Langsung ke konten utama

Money Flow Index | Penggunaan dan Setting Indikator MFI

Apa itu Money Flow Index (MFI)?

Money Flow Index (MFI) adalah osilator teknis yang menggunakan harga dan volume untuk mengidentifikasi kondisi jenuh beli atau jenuh jual dalam aset. Hal ini juga dapat digunakan untuk melihat divergensi yang memperingatkan perubahan tren harga. Osilator bergerak antara 0 dan 100.

Tidak seperti osilator konvensional seperti Relative Strength Index (RSI), Money Flow Index menggabungkan data harga dan volume, sebagai lawan dari harga yang adil. Untuk alasan ini, beberapa analis menyebut MFI sebagai "the volume-weighted RSI".

Money Flow Index in Indonesia Composite
Money Flow Index pada Indonesia Composite

Kunci dalam Memahami Indikator MFI

  • Indikator biasanya dihitung menggunakan 14 periode data.
  • Pembacaan MFI di atas 80 dianggap overbought dan pembacaan MFI di bawah 20 dianggap oversold.
  • Overbought dan oversold tidak selalu berarti harga akan berbalik, hanya saja harga mendekati tinggi atau rendah dari kisaran harga terbaru.
  • Pembuat indeks, Gene Quong dan Avrum Soudack, merekomendasikan penggunaan 90 dan 10 sebagai level overbought dan oversold. Level-level ini jarang tercapai, tetapi ketika itu sering berarti harga bisa jatuh tempo untuk perubahan arah.
  • Perbedaan antara indikator dan harga perlu diperhatikan. Misalnya, jika indikator naik ketika harga turun atau datar, harga bisa mulai naik.

Cara Membaca dan Menggunakan Indikator MFI

Salah satu cara utama untuk menggunakan Money Flow Index adalah ketika ada divergensi. Divergensi terjadi ketika osilator bergerak berlawanan arah dengan harga. Ini adalah sinyal potensi pembalikan dalam tren harga yang berlaku.

Misalnya, Money Flow Index yang sangat tinggi yang mulai turun di bawah angka 80 sementara saham terkait harganya terus naik, adalah sinyal pembalikan harga ke sisi negatifnya. Sebaliknya, pembacaan MFI yang sangat rendah yang naik di atas pembacaan 20 sementara saham terkait harga terus turun, ini bisa jadi adalah sinyal pembalikan harga ke atas.

Trader juga mengamati divergensi yang lebih besar menggunakan beberapa gelombang dalam harga dan MFI. Sebagai contoh, sebuah saham mencapai IDR 100, menarik kembali ke IDR 80, dan kemudian rally ke IDR 120. Harga telah membuat dua tertinggi berturut-turut, pada IDR 100 dan IDR 120. Jika MFI membuat puncak lebih tinggi ketika harga mencapai IDR 120, indikator tidak mengkonfirmasi tinggi baru. Ini bisa menandakan penurunan harga.

Level overbought dan oversold juga digunakan untuk memberi sinyal kemungkinan peluang. Bergerak di bawah 10 dan di atas 90 jarang terjadi. Trader mengawasi MFI untuk bergerak kembali di atas 10 untuk memberi sinyal Beli, dan turun di bawah 90 untuk memberi sinyal Jual.

Pergerakan lain dari wilayah jenuh beli atau jenuh jual juga bisa bermanfaat. Misalnya, ketika aset berada dalam tren naik, penurunan di bawah 20 (atau bahkan 30) dan kemudian reli kembali di atas itu bisa menunjukkan pullback sudah berakhir dan tren kenaikan harga mulai lagi. Hal yang sama berlaku untuk tren turun. Reli jangka pendek dapat mendorong MFI ke 70 atau 80, tetapi ketika turun kembali di bawahnya, itu bisa menjadi waktu untuk memasuki sinyal jual dalam persiapan untuk penurunan lainnya.

Perbedaan Antara Money Flow Index (MFI) dan Relative Strength Index (RSI)

MFI dan RSI sangat terkait erat. Perbedaan utama adalah bahwa MFI memasukkan volume, sedangkan RSI tidak. Penganut analisis volume percaya itu adalah indikator utama. Oleh karena itu, mereka juga percaya bahwa MFI akan memberikan sinyal, dan memperingatkan kemungkinan pembalikan, dengan cara yang lebih tepat waktu daripada RSI. Satu indikator tidak lebih baik dari yang lain, mereka hanya menggabungkan elemen yang berbeda dan akan memberikan sinyal pada waktu yang berbeda.

Kelemahan Indeks Aliran Uang (MFI)

MFI mampu menghasilkan sinyal palsu. Ini adalah ketika indikator melakukan sesuatu yang menunjukkan peluang perdagangan yang baik, tetapi kemudian harga tidak bergerak seperti yang diharapkan, ini mengakibatkan perdagangan menjadi rugi. Divergensi juga mungkin tidak menghasilkan pembalikan harga.

Indikator MFI ini mungkin juga gagal untuk memperingatkan sesuatu yang penting. Sebagai contoh, sementara divergensi dapat mengakibatkan harga membalik, divergensi tidak akan ada untuk semua pembalikan harga. Karena itu, disarankan agar Trader menggunakan bentuk analisis dan pengendalian risiko lain dan tidak bergantung hanya pada satu indikator.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri. Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut: Tanaman Pangan BISI International Tbk Perkebunan Astra Agro Lestari Tbk BW Plantation Tbk Gozco Plantations Tbk Jaya Agra Wattie Tbk Multi Agro Gemilang Plantation Tbk Provident Agro Tbk PP London Sumatra Tbk Salim Ivomas Pratama Tbk Sampoerna Agro Tbk SMART Tbk Tunas Baru Lampung Tb

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Direktur PT Adaro Energy Tbk Jual Saham ADRO Sebanyak 2 Juta Saham

Tren penguatan harga batu bara membuat saham emiten terkait komoditas tersebut turut memanas, termasuk saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO). Pada penutupan perdagangan Selasa (1/12/2020), saham ADRO berada di level Rp1.390. Harga saham emiten yang dikomandoi Garibaldi Thohir itu naik 25,23 persen dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga saham ADRO itu pun dimanfaatkan salah satu direksi untuk melakan aksi jual. Direktur Adaro Energy Christian Ariano Rachmat tercatat menjual saham ADRO sebanyak 2 juta saham. Transaksi penjualan tersebut dilakukan pada 27 November 2020 dengan harga Rp1.390 dan pada 30 November 2020 dengan harga Rp1.400. Masing-masing transaksi berupa penjualan 1 juta saham, sehingga total transaksi mencapai Rp2,79 miliar. "Tujuan transaksi investasi jangka panjang. Persentase saham berdasarkan kepemilikan ialah 0,006 persen," papar laporan ADRO ke Bursa Efek Indonesia. Ariano yang sebelumnya memegang 20 juta saham ADRO pun kini menjadi tinggal 18 juta saham, atau se