BARITO PACIFIC ALOKASIKAN 50% DARI LABA UNTUK DIVIDEN TUNAI


PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan membagikan dividen tunai sebesar USD18 juta kepada pemegang saham perseroan. Rencana pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 yang diselenggarakan pada Rabu (5/5/2021).

"Jumlah dividen yang dibagikan sebesar USD18 juta setara 50% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD36,27 juta di 2020,"kata Direktur Barito Pacific David Kosasih.

Selain itu, Barito Pacific juga menyampaikan dalam RUPST dana USD17,91 juta atau setara 49% dari laba bersih 2020 diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan perseroan.

Sedangkan sisa USD362.745 atau setara 1 persen dari laba bersih tahun buku 2020 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk disisihkan sebagai cadangan, sesuai dengan Pasal 70 ayat 1 UUPT.

"Pendapatan bersih secara konsolidasi milik perseroan adalah USD2,3 miliar di 2020, serta peningkatan EBITDA setahun penuh mencapai USD598 juta di 2020 dari porsi USD595 juta di 2019. Sedangkan konsolidasi laba bersih meningkat menjadi USD141 juta di 2020, dari porsi USD136 juta di 2019," katanya.

Dia menyampaikan bahwa tahun 2020 merupakan periode yang penuh tantangan akibat pandemi Covid-19 sehingga mempengaruhi industri petrokimia terutama pada masa-masa awal tahun.

Meski demikian, memasuki semester II-2020, kondisi pasar mengalami perbaikan dan disertai oleh upaya perseroan dalam mewujudkan strategi penghematan biaya operasional, belanja modal, dan optimalisasi modal kerja, berperan penting dalam keberhasilan perseroan dalam menghasilkan peningkatan laba bersih untuk tahun 2020.

Bisnis panas bumi perseroan juga terus berkontribusi dalam memberikan stabilitas yang dibutuhkan terhadap hasil kinerja konsolidasi.

Sebagai informasi saja, Barito Pacific telah berhasil menyelesaikan penerbitan obligasi rupiah melalui program Penerbitan Umum Berkelanjutan I sebesar Rp1,5 triliun. Penerbitan itu sebagai bagian dari penataan dan diversifikasi utang dari sisi tenor maupun mata uang yang akan memberikan fleksibilitas dari sisi sumber pendanaan.

Anak usaha Barito Pacific, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menyelesaikan pabrik MTBE dan Butene-1 yang membuat total kapasitas produksi per tahun meningkat menjadi 4,2 juta ton. Hal ini menurut Perseroan, menandai tonggak penting diselesaikannya rencana induk integrasi yang telah dieksekusi dengan baik untuk mengaktualisasikan kapasitas tambahan baru sebagai bagian dari strategi integrasi hilir.

Anak usaha perseroan yang lain, yakni Star Energy juga berhasil menerbitkan global green bond senilai USD1,1 miliar dengan peringkat Investment Grade, yang merupakan penerbitan investment grade green bond pertama dari sektor swasta di Indonesia. (end)

Sumber: IQPLUS

INDO-RAMA SYNTHETICS BERI PINJAMAN ANAK USAHA SEBESAR Rp240 MILIAR


PT. Indo-Rama Synthetics Tbk. (INDR) berikan fasilitas pinjaman kepada anak usaha yaitu PT Cikondang Kancana Prima (CKP) pada tanggal 3 Mei 2021.

Menurut keterangan tertulis Vishnu Swaroop Baldwa menyampaikan bahwa Fasilitas Pinjaman Pemegang Saham antara INDR dan CKP maksimal sebesar Rp240 miliar dan merupakan bagian dari rencana pasca akuisisi CKP oleh INDR untuk memulai pertambangan ore dan menjadikan CKP sebagai perusahaan yang produktif serta beroperasi sehingga memberikan manfaat ekonomis bagi INDR.

Selanjutnya melalui Fasilitas Pinjaman Pemegang Saham untuk pembiayaan biaya pra-operasi, overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan, hal ini diharapkan CKP dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik di tahun-tahun mendatang, sehingga hal ini juga akan memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat bahwa IRS dan grup usahanya dapat melakukan diversifikasi usaha dengan baik serta mempertahankan produktivitasnya, yang berimplikasi pada harga saham INDR.

Untuk melancarkan rencana tersebut, INDR telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Desmar, Ferdinand, Hentriawan dan Rekan, untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi Fasilitas pinjaman. Hasilnya, Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis kualitatif, kuantitatif dan inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan, Transaksi pemberian pinjaman oleh INDR kepada CKP adalah wajar dan tidak menyebabkan gangguan terhadap kelangsungan bisnis INDR.

Vishnu Swaroop menambahkan "Transaksi ini akan memberikan keuntungan kepada INDR secara konsolidasi, dimana pinjaman yang didapat CKP dapat digunakan untuk biaya pra-operasi, overhead, pengembangan tambang dan fasilitas pengolahan, sehingga dengan berkembangnya usaha CKP akan memberikan kontribusi positif bagi INDR secara konsolidasi,"pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI


Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali.

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media

"Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5).

Oleh karena itu, demi menjaga kelangsungan pabrik supaya tetap bekerja penuh tanpa terjadi pengurangan pekerja, kata Deni, perusahaan perlu membagi berbagai arus dana pembayaran ke supplier dan pihak terkait lainnya termasuk salah satunya dengan melakukan pembayaran secara bertahap Tunjangan Hari Raya (THR).

"Maksimal THR akan dibayar secara bertahap sebanyak 5 (lima) kali. Jika Likuiditas tersedia dimana pihak perbankan mengaktifkan sebagian fasilitas kami pembayaran THR otomatis akan dipercepat dan terselesaikan di bulan September 2021 paling lambat. Demikian penjelasan yang kami sampaikan ke karyawan dan karyawati. Dan hari ini tanggal 6 Mei 2021, pabrik telah berproduksi secara normal,"tegas Deni.

Lebih lanjut Deni mengungkapkan bahwa dari sisi order yang masuk dari buyer tetap besar, hanya PBRX terkendala modal kerja. Fasilitas Bilateral yang diterima PBRX dari perbankan saat ini tersisa 10 % dibanding awal tahun 2020, sehingga menjadikan perusahaan memiliki keterbatasan.

"Kami harus mengatur arus kas sebaik-baiknya agar semua berjalan dengan baik dan penjualan tidak berkurang, dan oleh karena itu tidak ada pengurangan tenaga kerja. Kami tetap harus bisa mengatur pembelian bahan baku, pembayaran ke supplier, gaji, biaya produksi, biaya operasional dan juga kewajiban bunga ke perbankan dan bond dengan arus kas yang ada. Kami tetap optimis akan ada jalan keluar dan fasilitas kami akan berangsur pulih seiring

dengan pemulihan ekonomi nasional dan dunia,"ucapnya.

Dalam tahun 2020 yang sulit pun, kata Deni, perusahaan tetap positif penjualan dan di bottom profit juga tetap bertumbuh dan lebih tinggi dari tahun 2019. Jika modal kerja tersedia seperti sebelumnya perusahaan yakin tahun 2021 akan bertumbuh sekitar 10% dampai dengan 15 % dengan adanya pengalihan order dari negara negara produsen lain, namun ini tidak mungkin kami realisir jika modal kerja tidak tersedia.

"Kami memohon dukungan semua pihak agar support kebutuhan modal kerja yang kami butuhkan dapat kami peroleh dengan segera. Siklus produksi mulai dari order masuk sampai dengan ekspor untuk order yang terkonfirmasi sekitar 120 hari. Oleh karena itu PBRX berharap pemulihan fasilitas bilateral modal kerja PBRX bisa kembali didukung perbankan nasional, sehingga PBRX dapat menyumbang pertumbuhan devisa melalui kenaikan ekspor dan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia,"pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

CHANDRA ASRI BERHASIL TERBITKAN PENAWARAN OBLIGASI SENILAI Rp1 TRILIUN HINGGA OVERSUBSCRIBED


PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, berhasil menyelesaikan Program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Rupiah Perseroan yang pertama di tahun 2021. Ini adalah penerbitan pertama setelah Chandra Asri mengumumkan keberhasilannya dalam mengendalikan bisnisnya selama pandemi COVID-19 dengan lancar untuk memberikan kinerja keuangan yang solid dan menjaga neraca yang kokoh. Perseroan melaporkan laba bersih setelah pajak sebesar US$51,5 juta untuk FY 2020 dan US$85 juta di Q1 2021.

Penerbitan ini diarahkan pada tenor yang lebih panjang agar lebih sesuai dengan rencana pertumbuhan jangka panjang Perseroan, dengan kupon dalam mata uang Rupiah sebesar 7,8% untuk seri A tenor 3 tahun sebesar Rp50 miliar, 8,5% untuk seri B tenor 5 tahun senilai Rp587,95 miliar, dan 9,0% untuk seri C tenor 7 tahun senilai Rp362,05 miliar.

PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Bahana Sekuritas mendukung Perseroan dalam keberhasilan penawaran tersebut, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat. Transaksi ini menandai keberhasilan Chandra Asri dalam memasuki pasar pendapatan tetap domestik, sebagai bagian dari Program Penawaran Umum Berkelanjutan III Obligasi Perseroan yang disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target pendanaan 5 triliun Rupiah selama tahun 2020 hingga 2022.

Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri menyatakan, "Kami berterima kasih kepada investor obligasi kami yang sangat mendukung rencana pertumbuhan kami, yang telah memungkinkan Program Obligasi Rupiah kami untuk terus tumbuh semakin kuat. Dengan lebih dari Rp6,1 triliun yang telah diterbitkan sejak awal dan banyak investor yang senang hingga saat ini, program Obligasi kami menawarkan pilihan yang kredibel bagi investor yang ingin meningkatkan imbal hasil mereka, diimbangi dengan fokus holistik dalam mempertahankan standar environmental, social and governance (ESG) yang tinggi."

Penerbitan tersebut kembali mendapat peringkat idAA- dari Pefindo, lembaga pemeringkat kredit tertua dan terpercaya di Indonesia. Pefindo menilai sangat kuat kapasitas Chandra Asri untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas surat utang, dibandingkan penerbit obligasi Indonesia lainnya.

Penerbitan tersebut akan digunakan untuk mendanai modal kerja Chandra Asri seiring dengan persiapan Perseroan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik.(end)

Sumber: IQPLUS

BANK NEO RAIH PENDAPATAN BUNGA BERSIH Rp165,74 MILIAR HINGGA DESEMBER 2020


PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp165,74 miliar hingga periode 31 Desember 2020 turun dari Rp213,43 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan seperti dikutip Kamis menyebutkan, laba operasional tercatat sebesar Rp17,13 miliar turun dari laba operasional Rp19,73 miliar.

Sedangkan laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp15,83 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp17,86 miliar tàhun sebelumnya.

Laba bersih tercatat sebesar Rp15,87 miliar turun tipis dari laba bersih Rp16,00 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 mencapai Rp5,42 triliun naik dari total aset Rp5,12 triliun hingga periode 31 Desember 2019.(end)

Sumber: IQPLUS

DUKUNG PENGENDALIAN TRANSPORTASI, JASA MARGA TUTUP SEMENTARA JALAN LAYANG MBZ


Salah satu bentuk dukungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk terhadap kebijakan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H adalah dengan melakukan penutupan sementara Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) yang akan dimulai pada 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB s.d 18 Mei 2021 pukul 23.59 WIB. Jalan layang tersebut akan kembali beroperasi normal pada 19 Mei 2021 pukul 00.00 WIB.

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Vera Kirana menyatakan bahwa penutupan Jalan Layang MBZ dilakukan untuk mendukung pengendalian transportasi yang bertujuan membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek dalam rangka meminimalisir penyebaran COVID-19.

"Kami akan menutup seluruh akses masuk dan keluar, baik untuk yang ke arah Cikampek maupun ke arah Jakarta. Kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kategori dikecualikan dalam masa periode peniadaan mudik ini kami imbau untuk dapat menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah untuk dapat melanjutkan perjalanan dari atau menuju Cikampek," tambah Vera.

Akses Masuk Kendaraan ke Jalan Layang MBZ yang ditutup:

- Akses masuk kendaraan dari arah Cawang menuju Cikampek

- Akses masuk kendaraan dari arah Jatiasih menuju Cikampek (Km 45A Jalan Tol JORR Seksi E)

- Akses masuk kendaraan dari arah Rorotan menuju Cikampek (Km 46B Jalan Tol JORR Seksi E)

- Akses masuk kendaraan dari Km 48B Jalan Tol Jakarta-Cikampek Bawah menuju Jakarta

Akses Keluar Kendaraan dari Jalan Layang MBZ yang ditutup:

- Akses keluar kendaraan ke arah Cawang

- Akses keluar kendaraan ke arah Jatiasih (GT Cikunir 6 Jalan Layang MBZ)

- Akses keluar kendaraan ke arah Rorotan (Gerbang Tol/GT Cikunir 8 Jalan Layang MBZ)

- Akses keluar kendaraan menuju Km 48A Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah

Untuk memastikan masyarakat menerima informasi penutupan sementara pada ruas dimaksud dengan baik, PT JJC selaku Badan Usaha Jalan Tol yang mengoperasikan Jalan Layang MBZ turut melakukan sosialisasi melalui berbagai media komunikasi, diantaranya: Media sosial, Media luar ruang/spanduk, Variable Message Sign (VMS) hingga informasi melalui media massa.

Dasar pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain, Surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor BM.07.02-Mn/839 tanggal 5 Mei 2021 perihal Penutupan Jalan Layang MBZ dalam mendukung Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021, Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah beserta addendumnya, Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor : B/2604/IV/OPS.1.1./2021/Korlantas tanggal 20 April 2021 perihal Permohonan Penutupan Tol Layang Elevated.(end)

Sumber: IQPLUS

BANK JATIM TEBAR DIVIDEN TUNAI SEBESAR Rp48,85 PER SAHAM


PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.(BJTM) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 3 Mei 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 13.124.980.484 saham atau 87,4% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

RUPST menyetujui pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2020 sebesar Rp733,51 miliar atau 49,26% dari laba bersih ditetapkan sebagai dividen tunai, dengan demikian sejumlah Rp48,85 per saham.

Jadwal pembagian Cum Dividen di pasar reguler dan negosiasi pada tanggal 11 Mei 2021 dan Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 17 Mei 2021. Sedangkan Cum Dividen di pasar tunai pada tanggal 18 Mei 2021 dan Ex Dividen di Pasar Tunai pada tanggal 19 mei 2021.

Sementara itu Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada tanggal 18 Mei 2021 pukul 16.00 dan Pembayaran Dividen jatuh pada tanggal 28 Mei 2021.(end)

Sumber: IQPLUS

Analisa Saham KRAS | 6 Mei 2021


Analisa Saham KRAS

Saham KRAS pada tanggal 5 Mei 2021 ditutup stabil pada harga 635. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 63% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 655

Jika naik di atas 680 maka berpeluang ke 710-770

Jika turun di bawah 625 maka berpeluang ke 615

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.

Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Analisa Saham MPPA, PGAS dan WIIM | 6 Me 2021

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)


Pergerakan MPPA menunjukkan candlestick terbentuk pola inverted hammer dan bertahan di atas MA 8 mengindikasikan tekanan jual mereda dan berpotensi terjadinya technical rebound. Indikator stochastic terlihat downtrend dan MACD positif.

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 780

Resistance: Rp 930

Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)


Pergerakan harga saham PGAS bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. RSI mulai menunjukkan sinyal positif sementara MACD telah berhasil membentuk pola dead cross di area negatif

Rekomendasi: Akumulasi

Support: Rp 1.205

Resistance: Rp 1.300

M Nafan Aji, Binaartha Sekuritas

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)


Pergerakan WIIM terlihat downtrend dengan harga di bawah MA5, namun stochastic oversold. Adapun candlestick membentuk pola hammer. Saham WIIM akan mencoba menguji resistance.

Rekomendasi: Wait and see

Support: Rp 700

Resistance: Rp 800

William Hartanto, Panin Sekuritas


Rekomendasi Saham CPIN, HMSP, PTBA dan SMRA oleh Binaartha Sekuritas | 6 Mei 2021


Binaartha Sekuritas Daily

6 Mei 2021

Nafan Aji

Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)

Saham CPIN ditutup di Rp 6.750. (RoE: 13.46%; PER: 36.40; EPS: 185.45; PBV: 4.90x; Beta: 0.82). Pergerakan harga saham CPIN telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 6.600 – Rp 6.750, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.925, Rp 7.125, Rp 7.275 dan Rp 7.975. Support ada di Rp 6.600 dan Rp 6.300.

HM Sampoerna (HMSP)

Saham HMSP ditutup di Rp 1.300. (RoE: 29.74%; PER: 14.73; EPS: 88.96; PBV: 4.38x; Beta: 1.11). Pergerakan harga saham HMSP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 1.290 – Rp 1.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.365, Rp 1.455, Rp 1.820, Rp 2.190 dan Rp 2.550. Support ada di Rp 1.260 dan Rp 1.085.

Indosat (ISAT)

Saham ISAT ditutup di Rp 6.300. (RoE: -5.55%; PER: -47.46x; EPS: -132.73; PBV: 2.65x; Beta: 2.41). Pergerakan harga saham ISAT masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area level Rp 6.100 – Rp 6.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.475, Rp 7.325 dan Rp 8.175. Support ada di Rp 6.100 dan Rp 5.825.

Malindo Feedmill (MAIN)

Saham MAIN ditutup di Rp 895. (RoE: 16.62%; PER: 5.54; EPS: 161.64; PBV: 0.94x; Beta: 2.17). Pergerakan harga saham MAIN telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level level Rp 875 – Rp 895, dengan target harga secara bertahap di level Rp 910, Rp 1.050 dan Rp 1.190. Support ada di Rp 850.

Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)

Saham MIKA ditutup di Rp 2.600. (RoE: 20.63%; PER: 29.29x; EPS: 89.12; PBV: 6.06x; Beta: 0.53). Pergerakan harga saham MIKA telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 2.550 – Rp 2.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.720, Rp 2.840, Rp 3.130 dan Rp 3.410. Support ada di Rp 2.550 dan Rp 2.490.

Bukit Asam (PTBA)

Saham PTBA ditutup di Rp 2.290. (RoE: 11.16%; PER: 13.21x; EPS: 174.08; PBV: 1.48x; Beta: 1.08). Pergerakan harga saham PTBA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Akumulasi pada area Rp 2.270 – Rp 2.290, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.370, Rp 2.540, Rp 3.120 dan Rp 3.700. Support ada di Rp 2.270 dan Rp 2.100.

Summarecon Agung (SMRA)

Saham SMRA ditutup di Rp 945. (RoE: 1.98%; PER: 75.66x; EPS: 12.49; PBV: 1.50x; Beta: 2.25). Pergerakan harga saham SMRA telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. 

Akumulasi pada area level Rp 935 – Rp 945, dengan target harga secara bertahap di level Rp 960, Rp 1.040 dan Rp 1.120. Support saham SMRA ada di level Rp 925, Rp 900 dan Rp 880.

Rekomendasi Saham AALI, INCO, DOID dan BSDE oleh MNC Sekuritas | 6 Mei 2021


MNC Daily Scope Wave

6 Mei 2021

Kemarin (5/5), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 5,975. Meskipun terkoreksi, kami perkirakan IHSG akan menguji area 5,917-5,930 dahulu. Apabila IHSG sanggup bertahan di atas 5,883, maka kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk mengarah ke area 6,020-6,030.

Support: 5,880, 5,735

Resistance: 6,115, 6,230

AALI - Buy on Weakness (9,950)

AALI ditutup menguat 2,8% ke level 9,950 pada perdagangan kemarin (5/5) diikuti dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan saat ini, posisi AALI sedang berada di awal wave (C). Hal ini berarti, selama AALI masih bergerak di atas 9,250, maka AALI berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 9,500-9,850

Target Price: 10,100, 11,200

Stoploss: below 9,250

INCO - Buy on Weakness (4,970)

INCO ditutup menguat 1,8% ke level 4,970 pada perdagangan kemarin (5/5). Saat ini posisi INCO kami perkirakan sedang berada di akhir wave A dari wave (B). Hal ini berarti, meskipun terkoreksi maka akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat kembali.

Buy on Weakness: 4,700-4,900

Target Price: 5,225, 6,000

Stoploss: below 4,400

DOID - Buy on Weakness (376)

Kemarin (5/5), DOID ditutup terkoreksi 1,6% ke level 376. Kami perkirakan, selama DOID tidak terkoreksi ke bawah 342, maka pergerakan DOID saat ini masih berada pada wave [iii] dari wave 5 dari wave (C). Hal ini berarti, DOID masih berpeluang untuk berbalik menguat, terlebih bila mampu break resistance 388.

Buy on Weakness: 364-376

Target Price: 396, 420

Stoploss: below 342

BSDE - Sell on Strength (1,195)

Pada perdagangan kemarin (5/5), BSDE ditutup menguat 0,4% ke level 1,195. Kami perkirakan, saat ini pergerakan BSDE sedang berada pada bagian dari wave D dari wave (4) pada pola triangle. Hal ini berarti, penguatan BSDE akan cenderung terbatas dan rawan kembali terkoreksi ke rentang 1,135-1,165.

Sell on Strength: 1,200-1,250

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 6 Mei 2021


Stock futures are flat after the Dow closed at a record

U.S. stock index futures were little changed during overnight trading on Wednesday, after the Dow closed at a record.


Dow.......34230   +97.3       +0.29%

Nasdaq.13582   -51.1         -0.37%

S&P 500..4168   +2.9          +0.07%

 

FTSE........7039   +116.1    +1.68%

Dax........15171   +314.3    +2.12%

CAC........6340    +87.7       +1.40%


Nikkei...28813     closed    +0%

HSI........28418    -139.2     -0.49%

Shanghai .3447  closed     +0%

ST Times..3154  -25.5        -0.80%


IDX.....5975.91   +12.09   +0.20%

LQ45.....890.42  +1.50      +0.17%


Indo10Yr..6.6314   -0.0215       -0.32%

ICBI.....314.2664   +0.1666      +0.05%

US10Yr..1.5840     -0.0080        -0.50%

VIX............19.15    -0.33            -1.69%

  

USDIndx .....91.3080  +0.0200   +0.02%

Como Indx...204.14   +1.69        +0.83%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN..... .157.11   +0.27        +0.17%


IndoCDS.....77.9836  -0.5197   -0.66%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14435.00      +5           +0.03%

Jisdor....14439.00  +8           +0.06%



Euro.........1.2006  -0.0007      -0.06%



TLKM........22.35     +0.05       +0.22%

(3218)

EIDO..........21.76     +0.34       +1.59%

EEM...........53.62     +0.25       +0.47%


Oil.............65.26       -0.95        -1.43%

Gold .......1777.60    +9.40      +0.53%

Timah...29467.50  +1295.00  +4.57%‼

Nickel...17880.00  +295.00     +1.65%


Coal price.....93.80     +0.80     +0.86%

(May/Newcastle) 

Coal price......92.70    +0.95     +1.04%

(Jun/Newcastle)

Coal price.....79.25     +0.75     +0.96%

(May/Rotterdam) 

Coal price.....79.70     +1.10     +1.40%

(Jun/ Rotterdam)

 

CPO(Jul)...4040        -2           -0.05%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn.........708.50    +11.75    +1.69%

SoybeanOil..63.46   -0.12       -0.19%

Wheat...... .744.50   +17.75   +2.44%


Wood pulp.5250.00  unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  06-05-21)