PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Keanggotaannya di Artajasa pada tanggal 14 September 2023.
Krom Bank (BBSI) Teken Perjanjian Kerjasama Dengan Artajasa
PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Keanggotaannya di Artajasa pada tanggal 14 September 2023.
Tak Bagi Dividen, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) Tahan Laba Guna Perkuat Permodalan
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menyampaikan bahwa perseroan telah melaksanakan Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 24 Mei 2023. Dan salah satu hasilnya, menyetujui Laporan Keuangan Tahunan perseroan Tahun Buku 2022.
RUPSLB PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) Setujui Rights Issue 465 Juta Saham
PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada tanngal 15 September 2022.
PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) Bakal Terbitkan 465 Juta Saham Melalui Rights Issue
PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) akan melakukan penawaran umum terbatas III (PUT III) dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
PT Bank Bisnis Internasional Tbk Akan Melakukan Penawaran Umum Terbatas II untuk Rights Issue
PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) akan melakukan penawaran umum terbatas II dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
"BBSI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham atau sebanyak 12,56% dari total modal ditempatkan atau disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham,"tutur Manajemen BBSI di keterbukaan Informasi, Jumat (10/9).
BBSI telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum pemegang saham Luar biasa yang digelar pada 27 Agustus 2021 dalak aksi korporasi ini dan harga pelaksaaan belum ditentukan dalam HMETD ini.
Seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Saham Baru dari PUT II memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, yaitu hak-hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus, dan hak atas HMETD dan tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pencatatan Saham Baru, kecuali terkait pemenuhan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.
Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru dalam rangka PUT II ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 18 November 2021 sampai dengan tanggal 24 November 2021 melalui BEI serta di luar BEI, Apabila sampai dengan batas waktu tersebut HMETD yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan tidak dilaksanakan, maka HMETD tersebut menjadi tidak berlaku.
"Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya dalam PUT II ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 12,56%,"terang Manajemen BBSI.
Seluruh dana yang diperoleh dari PUT II, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan seluruhnya oleh BBSI untuk modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap dan/atau untuk keperluan operasional Perseroan lainnya.(end/ar)
Sumber: IQPLUS
BANK BISNIS CARI DANA MELALUI RIGHTS ISSUE GUNA MEMPERKUAT PERMODALAN
PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) berencana mencari pendanaan melalui pasar modal. Rencananya, aksi korporas yang dipilih yakni rights issue.
Dalam prospektus ringkasnya, Bank Bisnis bakal meenerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar melalui rights issue tersebut. Jumlah saham tersebut setara dengan 14,37% dari modal disetor perseroan pada saat pengumuman RUPSLB yang dilakukan dengan mengacu pada Peraturan OJK No. 32/2015 juncto POJK No. 14/2019.
"Setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruh dana hasil rights issue itu akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap,"tulis Manajemen BBSI.
Patut diketahui, bagi para pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu, persentase kepemilikan saham secara keseluruhan akan terdilusi sebesar maksimum 12,56%. (end/as)
Sumber: IQPLUS
Bank Bisnis (BBSI) siapkan rights issue, investasi Kredivo bisa makin besar
PT Bank Bisnis Indonesia Tbk (BBSI) kedatangan investor baru. Perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo) telah jadi pemegang saham bank ini dengan kepemilikan 24%.
Kredivo mengakuisisi saham Bank Bisnis dari pemegang saham eksisting sebanyak 726,36 juta lembar dengan harga Rp 759 per saham pada 21 Mei 2021. Sehingga total dana yang telah digelontorkan mengakuisisi bank BUKU II ini mencapai Rp 551,31 miliar.
Bank Bisnis menjadi bank kedua yang diakuisisi oleh fintech lending. Sebelumnya, sudah ada Akulaku yang telah mencaplok PT Bank Neo Commerce Tbk.
Kredivo mengakuisisi saham Bank Bisnis dari PT Sun Land Investama dan Sundjono Suriadi. Komposisi kepemilikan saham bank ini sebelum kehadiran fintech tersebut terdiri dari PT Sun Land Investama 37,54%, PT Sun Antarnusa Investment 14,94% dam Sudjono Suriadi 31,22% dan publik 16,3%. Setelah transaksi dilakukan maka kepemilikan Sun Land Investama menjadi 19,76% dan Sundjono Suriadi jadi 25%.
Investasi Kredivo di Bank Bisnis masih berpotensi mengalami kenaikan. Pasalnya, bank ini bakal melakukan penambahan modal melalui skema rights issue tahun ini memenuhi aturan modal inti minimum yang ditetapkan regulator dimana pada akhir 2021 sudah harus mencapai Rp 2 triliun.
Sementara per Desember 2020, modal inti perseroan baru mencapai Rp 1 triliun. "Sesuai dengan rencana, rights issue dijadwalkan pada kuartal IV," kata Sekretaris Perusahaan Bank Bisnis Paulus Wijaya pada Kontan.co.id. Senin (24/5).
Bank Bisnis berharap kehadiran Kredivo dapat memberikan layanan finansial alternatif ke segmen yang lebih luas dan mendorong ekspansif kredit perseroan ke depan. Paulus mengatakan, bank ini juga tengah dalam tahap pembicaraan untuk kemungkinan bertransformasi menjadi bank digital.
Sumber: KONTAN
.jpg)
.png)
.png)
.jpg)


