Tampilkan postingan dengan label Saham WMUU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham WMUU. Tampilkan semua postingan

Saham WMUU Sudah 9 Hari Beruntun ARB


Pada perdagangan Senin (9/1/2023), saham emiten perunggasan yakni PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) masih ambles dan lagi-lagi menyentuh batas  auto reject  bawah (ARB). Saham WMUU ambles 6,45% ke posisi Rp 58 per saham. Bahkan, saham WMUU kembali menyentuh ARB sejak pagi hari.

Kemarin saham WMUU ditransaksikan sebanyak 1.246 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp1,93 miliar dan volume saham sebanyak 33,32 juta lembar saham.

Hampir 9 hari beruntun saham WMUU terkoreksi parah dan nyaris 8 hari terakhir WMUU menyentuh ARB. Saham WMUU sendiri sudah terkoreksi parah sejak 28 Desember 2022, di mana saham WMUU sudah terkoreksi hingga 40,21%.

Bahkan beberapa hari lalu, para investor atau  trader  yang memiliki saham WMUU meminta Tumiyana, selaku Komisaris Utama sekaligus menjadi salah satu pemilik saham WMUU bertanggung jawab atas koreksi harga WMUU yang terus terjadi berhari-hari hingga mencetak ARB berjilid-jilid. Mereka pun sebelumnya sempat menyerbu akun Instagram Tumiyana.

Sejak akhir tahun lalu, Tumiyana diketahui melakukan penjualan saham WMUU melalui transaksi pasar negosiasi di Bursa Efek lndonesia (BEI) sebanyak 323,31 juta lembar saham.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, pelaksanaan transaksi melalui pasar negosiasi di bursa dilakukan pada tanggal 15 hingga 19 Desember 2022.

Pada periode tersebut, harga saham perseroan berada di harga Rp 96/saham hingga Rp 97/saham. Sehingga, saham Tumiyana berkurang dari sebelumnya 458.710.000 saham atau 3,54% menjadi 135.392.900 atau 1,05% lembar saham di WWMU . Adapun transaksi tersebut dilakukan dalam rangka realisasi investasi.

Terbaru, Tumiyana kembali mengurangi porsi saham Widodo Makmur Perkasa (WMPP). Kali ini, Tumiyana mendivestasi 90.104.300 helai atau 90,1 juta lembar. Aksi penjualan dibantu Surya Fajar Sekuritas, dan Bank Mandiri.

Dengan pelaksanaan transaksi itu, tabulasi saham bos yang beralamat di Jalan Buni Gang Salak, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) tersebut berkurang sedikit. Tepatnya, menjadi 6,33 miliar lembar alias setara dengan porsi kepemilikan sebanyak 21,53%.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham DOID, INCO, TINS dan WMUU oleh MNC SEKURITAS | 22 Juni 2022



MNCS Daily Scope Wave 
22 Juni 2022



Pada perdagangan kemarin (21/6), IHSG ditutup menguat 0,9% ke level 7,044, penguatan IHSG pun sudah menutup gap yang berada di rentang 7,000-7,026 namun tertahan oleh cluster MA20 dan MA60-nya. Apabila IHSG belum mampu break dari 7,138 sebagai level resistancenya, maka posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [b] pada label hitam. Hal tersebut berarti, IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji ke rentang area 6,786-6,870.

Support: 6,850, 6,800

Resistance: 7,138, 7,257


DOID - Buy on Weakness

DOID ditutup menguat cukup signifikan sebesar 7% ke level 400 pada perdagangan kemarin (21/6). Selama DOID masih mampu bertahan di atas 356 sebagai supportnya, maka posisi DOID saat ini kami perkirakan sedang berada di awal dari wave (B), sehingga DOID masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 384-400

Target Price: 430, 460

Stoploss: below 356


INCO - Buy on Weakness

INCO ditutup menguat 6% ke level 7,050 pada perdagangan kemarin (21/6). Selama INCO masih berada di atas 6,650 sebagai supportnya, maka posisi INCO kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C, sehingga INCO masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 6,850-7,050

Target Price: 7,250, 7,450

Stoploss: below 6,650


TINS - Spec Buy

Kemarin (21/6), TINS ditutup menguat 3% ke level 1,735. Selama tidak terkoreksi ke bawah 1,655, maka posisi TINS saat ini sedang berada di awal wave (iv) dari wave [c]. Hal tersebut berarti, pergerakan TINS masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 1,700-1,735

Target Price: 1,790, 1,840

Stoploss: below 1,655


WMUU - Buy on Weakness

WMUU ditutup menguat 3,6% ke level 142 pada perdagangan kemarin (21/6), penguatan WMUU diiringi dengan kenaikan volume namun masih tertahan oleh MA60. Kami memperkirakan, posisi WMUU saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3 sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 139-142

Target Price: 150, 157

Stoploss: below 134


Disclaimer On

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Widodo Makmur Unggas (WMUU) Menebar Dividen Rp 20,96 Miliar, Intip Yield & Jadwalnya



[Saham WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) bakal membagikan dividen senilai Rp 20,96 miliar kepada para pemegang sahamnya. Dividen ini setara dengan 10% dari laba tahun berjalan 2021 milik WMUU

Pembagian dividen ini telah disepakati lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa yang digelar pada Rabu (15/6) di Jakarta.

Dividen ini akan dibagikan kepada 12,94 miliar saham WMUU. Dus, setiap pemegang satu saham emiten unggas ini akan mendapatkan dividen senilai Rp 1,62 per saham.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen WMUU:

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 23 Juni 2022

Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 24 Juni 2022

Cum dividen di pasar tunai: 27 Juni 2022

Ex dividen di pasar tunai: 28 Juni 2022

Recording date: 27 Juni 2022

Pembayaran dividen: 15 Juli 2022

Adapun yield yang dihasilkan oleh dividen WMUU sebesar 1,18%. Angka ini didapatkan dengan membagi dividen per saham dengan harga terakhir WMUU. Jumat (17/6), saham WMUU ditutup melemah 0,72% ke level Rp 137.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

WIDODO MAKMUR (WMUU) ALOKASIKAN 10% LABA BERSIH UNTUK DIVIDEN TUNAI.


[Saham WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berencana memberikan apresiasi kepada pemegang sahamnya dalam bentuk dividen tunai. Rencana itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang digelar, Rabu (15/6).

Direktur PT Widodo Makmur Unggas Tbk, Wahyu Andi Susilo menuturkan, selain dialokasikan untuk dividen, keuntungan atau laba bersih yang berhasil dihimpun oleh perseroan sepanjang tahun 2021, akan disisihkan untuk dana cadangan yakni sekitar Rp 5 miliar dan sisanya sebagai laba ditahan.

"Untuk dividen tunai yang akan Perseroan bagikan kali ini setara 10 persen dari laba bersih berjalan 2021, atau nilai dividennya itu Rp 20 miliar,"kata Wahyu, seusai RUPST.

Sebagai informasi, WMUU di sepanjang tahun 2021, berhasil mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 209,26 miliar, atau naik sekitar 186,78 persen dari Rp 72,968 miliar. Hal itu seiring dengan kenaikan penjualan bersih sebesar 168,87 persen atau menjadi Rp 3,09 triliun dari periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,14 triliun. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

DI 2022, WIDODO MAKMUR (WMUU) ANGGARKAN BELANJA MODAL Rp800 MILIAR HINGGA Rp1 TRILIUN.


[Saham WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) tahun ini mencanangkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun. Nilai capex yang dianggarkan pada tahun ini, relatif sama dengan realisasi capex tahun sebelumnya yang sebesar Rp900 miliar.

"Kalau tahun lalu (2021) lalu itu, realisasinya sebesar Rp900 miliar, tahun ini kami anggarkan kurang lebih sekitar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun,"kata Direktur PT Widodo Makmur Unggas Tbk, Wahyu Andi Susilo.

Wahyu menjelaskan, cana belanja modal tahun lalu telah digunakan untuk meningkatkan kapasitas produk dari sisi peternakan. "Sementara tahun ini, dana itu akan difungsikan kembali untuk meningkatkan kapasitas produk, integrasi feedmil, breeding farm dan rumah pemotongan ayam,"katanya.

Selain dari kas internal, sumber dana belanja modal tahun ini, kata Wahyu, sebagian berasal dari pinjaman perbanka. Sementara realisasi belanja modal pada kuartal I 2022, sudah sekitar 25% dari total nilai yang dianggarkan. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham WMUU dan WIIM oleh HP FINANCIALS | 15 Juni 2022



HP FINANCIALS
15 JUNI 2022



Saham WIIM

Overview

Trend : Uptrend. Potential : WIIM mengerem penurunan tepat pada Support mid-term & MA50 sekitar 488. Rebound ini masih berpotensi berlanjut hari ini dengan TARGET melewati MA10 & 20 ke atas 530, sebelum meraih TP2 di kisaran 560-565.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entry Level: 500-490; Target : 530 / 560-565; Stoplosss: 480.


Saham WMUU

Overview

Trend : Sideways ; Pattern : Parallel Channel (blue), (suspected) Double Bottom (pink) ; Indicator : RSI positive divergence. Potential : WMUU tengah dalam fase Bottoming di Support lower channel ini, diperkirakan membuat pattern Double Bottom. Average Up best done above MA10 & 20 / or above 140. TARGET awal : Neckline & MA50 sekitar 146-148.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entry Level: 138-136; Average Up >140; Target: 146-148 / 159-160; Stoploss: 134.



Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham WMUU, ASII dan WEHA oleh MIRAE ASSET | 14 April 2022



MIRAE ASSET SEKURITAS
14 APRIL 2022



IHSG Daily, 7,262.78 (+0.67%), test resistance at 7,323. Trading range 7,222 – 7,323. Koreksi indikator MFI optimized mulai terbatas namun indikator RSI optimized indikator W%R optimized cenderung bergerak naik. Pada periode weekly indikator MFI optimized sudah berada di overbought area dan indikator W%R optimized akan menguji support trend line. Daily support di 7,222 dan daily resistance di 7,323. Cut loss level di 7,190.

WMUU Daily, 153 (+1.32%) trading buy, trading range 150 – 156. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik Daily support di 150 dan daily resistance di 156. Cut loss level di 148.

ASII Daily, 6,975 (+0.36%) trading buy, trading range 6,850 – 7,025. Indikator MFI optimized , indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung menguat. Daily support di 6,850 dan daily resistance di 7,025. Cut loss level di 6,750.

WEHA Daily, 196 (-1.01%), trading buy, trading range 192 – 204. Indikator MFI Optimized , indikator RSI Optimized dan W%R Optmized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 192 dan daily resistance terdekat di 204.. Cut loss level di 186.


Disclaimer

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham WMUU, JSMR dan ASRI oleh MIRAE ASSET | 13 April 2022



MIRAE ASSET SEKURITAS
13 APRIL 2022



IHSG Daily, 7.214,78 (+0,15%), menguji resistensi pada 7.273, dengan rentang perdagangan 7.202–7.273. Indikator MFI-optimized masih bergerak turun, indikator RSI-optimized cenderung naik dan indikator Williams%R-optimized sudah berada di area oversold. 

Pada periode mingguan indikator MFI-optimized naik terbatas dan indikator Williams%R-optimized akan menguji support trendline. Support harian di 7.202 dan resistensi harian di 7.273. Cut loss level di 7.130.           

WMUU Daily, Rp151 (-1,31%), trading buy, rentang perdagangan Rp148–154. Indikator MFI-optimized, indikator RSI-optimized dan indikator Williams%R-optimized masih cenderung bergerak turun namun mulai terbatas. Support harian di Rp148 dan resistensi harian di Rp154. Cut loss level di Rp144. 

JSMR Daily, Rp3.620 (+1,40%), trading buy, rentang perdagangan Rp3.530–3.650. Indikator MFI-optimized sudah berada di area oversold, sementara itu indikator RSI-optimized dan indikator Williams%R-optimized cenderung menguat. Support harian di Rp3.530 dan resistensi harian di Rp3.650. Cut loss level di Rp3.490.

 ASRI Daily, Rp162 (+1,89%), trading buy, rentang perdagangan Rp158–170. Indikator MFI-optimized konsolidasi sekitar area oversold sementara indikator RSI-optimized dan Williams%R-optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan support harian di Rp158 dan resistensi harian terdekat diuji di level Rp164 sebelum ke Rp170. Cut loss level di Rp156.


Disclaimer

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham ASSA dan WMUU oleh HP FINANCIALS | 1 April 2022



HP FINANCIALS
1 APRIL 2022




Saham ASSA

Overview

Trend (minor): Uptrend; Pattern : Inverted Head & Shoulders. Potential : Buy on Break ASSA ketika mampu lalui MA50 / 2630, Average Up di atas Neckline (hijau) atau di atas 2750. TARGET area terbentang antara 3000 / 3200-3300.

Rekomendasi

Buy on Break, Entry Level: 2630-2650, Average Up >2750; Target : 3000 / 3200-3300; Stoplosss: 2550 .


Saham WMUU

Overview

Trend (minor) : Uptrend; Pattern : Triangle. Potential : Buy on Weakness WMUU ketika uji Support upper Triangle & MA10 di sekitar 157- 155. Level previous High 169-170 bisa digunakan sebagai titik Average Up / area TP yang lebih dekat sebelum TARGET ideal 185.

Rekomendasi

Buy on Weakness, Entry Level: 157-155; Average Up >169-170; Target: 185; Stoploss: 152.


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham ASII, MEDC, WSBP dan WMUU oleh MNC SEKURITAS | 11 November 2021



MNCS Daily Scope Wave 
11 November 2021

Kemarin (10/11), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,683. Kami perkirakan, pergerakan IHSG saat ini sudah berada di wave (iii) dari wave [v] dari wave A sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji resistance 6,687 dan rawan terkoreksi ke 6,600-6,630 untuk membentuk wave (iv). Selama IHSG masih mampu berada di atas 6,550 dan 6,480, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali.

Support: 6,550, 6,480

Resistance: 6,687, 6,750


ASII - Buy on Weakness

ASII ditutup menguat signifikan sebesar 5,6% ke level 6,175 pada perdagangan kemarin (10/11), pergerakan ASII pun sudah menembus MA20-nya. Kami perkirakan, saat ini posisi ASII sedang berada di wave [iii] dari wave 5, sehingga ASII berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 6,050-6,175

Target Price: 6,450, 6,700

Stoploss: below 5,850


MEDC - Buy on Weakness

Kemarin (10/11), MEDC ditutup menguat 1,8% ke level 565. Posisi MEDC saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3, hal tersebut berarti pergerakan MEDC berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 545-565

Target Price: 605, 650

Stoploss: below 540


WSBP - Buy on Weakness

Pada perdagangan kemarin (10/11), WSBP ditutup menguat 1,9% ke level 162 diiringi dengan adanya peningkatan tekanan beli. Kami perkirakan posisi WSBP saat ini sedang membentuk awal wave (iii) dari wave [v] dari wave 3, sehingga WSBP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 157-162

Target Price: 170, 180

Stoploss: below 151


WMUU - Spec Buy

WMUU ditutup cenderung terkoreksi ke level 188 pada perdagangan kemarin (10/11). Kami memperkirakan, posisi WMUU saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave C, dimana WMUU akan terkoreksi terlebih dahulu dan berpeluang berbalik menguat kembali.

Spec Buy: 182-186

Target Price: 196, 210

Stoploss: below 175

Disclaimer On




Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham ERAA, ADHI dan WMUU | 29 Oktober 2021

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)


Pergerakan saham ERAA secara teknikal memperlihatkan candle membentuk morning doji star yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound. Hal ini juga diperkuat dengan indikator stochastic yang golden cross dan MACD yang positif.

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 630

Resistance: Rp 675

Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas


PT Adhi Karya Tbk (ADHI)


ADHI ditutup dengan membentuk spinning top black body candle dengan RSI melemah serta volume perdagangan yang menurun. Namun, indikator stochastic berpotensi terjadi golden cross. Lower bollinger band berpotensi jadi area untuk rebound.

Rekomendasi: Buy on Weakness

Support: Rp 985

Resistance: Rp 1.090

Achmad Yaki, BCA Sekuritas


PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU)


Secara teknikal pergerakan WMUU masih berada pada fase sideways-nya. Indikator RSI saat ini masih nampak berada ada areal pertengahan. Sementara MACD terjadi deathcross serta histogram nampak bergerak di zona negatif.

Rekomendasi: Hold

Support: Rp 167

Resistance: Rp 188

Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas

PEFINDO BERIKAN PERINGKAT PT WIDODO UNGGAS "idBBB"


PEFINDO memberikan peringkat "idBBB" untuk PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Peringkat tersebut mencerminkan potensi permintaan WMUU yang kuat untuk industri unggas, fasilitas produksi yang terintegrasi dengan baik, dan marjin operasi yang stabil dari segmen karkas. Namun, peringkat dibatasi oleh ekspansi agresif yang mempengaruhi struktur permodalan, posisi pasar yang kecil dalam industri, dan paparan terhadap volatilitas harga bahan baku dan penyakit unggas.

Peringkat dapat dinaikkan jika Perusahaan memperkuat posisi pasarnya secara signifikan dengan meningkatkan kinerja bisnisnya melalui ekspansi bisnis. Hal ini juga harus disertai dengan perbaikan leverage keuangan secara berkelanjutan. Namun, peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan meningkatkan ekspansi yang didanai oleh utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi oleh kinerja bisnis yang lebih kuat.

PT Widodo Makmur Unggas Tbk, didirikan pada tahun 2015, adalah produsen unggas berfokus di hilir (daging ayam) di Indonesia. Fasilitas produksinya berlokasi di Tangerang, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Perusahaan memiliki integrasi vertikal dari pabrik pakan, peternakan, peternakan komersial dan rumah jagal. Per 5 Maret 2021, Perusahaan dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa (76,5%), Wahyu Andi Susilo (4,25%), Ny. Warsini (4.25%) dan publik (23,5%). (end)

Sumber: IQPLUS

Widodo Makmur Unggas (WMUU) akan genjot kapasitas produksi pada semester II


Kinerja PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) tumbuh di kuartal pertama tahun ini. WMUU memperoleh penjualan sebesar Rp 597,43 miliar pada kuartal pertama tahun ini atau melesat 110,60% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 283,68 miliar. 

Adapun laba bersih Widodo Makmur Unggas tercatat sebesar Rp 39,78 miliar atau melonjak 115,49% dari periode kuartal pertama tahun lalu Rp 18,46 miliar.

Wahyu Andi Susilo Chief Finance & HCD Officer Widodo Makmur mengatakan, faktor utama pertumbuhan kinerja perusahaan yakni adanya pengembangan fasilitas produksi dengan dana belanja modal yang telah ditetapkan sebelumnya untuk tahun 2021 ini.

Ia memaparkan, tak hanya sekadar mengembangkan fasilitas produksi, tapi WMUU juga mengembangkan fasilitas produksi di berbagai lokasi strategis guna memperkuat jaringan distribusi dari produk-produk yang dimiliki WMUU.

Salah satu pengembangan fasilitas produksi yang mendorong kinerja WMUU secara signifikan adalah pengembangan Rumah Potong Ayam (RPA) di Wonogiri, yang memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 ekor per jam atau ekuivalen dengan 70.560 ton per tahun, dan merupakan salah satu fasilitas RPA terbesar di Indonesia.

Wahyu berharap, pertumbuhan positif ini dapat terus berlanjut di kuartal-kuartal mendatang. "Kami akan terus secara konsisten melakukan pengembangan fasilitas produksi, untuk dapat mencapai target pertumbuhan 4 kali lipat atau 400% yang telah ditetapkan untuk tahun 2021 ini," paparnya pada Kontan, Senin (24/5).

Pada paruh kedua tahun ini, WMUU akan fokus untuk melanjutkan pengembangan fasilitas produksi, sembari memperkuat jaringan distribusi melalui berbagai kemitraan maupun kerjasama dengan berbagai pelaku Industri protein hewani lainnya, baik dari skala besar hingga ke skala UMKM.

Sebagai informasi, di tahun ini WMUU tengah menggarap pembangunan beberapa fasilitas produksi salah satunya rumah potong ayam atau slaughter house di Cianjur, fasilitas commercial breeding farm, serta broiler farm.

Guna melancarkan rencana ekspansinya tersebut WMUU telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun ini. Wahyu mengaku serapan capex sampai saat ini masih inline dengan alokasi penggunaan capex tahunan yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Dimana saat ini beberapa fasilitas produksi yang kami kembangkan dengan dana capex yang sudah kami tetapkan di tahun sebelumnya sudah mulai beroperasi. Capex akan dialokasikan untuk melakukan pengembangan dan investasi fasilitas produksi dan modal kerja perusahaan," pungkasnya.

Sumber: KONTAN

Analisa Saham WMUU | 6 April 2021


Analisa Saham WMUU

Saham WMUU pada perdagangan tanggal 5 April 2021 ditutup pada harga 204. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 85% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan bawah dengan arah bullish. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Rekomendasi :

Beli jika di atas 210

Jika naik di atas 226 maka berpotensi menuju 272-300

Jika turun di bawah 196 maka berpotensi menuju 190

Disclaimer: ON

https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ

www.sahamonline.id

[WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk Targetkan 700 Produk Turunan dalam 3 Tahun


PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menargetkan akan memiliki 700 produk turunan dalam 2-3 tahun mendatang untuk bersaing di pasar global. Saat ini perusahaan baru memiliki 54 produk turunan dari lini bisnis ini.

Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana mengatakan saat ini pangsa pasar unggas di Indonesia mencapai 3,95 juta ton atau sekitar Rp 120 triliun dengan produk turunannya bisa menjadi Rp 240 triliun. Perusahaan menargetkan tahun ini pangsa pasar nasional 4%, dan ditargetkan pangsa pasarnya bisa berkembang ke 15% pada tiga tahun ke depan.

"Permintaan akan recover, ini dibuktikan peningkatan penjualan perusahaan pada 2019 ke 2020 tumbuh 100%, di 2021 akan tumbuh 400% dan 2022 akan tumbuh 100%," kata Tumiyana dalam Capital Market Outlook yang dilaksanakan CNBC Indonesia, Senin (22/2/2021).

Sementara margin yang paling tinggi didorong oleh karkas dan produk turunan, dengan peningkatan di angka nasional, pada 2022 menjadi 4,4 juta ton.

Perkuat Downstream, WMUU Bakal Miliki Rumah Potong Terbesar

"Kalau dibandingkan dengan teman-teman yang masuk bursa kapitalisasi pasarnya belum sebanding compressnya jadi areanya masih lebar, dan Asean juga masih ada pasar yang bisa digarap bahwa kapasitas WMUU, akan meningkat menjadi tiga kali lipat di downstreamnya sehingga tidak ada persaingan masih cukup luas industrinya," kata dia.

Untuk mengejar pangsa pasar dan pendapatan, selain dari meningkatkan produk turunan perusahaan juga akan menurunkan biaya produksi dan membangun jaringan distribusi. Tumiyana mengatakan jaringan distribusi hingga unit terkecil akan dibangun terutama di Jawa dan Bali sebagai pasar terbesar perusahaan.

WMUU juga akan memperkuat bisnis downstream dengan meningkatkan jumlah rumah potongnya, dan menurunkan biaya produksi agar bisa bersaing di pasar internasional. Tumiyana mengatakan sampai saat ini potensi pasar unggas di Indonesia masih cukup besar, terutama dengan peningkatan konsumsi protein perkapita seiring dengan kenaikan kualitas hidup masyarakat.

Saat ini kapasitas rumah potong yang dimiliki perusahaan sebesar 13.500 ekor per jam, atau 210 ton per hari. Tumiyana mengatakan kapasitas rumah potong yang dimiliki perusahaan pada pertengahan 2022 akan naik menjadi 25 ribu ekor per jam, atau 400 ton per hari.

"Kami juga akan meningkatkan produk turunan dari 54 item menjadi 700 item dalam 3 tahun ke depan. Kemudian bagaimana menurunkan cost production akan bisa compete di pasar internasional, kami dalam holding akan menanam jagung buat produksi pakan, jadi 60% jagung di on farm, sehingga akan ketemu harga Rp 3.000 per kg dan ini akan menghemat 20% dari biaya produksi" katanya.

Sumber: CNBC

[WMUU] PT Widodo Makmur Unggas Tbk Target Ekspor Kuartal II 2021


Emiten yang bergerak di sektor peternakan ayam terintegrasi PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) menargetkan melakukan ekspor mulai kuartal II/2021.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Widodo Makmur Unggas Tri Mahawijaya Herlambang menyatakan tahun ini perseroan akan merealisasikan rencana ekspor ke negara tetangga. Apalagi kelengkapan dokumen dan fasilitas produksi yang telah dibangun WMUU berstandar dan bersertifikat internasional.

"Paling tidak di kuartal II/2021 atau kuartal III/2021, kita sudah mulai ekspor ke negara tetangga," paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/2/2021).

Saat ini fasilitas pabrik WMUU dari breeding farm, commercial, hatcery, slaughterhouse sudah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sehingga untuk persyaratan ekspor sudah terpenuhi dan  bisa segera merealisasikannya.

Widodo Makmur Unggas resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Dalam debut perdananya, saham WMUU melesat naik ke posisi Rp242 per saham, dari harga penawaran umum perdana di angka Rp180 per saham.

Saham WMUU juga masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam surat tersebut, OJK telah menerbitkan satu keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-03/D.04/2021 tentang Penetapan Saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk sebagai Efek Syariah pada tanggal 22 Januari 2021.

Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana mengatakan sejauh ini perusahaan tidak merevisi target pendapatan maupun laba bersih sampai akhir tahun 2021, walaupun alokasi belanja modal diturunkan Rp400 miliar menjadi Rp1,5 triliun dari target semula Rp1,9 triliun.

Sebab yang diturunkan adalah volume kapasitas ayam broiler dari 7,7 juta broiler menjadi 6,4 juta broiler. Kendati demikian, WMUU tetap bisa memenuhinya dengan membeli live bird dari luar.

“Capex on progress, pendapatan masih dalam posisi tidak akan dikoreksi. Di sisi lain, kita masuk dalam saham syariah,” kata Tumiyana.

Penggunaan dana capex masih sesuai rencana untuk memenuhi fasilitas produksi, merampungkan pabrik pakan ternak yang ada di Ngawi pada kuartal IV/2021, dan peningkatan volume ayam broiler. Proporsi pendanaan untuk memenuhi ekspansi tahun ini berasal dari IPO, dan juga internal.

Pada posisi tersebut, menurut Tumiyana, rasio keuangan perusahaan masih sangat bagus. Sampai akhir tahun 2021, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) diperkirakan di angka 1,9 kali-2 kali.

Jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri (gearing ratio) antara 0,9 kali sampai 0,95 kali. Kinerja perseroan juga akan terus tumbuh dengan menaikkan kapasitas rumah potong hewan unggas sebanyak 25.500 ekor per jam.

"Jadi kaidah keuangan itu masih kita penuhi dengan asumsi capex Rp1,5 triliun. Nanti di tahun 2022 seiring dengan peningkatan kapasitas maka total capex spending masih bisa landing lagi,” jelas dia.

Tumiyana juga menekankan bahwa WMU fokus pada lini bisnis downstream melalui ayam karkas. Saat ini harga karkas relatif stabil dengan rerata Rp31.200 per kilogram.

Hal ini membuktikan bahwa strategi dari Widodo Makmur Unggas sejalan dengan apa yang ada di lapangan. Manajemen akan tetap berkomitmen terhadap program yang telah disusun.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi menegaskan bahwa penurunan capex tidak akan mengurangi target pendapatan pada 2021 sebesar Rp4,3 triliun. Sebab, pendapatan mature perseroan berasal dari RPA yang masih sesuai rencana.

"Dukungan untuk landbank bisa diperoleh dari free market," jelas dia.


Sumber: BISNIS