Tampilkan postingan dengan label Saham ARTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham ARTA. Tampilkan semua postingan

Lucas Kurangi Kepemilikan Saham Artavest (ARTA)


Lucas SH CN sebagai pemegang saham pengendali PT Arthavest Tbk. (ARTA) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 5 Oktober 2023.

Tsun Tien Wen Lie Corporate Secretary ARTA dalam keterangan tertulisnya Kamis (5/10) menyampaikan bahwa Lukas telah menjual sebanyak 20.000.000 lembar saham ARTA di harga Rp1.500 per saham senilai Rp30 miliar

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Memenuhi ketentuan Free Float dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham Lucas di ARTA berkurang menjadi 376,1 juta lembar saham setara dengan 84,22% dibandingkan sebelumnya sebanyak 396,17 juta lembar saham setara dengan 88,69%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Arthavest Raih Pendapatan Usaha Rp28,82 Miliar Hingga Juni 2023


PT Arthavest Tbk (ARTA)
meraih pendapatan usaha mencapai Rp28,82 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari pendapatan usaha Rp21,86 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban departementalisasi naik menjadi Rp6,83 miliar dari beban departementalisasi Rp3,22 miliar membuat laba bruto departementalisasi Rp21,99 miliar naik dari laba bruto departementalisasi Rp18,64 miliar.

Rugi usaha turun menjadi Rp525,30 juta dari rugi usaha Rp6,80 miliar. Laba sebelum manfaat pajak diraih Rp284,54 juta usai mencatat rugi sebelum manfaat pajak Rp6,18 miliar.

Manfaat pajak tercatat Rp858,13 juta naik dari manfaat pajak Rp775,80 juta. Laba periode berjalan diraih Rp1,14 miliar usai mencatat rugi periode berjalan Rp5,41 miliar.

Jumlah liabilitas mencapai Rp15,45 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari jumlah liabilitas Rp14,06 miliar hingga periode 31 Desember 2022. Jumlah aset mencapai Rp302,19 miliar hingga periode 30 Juni 2023 turun dari jumlah aset Rp360,73 miliar hingga periode 31 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Berita Saham ARTA | SAHAM ARTHAVEST BISA DIPERDAGANGKAN KEMBALI


IQPlus, (15/01) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi perdagangan saham PT Arthavest Tbk (ARTA) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan 15 Januari 2019 ini, demikian keterangan BEI Selasa.

Seperti diketaui saham Arthavest disuspensi BEI sejak tanggal 28 Desember 2018 karena mengalami terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan sehingga BEI memandang perlu untuk melakukan suspensi.

Harga saham ARTA masih di level Rp200 pada 13 November 2018 dan ditutup di level Rp1310 pada 27 Desember 2018. (end)


CARI PENDANAAN, ARTHAVEST BAKAL JAJAKI AKSI KORPORASI

CARI PENDANAAN, ARTHAVEST BAKAL JAJAKI AKSI KORPORASI

IQPlus, (09/01) - PT Arthavest Tbk (ARTA) membutuhkan dana minimal Rp80 miliar dalam kurun dua tahun kedepan. Hal ini agar perseroan dapat kantongi izin sebagai penyedia jalur komunikasi digital keuangan atau switching dan izin penyedia jasa tanda tangan digital atau digital signature.

Presiden Direktur PT Arthavest Tbk, Yeremy Vincentius mengungkapkan bahwa, anak usahanya yakni PT Sentral Pembayaran Indonesia sedang mengajukan izin sebagai penyedia jasa swicthing  pada Bank Indonesia.

"Agar dapat kantongi restu, perusahaan pengaju harus memiliki minimal modal disetor Rp50 miliar," sebut dia di Jakarta, Rabu.

Yeremy juga bilang kalau kepemilikan perseroan pada anak usaha tersebut sebesar 52%, sehingga modal yang disetor minimal 52% dari jumlah tersebut. “Sumber dana mungkin dari laba ditahan anak usaha ARTA di sektor perhotelan, yakni Redtop yang biasa menyumbang Rp20 miliar per tahun,” tambahnya.

Peraeroan juga tengah mengembangkan lini usaha penyedia jasa digital signature melalui anak usaha PT Sentral Pembayaran Indonesia, yakni PT Solusi Net Internusa. “Untuk kantongi izin penyedia jasa digital signature, diwajibkan regulator untuk memiliki minimal modal Rp30 miliar,” kata Yeremy.

Dengan begitu, kebutuhkan pengembangan dua perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan digital tersebut sebesar Rp80 miliar dalam dua hingga tiga tahun kedepan.

"Jadi kebutuhan dana tersebut bisa dari dividen Redtop dan rights issue," jelas Yeremy.

Dengan pengembangan dua perusahaan tersebut, Pihaknya mengharapkan dalam 3-4 tahun mendatang dapat berkontribusi hingga 50% dari total pendapatan. (end/fu)


Analisa Saham HRUM, ARTA dan CLEO [Flash] | 23 November 2017

Analisa Saham HRUM, ARTA dan CLEO [Flash]

HRUM, memantul lower bollinger band, sebaiknya menunggu sampai menembus area 2140 dengan area berikut di 2170. apabila harga menembus 2100 maka berpotensi jatuh lebih dalam.

ARTA: cenderung sideway dengan MACD golden cross. berpeluang untuk buy on weakness, namun perlu perhatikan vollumenya. resistance tpertama berada di area 475.

CLEO: cenderung up dengan volume yang baik disertai MACD masih tampak baik. bila harga menembus 950 maka potensi ke 920 - 885.

Alpine PW | PacificTrader

Analisa Saham ASII, AGRO dan ARTA | 14 November 2017

ASII:  MACD masih keadaan baik didukung volume pembelian yang baik. apabila harga menembus 8475 maka potensi ke 8550 - 8725. apabila harga turun menembus 8275 maka peluang ke area 8150 - 8050.

AGRO: cenderung sideway dengan volume perdagangan rendah disertai bollinger band menyempit dengan kisar harga area 550 - 585.

ARTA: keadaan sideway dengan volume perdagangan rendah. sebaiknya menunggu reversal pattern menembus 370 dengan area target 570 - 660. waspada bila harga menembus 138 karena potensi jatuh lebih dalam.

Alpine PW - PacificTrader