google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Punya Uang Rp1 Jutaan, Cocoknya Investasi Apa Ya? Langsung ke konten utama

Punya Uang Rp1 Jutaan, Cocoknya Investasi Apa Ya?


Banyak orang yang masih takut untuk memulai investasi, atau maju mundur karena selalu membayangkan risikonya. Hal ini terasa sangat sulit, meski investasi memberikan manfaat termasuk keuntungan yang menjanjikan.

Salah satu alasan orang, mungkin termasuk Anda belum tertarik menanamkan modal pada instrumen investasi karena terbentur masalah uang. Padahal saat ini, ada beberapa instrumen investasi yang hanya membutuhkan modal minim, bahkan hanya mulai Rp100 ribu saja. Contohnya reksa dana atau tabungan emas. Jadi siapapun sebetulnya dapat menjadi investor, termasuk generasi milenial.

Nah kalau Anda punya uang sisa lebih, tapi tidak terlalu besar, ya sekitar Rp1 jutaan per bulan, Anda sudah bisa investasi dengan nominal agak besar. Imbal hasil yang diterima pun akan lebih maksimal apabila Anda memahami berbagai risiko pada instrumen investasi yang Anda pilih.


Jangan khawatir, berikut ini beberapa jenis investasi yang bisa Anda jajal dengan modal Rp 1 jutaan:

1. Logam Mulia

Emas berbentuk logam mulia menjadi salah satu produk investasi yang bisa Anda pilih dengan modal awal Rp1 jutaan. Keuntungan investasi emas, harganya cenderung stabil, bahkan mengalami kenaikan sehingga emas dianggap sebagai investasi aman (safe haven). Emas logam mulia banyak ukurannya, mulai dari 100 gram, 50 gram, 25 gram, 5 gram, 1 gram, dan yang paling kecil 0,5 gram. Jadi, Anda bisa investasi sesuai dengan dana yang Anda miliki.

Pada umumnya, harga jual logam mulia dengan ukuran yang lebih besar lebih murah dibanding ukuran kecil. Penyebabnya karena ada sejumlah potongan pembelian yang dikenakan pada setiap keping logam mulia tersebut. Saat ini, beberapa bank dan lembaga keuangan non-bank lain menawarkan berbagai produk investasi emas logam mulia maupun batangan, seperti tabungan emas, sistem cicilan, arisan emas, dan sebagainya.


2. Fintech Peer to Peer Lending

Fintech Peer to Peer (P2P) Lending merupakan platform yang mempertemukan antara investor dan peminjam. Anda dapat menjadi investor atau si pemberi pinjaman dengan modal Rp1 jutaan. Dari aktivitas pinjam-meminjam langsung ini, ada sejumlah bunga yang sudah ditetapkan dan harus dibayar si peminjam. Dari bunga inilah, Anda atau investor akan memperoleh imbal hasil atas dana yang sudah Anda benamkan.

Besaran bunga pinjaman akan ditentukan perusahaan fintech sesuai dengan tingkat risikonya. Oleh karena itu, bukan hanya si peminjam yang harus jeli memahami risiko, tapi juga Anda selaku investor. Pastikan Anda betul-betul memilih investasi pada fintech yang mempunyai rekam jejak bagus, kredibilitas oke sehingga dapat menghindari Anda dari berbagai kerugian atau masalah lain.


3. Reksa Dana

Punya modal minim, tapi mau investasi? Reksa dana salah satu jawabannya. Instrumen investasi ini sedang diminati para investor pemula maupun generasi milenial. Untuk investasi di reksa dana, modal awalnya mulai dari Rp100 ribu. Tapi ada beberapa perusahaan yang menawarkan dengan nilai minimal mulai dari Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Tergantung pada kebijakan perusahaan investasi itu.

Sama halnya dengan investasi lainnya, Anda juga harus memahami risiko investasi reksa dana. Semakin banyak modal yang Anda tanam, semakin besar juga risiko kerugian yang akan Anda tanggung. Pilih produk reksa dana yang tepat dari perusahaan investasi yang terdaftar secara resmi supaya Anda bisa mengelola risiko dan mendapatkan imbal hasil maksimal.


Investasikan Pada Instrumen yang Tepat

Meski hanya bermodal Rp1 jutaan, Anda harus tetap memilih produk investasi yang tepat dan minim risiko. Akan tetapi jika Anda berani, bisa menjatuhkan pilihan pada instrumen investasi yang memiliki imbal hasil tinggi. Tapi biasanya high return, maka high risk juga. Semua tergantung pada Anda, tentunya pertimbangkan investasi yang dapat berimbas positif untuk keuangan Anda.


sumber : galerisaham

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...