google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Gandeng Taulany TV, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) Garap Industri Konten Kreatif Langsung ke konten utama

Gandeng Taulany TV, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) Garap Industri Konten Kreatif


MahakaX memantapkan langkahnya sebagai ekosistem media kreatif terdepan dengan ikut mengembangkan potensi para kreator konten dan pelaku industri kreatif Tanah Air, sebagai bagian dari transformasi digital yang dilakukan.

Dengan demikian, mahakaX berkomitmen hadir sebagai rumah bagi para kreator konten untuk menciptakan inovasi berkelanjutan melalui ekosistem, unit bisnis, serta keunggulan teknologi yang dimiliki perusahaan.

MahakaX sendiri merupakan transformasi brand dari PT Mahaka Media Tbk (ABBA).

Chief Executive Officer mahakaX Farash Farich mengatakan, di era konvergensi media digital saat ini, para kreator konten berperan penting dalam mengoptimalkan pasar untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sebuah brand dan bisnis.

"Tren tersebut memungkinkan pelaku bisnis untuk leluasa dalam memilih suatu media dan format apa yang digunakan dalam penyampaian pesan terbaik kepada target konsumen. Untuk itu, kami melakukan terobosan baru dalam menjawab kebutuhan industri dengan mendukung potensi kreator konten melalui pemanfaatan ekosistem mahakaX yang terintegrasi, sehingga memudahkan mereka dalam menghadirkan konten kreatif yang berkualitas bagi penonton," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (12/12/2022).

Menegaskan misinya tersebut, Farash menjelaskan mahakaX siap menjalin kerja sama dengan para kreator konten melalui dua pendekatan utama yakni pengembangan intellectual property (IP) serta financial solution yang diharapkan dapat memfasilitasi ide, kreativitas, serta membangun personal branding bagi para kreator.

Saat ini media dan teknologi tidak dapat dipisahkan bahkan saling melengkapi dan akan terus berkembang. Berdasarkan laporan We Are Social, pengguna aktif media sosial tercatat meningkat 12,35% (yoy) sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Bahkan Youtube menempati peringkat teratas (94%), diikuti Instagram (93%), TikTok (63%), Facebook (59%) dan Twitter (54%) sebagai platform yang paling sering diakses selama periode Juni 2022 menurut laporan Populix bertajuk Social Media Habit and Internet Safety.

Mengawali kolaborasi kreatif ini, saat ini mahakaX telah bekerja sama dengan salah satu kreator konten Tanah Air, Taulany TV. Upaya strategis yang dilakukan mahakaX saat ini menjadi penting di era generasi media digital dan akan terus diwujudkan dengan sejumlah kerja sama dan proyek kreatif selanjutnya.

Dikutip dari website Social Blade, per Desember 2022 channel Taulany TV memiliki jumlah subscriber sebanyak 6,5 juta dengan kontennya telah ditonton sebanyak 1,3 miliar kali.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...