Tampilkan postingan dengan label Saham FIRE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham FIRE. Tampilkan semua postingan

RUPST Alfa Energi (FIRE) Setujui Herbert Darwin Sebagai Komisaris Independen


PT Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE)
telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 19 Juni 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 879.332.199 saham atau 59,6% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

RUPST agenda 1 Menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan selama tahun buku 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Lyna Corporate Secterary dan Presiden Direktur FIRE dalam keterangan tertulisnya Rabu (21/6) menuturkan bahwa RUPST agenda 4 menyetujui dan mengesahkan pengunduran diri M. Noer Qomari dari jabatannya selaku Presiden Komisaris Independen Perseroan terhitung sejak tanggal penutupan Rapat ini.

Selanjutnya menyetujui pengangkatan Herbert Darwin Mangatas Sitorus sebagai Komisaris Independen dan Denny Fitria Ayu K sebagai Direktur.

RUPST juga menetapkan Aris Munandar yang semula Presiden Direktur menjadi Presiden Komisaris dan Lyna yang semula Direktur menjadi Presiden Direktur Perseroan, terhitung sejak tanggal penutupan Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2027.

Sehubungan dengan keputusan sebagaimana dimaksud di atas, maka susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang baru terhitung sejak tanggal ditutupnya Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2027 menjadi sebagai berikut:

Dewan Direksi

Presiden Direktur : Lyna
Direktur : Teguh Budi Santosa
Direktur : Denny Fitria Ayu K

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Aris Munandar
Komisaris : Budi Kartika
Komisaris Independen : Herbert Darwin Mangatas Sitorus

(end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | BBRI, BRPT, FIRE, GGRM


Daily Technical 9 Maret 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Senin 9 Maret 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -139,59 (-2.4%) menuju level 5.498,54 pada perdagangan hari Jumat 6 Maret 2020 kemarin. Kembali menurun di bawah resistance MA20, IHSG masih strong downtrend. Sentimen Dow dan Corona masih membayangi pasar. Oleh karena itu menghindari saham-saham blue chips adalah saran terbaik saat ini karena saham-saham ini juga yang akan membebani IHSG, sampai penurunan dan sentimen negatif mereda. Indikator Stochastic kembali menukik ke bawah, mengindikasikan jenuh beli.
Hari ini IHSG berpotensi melemah dalam range 5.300 s/d 5.500.

[BBRI]
Finding New Support: Melanjutkan penurunan menuju support 3750.
Rekomendasi: Wait and see.
Support: 3750.
Resistance: 4300.

[BRPT]
Testing Support: Menguji support pada 950, terimbas sentimen positif dari pelemahan harga minyak.
Rekomendasi: Speculative buy on support 950, TP 1000 s/d 1050, stop loss <900 .="" p="">Support: 950.
Resistance: 1050.

[FIRE]
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20, mengindikasikan penguatan jangka pendek.
Rekomendasi: Buy 176 s/d 186, TP 200 s/d 220, stop loss <130 .="" p="">Support: 130.
Resistance: 200.

[GGRM]
Candlestick Pattern: Membentuk pola doji yang mengindikasikan rebound.
Rekomendasi: Speculative buy 50000, TP 52000, stop loss <49400 .="" p="">Support: 49400.
Resistance: 52000.

Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas

Simak juga:
Strategi Trading Menggunakan STOCHASTIC OSCILLATOR
https://youtu.be/Rm7fvjZkXD0

Jangan lupa like, subscribe dan share channel youtube : Saham Online 

FIRE | PENJUALAN NETO ALFA ENERGI INVESTAMA TUMBUH 70,89% HINGGA JUNI


IQPlus, (12/08) - PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) meraih penjualan neto sebesar Rp478,79 miliar hingga periode 30 Juni 2019 meningkat 70,89% dari penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp280,17 miliar.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp421,64 miliar dari Rp248,44 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto meningkat menjadi Rp57,16 miliar dari laba bruto Rp31,74 miliar.

Laba usaha diraih sebesar Rp14,07 miliar dari rugi usaha yang diderita Rp12,27 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih sebesar Rp10,39 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak Rp16,02 miliar tahun sebelumnya.

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp8,64 miliar dari rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tahun sebelumnya yang Rp11,99 miliar. Jumlah aset perseroan mencapai Rp558,06 miliar hingga peridoe 30 Juni 2019 turun dari jumlah aset yang tercatat Rp573,24 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PCAR dan FIRE | Asabri Jual Saham


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi penjualan saham kembali dilakukan PT Asabri (Persero). Kali ini lembaga keuangan yang mengelola dana pensiun milik TNI dan Polri itu melepas sebagian kepemilikannya atas saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) dan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR).

Pada 12 Juni 2019, Asabri menjual 371,400 saham PCAR. Usai transaksi tersebut, kepemilikan Asabri di Prima Cakrawala berkurang dari 27,68% menjadi 27,65%.

Tidak diketahui pada harga berapa Asabri melepas saham PCAR. Yang jelas, pada tanggal itu ada dua transaksi tutup sendiri (crossing) saham PCAR. Pertama, sebanyak 5.714.000 saham melalui Wanteg Sekuritas. Nilai transaksinya sebesar Rp 20 miliar di harga Rp 3.500 per saham.

Kedua, crossing melalui broker Trust Sekuritas senilai Rp 483,8 juta. Transaksi ini melibatkan 142.300 saham di harga Rp 3.400 per saham.

Prima Cakrawala Abadi merupakan perusahaan pengolahan produk perikanan yang berbasis di Semarang. Emiten ini menjual daging rajungan terutama ditujukan ke pasar ekspor. Amerika Serikat (AS) menjadi pasar utama dengan porsi hampir 96% dari total penjualan perseroan.

Di saat bersamaan, berdasarkan laporan kepemilikan efek 5% atau lebih, pada 12 Juni 2019 Asabri melepas 1.003.300 saham FIRE. Sehari sebelumnya, atau 11 Juni 2019 Asabri masih mengempit 369.583.900 saham Alfa Energi. Dus, pasca transaksi tersebut kepemilikan Asabri di FIRE menyusut dari 25,21% menjadi 25,14%.

Belum ada informasi pada harga berapa transaksi itu dilakukan. Namun, pada 12 Juni 2019, saham FIRE ditutup di Rp 5.800 per saham, dengan harga rata-rata ada di Rp 5.432,9 per saham.

FIRE merupakan perusahaan perdagangan yang fokus pada komoditas batubara. Lewat dua anak usahanya, yakni PT Alfara Delta Persada dan PT Berkat Bara Jaya, FIRE memiliki konsesi tambang batubara di Kalimantan Timur.

Alfara Delta Persada punya izin usaha pertambangan (IUP) seluas 2.089 hektare (ha) di Kutai Kartanegara. Sementara Berkat Bara Jaya memiliki konsesi seluas 6.000 ha di Damai.

Alfa Energi juga masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga uap melalui anak usahanya, yakni PT Alfa Daya Energi.

Selain FIRE dan PCAR, Asabri memiliki portofolio di atas 5% di belasan saham lain.

Didongkrak MSCI

Sejatinya, kedua saham yang jadi portofolio Asabri ini tidak terlalu menarik untuk dilirik. Betul, di tengah tekanan harga batubara, pada kuartal I-2019 penjualan bersih FIRE melonjak 149,96% menjadi sekitar Rp 226,06 miliar. Cuma, beban pokok penjualan FIRE juga ikut melambung 143,72% menjadi Rp 195,61 miliar.

Penyebabnya antara lain kenaikan biaya bahan bakar, bongkar muat dan pembayaran royalti. Walhasil, laba bersih FIRE hanya naik 6,21% menjadi Rp 452,69 juta.

FIRE sempat diuntungkan keputusan Morgan Stanley Capital International memasukkannya ke dalam MSCI Global Small Cap Indexes sejak 28 Mei 2019. Selain FIRE, anggota baru indeks ini adalah PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan  PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG).

Sentimen tersebut mendongkrak pergerakan saham FIRE. Hingga 13 Mei 2019 saham FIRE masih bergerak mendatar dan berada di Rp 6.850 per saham. Hari berikutnya, informasi soal masuknya FIRE ke MSCI Global Small Cap Indexes menguar. Tak urung, saham FIRE mulai melambung hingga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di Rp 11.775 per saham pada 16 Mei 2019.

Namun sentimen itu hanya berefek sesaat lantaran harga saham FIRE lantas anjlok. Pada penutupan perdagangan Kamis (13/06) saham FIRE terkoreksi 3,88% ke level Rp 5.575 per saham.

Meski harga sahamnnya kini lebih rendah, secara valuasi saham FIRE terbilang kemahalan. Berdasar data RTI, price to earning ratio (PER) emiten itu mencapai 5.575 kali. Sementara price to book value (PBV) ada di level 25,23 kali.

Pabrik berhenti beroperasi

Di sisi lain, kinerja PCAR juga tidak menggembirakan. Pada kuartal I-2019 penjualan bersihnya anjlok 43,34% menjadi sekitar Rp 24,40 miliar. Walhasil, PCAR mesti menanggung rugi bersih Rp 724,74 juta, sedikit lebih rendah ketimbang kuartal I-2018 tatkala emiten itu merugi bersih Rp 992,88 juta.

Kondisi ini tidak lepas dari terhentinya operasional dua pabrik milik perseroan. Pada 14 September 2018, manajemen PCAR mengumumkan penutupan sementara pabrik di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah sejak Agustus 2018. Pasalnya, pemerintah kota Semarang tidak mengeluarkan Ijin Usaha Industri lantaran pabrik tersebut berada di lingkungan pemukiman.

Sementara itu, berdasar materi public expose yang acaranya akan digelar 13 Juni 2019 di Semarang, manajemen PCAR menyebut, kondisi serupa juga terjadi di pabrik Indramayu. Pada Desember 2018, proses produksi terhenti akibat tingginya harga bahan baku dan mutu bahan baku yang rendah.

Padahal, kedua pabrik ini berkontribusi besar terhadap kemampuan produksi perseroan. Pabrik Semarang punya kapasitas produksi maksimal 100 ton per bulan. Sementara pabrik di Indramayu punya kapasitas produksi 37,5 ton per bulan.

PCAR tercatat masih memiliki satu pabrik yang beroperasi di Makassar. Kapasitas produksinya maksimal 37,5 ton per bulan.

Kinerja keuangan yang kurang baik membuat valuasi harga saham PCAR terbilang mahal. Data RTI menunjukkan, di harga penutupan Kamis (13/06), yakni di Rp 3.420 per saham, PER PCAR minus 1.710 kali. Sedangkan PBV emiten itu mencapai 45,60 kali.

Saham FIRE | BEI CERMATI POLA TRANSAKSI SAHAM ALFA ENERGI INVESTAMA



IQPlus, (17/05) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pola transaksi saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) karena telah mengalami peningkatan harga dan aktivitas dibandingkan periode sebelumnya (UMA).

Menurut keterangan BEI Jumat, informasi terakhir yang disampaikan emiten pada 13 Mei 2019 mengenati rencana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Harga saham FIRE pada 13 Mei 2019 masih berada di level Rp6.850 namun naik terus hingga ditutup di level Rp11.775 per lembar pada Kamis kemarin. (end)

Sisa Dana IPO PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)


PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp10,55 miliar hingga periode 30 Juni 2018.

Menurut keterangan tertulis yang ditandatangani Aris Munandar, Direktur Utama Perseroan Selasa, dari hasil bersih sebesar Rp144,02 miliar sudah digunakan untuk pelunasan utang kepada Indo Jasa utama Rp45,73 miliar.

Selain itu digunakan Rp11,37 miliar untuk pembangunan tambahan infrastruktur PT Alfara Delta Persada serta Rp76,36 miliar untuk modal kerja perseroan. Sementara sisa dana IPO tersebut disebutkan berada pada pihak ketiga. (end)

http://www.iqplus.info/news/stock_news/fire-alfa-energi-masih-miliki-sisa-dana-ipo-rp10-55-miliar,97075950.html

Berita Saham FIRE | 13 April 2018

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) dan waran (FIRE-W) pada Jumat (13/4/2018).

Suspensi dilakukan lantaran harga saham FIRE mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham dan waran FIRE dalam rangka cooling down, seperti mengutip dari laman BEI.

Suspensi bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham dan waran FIRE.

BEI berharap pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.

INILAH

Berita Saham FIRE | 19 Desember 2017

Berita Saham FIRE

PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) optimis pertumbuhan pendapatan dan laba bersih mencapai 20-30% sepanjang tahun 2018.

Direktur Utama Perseroan Aris Munandar mengatakan Senin, kondisi tersebut membuat perseroan berencana mengembangkan bisnis batubara sehingga akan berpengaruh pada kunerja anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

Tahun depan perseroan menyiapkan dana Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk suntikan kepada anak usaha bidang batubara. Perseroan akan mencari sumber pendanaan untuk menutupi kebutuhan sepanjang 2018.

Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai eksplorasi, pembangunan infrastruktur serta belanja operasional anak usaha PT Alfara Delta Persada dan PT Berkat Bara Jaya.Pihaknya berencana meningkatkan volume produksi menjadi sekitar 400 ribu hingga 500 ribu ton per tahun. (end)

IQPLUS