Langsung ke konten utama

BSI BERTEKAD JADI PELAKU UTAMA PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI ACEH.



PT Bank Syariah Indonesia Tbk bertekad menjadi pelaku utama pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Aceh, seiring dengan efektifnya penerapan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam Siaran pers di Banda Aceh, Selasa mengatakan pihaknya ingin berpartisipasi secara langsung dan menjadi tokoh sentral dalam pengembangan ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekah.

"Bagi BSI Provinsi Aceh sangat istimewa dan strategis, karena Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki peraturan daerah dan otonominya dengan menerapkan hukum syariah. Kami merasa terhormat dan ingin jadi yang terdepan untuk mengembangkan daerah yang mengedepankan nilai syariah," kata Hery katanya.

Ia menjelaskan di provinsi BSI memiliki jumlah cabang dan jaringan paling banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Saat ini kekuatan BSI di Region I Aceh didukung oleh satu kantor regional, tiga kantor area di Banda Aceh, Lhoksuemawe dan Meulaboh serta 211 outlet baik kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor fungsional, kantor kas, dan payment point.

Ia menyebutkan BSI Aceh memiliki nasabah mencapai 2 juta orang dengan jumlah aset perseroan di Provinsi Aceh mencapai Rp16 triliun.

Ada pun untuk Penyaluran pembiayaan yang dilakukan BSI nilainya pun cukup besar yakni mencapai Rp14,59 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang kinerjanya sangat baik yaitu mencapai Rp13,61 triliun.

BSI juga telah menghadirkan BSI UMKM Center dan khusus Provinsi Aceh, penyaluran pembiayaan BSI ke sektor UMKM sudah mencapai Rp6,9 triliun atau sekitar 46 persen dari total portofolio pembiayaan yang disalurkan BSI di Aceh.

"Kami berharap dapat terus bersinergi dengan seluruh jajaran pemerintah di Provinsi Aceh, alim ulama, dan masyarakat Aceh, untuk mendukung tekad masyarakat Aceh dengan ekonomi syariahnya," katanya.(end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya