Tampilkan postingan dengan label Saham BBSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham BBSI. Tampilkan semua postingan

Krom Bank (BBSI) Teken Perjanjian Kerjasama Dengan Artajasa


PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI)
menandatangani Perjanjian Kerja Sama Keanggotaannya di Artajasa pada tanggal 14 September 2023.

Laniwati Tjandra Presiden Direktur BBSI dalam keterangan tertulisnya Jumat (15/9) menuturkan Perseroan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama keanggotaan ATM Bersama dan penandatanganan MOU Layanan Bersama Interface Processor (BI Fast) dan ATM Bersama QR antara Krom Bank dan Artajasa.

Laniwati menambahkan bahwa penandatangan ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha BBSI. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Tak Bagi Dividen, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) Tahan Laba Guna Perkuat Permodalan


PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
menyampaikan bahwa perseroan telah melaksanakan Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 24 Mei 2023. Dan salah satu hasilnya, menyetujui Laporan Keuangan Tahunan perseroan Tahun Buku 2022.

Namun demikian, dalam risalah Rapat telah disebutkan bahwa Perseroan tidak akan membagikan dividen. Demikian tertera dalam laporan tersebtu yang telah di tandatangani oleh Corporate Secretary BBSI, Teni Meranti, yang dikutip Jumat (26/5/2023).

Teni menyebut, pemegang saham telah menyetujui laporan keuangan tahunan untuk tahun buku 2022. Sebesar Rp 74.812.406.596,- atau sebesar 100% atau seluruhnya digunakan untuk menambah Saldo Laba Ditahan Perseroan (Retained Earning).

"Dikarenakan Cadangan Umum yang dibentuk perseroan telah memenuhi 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor sesuai dengan ketentuan Pasal 70 ayat 1 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maka tidak ada Laba Bersih Perseroan tahun buku 2022 yang dialokasikan untuk Cadangan Umum," katanya.

"Kemudian dari Laba Bersih tahun buku 2022 tidak dibagikan dividen kepada pemegang saham," tegasnya.

Akan tetapi, dalam Rapat juga telah menyetujui terkait pemberian Gaji/honorarium dan/ atau tunjangan lainnya bagi seluruh Direksi dan anggota Dewan Komisaris yang baru adalah maksimal secara keseluruhan Rp.6.160.000.000,-, terhitung sejak ditutupnya rapat sampai dengan rapat berikutnya dan penghargaan dalam bentuk Bonus/tantiem dengan total maksimal sebesar Rp.325.000.000,-, yang pemberiannya hanya dilakukan setahun satu kali dan menjadi Beban Usaha di Tahun Buku 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

RUPSLB PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) Setujui Rights Issue 465 Juta Saham


PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada tanngal 15 September 2022.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.921.894.018 saham atau 88,35% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Manajemen BBSI dalam keterangannya Senin (19/9) RUPSLB Mata Acara I memutuskan dan menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dengan memberikan hak memesan efek terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 465.082.165 saham .

RUPSLB Mata Acara II menyetujui merubah susunan pengurus perseroan, dengan memberhentikan dengan hormat Sugijarto Lukman dalam jabatannya selaku Komisaris Independen Perseroan dan mengangkat Masa Paskalis Lingga sebagai Presiden Komisaris Perseroan.

Selanjutnya mengangkat Zainal Abidin sebagai Komisaris Independen Perseroan, pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris akan berlaku efektif setelah salah satu dan/atau kedua calon anggota Dewan Komisaris tersebut mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Dengan demikian susunan Direksi dan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Masa Paskalis Lingga
Komisaris Independen : Zainal Abidin
Komisaris Independen : Markus Sugiono

Dewan Direksi

Presiden Direktur : Laniwati Tjandra
Direktur : Alvin James Kurniawan
Direktur : Wisaksana Djawi

RUPSLB Mata Acara III menyetujui merubah Anggaran Dasar Perseroan khususnya Pasal 1, Pasal 3, Pasal 14 ayat (1), dan Pasal 15 ayat (1) dan (7) Anggaran Dasar Perseroan terbatas menjadi bernama PT. Krom Bank Indonesia Tbk selanjutnya Perseroan dapat membuka kantor cabang dan perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi. (end)

Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) Bakal Terbitkan 465 Juta Saham Melalui Rights Issue


PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) akan melakukan penawaran umum terbatas III (PUT III) dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

"BBSI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 465.082.165 saham atau sebanyak 14,06% dari total modal ditempatkan atau disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham ,"tutur Manajemen BBSI di keterbukaan Informasi, Selasa (9/8).

BBSI merencanakan pelaksanaan rights issue pada akhir semester II tahun 2022 guna memenuhi regulasi OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum mengenai pemenuhan Modal Inti Minimum sebesar Rp3 triliun.

Pemegang saham Perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, persentase kepemilikan saham secara keseluruhan akan terdilusi sebesar maksimum 12,33% .

Seluruh dana hasil rights issue ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja Perseroan dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap.

Untuk melancarkan aksi korporasi ini, BBSI akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bisa yang digelar pada tanggal 12 September 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Bank Bisnis Internasional Tbk Akan Melakukan Penawaran Umum Terbatas II untuk Rights Issue


PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) akan melakukan penawaran umum terbatas II dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

"BBSI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham atau sebanyak 12,56% dari total modal ditempatkan atau disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham,"tutur Manajemen BBSI di keterbukaan Informasi, Jumat (10/9).

BBSI telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum pemegang saham Luar biasa yang digelar pada 27 Agustus 2021 dalak aksi korporasi ini dan harga pelaksaaan belum ditentukan dalam HMETD ini.

Seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saham Baru dari PUT II memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, yaitu hak-hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus, dan hak atas HMETD dan tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pencatatan Saham Baru, kecuali terkait pemenuhan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru dalam rangka PUT II ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 18 November 2021 sampai dengan tanggal 24 November 2021 melalui BEI serta di luar BEI, Apabila sampai dengan batas waktu tersebut HMETD yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan tidak dilaksanakan, maka HMETD tersebut menjadi tidak berlaku.

"Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya dalam PUT II ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 12,56%,"terang Manajemen BBSI.

Seluruh dana yang diperoleh dari PUT II, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan seluruhnya oleh BBSI untuk modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap dan/atau untuk keperluan operasional Perseroan lainnya.(end/ar)


Sumber: IQPLUS

BANK BISNIS CARI DANA MELALUI RIGHTS ISSUE GUNA MEMPERKUAT PERMODALAN


PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) berencana mencari pendanaan melalui pasar modal. Rencananya, aksi korporas yang dipilih yakni rights issue.

Dalam prospektus ringkasnya, Bank Bisnis bakal meenerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar melalui rights issue tersebut. Jumlah saham tersebut setara dengan 14,37% dari modal disetor perseroan pada saat pengumuman RUPSLB yang dilakukan dengan mengacu pada Peraturan OJK No. 32/2015 juncto POJK No. 14/2019.

"Setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruh dana hasil rights issue itu akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap,"tulis Manajemen BBSI.

Patut diketahui, bagi para pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, persentase kepemilikan saham secara keseluruhan akan terdilusi sebesar maksimum 12,56%. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Bank Bisnis (BBSI) siapkan rights issue, investasi Kredivo bisa makin besar


PT Bank Bisnis Indonesia Tbk (BBSI) kedatangan investor baru. Perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo) telah jadi pemegang saham bank ini dengan kepemilikan 24%.

Kredivo mengakuisisi saham Bank Bisnis dari pemegang saham eksisting sebanyak 726,36 juta lembar dengan harga Rp 759 per saham pada 21 Mei 2021. Sehingga total dana yang telah digelontorkan mengakuisisi bank BUKU II ini mencapai Rp 551,31 miliar.

Bank Bisnis menjadi bank kedua yang diakuisisi oleh fintech lending. Sebelumnya, sudah ada Akulaku yang telah mencaplok PT Bank Neo Commerce Tbk.  

Kredivo mengakuisisi saham Bank Bisnis dari PT Sun Land Investama dan Sundjono Suriadi. Komposisi kepemilikan saham bank ini sebelum kehadiran fintech tersebut terdiri dari PT Sun Land Investama 37,54%, PT Sun Antarnusa Investment 14,94% dam Sudjono Suriadi 31,22% dan publik 16,3%. Setelah transaksi dilakukan maka kepemilikan Sun Land Investama menjadi 19,76% dan Sundjono Suriadi jadi 25%.

Investasi Kredivo di Bank Bisnis masih berpotensi mengalami kenaikan. Pasalnya, bank ini bakal melakukan penambahan modal melalui skema rights issue tahun ini memenuhi aturan modal inti minimum yang ditetapkan regulator dimana pada akhir 2021 sudah harus mencapai Rp 2 triliun. 

Sementara per Desember 2020, modal inti perseroan baru mencapai Rp 1 triliun. "Sesuai dengan rencana, rights issue dijadwalkan pada kuartal IV," kata Sekretaris Perusahaan Bank Bisnis Paulus Wijaya pada Kontan.co.id. Senin (24/5).

Bank Bisnis berharap kehadiran Kredivo dapat memberikan layanan finansial  alternatif ke segmen yang lebih luas dan mendorong ekspansif kredit perseroan ke depan. Paulus mengatakan, bank ini juga tengah dalam tahap pembicaraan untuk kemungkinan bertransformasi menjadi bank digital.

Sumber: KONTAN