Jadwal Pembagian Dividen Saham ICBP, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk


Emiten-emiten Grup Salim akan membagikan dividen tahun buku 2020 pada bulan ini. Salah satunya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) ICBP pada Jumat (27/8). Emiten yang bergerak di bisnis makanan kemasan ini akan membagikan dividen total Rp 2,51 triliun. 

Dividen yang dibagikan ini setara dengan 38,09% dari laba Indofood CBP tahun lalu sebesar Rp 6,59 triliun. Setiap saham ICBP akan mendapatkan dividen Rp 215. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/8), berikut jadwal pembagian dividen ICBP:


Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 6 September 2021

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 7 September 2021

Cum dividen di pasar tunai: 8 September 2021

Ex dividen di pasar tunai: 9 September 2021

Recording date: 8 September 2021

Pembayaran dividen: 28 September 2021


Dengan harga saham ICBP yang ada di Rp 8.450 per saham pada Selasa (31/8), yield dividen ICBP sebesar 2,54%


Sumber: KONTAN

PT Multipolar Tbk Alami Kenaikan Pendapatan Secara Kuartalan


Transformasi digital yang tengah gencar dilakukan mulai tercermin dari kinerja keuangan PT Multipolar Tbk (MLPL). Transformasi ini juga yang membuat entitas Grup Lippo tersebut tak lagi mencatat kerugian di paruh waktu pertama tahun ini.

Sejatinya, MLPL mencatat penurunan pendapatan 2,4% secara tahunan menjadi Rp 5,13 triliun di semester pertama tahun ini. Namun, secara kuartalan, MLPL membukukan pendapatan Rp 2,82 triliun pada kuartal kedua, naik 9,8% dibanding periode yang sama tahun lalu ketika agenda transformasi digital belum digencarkan.

Peningkatan penjualan berasal dari anak usaha MLPL, yakni PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). "MPPA mampu meningkatkan volume penjualan di kuartal kedua 2021 seiring dengan kenaikan penjualan online bisnisnya," ujar Adrian Suherman Chief Executive Officer (CEO) Multipolar, Selasa (31/8).

Multipolar mencatat kenaikan laba kotor 6,3% secara tahunan menjadi Rp 538 miliar pada kuartal kedua tahun ini. Entitas yang menaungi bisnis ritel Grup Lippo ini mampu mengurangi beban operasional 9,7% menjadi Rp 477 miliar di kuartal kedua kemarin. Untuk periode yang sama, MLPL juga mampu mengurangi beban bunga sebesar 16,1% menjadi Rp 163 miliar.

"Penurunan beban operasi karena MPPA telah melakukan efisiensi atas biaya-biaya operasional yang sifatnya redundant," imbuh Adrian.

Efisiensi tersebut dipoles oleh investasi sebesar Rp 334 miliar di periode kuartal kedua 2021. Dus, MLPL membukukan laba bersih kuartal kedua 2021 sebesar Rp 371 miliar, meningkat 250% dari kuartal kedua 2020 sebesar Rp 106 miliar. 

Jika diakumulasikan, laba bersih Multipolar sepanjang semester pertama tahun ini sebesar Rp 104 miliar. Pencapaian ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu ketika MLPL masih mencatat kerugian bersih Rp 352 miliar.

"Peningkatan kinerja keuangan MLPL sudah sejalan dengan strategi MLPL untuk terus meningkatkan growth setiap anak usaha MLPL baik melalui transformasi bisnis omnichannel untuk kategori anak usaha peritel maupun efisiensi biaya-biaya operasional dan non operasional," terang Adrian.

Sumber: KONTAN

Jadwal Pembagian Dividen Saham LPCK, PT Lippo Cikarang Tbk


Kabar gembira bagi pemegang saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Perusahaan Lippo Group ini akan membagikan dividen interim tunai dalam waktu dekat. 

Pembagian dividen ini berdasarkan keputusan sirkuler Dewan Komisaris tertanggal 30 Agustus 2021. Di mana, Dewan Komisaris telah menyetujui Keputusan direksi tertanggal 23 Agustus 2021 perihal pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2021.

Emiten yang bergerak di bidang real estat ini akan menebar dividen interim sebesar Rp 150 miliar. Artinya, setiap pemegang satu saham LPCK bakal mendapatkan Rp 56 per saham.

Dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal 9 September 2021 sampai dengan pukul 16.00 WIB (tanggal pencatatan) dan/atau pemilik saham LPCK pada sub rekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal 9 September 2021.

Berikut merupakan jadwal pembagian dividen interim LPCK :


Cum Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi : 7 September 2021

Ex Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi : 8 September 2021

Cum Dividen Interim di Pasar Tunai : 9 September 2021

Ex Dividen Interim di Pasar Tunai : 10 September 2021

Recording Date (yang berhak atas Dividen) : 9 September 2021

Pembayaran Dividen Interim : 22 September 2021


Sumber: KONTAN

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Raih Kenaikan Pendapatan Periode Juni 2021


PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meraih pendapatan sebesar US$937,57 juta hingga periode 30 Juni 2021 naik dari US$771,61 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba kotor diraih US$376,23 juta naik dari laba kotor US$292,12 juta.

Laba usaha diraih sebesar US$184,31 juta naik dari laba usaha US$118,44 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat US$139,43 juta naik dari laba sebelum pajak US$58,89 juta.

Sedangkan laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat US$43,92 juta naik dari laba US$22,46 juta.

Total aset perseroan mencapai US$3,01 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset US$2,90 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Siantar Top Tbk Optimis 2021 Penjualan Naik Double Digits


PT Siantar Top Tbk . produsen makanan ringan . tetap optimis penjualan tahun 2021 akan naik double digit meskipun kondisi market baik domestic maupun global masih dibayangi pandemic Covid 19. Sebab itu, berbagai langkah strategis akan terus dilakukan.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Agus Suhartanto, menjelaskan, saat ini kondisi bisnis mengalami tekanan akibat pandemi Covid 19. Kendati begitu, pihaknya tetap optimis tahun ini mampu meningkatkan kinerjanya hingga double digit sampai akhir tahun nanti.

"Kami tetap berusaha mencapai pertumbuhan 2 digit tahun ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sebab itu, kami akan terus melakukan penguatan market baik domestic maupun pasar ekpsor," ujar Agus Suhartanto, (31/8).

Menurut Agus, optimisme tersebut terlihat dari kinerja pada semester pertama tahun 2021, dimana emiten berkode STTP ini berhasil meraih penjualan sebesar Rp1,92 triliun naik 6.89 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni Rp1,8 triliun. Hal ini karena ektensfifikasi dan intensifikasi penjualan lokal dan ekspor.

Sementara laba kotor secara tahunan turun tipis 3,62 persen yang sebelumnya sebesar Rp481 miliar menjadi Rp463 miliar. Hal ini juga berimbas pada pencapaian laba bersih perseroan yang juga turun tipis 1,74 persen dari Rp278 miliar menjadi Rp264 miliar.

"Kami masih optimis hingga akhir tahun nanti kinerja tetap tumbuh. Biasanya menjelang akhir tahun permintaan pasar akan naik lagi," tambahnya.

Tahun ini pihaknya gencar mengeluarkan beberapa produk baru seperti Tic Tic Sambel Colek, Gemez Spicy polybag. Selain itu, perseroan juga mempersiapkan produk baru yang akan segera dilaunching seperti FF Level III, Twistko CBP 2000 serta Gemez Bumbu Tabur.

Perseroan juga terus berusaha melakukan ekspansi dengan menambah pabrik baru. Tujuannya untuk menambah kapasitas produksi. Saat ini pengembangan pabrik di Pasuruan terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi pertumbuhan demand kedepan.

"Tahun ini kami belanja modal (Capex) sebesar Rp450 miliar. Dana tersebut kami gunakan untuk anak perusahaan, perluasan pabrik Siantar Top dan juga pelunasan obligasi," kata Agus.

Terkait pasar ekspor, dia tetap yakin akan tumbuh meskipun dibayangi pandemic. Bahkan pihaknya terus berupaya melakukan pasar ekspor. Saat ini produk perseroan telah diekspor ke sejumlah negara di Asia seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Hongkong, Nepal, Srilangka dan Vietnam.

Selain itu, pihaknya melakukan ekspor ke sejumlah negara di Kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Jordan dan Palestina.

"Saat ini kontribusi pasar ekspor masih 10 persen dari total penjualan. Kedepan, akan terus meningkat dengan perluasan market yang intensif," ujar Agus Suhartanto. (end/ahd)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham AALI, EXCL dan TBIG oleh Indopremier | 1 September 2021


IHSG (6.110 – 6.190) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.190 kemudian 6.230 dengan support di level 6.110 dan 6.070.

AALI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.600 kemudian 8.750 dengan support di level 8.300, cut loss jika break 8.150.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.720 kemudian 2.770 dengan support di level 2.620, cut loss jika break 2.570.

TBIG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.210 kemudian 3.290 dengan support di level 3.050, cut loss jika break 2.970.

XIJI (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 548 dengan resist di level 562 kemudian 568.

XPDV (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 409 dengan resist di level 414 kemudian 418.

XPLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 432 dengan resist di level 438 kemudian 443.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwb6

Ulasan Pasar Global | 1 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 1, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Penutupan Wall Street yang tenang gagal, mengurangi perolehan bulan Agustus yang kuat

Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada hari Selasa, meskipun akhir yang sedikit tenang hingga Agustus gagal mengurangi kinerja bulanan yang kuat oleh tiga indeks utamanya, dalam apa yang secara tradisional dianggap sebagai periode tenang bagi ekuitas.

Dow Jones turun 39,11 poin atau 0,11% menjadi 35.360,73. S&P 500 kehilangan 6,11 poin atau 0,13% menjadi 4.522,68. Nasdaq turun 6,66 poin atau 0,04% menjadi 15.259,24.

Setelah semua membukukan tertinggi seumur hidup di paruh kedua bulan ini, termasuk empat rekor penutupan dalam lima sesi untuk S&P 500 sebelum Selasa, tiga tolok ukur ditimbang oleh saham teknologi pada hari terakhir. Untuk S&P, yang naik 2,9% pada Agustus, itu adalah kenaikan ketujuh bulan berturut-turut, sementara Dow dan Nasdaq masing-masing naik 1,2% dan 4% sejak akhir Juli. Kinerja tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap ekuitas AS yang berasal dari nada dovish Federal Reserve yang terus berlanjut terhadap pengurangan program stimulus besar-besaran.

Eropa

Bursa Eropa mencatat kenaikan ketujuh berturut-turut

Bursa Eropa turun pada hari Selasa karena lonjakan inflasi menyebabkan kegelisahan tentang kemungkinan perubahan kebijakan moneter, namun tetap naik hampir 2% pada Agustus karena pendapatan kuartalan yang kuat dan optimisme atas pemulihan ekonomi.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup turun 0,4%.

Teknologi adalah sektor dengan kinerja terbaik pada bulan Agustus, naik 6% pada beberapa pendapatan yang kuat, sementara peningkatan kasus COVID-19 global juga mendorong investor ke sektor yang paling tahan terhadap pandemi. Saham regional telah kehilangan keuntungan awal pada hari Selasa setelah data menunjukkan inflasi melonjak ke level tertinggi 10-tahun pada bulan Agustus, dengan kenaikan lebih lanjut kemungkinan menantang pandangan ramah Bank Sentral Eropa (ECB) tentang pertumbuhan harga.

Rekomendasi Saham BRPT, BBYB dan MTDL oleh Mirae Asset Sekuritas | 1 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 1, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,150.3(+0.09%), test resistance at 6,173. Trading range 6,105 – 6,173. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized masih cenderung bergerak naik. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized juga masih bergerak naik. Daily support di 6,105 dan daily resistance di 6,173. Cut loss level di 6,040.

BRPT Daily, 1,065 (+0.95%), trading buy,  trading range 1,030 – 1,090. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 1,030 dan daily resistance di 1,090. Cut loss level di 1,000.

BBYB Daily, 1,520 (-6.75%), buy on weakness, trading range 1,480 – 1,580. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun namun mulai terbats. Daily support di 1,480, dan daily resistance di 1,580. Cut loss level di 1,470.

MTDL Daily,2,660(+1.53%), trading buy, trading range 2,360 – 2,770. Indikator MFI optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 2,630 dan daily resistance terdekat di 2,770. Cut loss level di 2,530.

Rekomendasi Saham INKP, FREN, MLPL dan MIKA oleh MNC Sekuritas | 1 September 2021


MNCS Daily Scope Wave 

1 September 2021

Pada perdagangan kemarin (31/8), IHSG ditutup cenderung flat 0,1% ke level 6,150, pergerakan IHSG diikuti dengan meningkatnya tekanan beli. Dapat diperhatikan level support terdekatnya di 6,021, bila IHSG masih mampu bergerak di atas level tersebut maka IHSG berpeluang menguji resistance selanjutnya di 6,179. Worst case, apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah level support-supportnya, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900.

Support: 6,021, 5,938

Resistance: 6,179, 6,263

INKP - Buy on Breakout

Kemarin (31/8), INKP ditutup menguat cukup signifikan sebesar 6% ke level 7,900. Kami memperkirakan, posisi INKP saat ini sedang berada di wave [iii] sehingga diperkirakan INKP akan melanjutkan penguatannya kembali.

Buy on Breakout: 8,000

Target Price: 8,450, 9,350

Stoploss: below 6,700

FREN - Buy on Weakness

FREN ditutup menguat 3,9% ke level 134 pada perdagangan kemarin (31/8). Kami perkirakan, posisi FREN saat ini berada di awal wave [c] dari wave B, sehingga FREN berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 128-134

Target Price: 142, 150

Stoploss: below 123

MLPL - Buy on Weakness

MLPL ditutup terkoreksi 1% ke level 500 pada perdagangan kemarin (31/8). Selama MLPL masih mampu bertahan di atas 440 sebagai level supportnya, maka posisi MLPL saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 475-500

Target Price: 600, 650

Stoploss: below 440

MIKA - Buy on Weakness

Kemarin (31/8), MIKA ditutup terkoreksi 0,9% ke level 2,330, pergerakan MIKA juga masih tertahan MA20-nya. Kami perkirakan, selama MIKA masih mampu bertahan di atas 2,200 sebagai supportnya, maka saat ini posisi MIKA sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 2,280-2,330

Target Price: 2,500, 2,700

Stoploss: below 2,200

Disclaimer On

Analisa Saham ADHI, LSIP dan UNTR | 1 September 2021

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)


ADHI sukses break out resistance MA50. Hal ini semakin memberikan kekuatan untuk mengakhiri tren sideways atau turunnya.

Rekomendasi: Beli

Support: Rp 700 per saham

Resistance: Rp 775 per saham–Rp 800 per saham

Liza Camelia, Henan Putihrai Sekuritas

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)


Diperkirakan, selama LSIP masih bergerak di atas level support maka LSIP masih berpeluang menguat untuk menguji level resistance. Nampak pada pergerakan MACD dan Stochastic berpeluang menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 1.035 per saham

Resistance: Rp 1.185 per saham

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT United Tractors Tbk (UNTR)


UNTR secara teknikal membentuk pola trend bullish continuation. UNTR ditutup di atas rata-rata pergerakan MA50 yang mengindikasikan masih adanya potensi terjadi penguatan. UNTR ditransaksikan dengan volume transaksi yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata transaksi lima hari perdagangan.

Rekomendasi: Speculative buy

Support: Rp 19.500 per saham

Resistance: Rp 20.950 per saham

Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekurita


Analisa Saham MTDL | 1 September 2021


Analisa Saham MTDL

Saham MTDL pada tanggal 1 September 2021 ditutup menguat pada harga 2660, naik 1,52%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 325% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2780

Jika naik di atas 3070 maka berpeluang ke 3300-4000

Jika turun di bawah 2510 maka berpeluang ke 2380

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : 

@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )

Facebook Page : 

@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )

Aplikasi Android :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : 

http://www.sahamonline.id/


Bandarmologi Saham BUKA, UNTR, ERAA, TINS dan ANTM | 1 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Wednesday (01/09/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,107 - 6,200

SUMMARY: STRONG BUY‼️‼️


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY!!

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *BUY!!

HIGHS/LOW (14): BUY!!

UO: BUY!!

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): BUY!!


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


BUKA 900 - 1,050

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 945

TARGET PRICE: 1,050

STOP-LOSS: 900


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



UNTR 19,750 - 20,500

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 20,075

TARGET PRICE: 20,500

STOP-LOSS: 19,750


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



ERAA 585 - 650

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 605

TARGET PRICE: 650

STOP-LOSS: 585


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



BMRI 5,900 - 6,400

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 6,100

TARGET PRICE: 6,400

STOP-LOSS: 5,900


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



TINS 1,475 - 1,625

TECHNICAL INDICATORS: BUY BUY 1,525

TARGET PRICE: 1,625

STOP-LOSS: 1,475


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



ANTM 2,320 - 2,490

TECHNICAL INDICATORS: BUY, BUY 2,390

TARGET PRICE: 2,490

STOP-LOSS: 2,320


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 1 September 2021


U.S. stock futures opened slightly higher Tuesday night after the S&P 500 notched a seven-month win streak in August.


Dow.......35361   -39.1        -0.11%

Nasdaq.15259   -6.7          -0.04%

S&P 500..4522   -0.1          -0.13%.


FTSE.......7120    -28.3        -0.49%

Dax........15835   -52.2        -0.33%

CAC........6680    -7.1           -0.11%


Nikkei...28089     +300.3     +1.08%

HSI........25879    +339.5     +1.33%

Shanghai..3544   +15.8       +0.45%

ST Times..3102   +21.3       +0.69%


IDX.....  6150.30   +5.40       +0.09%

LQ45.....866.49     -0.46        -0.05%

 

Indo10Yr..6.2764   -0.0626    -0.98%👍

ICBI.....327.9267   +0.7501   +0.23%👍

US10Yr...1.3040    +0.0190   +1.48%

VIX............16.48    +0.29        +1.79%

  

USDIndx .....92.6260    -0.0270   -0.03%

Como Indx.....218.17   -1.35        -0.61%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........162.72   +2.03       +1.26%


IndoCDS..67.3956   -1.4021   -2.04%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14267.50      -102.5    -0.71%👍

Jisdor..14306.00     -68          -0.47👍%


Euro.........1.1809   +0.0010    +0.08%


TLKM........23.79     +0.04        +0.17%

(3403)

EIDO..........21.26     +0.11        +0.52%

EEM..........52.41      +0.71        +1.37%


Oil............68.52         -0.58        -0.83%

Gold .....1816.90       -2.60        -0.14%

Timah ...33840.00   +197.50  +0.59%

Nickel....19592.50   +587.50   +3.09%‼️

Silver..........24.11     -0.17         -0.71%

Copper......436.60    -1.15         -0.26%

 

Coal price...174.25    +2.90     +1.69%

(Sep/Newcastle) 

Coal price...170.00    +2.60     +1.55%

(Okt/Newcastle)

Coal price....153.75   +4.70     +3.15%‼️

(Sep/Rotterdam) 

Coal price....151.35   +2.65     +1.78%

(Okt/ Rotterdam)


CPO(Nov).....data not available

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........534.25    -8.50        -1.57%

SoybeanOil..58.75   -0.86        -1.44%

Wheat.......722.25    -1.25        -0.17%


Wood pulp.....4700.00  unch  +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas