google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham AALI, BBRI, EXCL dan MYOR oleh MNC SEKURITAS | 13 Januari 2022 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham AALI, BBRI, EXCL dan MYOR oleh MNC SEKURITAS | 13 Januari 2022



MNC Daily Scope Wave
13 Januari 2022


IHSG kembali ditutup terkoreksi tipis ke level 6,647 pada perdagangan kemarin (12/1), koreksi IHSG pun tertahan oleh cluster MA20 dan MA60. Kami perkirakan, pergerakan IHSG selanjutnya berpeluang menguat terlebih dahulu untuk menguji ke level 6,650-6,680 terlebih dahulu, namun demikian tetap cermati 6,625 sebagai support terdekat, apabila IHSG menembus level tersebut maka kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji area 6,609. _Worst case_-nya, apabila IHSG menembus 6,593 maka IHSG rawan koreksi menuju ke 6,529-6,574 terlebih dahulu.

Support: 6,593, 6,581

Resistance: 6,738, 6,754


AALI - Buy on Weakness (9,875)

AALI ditutup terkoreksi 2,5% ke level 9,875 pada perdagangan kemarin (12/1), pergerakan AALI pun tertahan oleh MA60-nya. Kami memperkirakan, posisi AALI saat ini sedang berada di awal wave (b) dari wave [b] sehingga AALI masih rawan koreksi terlebih dahulu. Namun, selama AALI masih mampu berada di atas 9,500 sebagai supportnya, maka AALI berpeluang menguat.

Buy on Weakness: 9,600-9,875

Target Price: 10,400, 11,000

Stoploss: below 9,500


BBRI - Buy on Weakness (4,160)

Pada perdagangan kemarin (12/1), BBRI ditutup menguat 0,2% ke level 4,160. Kami memperkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave 1 dari wave (C). Hal ini berarti, selama masih berada di atas 4,050, maka koreksi BBRI akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave [iii].

Buy on Weakness: 4,090-4,150

Target Price: 4,240, 4,370

Stoploss: below 4,050


EXCL - Sell on Strength (2,950)

Kemarin (12/1), EXCL ditutup menguat 0,7% ke level 2,950. Kami perkirakan, saat ini posisi EXCL sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga pergerakan EXCL akan cenderung terkoreksi terlebih apabila EXCL menembus support di 2,860. Adapun, level koreksi EXCL kami perkirakan berada pada rentang 2,630-2,780 dan level tersebut dapat dijadikan level buyback.

Sell on Strength: 3,000-3,060


MYOR - Sell on Strength (2,120)

MYOR ditutup terkoreksi 2,3% ke level 2,120 pada perdagangan kemarin (12/1). Kami memperkirakan, posisi MYOR saat ini sedang berada di awal wave 5, sehingga MYOR masih rawan untuk melanjutkan koreksinya. Koreksi wave 5 sendiri akan terkonfirmasi apabila MYOR menembus 2,000 sebagai level supportnya, dan kami perkirakan rentang koreksi MYOR akan berada di 1,870-1,960.

Sell on Strength: 2,130-2,150


Disclaimer On


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...