PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) optimis dapat mencatat pertumbuhan kinerja pada tahun 2022. Hal itu disampaikan Direktur BOLT, Anthony Wijaya, dalam Public Expose, yang digelar di kantornya, Jakarta, Kamis (24/11).
Garuda Metalindo (BOLT) Optimis Penjualan Capai Rp1,43 Triliun Pada Tahun 2022
PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) optimis dapat mencatat pertumbuhan kinerja pada tahun 2022. Hal itu disampaikan Direktur BOLT, Anthony Wijaya, dalam Public Expose, yang digelar di kantornya, Jakarta, Kamis (24/11).
Garuda Metalindo (BOLT) Targetkan Penjualan Naik 20% di Tahun 2022, Ini Alasannya
PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) optimistis menyambut tahun 2022. Bahkan, perusahaan berharap kinerja bisnis di tahun ini akan lebih baik seiring prospek positif industri komponen otomotif nasional.
Direktur BOLT Anthony Wijaya menyampaikan, di tahun 2022 pihaknya membidik pertumbuhan penjualan sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perusahaan ini juga memperkirakan laba dapat tumbuh sekitar 6%-10%.
Hingga saat ini, BOLT belum merilis laporan keuangan untuk periode tahunan 2021. Per kuartal III-2021, penjualan BOLT melonjak 45,74% (yoy) menjadi Rp 837,81 miliar.
BOLT juga meraup laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 36,75 miliar per kuartal III-2021, atau lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang mana perusahaan mengalami rugi bersih Rp 17,90 miliar.
Anthony menyebut, berdasarkan perkiraan dari para produsen otomotif, volume produksi dan penjualan motor dan mobil akan terus tumbuh lebih baik di tahun 2022.
Hal tersebut seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, ditambah dukungan perpanjangan insentif PPnBM di sektor otomotif. Prospek positif industri otomotif diharapkan menular ke industri turunannya, seperti komponen otomotif.
“Kami menargetkan pertumbuhan kinerja di atas pertumbuhan pasar karena adanya penambahan produk-produk baru di tahun ini,” ujar dia, Senin (7/2).
Fokus strategi BOLT untuk mengoptimalkan bisnis komponen otomotif ini adalah dengan secara konsisten terus menjaga kepuasan pelanggan terhadap produk maupun layanan yang disediakan perusahaan.
Manajemen BOLT juga melihat prospek penjualan komponen otomotif yang positif untuk pasar ekspor. Perusahaan ini pun memproyeksikan penjualan di pasar ekspor dapat naik sekitar 30% di tahun 2022. Dalam catatan Kontan, BOLT memasok produknya ke beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, India, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, dan Brasil.
Di sisi lain, BOLT juga masih mewaspadai ancaman kelangkaan bahan baku material komponen otomotif yang bisa saja mempengaruhi kinerja penjualan perusahaan ini. Kelangkaan ini tentu membuat harga beberapa bahan baku komponen otomotif mengalami kenaikan.
Misalnya, material seperti steel wire rod atau batang kawat baja mengalami kenaikan harga di tahun 2021, sehingga memberi tekanan terhadap biaya produksi BOLT. Namun, harga komponen otomotif yang ditujukan kepada pelanggan tidak bisa secara langsung 100% berubah tatkala harga bahan baku materialnya naik.
“Perubahan harga di level pelanggan otomotif cenderung terlambat, namun pasti tetap berubah demi menjaga profitabilitas perusahaan. Kami harap di tahun 2022 harga material lebih stabil,” pungkas Anthony.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Berita Saham BOLT | 18 Desember 2018
IQPlus, (18/12) - PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) meraih tambahan fasilitas perbankan dari PT Bank Permata yang akan digunakan untuk modal kerja operasional perusahaan.
Menurut keterangan perseroan Selasa, penandatanganan fasilitas pinjaman tersebut dilakukan pada 12 Desember 2018 yang terdiri dari enam fasilitas.
Fasilitas 1 yakni pinjaman rekening korang senilai Rp5 miliar dengan jangka waktu 1 tahun dan bunga 10,50%, fasilitas 2 Revolving Loan4 senilai Rp10 miliar dengan jangka waktu 1 tahun dan bunga 10,50%, fasilitas 3 Revolving Loan5 senilai Rp58 miliar.
Fasilitas 4 Omnibus Letter of Credit senilai Rp11 miliar, fasilitas 5 Forex Line senilai RpUS$300.000, Fasilitas 6 Revolving Loan 6 senilai 80 miliar. Pinjaman ini dihamin dengan tanah dan bangunan serta inventori dan piutang dagang. (end)
Analisa Saham AALI, TKIM, UNTR dan BOLT | 23 Agustus 2018
AALI membentuk pola inverted head & shoulders dan tepat berada pada neckline pola ini. Hari ini neckline berpotensi ditembus dan harga saham berlanjut menguat dengan target terdekat 13300 s/d 14000.
Rekomendasi: buy on breakout 13000, stop loss jika ditutup <12200 .="" p="">
TKIM memantul dari support trend line. Secara teknikal masih dipertahankannya trend line ini berpotensi membuat TKIM melanjutkan penguatannya dengan target 16500 s/d 17000.
Rekomendasi: buy 14000 s/d 14100, stop loss <13200 .="" p="">
UNTR kembali meninggalkan gap pada tanggal 10 Agustus 2018. Gap ini berpotensi ditutup dalam waktu dekat seperti pada perdagangan sebelumnya yang juga meninggalkan gap.
Rekomendasi: buy 34500 s/d 35000, TP 36300 s/d 37000, stop loss <34000 .="" p="">
BOLT breakout dari Darvas Box sejak tanggal 27 Juli 2018 dan posisi breakout ini masih dipertahankan. Secara teknikal masih terkonsolidasi dalam range baru 925 s/d 940. Berpotensi menuju target 1000 jika breakout box kembali.
Rekomendasi: buy on support 925, stop loss <900 .="" p="">
Panin Sekuritas900>34000>13200>12200>
Berita Saham BOLT | 26 Maret 2018
GARUDA METALINDO RAIH LABA Rp92,81 MILIAR DI 2017.
IQPlus, (26/03) - PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mencatat laba neto yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp92,81 miliar hingga 31 Desember 2017 turun dibandingkan laba Rp108,48 miliar yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya.Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, penjualan turun menjadi Rp1,04 triliun dari Rp1,05 triliun dan beban pokok naik jadi Rp783,06 miliar dari Rp780,07 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp264,63 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp270,99 miliar.
Beban usaha turun menjadi Rp109,50 miliar dari Rp111,78 miliar dan laba usaha turun menjadi Rp155,13 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp159,20 miliar. Beban lain-lain neto diderita Rp23,16 miliar usai mencatat pendapatan lain-lain neto tahun sebelumnya Rp335,22 juta.
Laba sebelum pajak turun menjadi Rp131,97 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp159,54 miliar. Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp1,18 triliun hingga 31 Desember 2017 turun dari total aset Rp1,20 triliun yang berakhir 31 Desember 2016. (end)
Source:
IQPLUS
.jpeg)

