google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Gabriel Jesus: Si Tukang Cat yang Kini Berharta Ratusan Miliar Langsung ke konten utama

Gabriel Jesus: Si Tukang Cat yang Kini Berharta Ratusan Miliar


Pecinta sepak bola mungkin tak asing dengan Gabriel Jesus. Pemain sepak bola Brasil itu kini bermain untuk klub Liga Utama Inggris Manchester City.

Bintang sepakbola itu mungkin menjalani kehidupan kelas atas setelah muncul sebagai salah satu striker muda paling menonjol. Kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan masa remajanya, seperti dilansir detikcom dari Daily Mail, Kamis (18/3/2021).

Berdiri tanpa alas kaki di jalan berbatu di Sao Paulo, Jesus yang berusia 17 tahun hanyalah anak muda yang bermimpi bermain dengan kemeja kuning Brasil. Kala itu, dia seperti banyak orang, sedang mempersiapkan Piala Dunia untuk digelar di tanah airnya.

Dalam serangkaian foto yang diposting di akun media sosialnya, penyerang bertubuh mungil itu mengungkapkan bahwa dia membantu mengecat jalan-jalan di lingkungannya dengan warna-warna patriotik untuk persiapan turnamen 2014 silam.

Memang, begitu banyak yang telah berubah bagi Jesus di antara masa remajanya dan hari ini

Setelah bakatnya mulai dikenali, dia dimasukkan ke dalam skuad senior Manchester City. Dia menandatangani kontrak lima tahun dengan The Citizens senilai £ 75.000 seminggu.

Sementara itu, dikutip dari WTFoot, kekayaan bersih Jesus mencapai 15 juta euro atau setara Rp 258,3 miliar (kurs Rp 17.223/euro).



sumber : detik.com

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...