google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Harta Nambah Rp 75 T, Pria China Jadi Orang Terkaya Keenam Dunia Langsung ke konten utama

Harta Nambah Rp 75 T, Pria China Jadi Orang Terkaya Keenam Dunia


Pendiri perusahaan air minum kemasan Nongfu Spring, Zhong Shanshan mencetak harta baru senilai US$ 5,4 miliar setara Rp 75,6 triliun (kurs Rp 14.000/US$). Pundi-pundi uang itu mendorong Zhong menjadi orang terkaya keenam di dunia.

Bertambahnya harga Zhong berkat melonjaknya saham perusahaannya yang meningkat tiga kali lipat selama 4 bulan terakhir. Sejak go public di Shanghai Stock Exchange pada April 2020 sahamnya telah meningkat 2.500%.

Mengutip dari Forbes, Senin (11/1/2021) kini kekayaan bersih Zhong Shanshan menjadi US$ 92,1 miliar (Rp 248 triliun). Bulan lalu Zhong juga telah mengalahkan Mukesh Ambani dari India menjadi orang terkaya di Asia.

Ambani sendiri memiliki kekayaan bersih senilai US$ 76 miliar. Sekarang berada di peringkat ke-10 dalam peringkat real time Forbes di miliuner dunia.

Menurut prospektus penawaran Nongfu Spring, Zhong memiliki 84,4% saham perusahaan, selain itu dia dan kerabat istrinya memiliki 6,2% gabungan tambahan, dan 63 investor lainnya, terutama karyawan dan konsultan saat ini memiliki 6% saham secara kolektif.

Sebagai pengusaha air minum yang sukses, Zhong diketahui pernah putus sekolah dasar selama Revolusi Kebudaan China. Dia juga pernah bekerja menjadi pekerja konstruksi, reporter, dan agen penjualan minuman.

Dia mendirikan Nongfu di kampung halamannya di Hangzhou pada tahun 1996. Perusahaan yang dikenal dengan air kemasannya, juga menjual minuman kemasan lainnya seperti teh dan jus.

Investasinya tidak hanya di perusahaannya sendiri. Zhong juga memiliki saham di Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise, yang memproduksi alat tes untuk penyakit menular, termasuk COVID-19.

Sebagai orang terkaya keenam di dunia, Zhong Shanshan kini berada di belakang Elon Musk pendiri Tesla. Jeff Bezos pendiri Amazon, Bernard Arnault bos LVMH, Bill Gates pendiri Microsoft, dan Mark Zuckerberg pendiri Facebook. Dia kini berada di depan pengusaha besar termasuk Larry Ellison pendiri Oracle, Warren Buffett pendiri Berkshire Hathaway, dan Larry Page salah satu pendiri Google.


sumber : detik.finance

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...