google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham BRMS, TOWR dan BOGA | 19 Mei 2022 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BRMS, TOWR dan BOGA | 19 Mei 2022



INVESTASI KONTAN
19 MEI 2022


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,69% ke level 6.690,63 pada penutupan perdagangan Rabu (18/5). Simak rekomendasi teknikal tiga saham pilihan untuk perdagangan Kamis (19/5).


1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

BRMS ditutup menguat terbatas membentuk candle doji tepat berada pada support minor lower channel di level 218. BRMS bergerak pada fase uptrend terlihat dari pergerakan sahamnya yang masih berada di atas MA50 dan MA200. BRMS saat ini baru berbalik dari fase oversold atau jenuh jual yang mana nampak terlihat adanya aksi akumulasi.

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 206

Resistance: Rp 236

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas


2. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Saat ini secara teknikal saham TOWR memperlihatkan inside bar yang mengindikasikan potensi technical rebound. Sementara MACD histogram negatif mengecil dengan stochastic yang bergerak uptrend.

Rekomendasi: Buy

Support: Rp 975

Resistance: Rp 1.015

Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas


3. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA)

Saham BOGA diperkirakan sedang mengalami rebound pendek dan masih berpotensi untuk kembali melemah dan menguji area support di 1.290. Indikator MACD menyempit namun belum menunjukkan adanya sinyal goldencross.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: 1.290

Resistance: 1.400

Ivan Rosanova, Binaartha Sekuritas


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...