PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatat pendapatan Rp831,04 miliar hingga periode 30 Juni 2022 meningkat dari pendapatan Rp757,09 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) Catat Pendapatan Rp831,04 Miliar Hingga Juni 2022
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatat pendapatan Rp831,04 miliar hingga periode 30 Juni 2022 meningkat dari pendapatan Rp757,09 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
PASCA DITUTUP SEMENTARA, WOM FINANCE KEMBALI BUKA LAYANAN DI 15 KANTOR
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka kembali kegiatan operasional di 15 KSKC Perseroan (Kantor Selain Kantor Cabang Perseroan) dari 40 KSKC yang sebelumnya dilaporkan tutup sementara.
Namun demikian untuk 25 KSKC lainnya, Perseroan telah melakukan penutupan secara permanen untuk 7 KSKC Perseroan dan untuk 18 KSKC Perseroan masih dalam status penutupan sementara. Demikian disampaikan Direktur sekaligus Corporate Secretary WOMF, Zacharia Susantadiredja, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (6/10).
Dengan pembukaan kembali 15 KSKC, menurut Zacharia, tentunya berdampak pada kemudahan akses layanan kepada konsumen Perseroan.
"Dengan demikian, kondisi keuangan Perseroan dapat terdampak cukup signifikan dengan dibukanya kembali kegiatan operasional dan pemasaran dari KSKC tersebut,"pungkasnya. (end/as)
Sumber: iqplus
KURANGI BEBAN OPERASIONAL, WOM FINANCE TUTUP SEMENTARA 40 KSKC | SAHAM WOMF
Saham WOMF | GELAR RUPS, WOM FINANCE BAGI DIVIDEN Rp18,5 PER SAHAM
Dalam RUPST, WOM Finance menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, Firma anggota Ernst & Young Global Limited.
RUPST WOM Finance juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan sebesar Rp215 miliar untuk tahun keuangan 2018. Sebagai dana cadangan umum sebesar Rp1 miliar digunakan untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-undang no. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan pasal 24 Anggaran Dasar Perseroan. Penggunaan laba bersih untuk pembagian deviden sebesar 30% dengan total maksimal sebesar Rp64 miliar atau sebesar Rp18,5 per saham. Sisanya sebesar Rp150 miliar akan ditetapkan sebagai laba ditahan.
Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, mengatakan keputusan pembagian dividen final tunai yang mencapai Rp64 miliar menunjukkan performa kinerja Perseroan yang baik, sekaligus sebagai bentuk optimisme terhadap industri pembiayaan di Indonesia yang senantiasa tumbuh di masa datang.
"Dividen final tunai tahun buku 2018 akan dibagikan kepada pemegang saham, yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada penutupan perdagangan tanggal 22 Maret 2019,"katanya.
RUPST WOM Finance juga menyetujui Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perseroan tahun 2018 yaitu Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV WOM Finance Tahun 2018 sebesar Rp 793 miliar dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap V WOM Finance Tahun 2018 sebesar Rp 360,5 miliar serta Obligasi Berkelanjutan III Tahap I WOM Finance Tahun 2018 sebesar Rp 570,5 miliar. Seluruh hasil penawaran digunakan untuk mendukung kegiatan pembiayaan Perseroan.
Sementara RUPSLB WOM Finance menyetujui perubahan anggaran dasar Perseroan yang dilakukan dengan pertimbangan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (POJK 35). Perseroan perlu melakukan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan usaha khususnya Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Multiguna.
Hasil RUPSLB lain adalah menyetujui rencana Perseroan untuk mengalihkan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh piutang milik Perseroan dalam rangka perolehan pinjaman dan/atau pendanaan baik penerbitan PUB III, pinjaman dan/atau pendanaan dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank.
Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan, Perseroan dapat melalui tahun 2018 dengan mencatatkan pertumbuhan yang baik. "Dengan posisi keuangan yang sehat, Perseroan siap untuk melanjutkan ekspansi serta mengembangkan bisnis"tegasnya. (end/as)
Sumber : IQPLUS
Berita Saham WOMF | 21 Desember 2018
IQPlus, (21/12) - PT WOM Finance Tbk (WOMF) hari Jumat ini melakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018 dengan jumlah pokok Rp570,5 miliar di BEI.
Menurut keterangan Jumat disebutkan, Obligasi tersebut terdiri dari tiga seri yakni Seri A dengan pokok Rp411,50 miliar berbunga 9,25% per tahun dan masa 370 hari, seri B dengan jumlah pokok Rp40 miliar berbunga 9,75% dan masa 2 tahun serta Seri C dengan pokok 119 miliar dengan bunga 10% dan masa 3 tahun.
Wali amanat obligasi adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan hasil pemeringkatan dari Fitch Ratings Indonesia AA- (end)
Berita Saham WOMF | 17 Desember 2018
IQPlus, (17/12) - WOM FInance Tbk (WOMF) menawarkan bunga obligasi antara 9,25% hingga 10,00% untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dengan jumlah pokok Rp800 miliar.
Menurut informasi tambahan perseroan Senin, Obligasi Tahap I ini terdiri dari tiga seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp411,5 miliar dengan bunga 9,25% per tahun dan jangka waktu 370 hari.
Sementara seri B dengan jumlah pokok Rp38 miliar dengan bunga 9,75% per tahun dan jangka waktu 2 tahun serta seri C dengan jumlah pokok Rp119 miliar dengan bunga 10,00% per tahun serta jangka waktu 3 tahun.
Masa penawaran dilakukan pada 17 Desember 2018 dan penatatan di BEI pada 21 Desember 2018. Fitch Ratings memberikan peringkat AA- untuk obligasi ini. Penjamin pelaksana emisi Bahana Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, Maybank Kim Eng Sekuritas dan RHB Sekuritas Indonesia dengan wali amanat Bank BRI(end)
Berita Saham WOMF | 14 Desember 2018
IQplus, (13/12) - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) optimistis mencetak kenaikan pertumbuhan 20 persen pada 2019 karena perseroan memperluas produk multiguna pada tahun depan.
Chief Business Network Management Officer WOM Finance, Antonius Atmaja S. Lijadi di Palembang, Kamis, mengatakan perusahaan optimistis target tersebut tercapai meski pasar otomotif diprediksi hanya tumbuh 5 persen pada 2019.
"Kami berani pasang target pertumbuhan 20 persen karena saat ini kami main di produk multiguna yang saat ini memang jadi tren di sejumlah daerah, tak hanya Jabodetabek melainkan juga di Sumbagsel," kata dia seusai penyerahan bantuan CSR Natal di Panti Asuhan Kadesy Palembang.
Ia mengatakan pertumbuhan 20 persen untuk bisnis perusahaan tidak hanya berlaku di Sumbagsel melainkan seluruh jaringan WOM di Tanah Air.
Pasar otomotif terutama sepeda motor sudah mulai jenuh di mana penjualan motor baru tidak sebanyak dulu.
"Makanya kami siapkan produk multiguna, secara risiko dan profitabilitas juga lebih menarik di produk ini," kata dia. Antonius mengatakan Perseroan tidak dapat hanya mengandalkan pembiayaan untuk mobil dan motor baru jika ingin mengejar pertumbuhan bisnis dua digit.
Seperti diketahui, perseroan saat ini memiliki 190 kantor jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani sekitar 875.000 pelanggan aktif. Sementara itu Business Unit Head Regional WOM Finance Sumbagsel, Andreas Aditya, menambahkan pihaknya yakin dapat mencapai target yang dipatok tumbuh 20 persen pada 2019 mendatang. "Dengan kondisi saat ini dan fokus kami di multiguna mobil maka pertumbuhan 20% itu sudah cukup layak," kata dia. Namun demikian, Andreas memastikan, perusahaan tetap mengutamakan pemilihan nasabah secara selektif dan pruden untuk menjaga kualitas pembiayaan (non performing financing/NPF) yang disalurkan.(end/ant)
Berita Saham WOMF | 29 November 2018
IQPlus, (29/11) - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance menggelar Seminar Literasi Industri Perusahaan Pembiayaan Indonesia di Kampus Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. "Seminar dengan tema .Mengenal Lebih Dekat Perusahaan Pembiayaan. itu diharapkan semakin menambah pengetahuan mahasiswa/mahasiswi soal pembiayaan,"ujar Business Unit Head Sumbagut WOM, Effendi Simatupang di Medan, Rabu.
Dia mengatakan itu disela seminar yang diikuti ratusan peserta dari mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU. Tampil sebagai pembicara Credit Division Head WOM Finance, Atus Adityawan yang memaparkan mengenai perusahaan pembiayaan di Indonesia.
Effendi menegaskan, edukasi kepada mahasiswa itu dilakukan WOM sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan literasi yang seluas luasnya kepada masyarakat. Dengan mengenalkan lebih detil soal bisnis pembiayaan, diharapkan mahasiswa bisa memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja dan sekaligus bisa semakin paham tentang dunia pembiayaan.
"Dengan semakin mengenali bisnis pembiayaan, mahasiswa yang juga bakal menjadi konsumen potensial bisa lebih pintar dalam menetapkan perusahaan pembiayaan yang digunakan,"katanya. Dia menegaskan, bisnis pembiayaan juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seminar Literasi Edukasi Keuangan WOM Finance di USU itu sendiri merupakan kegiatan yang keenam kali diselenggarakan di tahun 2018.
Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di Universitas Widyatama Bandung, STIE YPKN Yogyakarta, Unika Atmajaya Jakarta, Universitas Hasanudin Makassar dan Universitas Sriwijaya Palembang. "WOM Finance menargetkan kegiatan serupa dapat terselenggara di tiap kantor regional,"katanya. Atus Adityawan menegaskan, kegiatan literasi kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting karena dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang perusahaan pembiayaan secara tidak langsung akan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan itu di Indonesia.
"Secara konsisten dan berkelanjutan, WOM berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan literasi keuangan yang lebih baik sehingga masyarakat paham akan produk dan jasa perusahaan pembiayaan," ujarnya. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Prof Ramli memberi apresiasi kepada WOM yang memberi edukasi soal pembiayaan kepada mahasiswa.
"Mahasiswa memang sudah tidak boleh hanya tau teori.Pengenalan tentang bisnis pembiayaan akan semakin membuat mahasiswa praktik teori dan itu sangat terbantu dengan dukungan perusahaan seperti WOM,"katanya. Apalagi, kata dia, di perkuliahan ada diajarkan soal bunga kredit termasuk perusahaan pembiayaan yang berdasarkan hasil penelitian sangat tinggi.
"Jadi WOM diharapkan bisa menjelaskan lebih detil tentang bisnis pembiayaan itu yang memang masih sangat dibutuhkan masyarakat dan termasuk mendorong perekonomian Indonesia,"ujarnya. (end/ant)
Berita Saham WOMF | 23 November 2018
IQPlus, (23/11) - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sampai September 2018 mencatat penyaluran pembiayaan Rp5,5 triliun atau naik 23 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp4,5 triliun.
"Kontribusi terbesar untuk penyaluran pembiayaan tersebut berada pada pembiayaan motor baru sebesar Rp3,1 triliun dan pembiayaan multiguna sebesar Rp2,1 triliun," kata Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dikatakan total aset perseroan sampai September 2018 meningkat jadi Rp8,9 triliun dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp6,9 triliun.
Hal ini ditunjang pertumbuhan piutang pembiayaan konsumen naik 38 persen dan ekuitas perseroan per September 2018 mencapai Rp1,1 triliun atau naik 20 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Sementara total liabilitas tercatat Rp7,8 triliun atau naik 30 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp6 triliun.
Peningkatan didukung peningkatan pinjaman bank sampai September 2018 menjadi Rp4,3 triliun dari Rp2,8 triliun pada periode sama tahun sebelumnya dan pinjaman obligasi sampai September 2018 menjadi Rp3 triliun dari Rp 2,7 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
"Melalui kerjasama yang solid, serta kejelian dalam menentukan strategi disaat melihat peluang, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik dan optimis akan menutup tahun 2018 ini dengan profitabilitas perseroan lebih baik lagi," kata Zacharia.
Seiring dengan pertumbuhannya, sampai dengan akhir September 2018 total pendapatan perseroan mencapai Rp1,9 triliun atau meningkat 27 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp1,5 triliun.(end)
Pendapatan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) Naik
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF)
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) meraih pendapatan sebesar Rp1,28 triliun hingga periode yang berakhir 30 Juni 2018 naik dari total pendapatan Rp1,02 triliun periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, total beban meningkat menjadi Rp1,14 triliun dari total beban Rp947,15 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum beban pajak final naik jadi Rp139,31 miliar dari laba sebelum beban pajak final Rp74,76 miliar tahun sebelumnya.
Laba periode tahun berjalan diraih Rp105,51 miliar naik dari laba Rp57,45 miliar di periode Juni tahun sebelumnya. Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp9,33 triliun hingga 30 Juni 2018 naik dari total aset Rp7,74 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2017. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/womf-wom-finance-raih-pendapatan-rp1-28-triliun-hingga-juni-2018,45082901.html
BErita Saham WOMF | 9 April 2018
Berita Saham WOMF
PT WOM Finance melakukan pencatatan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2018 senilai Rp793.000.000.000 di Bursa Efek Indonesia.Menurut keterangan disebutkan Obligasi ini terdiri dari tiga seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp626.000.000.000 berbunga 6,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari dan seri B berjumlah Rp55.000.000.000 dengan bunga 7,50% dan jangka waktu 2 tahun dan seri C dengan pokok Rp112.000.000.000 berbunga 8,15% dan jangka 3 tahun.
Wali amanat Bank Rakyat Indonesia dimana hasil pemeringkatan dari Fitch Ratings Indonesia adalah AA-(idn) dan Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang dengan jumlah minimal 60% dari nilai pokok obligasi jika nilai jaminan kurang maka perseroan wajib memenuhi dengan menyetor uang tunai. (end)
Analisa Saham BCIP, BUMI, ELSA, ENRG, PSAB, PWON, SMDR, SRIL, SSMS dan WOMF [QuickReview] | 9 Maret 2018
Analisa Saham BCIP, BUMI, ELSA, ENRG, PSAB, PWON, SMDR, SRIL, SSMS dan WOMF
Berita Saham WOMF | 7 Maret 2018
Berita Saham WOMF
PT Wahana Otomitra Finance Tbk (WOMF) melakukan Penawaran umum Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2018 dengan jumlah pokok Rp1 triliun.Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan, Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp769 miliar yang dijamin secara kesanggupan penuh dan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih seri yang dikehendaki yakni dengan adanya tiga seri.
Seri A ditawarkan pada nilai pokok Rp612 miliar dengan bunga 6,85% per tahun dan jangka 370 hari dan seri B dengan jumlah pokok Rp55 miliar dengna bunga 7,50% dan jangka waktu 2 tahun dan seri C dengan jumlah pokok Rp102 miliar dengan bunga 8,15% dan jangka waktu 3 tahun.
Adapun masa penawaran awal dilakukan pada 12-27 Februari 2018 dan perkiraan masa penawaran umum pada 16 dan 19 Maret 2018 dan perkiraan pencatatan di BEI pada 23 Maret 2018.
Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA-(idn). Penjamin pelaksana emisi obligasi PT Bahana Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas dimana wali amanat Bank BRI. (end)
source:
IQPLUS
Berita Saham WOMF | 20 Februari 2018
Berita Saham WOMF
PT Wahana Multiartha Finance Tbk (WOMF) meraih pendapatan Rp2,15 triliun di 2017 naik dari Rp1,92 triliun pada tahun 2016 dan total beban naik menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,89 triliun tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan menyebutkan. laba sebelum beban pajak penghasilan naik jadi Rp237,46 miliar dari laba sebelum beban pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp30,35 miliar.
Laba tahun berjalan diraih Rp180,66 miliar naik tajam dari laba tahun berjalan di 2016 yang mencapai Rp60,30 miliar. Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp7,74 triliun hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang Rp6,67 triliun. (end)
source:
IQPLUS
Analisa Saham BKSL, WOMF dan GPRA | 5 Desember 2017
Analisa Saham BKSL, WOMF dan GPRA
Hasil review saham data hari 4 Desember 2017:
Saham BKSL
harga cenderung bearish dengan MACD mengalami death cross. harga cenderung menuju area support di 137. apabila harga turun menembus support berpotensi menuju area 135 - 132. apabila harga cenderung rebond maka berpotensi ke 144 -150. support saat ini di 137 dan resistance di 160.
Saham WOMF
volume perdagangan rendah disertai harga bermain di area 200 -202. sebaiknya menunggu keadaan volume membaik dan menembus 204 karena berpotensi menuju 210 -212. apabila harga menembus 198 maka potensi ke 195 -194.
Saham GPRA
dalam keadaan bearish.berpotensi menuju area support selanjutnya berada di area 100. bila harga menuju 117 maka potensi menuju area 128 -130 dengan area resistance di 140.
by PacificTrader
Berita Saham WOMF | 17 November 2017
Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) akan kembali menerbitkan obligasi. Surat utang ini merupakan bagian dari rangkaian penawaran umum berkelanjutan (PUB) II WOMF.
Dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/11), perusahaan yang dikenal juga dengan nama WOM Finance ini akan menerbitkan PUB II Tahap III Tahun 2017. Obligasi ini memiliki jumlah pokok maksimum Rp 1 triliun.
Surat utang kedua yang diterbitkan WOMF tahun ini terbagi ke dalam dua seri, yaitu Seri A dan Seri B. Jumlah yang ditawarkan dalam Obligasi Seri A ialah sebesar Rp 529 miliar dengan kupon sebesar 7,15% dan jangka waktu selama 370 hari. Sementara itu, obligasi Seri B WOMF memiliki jumlah pokok obligasi sebesar Rp 210 miliar dengan kupon sebesar 8,45% dan jangka waktu selama tiga tahun.
Sisa dana dari penerbitan obligasi ini, yaitu sebesar RP 270 miliar, akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Kelak, dana yang didapat dari penerbitan obligasi ini akan digunakan perusahaan untuk modal kerja pembiayaan.
Masa penawaran awal surat utang ini telah berlangsung pada 26 Oktober sampai 9 November 2017 lalu. WOMF memperkirakan masa penawaran umum berlangung pada 29-30 November 2017 dan tanggal penjahatan jatuh pada tanggal 4 Desember 2017. Sementara tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bisa dilakukan pada tanggal 7 Desember 2017.
Adapun WOMF telah mendapatkan peringkat AA- idn dari lembaga pemeringkat utang internasional, Fitch Ratings, pada 14 November 2017 lalu. Mereka pun telah menunjuk PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan bertindah sebagai wali amanat penerbitan obligasi ini.
KONTAN
.jpg)



