google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Grup Astra Kembali Belanja Saham Hermina (HEAL) dan Kini Sudah Kuasai 5,43% Saham Langsung ke konten utama

Grup Astra Kembali Belanja Saham Hermina (HEAL) dan Kini Sudah Kuasai 5,43% Saham


[Saham HEAL] Grup Astra kembali mengakumulasi beli saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Pada Jumat (17/6) lalu, HEAL mengumumkan PT Astra International Tbk (ASII) membeli 0,51% saham Hermina secara bertahap di rentang harga Rp 1.362 hingga Rp 1.375 per saham.

Astra International belanja saham HEAL sejak 7 Juni hingga 15 Juni 2022. Total saham yang berhasil dihimpun sebanyak 74,98 juta saham, dengan nilai transaksi Rp 102,70 miliar.

Setelah transaksi tersebut, Astra kini mengempit 809,54 juta saham atau setara 5,43% saham HEAL. Adapun tujuan Astra mengakumulasi saham HEAL dalam rangka investasi.

"Status pemegang saham, bukan pengendali," tulis Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk, Yulisar Khiat, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (17/6).

Grup Astra masuk pertama kali menjadi pemegang saham HEAL pada 6 April 2022. ASII jadi pemegang saham HEAL melalui private placement.

Kala itu, jumlah saham baru yang diterbitkan HEAL sebanyak 30 juta saham. Pembelinya adalah ASII.

Adapun harga pelaksanaan private placement saham HEAL tersebut Rp 1.500 per saham.

Jadi, ASII merogoh kocek Rp 45 miliar untuk membeli saham HEAL tersebut.

Harga saham HEAL pada Jumat (17/6) ditutup menguat 5,28% menjadi Rp 1.495 per saham. Dalam setahun terakhir, harga saham HEAL sudah menanjak 60%.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...