Tampilkan postingan dengan label Saham GPRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham GPRA. Tampilkan semua postingan

Perdana Gapura Prima (GPRA) Akan Bagikan Dividen Tunai Rp1 Per Saham


PT. Perdana Gapura Prima Tbk. (GPRA)
telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada tanggal 22 Juni 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 3.219.580.287 saham atau 75,28% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Rinny Febrianty Corporate Secretary GPRA dalam keterangan tertulisnya Senin (26/6) menyampaikan bahwa RUST agenda I Menerima baik Laporan Tahunan Direksi Perseroan mengenai jalannya Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir 31 Desember 2022.

RUPST agenda IV menyetujui penggunaan Laba Perseroan untuk tahun buku 31 Desember 2022 sebesar Rp76,35 miliar digunakan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham Perseroan.sebesar Rp4,27 miliar atau sebesar Rp1 per saham.

Selanjutnya sebesar Rp2 miliar untuk cicilan dana cadangan sesuai peraturan yang berlaku dan sisanya sebesar Rp70,07 miliar digunakan sebagai laba ditahan Perseroan.

RUPST juga memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan, untuk melaksanakan penggunaan keuntungan tersebut termasuk untuk menentukan jadwal dan tata cara dari pelaksanaan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham Perseroan.(end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Investor British Virgin Islands Ini Jual 132,53 Juta Lembar Saham GPRA

Major Intelligence Limited, perusahaan ber domisili di British Virgin Islands, melepas sebagian kepemilikan di emiten properti PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA), sehingga kepemilikan menyusut menjadi 5,44 persen dari sebelumnya 6,61 persen. Penjualan ini memperpanjang aksi lepas saham sepanjang Desember berjalan sebanyak 132,53 juta lembar saham.


Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa (13/12), menyebutkan per 12 Desember 2022 kepemilikan Major di GPRA berkurang sebanyak 49,95 juta lembar saham, sehingga tersisa 232,59 juta lembar atau setara 5,44%.

Pengurangan itu merupakan rangkaian terbaru dari aksi lepas saham GPRA oleh Major sepanjang Desember ini. Pasalnya, menurut laporan manajemen Perseroan yang dirilis 9 Desember, yang menginformasikan kepemilikan per 30 November, Major masih menggenggam sebanyak 8,54 persen atau setara 365,13 juta lembar saham. 

Dengan sisa sebanyak 232,59 juta lembar per 12 Desember, Major sudah melepeh 132,53 juta lembar saham GPRA sepanjang Desember.

Sebagai informasi, kepemilikan mayoritas di GPRA dipegang oleh PT Abadimukti Gunalestari sebanyak 63,11 persen.

Pergerakan saham Perseroan, menurut data Ipotnews, terus mengalami penurunan sejak perdagangan 6 Desember, di mana saat itu saham GPRA ditutup di level Rp119 dan menurun Rp98 di penutupan 9 Desember. Lalu kembali menanjak menjadi Rp100 pada 13 Desember.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

GPRA | Perdana Gapuraprima Akuisisi Dua Entitas


(Baca juga: Membaca Indikator MFI)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) bakal lebih fokus mengembangkan properti perumahan. Caranya, dengan mengakuisisi 99,9% saham PT Megapolitan Gapura Prima (MGP) dan PT Pacific Exintraco (PE).

Nilai akuisisi tersebut sebesar Rp 109,5 miliar. Sumber pendanaan aksi korporasi ini berasal dari pinjaman PT Citraabadi Kotapersada (CAKP), yang merupakan pemegang 36,25% saham GPRA.

Pinjaman tersebut memiliki tenor selama tiga tahun hingga 29 Juni 2022. Pinjaman ini memiliki bunga sebesar 9,75% per tahun.

Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi. Ini mengingat akuisisi dilakukan dengan membeli 26.946 saham MGP di CAKP dan 27.000 saham di PT Sendico Wiguna Lestari (SWL).

Transaksi juga dilakukan dengan membeli 51.653 saham PE yang dimiliki PT Abadi Mukti (AM) dan 2.293 saham milik PT Abadimukti Gunalestari (AMGL).

AMGL juga merupakan pemegang 6,13% saham GPRA. Sementara, SWL merupakan anak usaha GPRA dengan porsi kepemilikan 19%. Di Pacific Exintraco, GPRA mengambil alih saham milik AMGL dan AM.

Manajemen Perdana Gapuraprima menyebut, segmen perumahan saat ini lebih menarik dibanding pusat perbelanjaan dan apartemen. Terutama, segmen perumahan di bawah Rp 1 miliar. "Untuk memperkuat struktur bisnis, kami konsolidasikan penjualan segmen perumahan," ujar Arvin F Iskandar, Direktur Utama Perdana Gapuraprima kepada KONTAN, Selasa (2/7).

Sampai saat ini, pendapatan Perdana Gapuraprima dari segmen perumahan masih belum terlalu oke. Menilik laporan keuangan GPRA di kuartal I-2019, penjualan segmen perumahan emiten ini justru turun 24% menjadi Rp 41,26 miliar.

Tapi pendapatan dari segmen apartemen dan perkantoran naik 34% menjadi Rp 25,22 miliar. Secara konsolidasi, penjualan GPRA turun 5% menjadi Rp 80,43 miliar dengan porsi penjualan perumahan sekitar 53%.

"Porsinya kami targetkan naik 65%," tambah Arvin. Untuk memenuhi target, GPRA akan memaksimal tambahan lahan 40 hektare (ha) dari akuisisi dua perusahaan itu.

Saham GPRA | PT Perdana Gapura Prima Tbk Hadirkan Hunian di Bukit Cimanggu City


PT Perdana Gapura Prima Tbk, (GPRA) anak usaha Gapura Prima Group kembali menghadirkan hunian di Bukit Cimanggu City untuk mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat untuk tinggal di kawasan Bogor, Jawa Barat.

"Kami menghadirkan klaster hunian baru serta rumah toko yang nantinya akan terintegrasi langsung dengan area hotel, perkantoran, dan apartemen Bogor Icon," kata General Manager Bukit Cimanggu City, Kris Banarto di Bogor, Minggu.

Kris mengatakan untuk membangun produk hunian dan komersial ini membutuhkan total investasi Rp235 miliar serta rencananya baru akan dipasarkan pada 2019 mendatang, namun karena peminatnya tinggi maka pemasaran dilaksanakan lebih awal.

Menurut Kris, selain kebutuhan, tingginya permintaan pasar hunian di kawasan Bukit Cimanggu City tersebut seiring beroperasinya tol lingkar luar Bogor untuk Seksi II B Kedung Badak-Simpang Yasmin yang membuat kawasan perumahan ini menjadi menarik.. . Bukit Cimanggu City sendiri saat ini merupakan salah satu kawasan bisnis paling berkembang karena berada di jalan protokol Kota Bogor dan didukung sebanyak 5.000 kepala keluarga yang menjadi captive market di dalam kawasan tersebut.

Kris mengatakan, klaster hunian baru ini dipasarkan mulai dari harga Rp600 juta untuk tipe 36/90, sedangkan untuk Ruko dipasarkan dengan harga mulai Rp3,5 miliar.

"Saat ini kami sudah bangunkan infrastruktur jalan, saluran air dan taman serta berlanjut pada pembangunan kavling dan pembangunan rumah dan ruko targetnya .Desember 2018 sudah terjual seluruhnya," ujar dia.

Kris mengatakan, pembeli unit di Cimanggu City berasal dari kalangan menengah, .dari keluarga muda, (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/gpra-gapura-prima-kembali-hadirkan-hunian-di-bogor,73073913.html

Analisa Saham GPRA | 24 September 2018


Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, target Reksa Dana Pendanaan Terbatas (RDPT) PT Gapura Prima Tbk (GPRA) sebesar Rp 200 miliar harus bisa tercapai, untuk perbaiki fundamental perusahaan itu.

GPRA bekerja sama dengan Ayers Asia Asset Management, rencananya akan meluncurkan RDPT sekitar Oktober atau November tahun ini.

Reksadana tersebut, berbasis surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) yang bakal diterbitkan emiten properti tersebut.

Lewat RDPT, targetnya perusahaan bisa memperoleh dana sebanyak Rp 200 miliar, dari total aset yang dijaminkan sekitar Rp 374 miliar.

Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun dua tower apartemen di kawasan super blok BTC Mall di Bekasi.

"Menarik (RDPT), tapi jadi ada dua kondisi di sini, yakni harapan emiten untuk memperoleh dana Rp 200 miliar akan tercapai atau tidak," kata William kepada Kontan, Minggu (23/9).

Menurutnya, jika target tersebut dapat tercapai akan berdampak sangat bagus bagi kinerja emiten properti tersebut. Apalagi, tujuan RDPT sendiri untuk bisa mempercepat pembangunan dua tower di kawasan super blok.

"Namun, secara fundamental GPRA tidak bisa dikatakan bagus, mengingat laba per lembar saham atau earning per share (EPS) menurun terus sejak 2015," ungkapnya.

Sedangkan dilihat dari sisi price to book value (PBV) yang saat ini mencapai 0,41 kali, menjadikan GPRA cukup murah secara fundamental.

"Untuk itu, investor sudah bisa mulai cicil beli untuk investasi jangka panjang, dengan target harga Rp 200 per lembar saham," jelasnya.

Berdasarkan data RTI, per Jumat (21/9) saham GPRA ditutup koreksi tajam sebanyak 2,86% ke harga Rp 102 per lembar saham.

Jika dilihat dalam sepekan terakhir, harga sahamnya sudah merosot sebanyak 4,67%, meskipun untuk skala satu bulan harga saham GPRA sudah tumbuh 21,43%.
https://investasi.kontan.co.id/news/analis-panin-saatnya-untuk-mengoleksi-saham-gpra

Analisa Saham JSMR, GPRA dan BDMN | 6 Juni 2018


Berikut rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (6/6).

1. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

Saham JSMR masih bullish channel namun berpeluang koreksi teknikal untuk menguji support MA50 sebelum kembali membuat higher high level.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 4.500
Resistance: Rp 5.000

Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

2. PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA)

Saham GPRA masih bergerak dalam pola downtrend jangka panjangnya. Namun, dalam jangka pendek harga saham telah fully oversold. Potensi rebound juga diberikan oleh hammer candlestick pada penutupan hari ini yang mengindikasikan bullish reversal.

Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 91
Resistance: Rp 108

Krishna Setiawan, Lotus Andalan Sekuritas

3. PT Bank Danamon Tbk (BDMN)

Saham BDMN menguji three white soldiers candle dengan RSI menguat dan stochastic berpotongan golden crossdi area jenuh beli. Namun, volume perdagangan menurun dan ada gap minor di level 6.025—6.125.

Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 6.050
Resistance: Rp 6.450

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-teknikal-jsmr-gpra-dan-bdmn

Analisa Saham BKSL, WOMF dan GPRA | 5 Desember 2017

Analisa Saham BKSL, WOMF dan GPRA

Hasil review saham data hari 4 Desember 2017:

Saham BKSL
harga cenderung bearish dengan MACD mengalami death cross. harga cenderung menuju area support di 137. apabila harga turun menembus support berpotensi menuju area 135 - 132. apabila harga cenderung rebond maka berpotensi ke 144 -150. support saat ini di 137 dan resistance di 160.

Saham WOMF
volume perdagangan rendah disertai harga bermain di area 200 -202. sebaiknya menunggu keadaan volume membaik dan menembus 204 karena berpotensi menuju 210 -212. apabila harga menembus 198 maka potensi ke 195 -194.

Saham GPRA
dalam keadaan bearish.berpotensi menuju area support selanjutnya berada di area 100. bila harga menuju 117 maka potensi menuju area 128 -130 dengan area resistance di 140.

by PacificTrader