Tampilkan postingan dengan label Saham TOTL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham TOTL. Tampilkan semua postingan

Analisis Saham TOTL | 19 September 2023

Analisis Saham TOTL


TOTL mengalami technical correction dan penurunannya mencapai area swing low 368. Jika kita cermati, terdapat 2 area swing low yang berdekatan 344 & 360(panah hitam) yang artinya area ini menjadi level support kuat.
Selama TOTL mampu bergerak di area support kuatnya, masih ada peluang bagi saham ini untuk bergerak rebound dengan target kenaikan menuju swing high 438 dengan minor target 406.

Trading plan

Swing trading. Speculative buy on weakness di area 344 – 360. Sell on strength jika berhasil mencapai ataupun mendekati area swing high 406 – 438. Cutloss jika TOTL tidak mampu bertahan di atas area swing low 344.
Disclaimer ON
Sumber: galerisaham-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Lio Sudarto Tambah Kepemilikan Saham TOTL


Lio Sudarto selaku Direktur PT. Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 18 Juli 2023.

Anggie R.V. Sanusi Sidharta, Corporate Secretary TOTL dalam keterangan tertulisnya (20/7) menyampaikan bahwa Lio telah membeli sebanyak 200.000 lembar saham TOTL di harga Rp362 per saham senilai Rp72,4 juta.

Sebagai informasi, Lio Sudarto pernah membeli sebanyak 150.000 lembar saham TOTL di harga Rp348 per saham pada tanggal 10 Juli 2023.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Pribadi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Lio Sudarto di TOTL bertambah menjadi 2,31 juta lembar saham setara dengan 0,068% dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,1 juta lembar saham setara dengan 0,062%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Lio Sudarto Tambah Kepemilikan Saham TOTL


Lio Sudarto selaku Direktur PT. Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 10 Juli 2023.

Anggie R.V. Sanusi Sidharta, Corporate Secretary TOTL dalam keterangan tertulisnya (11/7) Lio menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 150.000 lembar saham TOTL di harga Rp348 per saham senilai Rp52,2 juta.

Sebagai informasi. Lio Sudarto pernah membeli sebanyak 200.000 lembar saham TOTL di harga Rp344 per saham pada tanggal 10 Mei 2023.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Pribadi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Saleh Lio Sudarto di TOTL bertambah menjadi 2,11 juta lembar saham setara dengan 0,062% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,96 juta lembar saham setara dengan 0,0576%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Saleh Tambah Kepemilikan Saham TOTL Di Harga Rp338 Per Saham


Saleh selaku Direktur PT. Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 18 April 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Anggie R.V. Sanusi Sidharta, ST. Corporate Secretary TOTL Kamis (4/5) menyampaikan bahwa Saleh telah membeli sebanyak 400.000 lembar saham TOTL di harga Rp338 per saham senilai Rp135,2 juta.

Sebagai informasi, Saleh juga pernah membeli sebanyak 700.000 lembar saham TOTL di harga Rp344 per saham pada tanggal 18 April 2023.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Pribadi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Saleh di TOTL bertambah menjadi 3,08 juta lembar saham setara dengan 0,0791% dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,68 juta lembar saham setara dengan 0,079%. (end)
Sumber: iqplus
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Saleh Tambah Kepemilikan Saham TOTL Di Harga Rp308-rp310 Per Saham


Saleh selaku Direktur PT. Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 dan 17 Maret 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Anggie R.V. Sanusi Sidharta, ST. Corporate Secretary TOTL (18/3) menyampaikan bahwa Saleh telah membeli sebanyak 150.000 lembar saham TOTL di harga Rp308-Rp310 per saham.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Pribadi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Saleh di TOTL bertambah menjadi 1,98 juta lembar saham setara dengan 0,058% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,83 juta lembar saham setara dengan 005392%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Total Bangun Persada (TOTL) Optimistis Raih Pendapatan Rp2,3 Triliun


PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menargetkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 2,3 triliun pada 2023. Optimisme ini sejalan dengan tren kenaikan permintaan kontrak proyek konstruksi bangunan.

Manajemen TOTL menyebutkan dengan pendapatan tersebut, perseroan dapat mengantongi laba bersih hingga Rp 95 miliar. Untuk memuluskan rencana ini, perseroan akan fokus pada spesialisasi yang dimiliki, yakni konstruksi bangunan premium bertingkat tinggi. "Di samping itu, perseroan juga tetap akan berupaya menjaga cash flow dengan hati-hati," jelas manajemen.

Lebih lanjut, dia mengatakan, manajemen mengungkapkan kini tengah terlibat ke dalam beberapa proses tender dengan pipeline mencapai Rp 10 triliun. Tender tersebut meliputi bangunan perkantoran, industri, apartemen, mixed-  used , hotel, data center, pendidikan, dan hingga Rumah Sakit.

Terkait belanja modal atau capital expenditure (capex). Pada tahun depan, perseroan mengalokasikan belanja capex sebesar Rp 3 miliar. Rencananya, dana itu akan digunakan untuk peralatan proyek, peralatan IT, & software IT.

Total Bangun Persada berhasil mencatatkan perolehan kontrak senilai Rp 2,2 triliun sampai dengan Oktober 2022. Angka tersebut telah melampaui target kontrak yang ditetapkan untuk tahun 2022 senilai Rp 2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Anggie S Sidharta menjelaskan, nilai kontrak yang diperoleh perseroan sampai dengan akhir Oktober 2022 sekitar Rp 2,2 triliun dengan proyek yang ditangani berupa gedung multi fungsi (mixed use), perkantoran, edukasi, hotel, pusat perbelanjaan, dan industri.

Sedangkan kinerja keuangan perseroan sampai September 2022, Total mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 1,74 triliun sampai kuartal III-2022, naik 28,32% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,36 triliun. Dengan jumlah laba kotor hingga kuartal III-2022 sebesar Rp 210 miliar atau naik 27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 166 miliar.

Selain itu,TOTL akan mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun pada 2023. "Target perolehan kontrak baru tahun 2023 adalah sebesar Rp 2,6 triliun. Dengan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun, serta laba bersih sebesar Rp 95 miliar," ujar Sekretaris Perusahaan Total Bangun Anggie S Sidharta.

Hingga saat ini, Anggie menambahkan proyek yang ditangani berupa gedung multi fungsi (mixed use), perkantoran, edukasi, hotel, pusat perbelanjaan, dan industri. Dengan nilai proyek yang sedang dihitung oleh perseroan saat ini sebesar Rp 10 triliun. Di mana proyek swasta mendominasi portofolio perseroan.Dengan rinciannya, perkantoran 27%, industri 24%, apartemen 22%, bangunan multi fungsi 15%, hotel 6%, pusat data 3 p%, edukasi 2% dan rumah sakit 1 %.

"Manajemen sedang mengikuti proses tender untuk mendapatkan proyek tersebut tetapi keputusan masih belum diambil,nilai kontrak hanya untuk estimasi, angka akhir dapat bervariasi," papar Anggie.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Total Bangun Persada Targetkan Raihan Kontrak Baru Rp2,6 Triliun Pada 2023


PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun Pada tahun 2023. Hal itu disampaikan Presiden Direktur Total Bangun Persada, Janti Komadjaja, dalam Public Expose, yang digelar secara virtual, Kamis (10/11/2022).

Janti menuturkan, Perseroan akan mengikuti proses tender dengan pipeline yang ada mencapai sebesar Rp 10 triliun. "Tender tersebut yakni meliputi proyek pembangunan gedung perkantoran, industri, apartemen, data centre, pusat perbelanjaan, hotel, sekolahan, rumah sakit dan lain-lain." katanya.

Untuk tahun 2023, menurut Janti, Perseroan akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 3 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pekerjaan dan kelancaran bisnis Perseroan.

"Dana capex tahun depan yang sebesar Rp 3 miliar, akan dipergunakan untuk membeli peralatan proyek, peralatan IT dan Software," jelasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Bandarmologi Saham ISAT, CPIN, TOTL, BBCA dan ERAA | 20 Agustus 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Friday (20/08/2021) 

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


Kasus Kematian Baru Covid19 Di Indonesia (+1,492 Orang): Alih-Alih Turun Malah Kembali Naik & Merajai Chart No 1 Didunia Kalahkan USA (+566), India (+559), Brazil (+938) & Russia (+791)‼️‼️‼️


IDX Composite 5,946 - 6,067

SUMMARY: STRONG SELL‼️‼️


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): SELL‼️

STOCH (9,6,3): SELL‼️

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): HIGH VOLATILITY

ADX (14): SELL‼️

CCI (14): *OVERSOLD

HIGHS/LOW (14): SELL‼️

UO: SELL‼️

ROC: SELL‼️

WILLIAMS R: OVERSOLD

BULLBEAR (13): SELL‼️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


ISAT 5,950 - 6,300

TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL BUY 6,100

TARGET PRICE: 6,300

STOP-LOSS: 5,950


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



CPIN 6,350 - 6,700

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 6,500

TARGET PRICE: 6,700

STOP-LOSS: 6,350


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



TOTL 338 - 380

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 356

TARGET PRICE: 380

STOP-LOSS: 338


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



BBCA 32,350 - 33,700

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BUY 33,000

TARGET PRICE: 33,700

STOP-LOSS: 32,350


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ERAA 575 - 640

TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL, BUY 600

TARGET PRICE: 640

STOP-LOSS: 575


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

[TOTL] PT Total Bangun Persada Tbk Targetkan Kontrak Baru 2 Trilyun di Tahun 2021


PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) percaya diri menghadapi tahun 2021. Karena itu, perusahaan konstruksi ini menargetkan dapat memperoleh kontrak baru sebesar Rp 2 triliun di tahun ini.

Asal tahu saja, target tersebut naik 138,94% dibanding perolehan kontrak baru TOTL di tahun lalu yang hanya Rp 837 miliar. 

Sekretaris Perusahaan TOTL Mahmilan Sugiyo mengatakan, prospek bisnis konstruksi masih menjanjikan. Karena itu TOTL berharap, pemulihan ekonomi bisa menjadi katalis yang berdampak positif bagi bisnis perusahaan.

“Perusahaan berharap perolehan meningkat tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap pertumbuhan ekonomi nasional dan global memberi dampak yang positif di sektor properti,” kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (2/2).

Menurut Mahmilan, TOTL masih akan berfokus pada sektor konstruksi bangunan gedung bertingkat, sejalan dengan kompetensi perusahaan. Karena itu, TOTL belum ada rencana menggarap sektor infrastruktur seperti jalan ataupun jembatan.

Untuk mengejar target perolehan kontrak, saat ini TOTL tengah mengikuti beberapa tender sejumlah proyek swasta. Beberapa di diantaranya meliputi proyek bangunan apartemen, pusat perbelanjaan dan bangunan multi fungsi. 

Mahmilan tidak merinci nama proyek ataupun nilai proyek-proyek yang dimaksud. Yang terang, saat ini proyek-proyek tersebut masih berada dalam tahap tender.

Selain membidik proyek-proyek bangunan gedung bertingkat, TOTL juga membuka opsi untuk menjajaki proyek lelang Rusun Cisaranten, Bina Harapan yang dilelang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian PUPR menyebut bahwa ada sebanyak 25 proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang siap dilelang (ready to offer) di tahun ini. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR yang berlangsung Senin (1/2) lalu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D. Heripoerwanto mengungkapkan bahwa ke-25 proyek KPBU siap lelang tersebut memiliki nilai investasi hingga Rp 286,8 triliun. Proyek Rusun Cisaranten, Bina Harapan sendiri diestimasi memiliki biaya Rp 1,1 triliun.

“Minat (menggarap proyek rusun Cisaranten) jelas ada, kalau memang harga dan kualitas cocok. Lihat nanti saja,” ujar Mahmilan.

Sambil menjajaki peluang-peluang yang ada, TOTL juga tengah menggarap proyek-proyek bangunan gedung bertingkat. Beberapa di antaranya meliputi proyek bangunan edukasi, hotel, perkantoran, industrial, pusat perbelanjaan, dan apartemen. 

Untuk menunjang kegiatan bisnis perusahaan, TOTL menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 3 miliar dari kas internal perusahaan untuk perawatan aset tetap seperti peralatan proyek dan peralatan IT, dan software.

“Capex kami tidak besar,” pungkas Mahmilan.


Sumber: KONTAN

TOTL | TOTL CATAT NILAI KONTRAK BARU Rp1,6 TRILIUN HINGGA AWAL SEPTEMBER


IQPlus, (16/09) - PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan nilai kontrak baru sampai awal September 2019 sebesar Rp1,6 triliun atau setara 81% dari target tahun ini yang 81%.

Menurut keterangan perseroan disebutkan kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan. Perseroan sedang membangun Hotel Bencoolen di Bengkulu dan Potato Head Seminyak Bali.

Kemudian perseroan juga sedang membangun Kampus Binus Malang, orange County City Centre Residential Cikarang, Verder II Cindominiums di Jakarta, Wisma Barito Pacific 2 dan Menara Tendean Jakarta.

Kemudian proyek Apartemen Taman Permata Buana di Jakarta, Thamrin Nine di Jakarta, Hotel Mercure di BSD, The Smith di Alam Sutera, The Pakubuwono Menteng di Jakarta, BCA Foresta di Tangerang serta Trans Icon di Surabaya serta Chitaland Tower di Jakarta.

Perseroan juga mendapat proyek baru di Apartemen Garden Residences di Jakarta, Padma Hotel di Semarang, Ikea Store 3 di Bandung, renovasi Poins Square, Graha Paramitra II di Bintaro dan Surabaya Future Education Center. Perseroan juga menjalankan KSO yakni untuk The Haven Lagoi Bintan, JIEXPO di Thamrin dan PIM 3 Office dan hotel di Jakarta serta Daswin Office Tower Jakarta. (end/II)

TOTL | Total (TOTL) Yakin Bisa Gapai Target Kontrak tapi Revisi Target Laba


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski target yang diuber masih jauh, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) masih meyakini mampu mencapai target kontrak baru pada tahun ini.

Hingga Juli 2019, Total baru mengantongi kontrak anyar senilai Rp 866 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk, Mahmilan Sugiyono, mengemukakan pencapaian kontrak baru hingga Juli tahun ini berasal dari proyek bangunan premium vertikal.

Proyek terakhir TOTL adalah gedung perkantoran di kawasan Bintaro.

Perolehan kontrak anyar tersebut hanya setara 21,65% dari proyeksi kontrak baru pada tahun ini.

Berdasarkan catatan KONTAN, tahun ini TOTL mengincar kontrak baru senilai Rp 4 triliun.

Manajemen TOTL optimistis bisa menggapai target lantaran mereka sedang mengikuti lelang sejumlah proyek dengan nilai total sebesar Rp 9,9 triliun.

Meski optimistis bisa mengejar target kontrak baru, manajemen TOTL terpaksa menurunkan target pendapatan dan laba bersih pada tahun ini.

Pemicunya, ada proyek yang pengerjaannya molor akibat terganjal perizinan yang belum rampung.

Pendapatan Total Bangun Persada agak terganggu dengan adanya keterlambatan dalam memulai proses konstruksi.

"Sehingga mempengaruhi pendapatan perusahaan," sebut Mahmilan.

Menilik laporan keuangan di sepanjang semester I-2019, Total Bangun membukukan pendapatan Rp 1,36 triliun, turun tipis dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu Rp 1,37 triliun.

Pada pos laba bersih, TOTL juga mencatatkan penurunan 14% menjadi Rp 106,11 miliar dari sebelumnya Rp 123,39 miliar.

Dengan beberapa proyek yang masih belum dimulai akibat menunggu penerbitan surat izin mendirikan bangunan (IMB), maka manajemen TOTL harus merevisi target kinerja keuangan tahun ini..

Mahmilan menyebutkan target pendapatan dan laba bersih tahun ini masing-masing Rp 2,8 triliun dan Rp 210 miliar.

Proyeksi itu turun masing-masing 9,68% dan 14,29% dari target awal Rp 3,1 triliun dan Rp 245 miliar.

Meski perhelatan pemilu telah usai, manajemen TOTL mengaku hingga kini belum merasakan pertumbuhan signifikan di sektor konstruksi.

"Permintaan proyek belum menunjukkan kenaikan dibandingkan sebelum pemilu," tutur Mahmilan.

Catatan KONTAN, Total Bangun Persada mengalokasikan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) Rp 30 miliar.

TOTL akan memakai dana itu untuk membiayai alat konstruksi baru, kebutuhan perawatan dan digitalisasi. Capex 2019 lebih besar ketimbang realisasi tahun lalu Rp 24,8 miliar.

Saham TOTL | PT Total Bangun Persada Tbk Targetkan Kontrak Baru 4T Tahun 2019


PT Total Bangun Persada Tbk. menargetkan realisasi kontrak baru pada 2019 dapat mencapai Rp4 triliun, sama dengan target kontrak baru pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiyo Warsana menuturkan, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru pada 2019 dapat mencapai Rp4 triliun. Target kontrak baru pada tahun depan sama dengan tahun ini.

Adapun, target pendapatan pada tahun depan senilai Rp3,1 triliun, meningkat 19,23% dari target pendapatan pada tahun ini Rp2,6 triliun. Sementara itu, target laba bersih pada 2019 sebesar Rp245 miliar, naik 16,67% dari target tahun ini sebesar Rp210 miliar.

"Target perolehan kontrak baru 2018 juga Rp4 triliun, kebetulan sama saja. Target pendapatan Rp3,1 triliun dan target laba bersih Rp245 miliar," katanya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Hingga kuartal III/2018, perseroan mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp2,95 triliun, terdiri dari proyek non-joint operation senilai Rp2,6 triliun dan proyek joint operation senilai Rp350 miliar.

Perolehan kontrak baru hingga September 2018 tercapai 73,75% dari target 2018 sebesar Rp4 triliun. Dengan demikian kontrak order book sampai saat ini senilai Rp8,75 triliun.

Lebih lanjut, dia mengatakan proyek yang masih proses perhitungan atau tender senilai Rp9,6 triliun yang seluruhnya berasal dari proyek swasta.

"Hingga kuartal III/2018, order book TOTL (di luar proyek JO) Rp7,59 triliun. Apabila termasuk proyek JO senilai Rp8,75 triliun. Nilai kontrak baru Rp2,95 triliun terdiri dari Rp2,6 triliun (Non JO) dan Rp0,35 triliun (Proyek JO)," katanya.
http://market.bisnis.com/read/20181015/192/849583/total-bangun-persada-totl-targetkan-kontrak-baru-rp4-triliun-pada-2019

PT Total Bangun Persada Tbk. Turunkan Target Pendapatan

PT Total Bangun Persada Tbk. Turunkan Target Pendapatan


PT Total Bangun Persada Tbk. merevisi turun target pendapatan dan laba bersih pada 2018 sejalan dengan eksekusi sejumlah proyek perseroan yang mundur dari rencana semula.


Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiyo Warsana mengatakan bahwa perseroan merevisi target pendapatan tahun ini. Jumlah yang dibidik diturunkan dari Rp3,1 triliun menjadi Rp2,6 triliun.

Selanjutnya, Mahmilan mengungkapkan bahwa emiten berkode saham TOTL itu juga merevisi target laba bersih 2018. Kontraktor swasta itu menurunkan jumlah yang dibidik dari Rp250 miliar menjadi Rp210 miliar. Untuk perolehan kontrak baru, sambungnya, TOTL masih optimistis mampu menembus target Rp4 triliun pada tahun ini.

“Revisi pendapatan karena dari perolehan kontrak ada beberapa proyek yang masih terkendala pekerjaan di lapangan mostly karena perizinan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Sementara itu, Mahmilan mengatakan, perseroan memasang target konservatif untuk pertumbuhan periode 2019. Adapun, target kontrak baru yang dipasang pada tahun depan senilai Rp4 triliun.

“[Target pendapatan 2019] Rp 3,1 triliun serta laba bersih senilai Rp245 miliar,” jelasnya.

Pada 2019, pihaknya menyatakan akan tetap menyasar proyek high rise building premium. Pasalnya, segmen tersebut dinilai mendatangkan margin yang lebih tinggi bagi perseroan. “Tidak masuk ke infrastruktur karena kompetensi utama kami di high rise building,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, Total Bangun Persada mengantongi pendapatan Rp1,40 triliun. Jumlah tersebut naik 2,39% dari Rp1,37 triliun pada semester I/2017.

Kendati demikian, beban pokok pendapatan TOTL turun 3,23% secara tahunan pada semester I/2018. Dengan demikian, laba kotor kontraktor swasta tersebut masih tumbuh 2,10% secara tahunan menjadi Rp240,82 miliar.

Kemudian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TOTL tergerus 3,22% secara tahunan pada semester I/2018. Tercatat, terjadi penurunan dari Rp127,49 miliar menjadi Rp123,39 miliar.

Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasi perseroan tercatat masih defisit Rp51,13 miliar. Akan tetapi, besaran tersebut turun 34,57% dari posisi Rp78,15 miliar pada semester I/2017.

Adapun, perseroan berhasil menambah pundi kontrak baru pada Agustus 2018. Total nilai kontrak baru TOTL sampai dengan periode tersebut senilai Rp2,60 triliun. “Nilai proyek yang sedang dihitung [pipeline] oleh perseroan saat ini sebesar Rp9,60 triliun. Proyek swasta masih mendominasi portofolio,” ujarnya.

Dengan demikian, realisasi kontrak baru TOTL mencapai 65% sampai dengan Agustus 2018. Pada 2018, kontraktor swasta tersebut membidik kontrak baru Rp4 triliun.

Mahmilan mengungkapkan sejumlah proyek yang ditangani sampai dengan Agustus 2018 antara lain gedung hunian bertingkat, perkantoran, pendidikan, hotel, dan kawasan terpadu atau mixed used. Salah satu kontrak terbaru yang didapatkan yakni pekerjan mixed used di Surabaya, Jawa Timur.

"Jadi untuk Agustus 2018 ada Trans Icon Surabaya, Binus Malang, dan Fitting Out Gedung Sequis," imbuhnya.

Di sisi lain, dia menyebut serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan senilai Rp18,6 miliar. Total dana yang dialokasikan Rp50 miliar pada 2018.

Pada 2019, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp30 miliar. Rencananya, anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan peralatan proyek, peralatan IT, peralatan software, dan lain-lain.
http://market.bisnis.com/read/20180830/192/833163/total-bangun-persada-totl-revisi-target-2018

Analisa Saham TOTL | 1 Agustus 2018


FR CGS-CIMB (YU) : Total Bangun Persada
Positives matched by negatives
TOTL IJ / TOTL.JK | HOLD - Downgrade | Rp635.00 tp:Rp675.00▼
Mkt.Cap:US$150.20m | Avg.Daily Vol:US$0.03m | Free Float:38.00%
Construction
Author(s):Aurelia BARUS +62 (21) 3006 1721, Namira LAHUDDIN

--------------------------------------------------------------------------------

TOTL booked weak revenue of Rp1.4tr (-2% yoy, -20% qoq) in 1H18. Core NP in 1H18 was also weak at Rp119bn (-7% yoy, -33% qoq).   
New contracts booking for 6M18 was disappointing at Rp876bn (-41% yoy). There have been no improvements in contracts booking during 1-30 Jul 2018. 
We cut our FY18-20F new contracts forecasts by 33.1-35.9% and EPS by 8.3-12.1%.
Despite the cloudy earnings outlook, we continue to expect the company to have a resilient balance sheet with an attractive dividend yield of 6.4% in FY19F. 
Downgrade to Hold with a lower TP of Rp675, still based on -1 s.d. below its 3-year forward P/E but a lower multiple of 9.4x FY19F P/E (vs. previously 11x FY18F P/E).

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) Belanja Modal 18.6 Milyar


PT Total Bangun Persada Tbk. merealisasikan belanja modal Rp18,6 miliar pada semester I/2018 untuk memenuhi kebutuhan peralatan proyek, teknologi informasi, serta peralatan kantor.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiyo Warsana mengatakan perseroan tidak melakukan ekspansi di luar bidang usaha utama. Total dana belanja modal yang digelontorkan Rp18,6 miliar pada semester I/2018.

“Masih konservatif dan tetap fokus di proyek gedung premium swasta,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (19/7/2018).

Dengan demikian, emiten berkode saham TOTL itu telah merealisasikan 37,2% belanja modal pada 2018. Menurut catatan Bisnis.com, perseroan mengganggarkan belanja modal Rp50 miliar tahun ini.

Di sisi lain, Mahmilan mengatakan perseroan mendapat tambahan nilai kontrak baru Rp10 miliar pada Juni 2018. Dengan demikian, TOTL telah mengantongi pekerjaan baru senilai Rp876 miliar pada semester I/2018.

Adapun, realisasi tersebut setara dengan 21,9% dari target Rp4 triliun yang dipasang perseroan pada 2018.TOTL menyatakan optimistis mencapai target kontrak baru yang dipasang sejalan dengan sejumlah tender proyek besar yang tengah diikuti.

Menurut Manajemen TOTL, komposisi pekerjaan baru pada semester II/2018 masih didominasi proyek apartemen dan mixed used. Nilai kontrak yang akan diperoleh rata-rata di atas Rp500 miliar.

http://market.bisnis.com/read/20180719/192/818663/total-bangun-persada-totl-realisasikan-belanja-modal-rp186-miliar

Analisa Saham AALI, ASRI, BBCA, BSDE, SIMP dan TOTL | 28 Juni 2018


Binaartha Sekuritas memperkirakan pelemahan IHSG akan terus berlanjut,  melihat dari teknikal riset pasar hari ini, Kamis (28/06).

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.763,535 hingga 5.739,518.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.835,586 hingga 5.883,620.

Berdasarkan indikator, adapun MACD sudah membentuk pola dead cross di area negatif. Sementara itu, posisi indikator Stochastic berada di area oversold dan RSI bergerak menurun ke area oversold.

Terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan indeks saham. "Dengan demikian, pergerakan indeks masih berpotensi mengalami koreksi wajar" demikian tulis risetnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*AALI, Daily (11350) (RoE: 7.36%; PER: 15.17x; EPS: 748.32; PBV: 1.13x; Beta: 0.24):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat beberapa pola bullish inverted hammer candlestick yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Beli” pada area level 11300 – 11400, dengan target harga di level 11650. Support: 11200.

*ASRI, Daily (342) (RoE: 13.17%; PER: 5.60x; EPS: 61.12; PBV: 0.74x; Beta: 1.78):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 336 – 344, dengan target harga di level 360, 416, 474 dan 530. Support: 328.

*BBCA, Daily (21350) (RoE: 15.67%; PER: 23.64x; EPS: 902.96; PBV: 3.71x; Beta: 1.02):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 21100 – 21400, dengan target harga di level 22150 dan 23150. Support: 21000.

*BSDE, Daily (1650) (RoE: 5.43%; PER: 19.45x; EPS: 84.84; PBV: 1.06x; Beta: 1.85):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1630 – 1660, dengan target harga secara bertahap di level 1680, 1740, 1890 dan 2040. Support: 1630 & 1590.

*SIMP, Daily (500) (RoE: 2.38%; PER: 17.76x; EPS: 28.16; PBV: 0.42x; Beta: 0.68):* Saat ini, terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 494 - 505, dengan target harga secara bertahap di level 520, 580, 640 dan 700. Support: 486.

*TOTL, Daily (620) (RoE: 25.78%; PER: 7.19x; EPS: 86.20; PBV: 1.86x; Beta: 2):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 610 - 620, dengan target harga di level 640. Support: 600.

http://market.bisnis.com/read/20180628/189/810400/binaartha-sekuritas-pelemahan-indeks-berlanjut-berikut-6-saham-layak-beli

Analisa Saham BBRI, DOID, ELSA, MEDC, RALS dan TOTL | 24 Mei 2018


Binaartha Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018) menuju level resistennya.

“Indeks berpotensi menuju ke area level resisten,” kata M. Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekuritas dalam risetnya yang diterima pagi ini, Kamis (24/5/2018).

Dia mengemukakan pada perdagangan rabu (23/5/2018), IHSG berhasil ditutup menguat 0,71% di level 5.792. B

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.754,028 hingga 5.716,057. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.840,255 hingga 5.888,511.

Berdasarkan indikator daily, MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Stochastic dan RSI menunjukkan netral.

“Masih terlihat pola upward bar, yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan harga saham,” kata Nafan.

Binaartha Sekuritas pada perdagangan hari ini merekomendasi sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor,yaitu:

BBRI
Daily (2880) (RoE: 17.81%; PER: 11.88x; EPS: 242.44; PBV: 2.12x; Beta: 1.68): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 2830 – 2890, dengan target harga di level 2990. Support: 2800.

DOID
Daily (880) (RoE: 21.40%; PER: 13.46x; EPS: 66.88; PBV: 2.86x; Beta: 2.58): Saat ini, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Beli” pada level 870 – 890, dengan target harga secara bertahap di level 955, 1030, 1210 dan 1390. Support: 850.

ELSA
Daily (436) (RoE: 8.93%; PER: 11.33x; EPS: 38.84; PBV: 1.01x; Beta: 0.39): Saat ini, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 430 – 440, dengan target harga secara bertahap di level 448, 452, 458 dan 476. Support: 430 & 422.

MEDC
Daily (1200) (RoE: 5.86%; PER: 17.40x; EPS: 67.24; PBV: 1.02x; Beta: 0.74): Potensi stimulus beli terbuka lebar sejak pergerakan harga telah menguji support MA 120. “Buy” pada area level 1165 – 1205, dengan target harga secara bertahap di level 1225, 1300 dan 1375. Support: 1150.

RALS.
Daily (1345) (RoE: 1.67%; PER: 161.84x; EPS: 8.28; PBV: 2.70x; Beta: 1.53): Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Beli” pada area level 1305 - 1355, dengan target harga secara bertahap di level 1370 dan 1410. Support: 1285.

TOTL
Daily (615) (RoE: 25.78%; PER: 7.13x; EPS: 86.20; PBV: 1.84x; Beta: 2.14): Saat ini, terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 605 - 625, dengan target harga secara bertahap di level 650 dan 670. Support: 590.

Analisa Saham TOTL | 2 Mei 2018


FR CGS-CIMB (YU) : Total Bangun Persada 
First read: 1Q18 results slightly ahead
TOTL IJ / TOTL.JK | ADD - Maintained | Rp665.00 tp:Rp800.00
Mkt.Cap:US$163.20m | Avg.Daily Vol:US$0.05m | Free Float:38.00%
Construction
Author(s):Aurelia BARUS +62 (21) 3006 1721, Namira LAHUDDIN

—------------------------------------------------------------------------------

■   Core NP in 1Q18 of Rp71.4bn (+11% yoy, +41% qoq) was slightly ahead by 2%/1% of our/consensus’ forecasts.
■   GPM improved in 1Q18 to 17.1%, which we believe was due to higher direct contracts’ contributions to the total scope of works. 
■   Maintain Add call with an unchanged TP of Rp800 still based on 11x FY18F P/E.

Analisa Saham HMSP, TOTL dan AISA | 8 November 2017

HMSP: MACD masih keadaan death cross. bila harga memantul middle bollinger band dan menembus 3990 maka berpotensi ke 4020 - 4060. apabila harga break middle bollinger band di 3910 maka berpeluang ke area 3900 - 3870.

TOTL: volume perdagangan rendah dengan tingka volatilitas rendah. jika harga ke 720 maka berpeluang ke 735 - 745. apabila harga menembus 695 maka potensi ke 695 - 690.

AISA: harga menembus lower bollinger band berpeluang untuk buy on weaknes. jika harga menembus area 930 maka potensi ke 935 - 950. apabila harga turun kembali, maka berpeluang jatuh lebih dalam.

Alpine PW - PacificTrader