menggelar penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk memenuhi kewajiban free float dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada 25 November 2020, emiten pertambangan batubara ini mendapatkan teguran dari BEI mengenai free float dan terancam dihapus dari bursa (delisting) bila tidak segera memenuhi syarat free float sesuai regulasi.

GEMS pun sudah mengumumkan terkait rencana penambahan saham ini. Pada 3 Desember 2020, GEMS mengumumkan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 588,23 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, dengan total penawaran seluruhnya berjumlah Rp 58,82 miliar dalam penawaran umum terbatas I (PUT I).

Adapun setiap pemegang 10 saham lama yang namanya tercatat pada tanggal 8 Februari 2021 berhak atas sebanyak satu HMETD. HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar BEI dan dilaksanakan mulai tanggal 10 Februari 2021 sampai dengan 17 Februari 2021.

Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudirman mengungkapkan, harga pelaksanaan rights issue ini masih belum diputuskan oleh manajemen. “Karena masih menunggu proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Sudin saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (13/1).

Sementara mengenai jadwal pelaksanaan aksi korporasi ini, Sudin mengatakan kemungkinan terdapat sedikit penyesuaian dari jadwal yang telah diumumkan sebelumnya. “Karena kami telah menyerahkan submission kedua ke OJK pada tanggal 28 Desember 2020 yang lalu. Jadi masih tunggu tanggapan,” sambung dia.

Adapun sebelumnya jadwal tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD atau cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Februari 2021. Selanjutnya, cum rights di pasar tunai pada 8 Februari 2021.

Sebenarnya, saham free float emiten di bawah naungan Grup Sinarmas ini sudah melampaui 50 juta sahan. Namun, proporsinya masih di bawah 7,5%. Kepemilikan publik hanya 3,01% atau hanya 176,48 juta saham.

Sumber: KONTAN

Wijaya Karya (WIKA) Siap Lunasi Komodo Bond Rp5,4 Triliun Akhir Bulan Ini


Emiten kontraktor pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. siap melunasi obligasi global bertajuk Komodo Bond yang akan jatuh tempo pada akhir bulan ini.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana pelunasan Komodo Bond senilai Rp5,4 triliun pada akhir bulan ini.

Terkait pelunasan global bond yang jatuh tempo, kami sudah siapkan dananya dari penerbitan obligasi dan sukuk tahap satu, bridging loan, dan dari kas perusahaan sendiri,” jelas Mahendra kepada Bisnis, Rabu (13/1/2021).

Perinciannya, emiten dengan kode saham WIKA ini telah menerbitkan surat utang pada tahun lalu senilai total Rp2 triliun. Selanjutnya, perseroan juga mendapatkan bridging loan senilai total Rp3 triliun.

Sisa Rp400 miliar disebut Mahendra akan diambil dari kas operasional perseroan.

Selanjutnya, pada semester kedua tahun ini WIKA juga berencana menerbitkan obligasi tahap kedua dengan dana yang diincar sekitar Rp3 triliun.

Mahendra mengatakan dana yang didapatkan dari penerbitan surat utang itu akan digunakan WIKA untuk mengembalikan uang yang dipakai untuk pelunasan Komodo Bond.

Adapun, WIKA menerbitkan komodo bond yang dicatatkan di London Stock Exchange pada 29 Januari 2018.

Dari penerbitan tersebut, WIKA mengantongi dana segar senilai US$405 juta atau setara dengan Rp5,4 triliun.

Sumber: BISNIS

Bayan Resources (BYAN) alokasikan capex hingga US$ 190 juta di tahun ini


PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berencana untuk mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 170 juta sampai US$ 190 juta tahun ini.  

Dalam panduan kinerja 2021 di lama resminya, manajemen BYAN merinci sebanyak 91% dari capex akan digunakan untuk bangunan dan infrastruktur, sebanyak 6% untuk peralatan dan mesin, serta 3% untuk peralatan lainnya.

Lebih lanjut, capex sebanyak US$ 115 juta tahun ini akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan jalan pengangkutan batubara (hauling road) sepanjang 100 km ke Mahakam serta fasilitas pelabuhan baru. Sebanyak US$ 30 juta diperkirakan akan digunakan untuk mendapatkan ruang perkantoran.

Adapun proyek besar lain termasuk ekspansi stockpile di Balikpapan Coal Terminal (BCT) dan konveyor baru, pengaspalan dan peningkatan jalan pengangkutan batubara sepanjang 69 km yang sudah ada, serta berbagai penggantian peralatan penanganan batubara di berbagai lokasi (site).

Masih melansir panduan kinerja 2021, realisasi penjualan batubara (unaudited) BYAN tahun lalu mencapai 37 juta ton atau naik 27,5% dari realisasi tahun 2019 yakni 29 juta ton. 

Menurut geografisnya, sebanyak 24% penjualan BYAN tahun lalu dijual ke Filipina, sebanyak 17% ke Indonesia, 14% ke Korea, 13% dijual ke India, 12% dijual ke pasar China, 11% ke pasar Malaysia, 4% dijual ke pasar Banglades, dan 5% dilempar ke pasar lainnya.

Sementara realisasi produksi unaudited tahun 2020 sebesar 30 juta ton, atau menurun 6,25% dari tahun sebelumnya yakni 32 juta ton.

Untuk tahun ini, BYAN memperkirakan total produksi batubara berada pada kisaran 32 juta ton hingga 34 juta  ton dengan penjualan yang juga diperkirakan pada rentang 32 juta ton hingga 34 juta ton.

Sebelumnya, pada paparan publik yang digelar akhir November 2020, Direktur Bayan Resources Russel John Neil mengatakan, jumlah produksi tahun ini akan berbanding lurus dengan jumlah produksi. 

Adapun produksi yang tidak naik tahun ini karena pengerjaan adanya pengerjaan haul road. Rencana kenaikan produksi sendiri diperkirakan terjadi pada 2022, ketika proses hauling road sudah rampung.

Adapun manajemen BYAN menyebut tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan karena pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia sehingga memengaruhi pasar batubara secara signifikan. 

Adapun pandemi masih akan berdampak negatif pada tahun ini, hanya saja efeknya akan berkurang menjelang akhir tahun.

Sumber: KONTAN

PT Elnusa Petrofin (EPN) anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) Tingkatkan Integritas Pekerja


PT Elnusa Petrofin (EPN) anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) untuk menjalankan tugas mulia dalam mendistribusikan energi sampai ke pelosok negeri guna memastikan pasokan BBM Pertamina tetap terjaga sampai di daerah terpencil tentunya bukan hal yang mudah.

Beragam kendala dan risiko tinggi dalam operasional penyaluran BBM Pertamina mulai dari faktor eksternal seperti kondisi medan dan infratrusktur yang menantang dan beragam terlebih dalam musim penghujan yang rawan bencana alam sampai dengan faktor internal seperti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menuntut seluruh pekerja terutama Awak Mobil Tangki (AMT) Elnusa Petrofin memiliki profesionalitas dan integritas yang unggul.

Untuk meminimalisir risiko dari faktor eksternal, EPN mengaplikasikan berbagai terobosan dalam teknologi informasi (TI) yang dapat menunjang faktor keamanan dan keselamatan dalam mendistribusikan BBM. Sedangkan dari segi Internal Elnusa Petrofin juga melakukan beragam langkah terpadu dalam memastikan serta meningkatkan kualitas SDM khususnya bagi AMT sebagai garda terdepan EPN dalam penyaluran BBM Pertamina ke seluruh Indonesia.

Penilaian kinerja secara berkala dan rutin dilakukan pada hampir sekitar 5.000 Awak Mobil Tangki Elnusa Petrofin diseluruh Indonesia. Penilaian ini meliputi jarak yang telah ditempuh AMT, jumlah kehadiran, ketepatan mutu dan kualitas saat mendistribusikan BBM, serta attitude pekerja selama di jalan raya dan bertemu dengan pelanggan. Selain itu perusahaan juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba secara berkala yang juga menjadi salah satu elemen penilaian AMT.

Dari sisi pengembangan (development) Awak Mobil Tangki juga diberikan berbagai pelatihan yang dapat menunjang dan meningkatkan kinerjanya seperti Defensive Driving Training (DDT), Basic Safety, Basic Survival, Maintenance Management System (MMS), serta berbagai sertifikasi yang dibutuhkan.

Bagi para AMT yang memiliki kinerja baik, secara rutin EPN memberikan reward mulai dari penghargaan AMT terbaik sampai dengan perjalanan ibadah yang menyesuaikan keyakinan masing-masing. Seperti pada tahun 2019, sebanyak 55 AMT mendapatkan reward tersebut. Ada yang umroh ke tanah suci bagi yang beragama Islam, perjalanan ritual ke Jerussalem bagi penganut Kristen dan Katolik, serta perjalanan ritual ke India bagi mereka yang beragama Hindu.

Elnusa Petrofin juga memberikan apresiasi kepada anak AMT berupa beasiswa anak AMT. Beasiswa yang diberikan pun, bukan hanya kepada para anak AMT yang aktif, namun sampai kepada para AMT yang telah pensiun atau yang meninggal dalam masa bekerja.

Sedangkan bagi AMT dan pekerja yang terbukti melanggar peraturan perusahaan, EPN juga memberikan sanksi tegas sesuai tingkat pelanggarannya. Kategori dari ringan, sedang berat. Bagi seluruh pekerja yang melakukan kesalahan berat management Elnusa Petrofin tidak segan untuk melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), terlebih jika terkait dengan isu integritas.

Putiarsa Bagus Wibowo selaku Corporate Communication Head Elnusa Petrofin menyatakan: "Awak Mobil Tangki merupakan ujung tombak kami dalam mendistribusikan BBM, beragam upaya menyeluruh yang kami lakukan semata-mata agar tercipta operation excellence.

AMT yang bertugas juga mendapatkan motivasi dalam memberikan service terbaik karena berbagai macam reward maupun punishment yang telah mereka ketahui dari awal bergabung dengan kami. Dengan dukungan dari SDM yang unggul dan teknologi yang dimiliki Elnusa petrofin dapat memberikan pelayanan dan operasional yang terbaik. Sehingga pendistribusian BBM Pertamina juga semakin baik," tutup Putiarsa.(end)

Sumber: IQPLUS

Itama Ranoraya (IRRA) Revisi Lapkeu Kuartal II dan III/2020


Emiten distributor jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menegaskan sudah melakukan revisi laporan keuangan kuartal II/2020 dan kuartal III/2020. Walaupun laba bersih turun, perseroan tetap menargetkan peningkatan kinerja pada 2021.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk. Pratoto Raharjo menyampaikan pada 26 November 2020, perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan dilakukannya revisi terhadap laporan keuangan perseroan untuk laporan keuangan unaudited kuartal II/2020 dan kuartal III/2020.

Tindakan yang dilakukan oleh perseroan tersebut dilakukan sebagai hasil dari konsultasi perseroan kepada pihak otoritas pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan (unrealized) kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain. Dengan demikian, pasca revisi terjadi perubahan atau penurunan terhadap nilai laba bersih perseroan untuk dua kuartal tersebut dibandingkan dengan nilai laba bersih sebelum revisi.

Pratoto menambahkan, langkah revisi tersebut merupakan langkah perbaikan yang dilakukan perseroan untuk memenuhi standar akutansi yang berlaku, dan untuk proses perbaikannya perseroan telah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada yang berlaku di pasar modal.

“Dengan implementasi revisi tersebut tersebut laporan keuangan yang dipublikasikan telah mencerminkan laporan keuangan perusahaan un-audited yang sesuai dengan kaidah yang berlaku," ujarnya, Rabu (13/1/2021).

Hasil dari perubahan laba bersih dua kuartal setelah revisi tersebut, tidak mempengaruhi target pencapaiaan perseroan, yang telah disampaikan sebelumnya.

"Perlu kami informasikan kembali, bahwa pada tahun 2020, laba bersih kami tumbuh 70--80 persen dibandingkan dengan laba 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar,“ ungkapnya.

Dia menegaskan tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja. Pihaknya, menyesalkan adanya upaya untuk memberikan kesan bahwa pelaksanaan revisi terhadap laporan keuangan tersebut dilakukan secara diam-diam.

Emiten dengan kode saham IRRA tersebut mengatakan sudah melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan tercatat dalam hal keterbukaan informasi dan sudah melaksanakan konsekuensi dari revisi tersebut sesuai dengan ketentuan regulator.

Sumber: BISNIS

Rekomendasi Saham MAIN, PTBA dan TBIG oleh Indopremier | 14 Januari 2021


IHSG (6.395 – 6.475) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.475 kemudian 6.515 dengan support di level 6.395 dan 6.355.

MAIN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 820 kemudian 855 dengan support di level 750, cut loss jika break 715.

PTBA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.130 kemudian 3.220 dengan support di level 2.950, cut loss jika break 2.860.

TBIG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.735 kemudian 1.790 dengan support di level 1.625, cut loss jika break 1.570.

XDIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 495 kemudian 498 dengan support di level 489, cut loss jika break 486.

XISC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 878 kemudian 895 dengan support di level 844, cut loss jika break 827.

XPDV (Buy) : Target kenaikan harga pada level 486 kemudian 490 dengan support di level 478, cut loss jika break 474.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbq8k

Analisa Saham ADHI | 14 Januari 2021

 Analisa Saham ADHI


Saham ADHI pada tanggal 13 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 1805, naik 1,97%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 52% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh beli dengan kecenderungan bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah HOLD

Jika naik di atas 1915 maka berpeluang ke 2200

Jika turun di bawah 1760 maka berpeluang ke 1580

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON

Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan,

Silahkan follow Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Silahkan follow Channel Telegram : https://t.me/SahamOnlineID

Analisa Saham PTBA | 14 Januari 2021


Analisa Saham PTBA

Saham PTBA pada tanggal 13 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 3040, naik 6,29%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 313% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli

Jika naik di atas 3200 maka berpeluang ke 3800

Jika turun di bawah 2800 maka berpeluang ke 2600

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON

Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan,

Silahkan follow Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Silahkan follow Channel Telegram : https://t.me/SahamOnlineID

Ulasan Pasar Global | 14 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 14, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

S&P ditutup lebih tinggi dengan sektor pertahanan memimpin kenaikan

Indeks acuan S&P 500 Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Rabu dengan sektor pertahanan memimpin kenaikan karena investor menunggu rincian rencana stimulus fiskal AS berikutnya dan Kongres memulai dengar pendapat pemakzulan Presiden Donald Trump.

Dow Jones turun 8,22 poin atau 0,03% menjadi 31.060,47. S&P 500 naik 8,65 poin atau 0,23% menjadi 3.809,84. Komposit Nasdaq menambahkan 56,52 poin atau 0,43% menjadi 13.128,95.

Imbal hasil Treasury AS turun setelah naik selama enam sesi berturut-turut, memberikan dorongan untuk sektor pertahanan yang sensitif terhadap suku bunga seperti utilitas dan real estat, sementara sektor siklus yang sensitif secara ekonomi tertinggal. Intel Corp adalah pemenang persentase terbesar di S&P, naik 7% setelah pembuat chip itu mengatakan akan mengganti Chief Executive Officer Bob Swan dengan CEO VMware Inc Pat Gelsinger bulan depan.

Eropa

Kesepakatan membuat saham-saham Eropa lebih tinggi karena penguncian yang lama semakin dekat

Bursa Eropa ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Rabu, dengan kenaikan terkait kesepakatan di toko kelontong Prancis Carrefour dan Telefonica Spanyol mengimbangi kekhawatiran yang lebih luas tentang penguncian COVID-19 yang diperpanjang.

Indeks STOXX 600 Eropa naik hanya 0,1% menjadi 409,07.

Saham Carrefour naik 13,4% ke level tertinggi sejak Agustus 2019 setelah pendekatan pengambilalihan yang mengejutkan sebesar 16,2 miliar euro ($ 19,72 miliar) dari operator toko serba ada Kanada Alimentation Couche-Tard. Sahamnya memimpin kenaikan di Paris 'CAC 40, sementara saham saingannya di Prancis Casino naik 3,9%. Telefonica melonjak 9,7% setelah setuju untuk menjual tiang telepon selulernya di Eropa dan Amerika Latin ke operator infrastruktur telekomunikasi yang berbasis di AS American Towers seharga 7,7 miliar euro ($ 9,4 miliar).

Analisa Saham PTRO | 14 Januari 2021

Analisa Saham PTRO


Saham PTRO pada tanggal 13 Januari 2021 ditutup menguat pada harga 2070, naik 2,47%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 74% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan hampir bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Uptrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli

Jika naik di atas 2130 maka berpeluang ke 2200-2400

Jika turun di bawah 2000 maka berpeluang ke 1900

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON

Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan,

Silahkan follow Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Silahkan follow Channel Telegram : https://t.me/SahamOnlineID


Rekomendasi Saham INKP, JSMR, HMSP dan PTPP oleh MNC Sekuritas | 14 Januari 2021


MNC Daily Scope Wave

14 Januari 2021

Kemarin (13/1), IHSG kembali ditutup menguat sebesar 0,6% ke level 6,435. Kami perkirakan saat ini IHSG sedang berada di wave [iii] dari wave 5, sehingga target penguatan IHSG kami perkirakan berada pada rentang 6,430-6,560. Meskipun IHSG terkoreksi, namun diperkirakan koreksi yang terjadi merupakan koreksi minor untuk membentuk wave [iv] dengan target koreksi berada pada rentang 6,220-6,350.

Support: 6,350, 6,200

Resistance: 6,460, 6,580

INKP - Buy on Weakness (13,425)

Kemarin (13/1), INKP ditutup menguat signifikan sebesar 9,6% ke level 13,425 disertai dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami perkirakan saat ini INKP sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3. Hal tersebut berarti, INKP berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 12,000-13,425

Target Price: 14,000, 14,500

Stoploss: below 11,275

JSMR - Buy on Weakness (4,570)

Pada perdagangan kemarin (13/1), JSMR ditutup menguat 1,6% ke level 4,570. Saat ini, posisi JSMR diperkirakan sedang berada di awal wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, JSMR masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya jika mampu bertahan di atas 4,320.

Buy on Weakness: 4,460-4,570

Target Price: 5,000, 5,300

Stoploss: below 4,320

HMSP - Spec Buy (1,505)

HMSP ditutup di level 1,505 pada perdagangan kemarin (13/1). Selama tidak terkoreksi ke bawah 1,470, maka kami perkirakan saat ini HMSP sedang berada di awal wave 3 dari wave (C), yang berarti HMSP berpotensi untuk menguat dalam jangka pendek terlebih dahulu.

Spec Buy: 1,485-1,505

Target Price: 1,600, 1,750

Stoploss: below 1,470

PTPP - Sell on Strength (2,070)

Pada perdagangan kemarin (13/1), PTPP ditutup terkoreksi tipis 0,5% ke level 2,070 disertai dengan tekanan jual yang relatif besar. Kami perkirakan, saat ini posisi PTPP sudah berada di akhir wave 5 dari wave (C), yang berarti PTPP akan rentan terkoreksi. Adapun level koreksi terdekat dari PTPP berada pada rentang 1,850-2,000.

Sell on Strength: 2,090-2,250


Disclaimer On

Analisa Saham AGRO, PYFA dan CTRA | 14 Januari 2021

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO)


Pergerakan AGRO diperkirakan saat ini sudah berada di akhir penguatan dari wave (C), sehingga AGRO rentan untuk terkoreksi. Hal ini nampak dari pergerakan stochastic yang sudah relatif menurun, meskipun MACD masih menunjukkan tanda penguatan.

Rekomendasi: Sell on strength

Support: Rp 1.530

Resistance: Rp 1.675

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas


PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)


Pergerakan PYFA memperlihatkan kemunculan bearish engulfing pattern candle dengan RSI melemah. PYFA ditutup di atas upper bollinger band serta volume perdagangan menurun. Potensi tutup gap 1.300. Buy on weakness jika mampu bertahan di atas 1.300

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: 1.340

Resistance: 1.445

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


PT Ciputra Development Tbk (CTRA)


Pergerakan CTRA bergerak konsolidasi membentuk pattern ascending triangle. Di mana, indikator stochastic nampak berada pada area pertengahan hampir memasuki area overbought. Diperdagangkan relatif sepi dibandingkan rata-rata pergerakan volume 5 hari terakhir.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 1.050

Resistance: Rp 1.130

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas

Rekomendasi Saham AALI, ACES, BEEF, BNGA, MNCN dan UNVR | 14 Januari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

14 Januari 2021

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

AALI, 

Daily (12300) (RoE: 3.97%; PER: 30.09x; EPS: 408.80; PBV: 1.21x; Beta: 1.56): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area level 12000 – 12300, dengan target harga secara bertahap di 12650 dan 13750. Support: 11575 & 11100.

ACES, 

Daily (1760) (RoE: 14.16%; PER: 42.73x; EPS: 41.31; PBV: 6.07x; Beta: 0.74): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi Beli” pada area level 1735 – 1760, dengan target harga secara bertahap di level 1780, 1880 dan 1980. Support: 1735 & 1705.

BEEF, 

Daily (156) (RoE: -48.36%; PER: -2.19x; EPS: -71.36; PBV: 1.05x; Beta: N/A): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area level 153 – 156, dengan target harga secara bertahap di level 163 dan 190. Support: 149 & 137.

BNGA, 

Daily (1000) (RoE: 6.13%; PER: 10.42x; EPS: 99.84; PBV: 0.64x; Beta: 1.89): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi Beli” pada area 990 – 1000, dengan target harga secara bertahap di level 1030, 1060 and 1185. Support: 990 & 935.

MNCN, 

Daily (1230) (RoE: 12.79%; PER: 10.07x; EPS: 122.09; PBV: 1.28x; Beta: 1.84): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

“Akumulasi Beli” pada level 1205 – 1230, dengan target harga secara bertahap di 1275, 1320, 1430, 1535 dan 1620. Support: 1185 & 1105.

UNVR, 

Daily (7025) (RoE: 92.42%; PER: 36.78x; EPS: 190.32; PBV: 34.04x; Beta: 0.43): Adapun indikator RSI mulai menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold sehingga peluang terjadinya fase bullish consolidation pada pergerakan harga saham terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area level 6925 – 7025, dengan target harga secara bertahap di level 7175, 7300, 7375 dan 7725. Support: 6850 & 6750.

Update HargaKomoditas dan Indeks | 14 Januari 2021


S&P 500 and Nasdaq close slightly higher, led by tech shares

The S&P 500 and Nasdaq Composite closed slightly higher on Wednesday, led by tech shares, as traders kept an eye on interest rates, the political uncertainty coming out of Washington and a still raging pandemic.


Dow.......31061     -8.2        -0.03%

Nasdaq..13129   +56.5     +0.43%

S&P 500..3810    +8.7        +0.23%

 

FTSE...... .6746    -8.8          -0.65%

Dax........13940    +14.7       +0.11%

CAC........5663      +11.7       +0.21%


Nikkei....28457    +292.3    +0.17%

HSI.........28237    -41.2       -0.15%

Shanghai .3599   -9.7          -0.27%

ST Times..2978  +0.3         +0.01%


IDX....6395.67  +12.73       +0.20%

LQ45...996.44   -4.58          -0.46%


JAKMIND....1185.57   +33.39    +2.90%

JAKCONS....1857.79   -24.07     -1.28%

JAKTRADE....814.03   +5.72      +0.71%

JAKBIND........996.63  +15.26    +1.55%

JAKAGRI.....1537.43   +5.58      +0.36%

JAKFIN........1469.33   +2.54      +0.17%

JAKPROP......414.65    +0.61      +0.15%

JAKINFR......1050.71   +7.98      +0.77%

JAKMANU...1393.22   +5.34      +0.39%   

JAKMINE...2221.15   +88.93    +4.17%

 

Indo10Yr...6.3984   -0.0037    -0.06%

ICBI.....311.6136     -0.0983    -0.03%

US10Yr....1.0880    -0.0500    -4.39%

VIX...........22.21      -1.12        -4.80%

  

USDIndx .....90.3450  +0.3010 +0.33%

Como Indx....175.19  +0.24      +0.14%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........136.25  +0.01     +0.01%



IndoCDS.....72.178  +0.449   +0.617%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14060.00  -70.00      -0.50%

Jisdor....14109    -122          -0.86%



Euro.........1.2162  -0.0044   -0.36%


TLKM.......24.73     -0.08    -0.32%

(3489)

EIDO........24.66     +0.04    +0.16%

EEM.........54.62     +0.12    +0.22%


Oil............52.86         -0.46      -0.86%

 Gold .......1844.70    -10.90    -0.59%

Timah.....20935.00   -40.00    -0.19%

Nickel.....17680.00   +7.50     +0.04%

 

Coal price..87.30    +0.80       +0.92%

(Jan/Newcastle) 

Coal price..89.65    -0.85        -0.94%

(Feb/Newcastle)

Coal price...70.15   -0.35        -0.50%

(Jan/Rotterdam) 

Coal price...72.40   -1.60        -2.16%

(Feb/ Rotterdam)

 

CPO(Mar).......3689   -13        -0.35%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........524.25    +7.00    +1.35%

SoybeanOil...42.18   -0.44     -1.03%

Wheat....... 659.25    -5.50     -0.83%


Wood pulp. 4562.50  +112.50  +2.53%


( DE/ Phintraco(AT)  14-01-21)