Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyetujui rencana peningkatan modal dasar dari Rp875 miliar menjadi Rp2 triliun.
Pan Brothers (PBRX) Kantongi Restu Penambahan Modal Jadi Rp2 T
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyetujui rencana peningkatan modal dasar dari Rp875 miliar menjadi Rp2 triliun.
Tuntaskan Rights Issue, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Kelebihan Permintaan Tambahan Sebesar 13,2%
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) telah menyelesaikan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau Right Issue 2023 dengan permintaan saham yang melebihi penawaran.
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Perbaiki Prospektus Right Issue
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) tengah melakukan perbaikan prospektus Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue ke IV.
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Bidik Produksi Naik hingga 10 Persen per Tahun
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menargetkan penambahan produksi hingga 10 persen tiap tahun. Proyeksi ini didukung upaya perseroan dalam melakukan efisiensi dari sisi produksi, seperti otomatisasi dan digitalisasi.
PAN BROTHERS BAKAL TINGKATKAN MODAL DASAR JADI Rp647,5 MILIAR.
[Saham PBRX] PT Pan Brothers Tbk (PBRX) berencana meningkatkan modal dasar menjadi Rp647,5 miliar atau menjadi 19,42 miliar lembar saham. Hal itu telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar, Senin (27/6).
Adanya peningkatan modal tersebut seiring dengan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan PBRX di pasar modal melalui rights issue pada tahun ini maupun masa mendatang. "Dengan meningkatnya saham dalam portepel, maka perseroan dapat melakukan penertiban saham baru pada waktu diperlukan,"kata Direktur PBRX, Fitri Ratnasari Hartono usai pelaksanaan RUPST.
Fitri merinci, Perseroan akan meningkatkan modal dasar dari Rp300 miliar menjadi sebesar Rp647,5 miliar dengan nilai nominal Rp25 per saham, serta meningkatkan saham dalam portepel dari 5,52 miliar lembar menjadi 19,42 miliar lembar. Saat ini jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 6,48 lembar.
Lebih lanjut Fitri mengatakan, pada pelaksanaan RUPST hari ini para pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan yang tidak akan membagikan dividen. Sebesar Rp1 miliar dari laba bersih akan digunakan sebagai dana cadangan.
Dia mengungkapkan, dana hasil Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) sebesar Rp1,01 triliun telah digunakan seluruhnya oleh PBRX. Sebesar Rp246,5 miliar dana hasil PUT III untuk peningkatan kapasitas produksi melalui entitas anak, yakni PT Eco Smart Garment Indonesia.
Sedangkan, senilai Rp316,68 miliar untuk melakukan investasi di sektor hulu maupun hilir dan sebesar Rp449,03 sudah digunakan untuk meningkatkan modal kerja PBRX untuk mendukung operasional perseroan.
Menurut Fitri, pada tahun ini perseroan menyiapkan dana belanja modal sebesar USD5 juta atau lebih besar dibanding 2021 yang senilai USD4,1 juta. "Sepanjang 2021, PBRX mengonsentrasikan penambahan kapasitas melalui otomatisasi, digital dan upskilling seluruh lini personal,"ucapnya.
Sebagaimana diketahui, kapasitas terpasang untuk garmen di 2021 adalah sebanyak 117 juta potong per tahun dan diperkirakan tidak ada perubahan untuk tahun ini. "Pada tahun ini kami menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10 persen dibanding 2021,"tegas Fitri. (end)
sumber : IQPLUS
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Pengadilan AS Setujui Chapter 15, Restrukturisasi Pan Brothers (PBRX) Efektif
Pengadilan Amerika Serikat (United States Bankruptcy Court Southern District of New York) memberikan persetujuan atas pengajuan Chapter 15 restrukturisasi PT Pan Brothers Tbk (PBRX) pada 8 Maret 2022 waktu New York atau 9 Maret 2022 waktu Indonesia. Dengan persetujuan ini, skema pengaturan di Pengadilan Tinggi Singapura juga berlaku di seluruh yurisdiksi Amerika Serikat (AS).
Sejalan dengan persetujuan tersebut, tanggal efektif restrukturisasi Pan Brothers juga mulai berlaku. Hal ini sesuai dengan klausul 2.7 Skema Dokumen Perjanjian yang menyatakan bahwa disetujuinya pengajuan Chapter 15 di Pengadilan AS merupakan syarat terjadinya tanggal efektif restrukturisasi emiten berkode saham PBRX ini.
"Sehingga ini memastikan kepada seluruh stakeholders bahwa restrukturisasi PBRX ini pasti berjalan sesuai skema yang telah disetujui di Pengadilan Tinggi Singapura," kata Direksi Pan Brothers dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3).
Manajemen Pan Brothers menyampaikan, penyelesaian proses restrukturisasi ini akan membuat PBRX dapat bergerak lebih leluasa untuk menjalankan operasional perusahaan tanpa hambatan. Prospek industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang secara geopolitik sangat menguntungkan Indonesia tentunya juga bermanfaat bagi PBRX terutama setelah penyelesaian restrukturisasi PBRX.
Manjemen Pan Brothers mengklaim, di tahun 2021, saat restrukturisasi berjalan, penjualan PBRX tetap bisa dipertahankan dan tumbuh. "Perusahaan yakin tahun 2022 ke depan akan menjadi tahun yang lebih baik seiring dengan naiknya permintaan TPT ke Indonesia," ucap manajemen.
Sebagai gambaran, pada periode Januari-September 2021, Pan Brothers membukukan penurunan pendapatan 3,04% year on year (yoy) menjadi US$ 507,81 juta, dari US$ 523,78 juta. Pada periode ini, penjualan PBRX masih didominasi ke pasar Asia yang mencatatkan penjualan senilai US$ 292,95 juta atau tumbuh 4% yoy dari sebelumnya US$ 280,35 juta.
Setelah itu, diikuti oleh pasar Amerika US$ 138,26 juta, Eropa senilai US$ 61,33 juta, dan negara lainnya sebesar US$ 15,26 juta. Seiring dengan turunnya pendapatan total, laba bersih PBRX ikut turun 1,19% yoy menjadi US$ 19,03 juta dari sebelumnya US$ 19,25 juta.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Efisiensi usaha, Pan Brothers (PBRX) bakal evaluasi JV dan anak usaha
Emiten tekstil dan garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) akan mengevaluasi kembali beberapa perusahaan joint venture dan mempertimbangkan untuk keluar. Pan Brothers juga berencana mempertahankan pabrik tertentu dan mengonsolidasikannya ke entitas lain yang dimiliki sepenuhnya.
Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan, dalam proses restrukturisasi sebelumnya, Pan Brothers mengkaji kembali seluruh bisnis termasuk anak-anak usahanya. "Kami menganalisis keuntungan, kerugian, serta masa depan bisnis dan dampaknya bagi perusahaan di waktu mendatang," kata Anne dalam paparan publik Pan Brothers secara virtual, Rabu (15/12).
Anak-anak usaha yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dan bisnis utama Pan Brothers kemungkinan akan dirombak secara total, baik dari segi manajemen maupun bisnisnya. Di sisi lain, Pan Brothers juga membuka kemungkinan untuk melakukan cut loss pada bisnis yang tidak sejalan tersebut.
Sebaliknya, anak-anak usaha maupun JV yang masih sejalan dengan bisnis utama Pan Brothers akan dipertahankan. Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi usaha. "Itu pendekatan yang akan dilakukan supaya kami tidak terlena dalam operasional bisnis utama kami yang sebenarnya adalah garmen," ucap Anne.
Saat ini, Pan Brothers memiliki anak usaha beserta JV di bidang usaha pembuatan garmen, yaitu PT Pancaprima Ekabrothers, PT Eco Smart Garment Indonesia yang merupakan JV dengan Mitsubishi, PT Prima Sejati Sejahtera, PT Berkah Indo Garment, dan PT Teodore Pan Garmindo.
Kemudian, Pan Brothers juga memiliki usaha di bidang benang jahit dan bordir melalui PT Victory Pan Multitex. Selanjutnya ada PT Ocean Asia Industry selaku produsen kain rajut dan PT Apparelindo Prima Sentosa dalam bidang usaha retail pakaian dan bisnis lainnya.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
PT Pan Brothers Tbk Anggarkan USD 5 Juta untuk Belanja Modal Tahun Ini
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) pada tahun ini menganggarkan belanja modal sekitar USD 5 juta atau Rp72 miliar (Rp14.400). Nilai tersebut nyaris sama dengan belanja modal tahun sebelumnya.
Direktur PBRX Fitri Ratnasari Hartono menjelaskan bahwa dana tersebut akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan terutama perawatan atau maintenance.
"Sepanjang tahun 2020 dan 2021, PBRX mengkonsentrasikan diri menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalilasi dan upskilling seluruh lini personal yang ada. Maintenance capex 2021 dibudgetkan sebesar USD 5 juta,"tutur Fitri seusai Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Jumat (20/8/2021).
Sepanjang kuartal I 2021, perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 4 persen menjadi USD 126,2 juta dibandingkan dengan kuartal I 2020. Kapasitas terpasang untuk garment tahun 2020 adalah 117 juta pcs/ tahun dan tidak ada perubahan di tahun 2021.
Dalam RUPS, para pemegang saham juga menyepakati untuk mengangkat Benny Soetrisno sebagai komisaris utama perseroan yang baru. Dengan demikian susunan penguurus PBRX saat ini adalah :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkan Komisaris Independen : Benny Soetrisno
Wakil Komisaris Utama, Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit : Supandi Widi Siswanto
Komisaris : Dhanny Cahyadi
Adapun Susunan Direksi PBRX tidak ada perubahan atau tetap:
Direktur Utama : Ludijanto Setijo
Wakil Direktur Utama : Anne Patricia Sutanto
Direktur : Fitri Ratnasari Hartono
Direktur : Jean Pierre Seveke
Sumber: IQPLUS
MAYBANK KEMBALI GUGAT PAILIT PAN BROTHERS
Manajemen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyampaikan bahwa pihak perseroan menerima pemberitahuan dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (Pengadilan) bahwa PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) telah mengajukan permohonan pailit terhadap PT Pan Brothers Tbk ke Pengadilan (Permohonan Kepailitan).
Proses kepailitan diatur oleh Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepailitan Indonesia).
"Perseroan ingin meyakinkan semua pihak bahwa Perseroan akan melakukan segala daya untuk menantang dan menyelesaikan Permohonan Kepailitan ini untuk membela hak-hak semua pemangku kepentingan kami, termasuk sebagian besar kreditur kami yang telah mendukung kami selama proses restrukturisasi."tulis Manajemen PBRX melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/8).
Perseroan juga menegaskan bahwa kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan yang sulit karena siklus konversi kas yang memanjang di seluruh industri, terutama didorong oleh pandemi COVID-19, dan pengurangan trade lines yang signifikan.
Di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini, Perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 4% menjadi USD 126,2 juta pada Q12021 dibandingkan dengan Q12020. Hal ini sebagian besar didorong oleh dukungan dan kepercayaan dari pembeli dan pemasok yang telah bersedia membantu Perseroan mengelola kebutuhan modal kerja untuk memastikan kegiatan operasional dapat terus berjalan lancar tanpa pengurangan karyawan/pemutusan hubungan kerja selama masa sulit ini.
Perlu juga dicatat bahwa Perseroan masih terus membayar bunga atas utang- utangnya. Perusahaan telah melakukan komunikasi secara intensif dengan pemberi pinjaman sindikasi dan bilateral pada rencana restrukturisasi untuk mengubah persyaratan hutangnya.
Terlepas dari tindakan yang dilakukan oleh Maybank, pemberi pinjaman mayoritas telah menyetujui persyaratan yang di ajukan dan sedang dalam proses persetujuan kredit.
Berdasarkan Siaran Pers PBRX tertanggal 27 Juli 2021, Pengadilan Tinggi Niaga Jakarta Pusatmelalui Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri, S.H., M.Hum. telah memutuskan untuk menolak Permohonan PKPU yang sebelumnya diajukan oleh Maybank untuk seluruhnya dan menghukum Maybank untuk membayar biaya perkara.
Pertimbangan hukum putusan penolakan PKPU tersebut sebagian besar didorong oleh Putusan Moratorium dimana Pengadilan Singapura mengabulkan moratorium Pan Brothers selama 6 bulan, hingga 28 Desember 2021. Dengan mempertimbangkan Putusan Moratorium Singapura, Majelis Hakim menyatakan bahwa Maybank tidak memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan PKPU dalam perkara ini, dan kalaupun perkara ini diteruskan, hal ini akan membuat pemeriksaan perkara menjadi tidak sederhana (yang bertentangan dengan syarat permohonan PKPU yang diatur dalam Undang-Undang Kepailitan Indonesia). Majelis Hakim juga ingin menghindari tumpang tindihnya 2 (dua) yurisdiksi hukum dalam penyelesaian perkara.
Manajemen PBRX mengaku, Permohonan PKPU yang diajukan oleh Maybank telah menyita banyak waktu dan fokus Perseroan selama 2 bulan terakhir dan menyebabkan tertundanya proses restrukturisasi. Sebelum Permohonan PKPU ditolak, Perseroan dengan itikad baik telah berkali-kali menghubungi Maybank dengan proposal penyelesaian, tidak ada satupun yang diterima oleh Maybank.
"Mempertimbangkan hal ini, kami mempertanyakan apa yang mendorong Maybank tetap bersikeras untuk mengajukan gugatan ini,"terangnya.
Pan Brothers adalah perusahaan publik produsen garmen terbesar di Indonesia berdasarkan kapasitas terpasang yang menampung lebih dari 31.000 karyawan di 25 pabrik di seluruh Indonesia.
"Kami memiliki kewajiban kepada banyak pemangku kepentingan kami, seperti karyawan kami, kreditur mayoritas, pembeli kami, pemasok kami, yang semuanya telah sangat mendukung Perusahaan selama masa-masa sulit ini. Karena itu adalah kewajiban kami untuk menantang secara agresif Aplikasi Kepailitan ini dan melindungi hak-hak pemangku kepentingan. Secara paralel, kami akan terus bekerja pada sanksi dan implementasi skema di Singapura dan fokus bekerja menuju restrukturisasi yang sukses dengan mayoritas pemberi pinjaman sindikasi dan bilateral yang mendukung, serta pemegang obligasi kami,"paparnya. (end)
Sumber: IQPLUS
GUGATAN PKPU MAYBANK TERHADAP PAN BROTHERS DITOLAK
Gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk terhadap PT Pan Brothers Tbk (PBRX) ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Malalui keterangan tertulisnya, Sekretaris Perusahaan Pan Brothers Iswar Deni meuturkan, bahwa pada tanggal 26 Juli 2021, Manajamene PBRX telah menghadiri sidang lanjutan atas Permohonan PKPU itu dengan agenda Pembacaan Putusan.
"Intinya, Majelis Hakim menolak permohonan PKPU tersebut,"tutur Deni dalam keterangan tertulisnya, Selasa 27 Juli 2021.
Adapun Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri, S.H., M.Hum. membacakan putusan dengan amar sebagai berikut:
1. Menolak Permohonan PKPU yang diajukan Pemohon untuk seluruhnya;
2. Menghukum Pemohon PKPU untuk membayar biaya perkara.
Pada pokoknya pertimbangan hukum dalam putusan adalah: Majelis Hakim sependapat dengan dalil yang diajukan Perseroan bahwa pengajuan PKPU di Indonesia diajukan kepada debitor yang sama dengan proses di Singapura, sehingga dalam hal ini Maybank Indonesia tidak memiliki legal standing untuk mengajukan Permohonan PKPU ini. Kalaupun pemeriksaan tetap dilanjutkan, maka pemeriksaan terhadap hal ini akan menjadi pemeriksaan yang tidak sederhana (bertentangan dengan ketentuan Pasal 8 ayat (4) UU No.37/2004), dan Majelis Hakim menolak untuk memeriksa perkara untuk menghindari tumpang tindih 2 yurisdiksi hukum penyelesaian perkara.
Pada tanggal 28 Juni 2021 yang lalu, Perseroan dan Anak Perusahaannya mendapatkan moratorium dari Pengadilan Tinggi Singapura hingga 28 Desember 2021. Oleh karena itu, sampai dengan tanggal tersebut, kecuali dengan izin Pengadilan dan tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Pengadilan diputuskan bahwa:
a) tidak ada keputusan yang akan diambil untuk pembubaran Pan Brothers dan/atau masing-masing Anak Perusahaan;
b) tidak ada kurator atau manajer yang ditunjuk atas properti atau usaha Pan Brothers dan/atau masing-masing Anak Perusahaan;
c) tidak ada proses yang akan dimulai atau dilanjutkan (selain proses berdasarkan pasal 210 atau 212 Companies Act (Cap. 50), atau pasal 64, 66, 69 atau 70 dari Act) terhadap Pan Brothers dan/atau masing-masing dari Anak Perusahaan kecuali dengan izin Pengadilan dan tunduk pada persyaratan yang ditetapkan olehPengadilan;
d) tidak ada permulaan, kelanjutan atau pengadaan eksekusi, tekanan atau proses hukum lainnya terhadap properti Pan Brothers dan/atau masing-masing Anak Perusahaan kecuali dengan izin Pengadilan dan tunduk pada persyaratan yang ditetapkan oleh Pengadilan;
e) tidak ada langkah-langkah yang akan diambil untuk menegakkan jaminan atas properti Pan Brothers dan/atau masing-masing Anak Perusahaan, atau untuk mengambil kembali barang-barang yang dimiliki oleh Pan Brothers dan/atau masing-masing Anak Perusahaan berdasarkan perjanjian sewa guna usaha, perjanjian sewa beli atau perjanjian retensi hak, kecuali dengan izin Pengadilan dan tunduk pada persyaratan yang ditetapkan oleh Pengadilan; dan f) penegakan hak masuk kembali atau perampasan di bawah sewa apa pun sehubungan dengan setiap tempat yang dikuasai oleh Pan Brothers dan/atau masing-masing Anak Perusahaan (termasuk penegakan apa pun sesuai dengan bagian 18 atau 18A dari Conveyancing and Law of Property Act ( Cap.61)) harus ditahan, kecuali dengan izin Pengadilan dan tunduk pada persyaratan yang ditetapkan oleh Pengadilan.
Moratorium atas tindakan yang disebutkan di atas berlaku untuk setiap orang di Singapura atau di dalam yurisdiksi Pengadilan, baik tindakan tersebut dilakukan di Singapura atau di tempat lain. Berdasarkan hasil putusan PKPU di Indonesia dan Moratorium di Singapura, maka seluruh kreditur Perseroan tidak memiliki Legal Standing untuk mengajukan PKPU ataupun tindakan hukum lain dan tunduk terhadap Putusan Moratorium Singapura hingga tanggal yang telah ditetapkan. Perseroan akan fokus dalam menyelesaikan proses restrukturisasi yang sedang berjalan dan berharap agar kesepakatan dengan seluruh kreditur dapat terealisasi secepatnya.
"Hingga saat ini kegiatan operasional Perseroan masih berjalan dengan normal tanpa adanya pengurangan produksi atupun pengurangan karyawan/PHK,"kata Deni. (end)
Sumber: IQPLUS
PT PAN BROTHERS RAIH PENJUALAN SEBESAR US$126,16 JUTA HINGGA MARET 2021
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) meraih penjualan sebesar US$126,16 juta hingga periode 31 Maret 2021 naik dari penjualan US$121,66 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, kenaikan beban pokok penjualan menjadi US$110,12 juta dari US$104,05 juta membuat laba kotor turun menjadi US$16,05 juta dari laba kotor US$17,61 juta.
Laba usaha turun menjadi US$6,81 juta dari laba usaha US$7,05 juta tahun sebelumnya.
Sedangkan laba sebelum pajak tercatat sebesar US$2,51 juta naik dari laba sebelum pajak US$577,39 ribu terutama karena beban lainnya turun menjadi US$ 456,93 ribu dari US$2,36 juta tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar US$2,22 juta naik tipis dari laba US$2,10 juta tahun sebelumnya.
Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 tercatat sebesar US$696,18 juta naik dari total aset US$693,12 juta hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)
Sumber: IQPLUS
INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI
Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali.
Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media
"Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5).
Oleh karena itu, demi menjaga kelangsungan pabrik supaya tetap bekerja penuh tanpa terjadi pengurangan pekerja, kata Deni, perusahaan perlu membagi berbagai arus dana pembayaran ke supplier dan pihak terkait lainnya termasuk salah satunya dengan melakukan pembayaran secara bertahap Tunjangan Hari Raya (THR).
"Maksimal THR akan dibayar secara bertahap sebanyak 5 (lima) kali. Jika Likuiditas tersedia dimana pihak perbankan mengaktifkan sebagian fasilitas kami pembayaran THR otomatis akan dipercepat dan terselesaikan di bulan September 2021 paling lambat. Demikian penjelasan yang kami sampaikan ke karyawan dan karyawati. Dan hari ini tanggal 6 Mei 2021, pabrik telah berproduksi secara normal,"tegas Deni.
Lebih lanjut Deni mengungkapkan bahwa dari sisi order yang masuk dari buyer tetap besar, hanya PBRX terkendala modal kerja. Fasilitas Bilateral yang diterima PBRX dari perbankan saat ini tersisa 10 % dibanding awal tahun 2020, sehingga menjadikan perusahaan memiliki keterbatasan.
"Kami harus mengatur arus kas sebaik-baiknya agar semua berjalan dengan baik dan penjualan tidak berkurang, dan oleh karena itu tidak ada pengurangan tenaga kerja. Kami tetap harus bisa mengatur pembelian bahan baku, pembayaran ke supplier, gaji, biaya produksi, biaya operasional dan juga kewajiban bunga ke perbankan dan bond dengan arus kas yang ada. Kami tetap optimis akan ada jalan keluar dan fasilitas kami akan berangsur pulih seiring
dengan pemulihan ekonomi nasional dan dunia,"ucapnya.
Dalam tahun 2020 yang sulit pun, kata Deni, perusahaan tetap positif penjualan dan di bottom profit juga tetap bertumbuh dan lebih tinggi dari tahun 2019. Jika modal kerja tersedia seperti sebelumnya perusahaan yakin tahun 2021 akan bertumbuh sekitar 10% dampai dengan 15 % dengan adanya pengalihan order dari negara negara produsen lain, namun ini tidak mungkin kami realisir jika modal kerja tidak tersedia.
"Kami memohon dukungan semua pihak agar support kebutuhan modal kerja yang kami butuhkan dapat kami peroleh dengan segera. Siklus produksi mulai dari order masuk sampai dengan ekspor untuk order yang terkonfirmasi sekitar 120 hari. Oleh karena itu PBRX berharap pemulihan fasilitas bilateral modal kerja PBRX bisa kembali didukung perbankan nasional, sehingga PBRX dapat menyumbang pertumbuhan devisa melalui kenaikan ekspor dan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia,"pungkasnya. (end)
Sumber: IQPLUS
[PBRX] PT Pan Brothers Tbk Melalui RUPSLB Setuju Terbitkan Surat Utang USD 350 Juta
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) yang telah digelar pada Selasa (26/1/2021), telah menyetujui penerbitan surat utang senilai USD350 juta yang berbunga 12%.
"Bonds jatuh tempo pada 2026 itu akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX)," kata Sekretaris Perusahaan PBRX, Iswar Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa surat utang ini dijamin oleh PBRX dan entitas anak Perseroan penggunaannya untuk melunasi pinjaman PBRX dan entitas anak senilai US$171,08 juta yang jatuh tempo pada Januari 2022, pembiayaan kembali utang sindikasi senilai US$138,50 juta.
"Sisanya untuk modal kerja PBRX,"imbuh Deni. (end)
Sumber: IQPLUS
PT Pan Brothers Tbk Percaya Diri Kinerja Perusahaan Meningkat
Anne Patricia Sutanto, Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengaku, secara fundamental kinerja perusahaan sebagai salah satu emiten di sektor garment cukup menonjol. Penjualan PBRX konsolidasi Januari - Desember 2020 diproyeksikan akan meningkat sekitar 10-15 % dari realisasi penjualan tahun 2019.
"Kenaikan penjualan dikarenakan oleh hubungan berkelanjutan dengan global brands dan peningkatan penjualan Alat Pelindung Diri (APD),"kata Anne dalam paparan publik PBRX, yang digelar secara virtual, di Jakarta, Kamis (3/12).
Menurut Anne, PBRX telah berhasil untuk meneruskan produksi selama pandemi ini untuk memenuhi order dari global brands Perusahaan. Selain itu, peruusahaan juga telah beradaptasi untuk membuat divisi APD yang telah meningkatkan profitability PBRX di 1H20.
Alhasil, penjualan PBRX pada periode Januari-September 2020, meningkat 6,5% dibanding periode serupa tahun sebelumnya menjadi US$523,8 juta, kemudian laba tahun berjalan meningkat 8,9% menjadi US$18,3 juta, Ebitda naik 5,2% menjadi US$48,6 juta.
"PBRX telah berhasil menunjukan peningkatan dalam profitabilitasnya di tengah keadaan ekonomi, sosial dan geopolitikal yang menantang, ini dikarenakan oleh track record dan kepercayaan yang telah dibangun oleh PBRX lewat produk garmennya yang berkualitas," pungkasnya. (end)
Sumber: IQPLUS
SAHAM PBRX | Gagal buyback saham, ini rencana Pan Brothers selanjutnya
PAN BROTHERS RAIH PERTUMBUHAN LABA 10,63% HINGGA DESEMBER 2019 | SAHAM PBRX
Ketergantungan utang jangka pendek, peringkat Pan Brothers dipangkas jadi B1 | Saham PBRX
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) Siap BuyBack Walau Kondisi Pasar Fluktuatif
Menurut keterangan perseroan disebutkan, periode pembelian kembali saham akan dilaksanakan pada periode 17 Maret 2020 hingga 16 Juni 2020.Jumlah saham yang akan dibeli sebanyak-banyaknya 525.000.000 lembar atau 8,1% dari modal ditempatkan dan disetor.
Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya Rp210 miliar termasuk biaya pembelian kembali, komisi pedagang dan biaya lain terkait buyback. Perseroan menunjuk PT Minna Padi Investama untuk melakukan buyback saham.(end)
Analisa Saham BBTN, ASII dan PBRX
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
Saham BBTN saat ini sudah break out resistance dan kembali pada level regresi. Selanjutnya, harga berpotensi menguji target moving average (MA)200 di kisaran Rp 2.480 per saham. Untuk indikator Stochastic golden-cross pada area oversold, diikuti dengan indikator RSI yang berada di area bullish momentum.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 2.300
Resistance: Rp 2.520
Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas Indonesia
PT Astra International Tbk (ASII)
Pertimbangan untuk saham ASII yakni, muncul long white body candle. Di mana, indikator stochastic menunjukkan berada di area golden cross. Sedangkan untuk indikator RSI mengindikasikan adanya penguatan, namun untuk volume perdagangan sendiri menurun.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 6.725
Resistance: Rp 7.300
Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas
PT Pan Brothers Tbk (PBRX)
Pergerakan harga saham PBRX berada di level 67 pada indikator stochastic. Sedangkan dilihat dari indikator MACD, harga mengindikasikan sideway, diikuti posisi candle yang dekat dengan garis atas bollinger band.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 800
Resistance: Rp 820
Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Asset Manajemen
PBRX | Pan Brothers Dorong Produktivitas dan Peningkatan Kapasitas
Salah satunya dengan meningkatkan produksi. "Dalam menunjang target, PBRX telah menyiapkan anggaran sebesar US$ 10 juta untuk kebutuhan otomatisasi dan digitalisasi," jelas Vice Chief Excecutive Officer Pan Brothers Anne Patricia Sutanto, dalam paparan publik, Rabu (26/6).
Anne menjelaskan, otomatisasi dan digitalisasi berbentuk database yang terintegrasi bisa mendorong produktivitas mesin. Perusahaan tekstil ini akan meminimalisasi pekerjaan manual, seperti pada mesin panel.
Pan Brothers telah melengkapi fasilitas produksi hightech apparel, seperti padded apparel, seamless apparel, waterproof apparel, dengan peralatan yang mengusung teknologi high frequency welding, bonding dan ultrasonic.
Selain itu, Pan Brothers akan mengoperasikan pabrik baru, salah satunya di bawah anak usahanya, PT Teodore Pan Garmindo, di Jawa Barat. Pembangunan pabrik ini ditargetkan selesai pada akhir 2019 dan beroperasi 2020 dengan kapasitas terpasang sebesar 6 juta potong garmen per tahun. Adapun total capex yang dianggarkan untuk pabrik di Jawa Barat ini sebesar US$ 5 juta.
Pembangunan dua pabrik lainnya di bawah bendera PT Eco Smart Garment Indonesia di Jawa Tengah. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada 2020 sehingga bisa mulai berproduksi pada 2021. Nantinya, kapasitas produksi akan bertambah hingga 21 juta potong garmen per tahun.
Untuk pembangunan Eco Smart Garment, Pan Brothers menganggarkan dana US$ 30 juta. Belanja modal tersebut akan digunakan secara bertahap mulai tahun 2020. Perusahaan ini juga mengalokasikan belanja sebesar US$ 7 juta-US$ 12 juta untuk pemeliharaan, termasuk proyek 4.0.
Pan Brothers menargetkan kapasitas tahun ini naik. Emiten ini mencatat produksi bisa mencapai 100 juta potong per tahun setara polo shirt.
Tahun depan, dengan adanya pabrik Tasikmalaya dan otomasi berjalan baik, kemungkinan produksi mencapai 120 juta potong per tahun.
Saat ini, dari 10 entitas anak usaha Pan Brothers di divisi garmen, pengiriman ekspornya hampir sebesar 100%. Tujuan ekspor emiten ini antara lain Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia dan Asia.
.jpg)
.png)
.png)
.png)











