[WIKA] PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Lunasi Komodo Bond 5,4 Trilyun


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah melunasi kewajiban obligasi global, Komodo Bond sebesar Rp 5,4 triliun.

Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu mengatakan, keberhasilan pelunasan Komodo Bond tersebut ditopang oleh beberapa aspek. Diantaranya keuangan perusahaan yang sehat, kepercayaan publik pada penerbitan obligasi, serta dukungan dari institusi keuangan.

“Kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban masih sangat terjaga. Ditopang dengan model bisnis yang terintegrasi, WIKA layak menjadi pilihan investor, owner proyek, para mitra kerja, serta publik," terangnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/2).

Kata Ade, keberhasilan melunasi kewajiban obligasi global ini diharapkan dapat menjadi stimulan motivasi bagi BUMN lain.

WIKA menerbitkan obligasi global berdenominasi rupiah (Komodo Bond) di London Stock Exchange’s International Securities Market (ISM) pada 2018 lalu. Komodo Bond WIKA kala itu mendapatkan permintaan sebesar 2,5x (oversubscribed).

Hal itu menunjukkan kekuatan profil risiko WIKA serta minat para investor global untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia.

Profil investor global yang berminat terhadap Komodo Bonds WIKA sejumlah 67% berasal dari Asia, 13% dari Eropa dan Timur Tengah, 10% dari Amerika Serikat dan 10% dari investor dalam negeri, Indonesia.

Komodo Bonds WIKA dengan tenor 3 tahun ini mampu menghimpun dana sebesar Rp 5,4 triliun dengan kupon sebesar 7,7% per tahun. Komodo Bonds tersebut mendapatkan dukungan dari investor global dan mencapai oversubscribed sebanyak 2,5 kali. Dana yang diperoleh digunakan untuk investasi dan pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Sumber: KONTAN

[CTRA] PT Ciputra Development Tbk Bakal Ubah Profil Utang


PT Ciputra Development Tbk (CTRA) bakal mengubah profil utang. Strategi ini ditandai dengan pencatatan medium term notes (MTN) baru di bursa Singapura (SGX) untuk mengganti MTN lama.

Tulus Budi Santoso, Direktur CTRA menyebut, pihaknya baru saja mencatatkan MTN senilai S$ 100 juta atau setara sekitar Rp 1,06 triliun. "Ini untuk melunasi MTN yang akan jatuh tempo September mendatang," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (2/2).

MTN yang bakal CTRA lunasi adalah MTN senilai S$ 150 juta yang diterbitkan September 2017. Jika jatuh temponya pada September 2021, maka tenor MTN ini selama empat tahun.

Sedangkan tenor MTN baru selama lima tahun dan akan jatuh tempo pada 2026. Meski lebih panjang satu tahun, namun MTN baru CTRA sedikit lebih mahal.

Kuponnya sebesar 6% per tahun. Sedangkan kupon MTN lama sebesar 4,85% per tahun.

Asal tahu saja, baik MTN lama dan baru tersebut merupakan bagian dari perjanjian multicurency MTN yang CTRA dan DBS Bank tandatangani pada 2015.

Awalnya, plafon MTN tersebut hanya sebesar S$ 200 juta. Seiring berjalannya waktu, plafonnya ditingkatkan menjadi maksimal S$ 400 juta.

DBS Bank masih menjadi joint bookrunner sekaligus global coordinator untuk penerbitan MTN baru, berkolaborasi dengan Mandiri Securities Pte. Ltd. sebagai joint bookrunner.

Fitch menyematkan rating B+ untuk MTN baru tersebut.


Sumber: KONTAN

[TOTL] PT Total Bangun Persada Tbk Targetkan Kontrak Baru 2 Trilyun di Tahun 2021


PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) percaya diri menghadapi tahun 2021. Karena itu, perusahaan konstruksi ini menargetkan dapat memperoleh kontrak baru sebesar Rp 2 triliun di tahun ini.

Asal tahu saja, target tersebut naik 138,94% dibanding perolehan kontrak baru TOTL di tahun lalu yang hanya Rp 837 miliar. 

Sekretaris Perusahaan TOTL Mahmilan Sugiyo mengatakan, prospek bisnis konstruksi masih menjanjikan. Karena itu TOTL berharap, pemulihan ekonomi bisa menjadi katalis yang berdampak positif bagi bisnis perusahaan.

“Perusahaan berharap perolehan meningkat tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap pertumbuhan ekonomi nasional dan global memberi dampak yang positif di sektor properti,” kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (2/2).

Menurut Mahmilan, TOTL masih akan berfokus pada sektor konstruksi bangunan gedung bertingkat, sejalan dengan kompetensi perusahaan. Karena itu, TOTL belum ada rencana menggarap sektor infrastruktur seperti jalan ataupun jembatan.

Untuk mengejar target perolehan kontrak, saat ini TOTL tengah mengikuti beberapa tender sejumlah proyek swasta. Beberapa di diantaranya meliputi proyek bangunan apartemen, pusat perbelanjaan dan bangunan multi fungsi. 

Mahmilan tidak merinci nama proyek ataupun nilai proyek-proyek yang dimaksud. Yang terang, saat ini proyek-proyek tersebut masih berada dalam tahap tender.

Selain membidik proyek-proyek bangunan gedung bertingkat, TOTL juga membuka opsi untuk menjajaki proyek lelang Rusun Cisaranten, Bina Harapan yang dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian PUPR menyebut bahwa ada sebanyak 25 proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang siap dilelang (ready to offer) di tahun ini. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR yang berlangsung Senin (1/2) lalu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D. Heripoerwanto mengungkapkan bahwa ke-25 proyek KPBU siap lelang tersebut memiliki nilai investasi hingga Rp 286,8 triliun. Proyek Rusun Cisaranten, Bina Harapan sendiri diestimasi memiliki biaya Rp 1,1 triliun.

“Minat (menggarap proyek rusun Cisaranten) jelas ada, kalau memang harga dan kualitas cocok. Lihat nanti saja,” ujar Mahmilan.

Sambil menjajaki peluang-peluang yang ada, TOTL juga tengah menggarap proyek-proyek bangunan gedung bertingkat. Beberapa di antaranya meliputi proyek bangunan edukasi, hotel, perkantoran, industrial, pusat perbelanjaan, dan apartemen. 

Untuk menunjang kegiatan bisnis perusahaan, TOTL menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 3 miliar dari kas internal perusahaan untuk perawatan aset tetap seperti peralatan proyek dan peralatan IT, dan software.

“Capex kami tidak besar,” pungkas Mahmilan.


Sumber: KONTAN

[WOOD] PT Integra Indocabinet Tbk Percaya Diri Sambut Tahun 2021


PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) percaya diri menyambut tahun 2021. Karena itu, WOOD pun menargetkan penjualan tahun ini bisa naik 20% karena potensi peningkatan permintaan dari Amerika Serikat (AS).

Corporate Secretary & Head of Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra menjelaskan, beberapa katalis positif yang mendorong pertumbuhan penjualan adalah meningkatnya penjualan rumah di AS khususnya di area sub urban. 

Menurut dia, dengan pemberlakuan work from home (WFH) menyebabkan, banyak masyarakat tengah kota yang pidah ke area sub-urban dengan biaya hidup yang lebih rendah.

"Tentunya hal ini mendorong naiknya permintaan furnitur dan building component. Selain itu, banyak pembeli asal AS yang berpindah dari China ke negara lain khususnya Indonesia," paparnya kepada kontan.co.id, Selasa (2/2).

Perlu diketahui, sebelumnya China merupakan eksportir terbesar untuk furnitur ke pasar AS. Adapun impor hampir mencapai 50% dari total impor furnitur pasar Negeri Paman Sam. 

"Tentunya buyer-buyer AS yang berpindah dari China ke negara lain seperti Indonesia sangat menguntungkan perusahaan sebagai perusahaan furnitur dan building component terbesar di Indonesia," lanjutnya.

Dari sana, WOOD membidik pertumbuhan pendapatan 20%. Adapun sepanjang tahun lalu, WOOD menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun. 

Guna mencapai target tersebut, Wendy menyebutkan tahun ini fokus perusahaan adalah meningkatkan utilisasi produksinya yang mana kapasitasnya telah ditambahkan pada tahun lalu. "Utilisasi untuk furnitur saat ini sekitar 70%-80% dan untuk building component sekitar 60%," jelas dia. 

Oleh sebab itu, tahun ini WOOD juga tidak menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) yang terlalu besar. "Capex yang dianggarkan untuk tahun ini sekitar Rp 60 miliar - Rp 70 miliar yang bersumber dari pinjaman bank dan kas internal," pungkas dia. 

Sekedar mengingatkan, kapasitas produksi millwork sebesar 113.520 meter kubik per tahun. Selain itu, WOOD juga tercatat telah menuntaskan lini produksi wooden blind sebesar 13.200 meter kubik per tahun dan meningkatkan kapasitas produksi plywood menjadi sebesar 44.000 meter kubik per tahun di 2019.

Pada 2019, WOOD juga mulai meluncurkan lini produksi millwork dengan kapasitas sebesar 113.520 meter kubik per tahun. Dengan begitu, kapasitas produksi building component perusahaan telah mencapai 213.720 meter kubik per tahun.


Sumber: KONTAN

[KLBF] PT Kalbe Farma Tbk Pertahankan Rasio Pembayara Dividen 45-55%


PT Kalbe Farma Tbk. menyatakan kebijakan dividen perseroan tidak akan mengalami perubahan kendati kinerja perseroan tahun lalu cukup tertekan akibat dampak pandemi Covid-19. Rasio pembayaran dividen akan dipertahankan di kisaran 45 persen hingga 55 persen.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernardus Karmin Winata mengatakan pendapatan perseroan sepanjang 2020 diproyeksi tumbuh 2 persen. Dia mengimbuhkan, perseroan tetap bersyukur di tengah situasi pandemi yang serba sulit, perseroan mampu mencatat pertumbuhan kinerja.

“Kalau melihat keadaan makro di Indonesia yang kemungkinan growth negatif, saya perkirakan Kalbe tumbuh sekitar 2 persen dan kita sangat bersyukur,” ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Untuk diketahui, emiten bersandi saham KLBF itu belum merilis laporan tahunan 2020 karena masih dalam proses penyusunan. Namun, kinerja KLBF tahun lalu bisa tergambar pada periode sembilan bulan 2020.

Per akhir September 2020, Kalbe Farma mencatat pertumbuhan pendapatan 1,6 persen secara tahunan menjadi Rp17,09 triliun. Adapun laba bersih naik 5,84 persen ke posisi Rp2,03 triliun.

“Untuk 2020 kemungkinan bottom line ‘[laba bersih] tumbuh sekitar 7,8,9 persen. Dividend policy kita sama, payout ratio 45 persen sampai 55 persen,” jelas Bernardus.

Untuk diketahui, KLBF merupakan salah satu emiten yang dikenal royal membagikan dividen kepada pemegang saham. Sejak 2009 hingga 2019, rasio pembayaran dividen berkisar 26 persen hingga 37,3 persen. 

Pada 2020, KLBF membagikan 37,3 persen laba tahun buku 2019 sebagai dividen kepada pemegang saham. Dividen yang dibagikan setara Rp20 per saham.

Pada perdagangan kemarin (2/2/2021), saham KLBF menguat 30 poin atau 2,01 persen ke level 1.520. Total perdagangan saham KLBF mencapai 73,43 juta lembar dengan nilai transaksi Rp111,75 miliar.


Sumber: BISNIS

[WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk Target Ekspor Kuartal II 2021


Emiten yang bergerak di sektor peternakan ayam terintegrasi PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) menargetkan melakukan ekspor mulai kuartal II/2021.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Widodo Makmur Unggas Tri Mahawijaya Herlambang menyatakan tahun ini perseroan akan merealisasikan rencana ekspor ke negara tetangga. Apalagi kelengkapan dokumen dan fasilitas produksi yang telah dibangun WMUU berstandar dan bersertifikat internasional.

"Paling tidak di kuartal II/2021 atau kuartal III/2021, kita sudah mulai ekspor ke negara tetangga," paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/2/2021).

Saat ini fasilitas pabrik WMUU dari breeding farm, commercial, hatcery, slaughterhouse sudah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sehingga untuk persyaratan ekspor sudah terpenuhi dan  bisa segera merealisasikannya.

Widodo Makmur Unggas resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Dalam debut perdananya, saham WMUU melesat naik ke posisi Rp242 per saham, dari harga penawaran umum perdana di angka Rp180 per saham.

Saham WMUU juga masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam surat tersebut, OJK telah menerbitkan satu keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-03/D.04/2021 tentang Penetapan Saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk sebagai Efek Syariah pada tanggal 22 Januari 2021.

Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana mengatakan sejauh ini perusahaan tidak merevisi target pendapatan maupun laba bersih sampai akhir tahun 2021, walaupun alokasi belanja modal diturunkan Rp400 miliar menjadi Rp1,5 triliun dari target semula Rp1,9 triliun.

Sebab yang diturunkan adalah volume kapasitas ayam broiler dari 7,7 juta broiler menjadi 6,4 juta broiler. Kendati demikian, WMUU tetap bisa memenuhinya dengan membeli live bird dari luar.

“Capex on progress, pendapatan masih dalam posisi tidak akan dikoreksi. Di sisi lain, kita masuk dalam saham syariah,” kata Tumiyana.

Penggunaan dana capex masih sesuai rencana untuk memenuhi fasilitas produksi, merampungkan pabrik pakan ternak yang ada di Ngawi pada kuartal IV/2021, dan peningkatan volume ayam broiler. Proporsi pendanaan untuk memenuhi ekspansi tahun ini berasal dari IPO, dan juga internal.

Pada posisi tersebut, menurut Tumiyana, rasio keuangan perusahaan masih sangat bagus. Sampai akhir tahun 2021, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) diperkirakan di angka 1,9 kali-2 kali.

Jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri (gearing ratio) antara 0,9 kali sampai 0,95 kali. Kinerja perseroan juga akan terus tumbuh dengan menaikkan kapasitas rumah potong hewan unggas sebanyak 25.500 ekor per jam.

"Jadi kaidah keuangan itu masih kita penuhi dengan asumsi capex Rp1,5 triliun. Nanti di tahun 2022 seiring dengan peningkatan kapasitas maka total capex spending masih bisa landing lagi,” jelas dia.

Tumiyana juga menekankan bahwa WMU fokus pada lini bisnis downstream melalui ayam karkas. Saat ini harga karkas relatif stabil dengan rerata Rp31.200 per kilogram.

Hal ini membuktikan bahwa strategi dari Widodo Makmur Unggas sejalan dengan apa yang ada di lapangan. Manajemen akan tetap berkomitmen terhadap program yang telah disusun.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi menegaskan bahwa penurunan capex tidak akan mengurangi target pendapatan pada 2021 sebesar Rp4,3 triliun. Sebab, pendapatan mature perseroan berasal dari RPA yang masih sesuai rencana.

"Dukungan untuk landbank bisa diperoleh dari free market," jelas dia.


Sumber: BISNIS

Rekomendasi Saham WIKA, PTPP dan WSKT oleh Mirae Asset Sekuritas | 3 Februari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Februari 3, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,043.84(-3.09%), Test Resistance at 6,133.  Trading range 5,979 – 6,133. Indikator MFI optimized.dan indikator RSI optimized cebderung naik.  Pada periode  weekly terlihat. Indikator MFI optimized sudah berada di oversold area. dan Stochastic%D optimized cenderung naik. Daily support di 5,979 dan daily resistance di 6,133. Cut loss level di  5,940.

WIKA Daily, 1,905(-4.75%), trading buy, trading range 1,895 – 2,040. Indikator MFI optimized dan RSI optimized cenderung naik. Daily support di  1,895 dan daily resistance di 2,040. Cut loss level di 1,830.

PTPP Daily, 1,670 (-6.96%), trading buy, trading range 1,680 – 1,800. Indikator MFI optimized dan indikator  RSI  optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  di  1,680  dan daily resistance di 1,800. Cut loss level di 1,650.

WSKT Daily, 1,400 (-6.67%), trading buy, trading range 1,360 – 1,510. indikator MFI optimized dan RSI Optimized cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,360 dan daily resistance terdekat di 1,510. Cut loss level di 1,360.

Ulasan Pasar Global | 3 Februari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Feb 3, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall Street melonjak dalam dua hari; Amazon mengatakan Bezos mundur dari peran CEO

Bursa AS ditutup menguat tajam untuk hari kedua berturut-turut pada hari Selasa, dibantu oleh keuntungan di Amazon.com dan Google-parent Alphabet menjelang hasil mereka dan oleh optimisme atas kemajuan paket bantuan pandemi AS.

Dow Jones naik 475,57 poin atau 1,57% menjadi 30.687,48. S&P 500 naik 52,45 poin atau 1,39% menjadi 3.826,31. Komposit Nasdaq menambahkan 209,38 poin atau 1,56% menjadi 13.612,78.

Sementara Amazon.com Inc mengakhiri sesi reguler naik 1,1%, perusahaan mengejutkan investor setelah bel dengan berita bahwa Jeff Bezos akan pindah ke peran ketua eksekutif di kuartal ketiga dan digantikan oleh kepala Amazon Web Services Andy Jassy sebagai kepala eksekutif petugas. Sahamnya datar dalam perdagangan setelah jam kerja, bahkan ketika Amazon.com mengalahkan perkiraan untuk penjualan kuartal liburan. Saham Alphabet melonjak lebih dari 6% setelah bel setelah laporan pendapatannya. Saham mengakhiri sesi reguler naik 1,4%.

Eropa

Bursa Eropa naik karena harapan pemulihan, LVMH memimpin

Bursa Eropa naik pada hari Selasa di tengah harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat, dengan beberapa data pertumbuhan ekonomi yang optimis dan prospek yang menggembirakan pada nama-nama besar seperti Airbus dan LVMH menempatkan indeks pan-regional pada jalur untuk menghapus kerugian besar dan kuat minggu lalu.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup lebih tinggi 1,3% menjadi 405,92.

Data awal pada hari Selasa menunjukkan ekonomi zona euro mengalami kontraksi kurang dari yang diharapkan pada kuartal keempat tahun 2020 karena ekonomi besar Jerman dan Spanyol masih melakukan sedikit ekspansi. Pemilik merek mewah LVMH dan Kering masing-masing melonjak 3,4% dan 1% setelah broker Berenberg merekomendasikan saham tersebut, mencatat pendorong struktural jangka panjang dari permintaan produk mewah tetap utuh.

Rekomendasi Saham ERAA, ICBP dan ISAT | 3 Februari 2021


IHSG (5.970 – 6.120) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.120 kemudian 6.195 dengan support di level 5.970 dan 5.900.

ERAA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.620 dengan resist di level 2.800 kemudian 2.910.

ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.750 kemudian 10.000 dengan support di level 9.250, cut loss jika break 9.000.

ISAT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 5.600 kemudian 5.825 dengan support di level 5.150, cut loss jika break 4.930.


XIIT (Sell) : Target penurunan harga pada level 510 kemudian 504 dengan resist di level 522, kemudian 528.

XMTS (Sell) : Target penurunan harga pada level 444 kemudian 434 dengan resist di level 464, kemudian 474.

XIJI (Sell) : Target penurunan harga pada level 630 kemudian 619 dengan resist di level 652, kemudian 663.


Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbqxa

Analisa Saham TLKM | 3 Februari 2021


Analisa Saham TLKM

Saham TLKM pada tanggal 2 Februari 2021 ditutup menguat tipis pada harga 3270, naik 1,23%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 85% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Investor asing terlihat melakukan aksi beli sebesar 76 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli hanya jika di atas 3330

Jika naik di atas 3400 maka berpeluang ke 3500-3600

Jika turun di bawah 3250 maka berpeluang ke 3180-3000

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham BTPS | 3 Februari 2021


Analisa Saham BTPS

Saham BTPS pada tanggal 2 Februari 2021 ditutup menguat pada harga 3600 , naik 1,40%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 64% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Investor asing terlihat melakukan aksi beli sebesar 4,6 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway Up, Trading Buy jika di atas 3570

Jika naik di atas 3870 maka berpeluang ke 4070

Jika turun di bawah 3470 maka berpeluang ke 3270

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham ANTM | 3 Februari 2021


Analisa Saham ANTM

Saham ANTM pada tanggal 2 Februari 2021 ditutup melemah pada harga 2420, turun -6,92%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 43% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish dengan pelemahan. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish dengan penguatan.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 19,482 milyar pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2650

Jika naik di atas 2900 maka berpeluang ke 3400

Jika turun di bawah 2350 maka berpeluang ke 2050

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham AKRA, ELSA, LSIP dan WSKT oleh MNC Sekuritas | 3 Februari 2021


MNC Daily Scope Wave

3 Februari 2021

Pada perdagangan kemarin (2/2), IHSG ditutup terkoreksi 0,39% ke level 6,043 dan penguatan IHSG pun sudah mengenai target minimal wave B yang kami berikan kemarin. Selama IHSG tidak terkoreksi kembali ke bawah 5,735, maka kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk membentuk akhir wave B dari wave (4) ke area 6,200.

Support: 5,920, 5,560

Resistance: 6,280, 6,505

AKRA - Buy on Weakness (3,240)

AKRA ditutup menguat cukup signifikan sebesar 8% ke level 3,240. Kami perkirakan posisi AKRA saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (Y), sehingga AKRA berpeluang untuk melanjutkan penguatannya dan akan lebih terkonfirmasi apabila AKRA menguat di atas 3,600.

Buy on Weakness: 2,950-3,200

Target Price: 3,500, 3,800

Stoploss: below 2,800

ELSA - Buy on Weakness (366)

Pada perdagangan kemarin (2/2), ELSA ditutup terkoreksi 1,6% ke level 366. Posisi ELSA saat ini kami perkirakan berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B]. Hal tersebut berarti, ELSA masih berpeluang untuk menguat.

Buy on Weakness: 346-366

Target Price: 406, 450

Stoploss: below 334

LSIP - Buy on Weakness (1,320)

Pada penutupan kemarin (2/2), LSIP ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 5,4% ke level 1,320. Diperkirakan LSIP saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari (3), sehingga LSIP berpeluang berbalik arah untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,270-1,320

Target Price: 1,500, 1,600

Stoploss: below 1,220

WSKT - Sell on Strength (1,400)

WSKT ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 6,7% dan ditutup di level 1,400. Kami perkirakan saat ini posisi WSKT sedang berada pada bagian dari wave (B), sehingga pun berbalik menguat maka penguatannya relatif pendek dan rentan koreksi ke bawah 1,320. Adapun rentang koreksi WSKT berada pada area 1,040-1,240.

Sell on Strength: 1,450-1,700

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 3 Februari 2021


Dow jumps 220 points, rebounds from worst week since October as market looks past trading mania

Stocks jumped on Monday, the first session of February, as Wall Street appeared to shake off concerns about a speculative retail trading mania that largely drove the market’s worst weekly sell-off since October.


Dow.......30688   +475.6   +1.57%

Nasdaq..13613  +209.4   +1.56%

S&P 500..3826   +52.5      +1.39%

 

FTSE...... .6517   +50.2     +0.78%

Dax........13835   +213.1   +1.56%

CAC........5563     +101.4   +1.86%


Nikkei....28362    +271.1     +0.97%

HSI........29249     +355.8     +1.23%

Shanghai .3534   +28.4        +0.81%

ST Times..2917   +20.97     +0.72%


IDX..6043.84   -23.70        -0.39%

LQ45..936.71   -8.60          -0.91%


JAKMIND...1058.99    -5.84      -0.55%

JAKCONS...1745.11  +19.84   +1.15%

JAKTRADE..824.78    +0.24     +0.03%

JAKBIND......978.38   +6.05     +0.62%

 JAKAGRI..1410.49    -18.01     -1.26%

JAKFIN.. ..1357.21     -11.50     -0.84%

JAKPROP....373.30     -6.24       -1.64%

JAKINFR....1013.57   +1.68      +0.17%

JAKMANU..1319.50   +9.07     +0.69%   

JAKMINE..1956.94   -62.72    +3.11%

 

Indo10Yr.6.3537    -0.0473    -0.73%

ICBI....314.0813    +0.7503    +0.24%

US10Yr.....1.1050   +0.0280    +2.60%

VIX..........25.56     -4.68        -15.48%

  

USDIndx .....91.0480  +0.0380  +0.04%

Como Indx....178.02  +0.79       +0.45%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN........132.08  -0.47        -0.35%



IndoCDS....73.109    -2.089    -2.779%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14025.00  +2.50       +0.02%

Jisdor....14044    +2             +0.01%



Euro.........1.2044  -0.0018    -0.15%


TLKM.......23.55    +0.35       +1.51%

(3307)

EIDO.......23.49     -0.08        -0.34%

EEM.........55.46    +0.71        +1.30%


Oil..........54.76        +1.21      +2.26%

Gold ...1833.40       -30.50     -1.64%

Timah...22997.50    -85.00      -0.37%

Nickel....17725.00   -162.50    -0.91%

 

Coal price....85.00    -0.65      -0.76%

(Feb/Newcastle) 

Coal price...82.00   -2.15     -2.55%

(Mar/Newcastle)

Coal price....65.40    -0.20     -0.30%

(Feb/Rotterdam) 

Coal price ...63.95    -1.05     -1.62%

(Mar/ Rotterdam)

 

CPO(Apr).....3489    -92        -2.63%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........544.00   -6.25     -1.14%

SoybeanOil...44.32 -0.65     -1.45%

Wheat....... 644.75  -6.25     -1.14%


Wood pulp.5200.00  +50      +0.97%


( DE/ Phintraco(AT)  03-02-21)