Rekomendasi Saham BMRI, ADMR, ASSA, HRTA dan ASII oleh NH Korindo Sekuritas Indonesia | 23 Oktober 2023
Rekomendasi Saham HRTA dan SMMT oleh HP Sekuritas | 20 Oktober 2023
HP Sekuritas
Saham HRTA
Saham SMMT
Rekomendasi Saham MYOR, ASII, EXCL, TLKM dan HRTA oleh NH Korindo Sekuritas | 18 Oktober 2023
NH Korindo Sekuritas
IHSG
Saham MYOR
Saham ASII
Saham EXCL
Saham TLKM
Saham HRTA
Rekomendasi Saham BBNI, HRTA, ACES, CUAN dan KEEN oleh Bahana Sekuritas | 11 Oktober 2023
Bahana Sekuritas
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN)
Rekomendasi Saham ADRO, ELSA, HRTA dan INCO oleh MNC Sekuritas | 10 Oktober 2023
MNCS Daily Scope Wave
ADRO - Buy on Weakness
ELSA - Buy on Weakness
HRTA - Spec Buy
INCO - Buy on Weakness
Rekomendasi Saham PGAS, HRTA dan MEDC oleh Mirae Asset Sekuritas | 30 Agustus 2023
Mirae Asset Sekuritas Technical Insight
Rekomendasi Saham HRTA, CMNT, BSDE dan ARTO oleh WH Project | 30 Agustus 2023
WH Project
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
PT Bank Jago Tbk (ARTO)
Rekomendasi Saham HRTA, MEDC, PGAS dan PNLF oleh MNC Sekuritas | 8 Agustus 2023
MNCS Daily Scope Wave
IHSG
HRTA - Buy on Weakness
MEDC - Buy on Weakness
PGAS - Buy on Weakness
PNLF - Buy on Weakness
Rekomendasi Saham HRTA dan MRAT oleh Phillip Capital | 28 Juli 2023
Phillip Capital
HRTA
MRAT
Dua Direktur Hartadinata Abadi (HRTA) Sama-sama Tambah Kepemilikan Sahamnya
Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) Ong Deny telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 9 Juni 2023. Cuncun Muliawan, yang juga Direktur HRTA juga telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal yang sama. Dengan demikian dua direktur HRTA ini sama-sama telah menambah kepemilikan sahamnya di hari yang sama.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Catat Penjualan Rp2,12 Triliun Hingga Maret 2023
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat penjualan Rp2,12 triliun hingga periode 31 Maret 2023 naik dari Rp1,37 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Analisa Saham HRTA | 21 Maret 2023
Analisa Saham HRTA
Rekomendasi Saham AUTO dan HRTA oleh Phillip Capital | 17 Maret 2023
Phillip Capital
AUTO
HRTA
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Tekan Perjanjian Jual Beli Emas Dengan Bsi Senilai Rp285,57 Miliar
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyampaikan bahwa pada tanggal 11 Agustus 2022, pihaknya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembelian Emas Batangan Tunai dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
HARTADINATA (HRTA) ALOKASIKAN Rp46,05 MILIAR UNTUK DIVIDEN TUNAI.
[Saham HRTA] PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana melakukan pembagian dividen tunai. Hal itu sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 22 Juni 2022.
Menurut risalah RUPS, total dividen yang akan dibagikan kali ini yaitu sebesar Rp46,05 miliar atau setara Rp10 per saham.
"Dividen tersebut akan dibayarkan pada tanggal 22 Juli 2022, kepada pemegang saham namanya tercatat dalam daftar (DPS) pada 4 Juli 2022 Waktu 16:00"terangnya.
Sedangkan cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dilaksanakan pada tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2022. Sementara cum dan ex dividen di pasar tunai akan dilakukan pada tanggal 4 dan 5 Juli 2022. (end)
Jaga Kinerja Saat Pandemi, Hartadinata (HRTA) Bisa Bagikan Dividen Rp10 Per Saham
[Saham HRTA] Emiten produsen emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi akan membagikan dividen Rp10 per saham atas kinerja apik tahun lalu.
Dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun buku 2021 yang disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (22/6).
Direktur Keuangan HRTA Denny Ong menjelaskan, rasio dividend payout HRTA umumnya berkisar antara 20% hingga 25%. Adapun, untuk 2022, besaran dividen payout HRTA setara dengan 23,74%.
"Perusahaan terus menjaga kinerja di tengah pandemi sehingga dapat membagikan dividen Rp10 per saham," tuturnya pada paparan publik yang berlangsung virtual, Rabu (22/6).
Pada tahun 2021, HRTA mencetak peningkatan penjualan neto sebesar 26,6% year on year (yoy) menjadi Rp 5,24 triliun sepanjang tahun 2021. Sejalan dengan itu, laba bersih tahun berjalan HRTA tumbuh 13,6% yoy menjadi Rp 194,43 miliar.
Direktur Utama HRTA Sandra Susanto mengatakan, kontribusi penjualan emas batangan adalah 37% dan mengindikasikan bahwa pasar sudah mulai aware dan tertarik untuk membeli emas dengan berbagai ukuran gramasi.
Untuk total volume penjualan perhiasan dan emas batangan (kadar 30%-99,99%) sepanjang tahun 2021 naik 9,71% yoy menjadi 9,94 juta ton. Sementara itu, harga jual emas rata-rata HRTA meningkat 14,71% menjadi Rp 520.340 per gram.
Lebih lanjut, saat ditanya mengenai gambaran kinerja di kuartal II 2022, Sandra secara singkat mengatakan jika pihaknya masih mendulang peningkatan pendapatan dan laba sebesar double digit.
"Kami belum bisa membuka lebih jauh, namun diproyeksikan top line dan bottom line HRTA masih bertumbuh double digit di kuartal II 2022," ujarnya.
Sementara itu, pada periode kuartal I 2022, HRTA tercatat mencatatkan laba bersih adalah sebesar Rp50,68 milliar. Angka ini meningkat 19,28% dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp42,49 milliar.
Selama kuartal I tahun 2022, HRTA juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan di angka Rp1,38 trilliun atau meningkat 32,78% dibanding kuartal I 2021 yang mencatatkan Rp1,04 trilliun.
HRTA mencatat, hasil penjualan kepada pihak wholesaler memberikan kontribusi sebesar 89,81% dan dari toko milik sendiri serta imbalan kemitraan sebesar 8,92%.
"Kontribusi lainnya, adanya tambahan pendapatan dari hasil usaha gadai emas sebesar 1,26%,” tambahnya.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham HRTA, IMJS, PNBS dan FREN oleh MNC SEKURITAS | 19 November 2021
MNC Daily Scope Wave19 November 2021
IHSG ditutup terkoreksi 0,6% ke level 6,636 dan koreksi dari IHSG tertahan oleh MA20-nya. Selama tidak terkoreksi ke bawah 6,550 atau bahkan ke bawah 6,480, maka saat ini posisi IHSG sedang berada di awal wave (iii) dari wave [v] dari wave A. Hal ini berarti, koreksi IHSG akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali untuk menguji 6,690 dan 6,700.
Support: 6,550, 6,480
Resistance: 6,680, 6,700
HRTA - Buy on Weakness (240)
Pada perdagangan kemarin (18/11), HRTA ditutup menguat 0,8% ke level 240. Selama HRTA masih mampu bertahan di atas 220 sebagai supportnya, maka pergerakan HRTA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, HRTA berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 232-240
Target Price: 258, 288
Stoploss: below 220
IMJS - Spec Buy (456)
IMJS ditutup menguat 0,4% ke level 456 pada perdagangan kemarin (18/11). Saat ini, kami memperkirakan posisi IMJS sedang berada di akhir wave [b] dari wave B, sehingga IMJS diperkirakan bergerak melanjutkan penguatannya.
Spec Buy: 448-456
Target Price: 500, 550
Stoploss: below 442
PNBS - Buy on Weakness (98)
Kemarin (18/11), PNBS ditutup menguat cukup signifikan sebesar 8,9% ke level 98, pergerakan PNBS pun telah break dari MA60-nya dan diikuti dengan volume beli yang besar. Kami perkirakan, posisi PNBS saat ini sedang berada diakhir wave (i) dari wave [iii] dari wave 1. Hal ini berarti, koreksi PNBS akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 91-98
Target Price: 112, 127
Stoploss: below 86
FREN - Buy on Weakness (101)
FREN ditutup terkoreksi 2,9% ke level 101 pada perdagangan kemarin (18/11), koreksi FREN masih tertahan oleh MA200-nya. Kami perkirakan, pergerakan FREN saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Hal ini berarti, FREN masih rawan koreksi terlebih dahulu.
Buy on Weakness: 94-100
Target Price: 110, 125
Stoploss: below 81
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
PT Hartadinata Abadi Tbk Tandatangani Kredit dengan PT Bank BJB
PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) pada tanggal 1 September 2021
Menurut keterangan tertulis Sandra Sunanto Direktur Utama Senin menyampaikan bahwa HRTA dan BJBR menandatangani fasilitas kredit modal kerja (KMK) RC terbatas revolving dan non revolving dengan limit kredit sebesar Rp285 miliar untuk tujuan take over dan sebesar Rp350 miliar untuk tambahan modal kerja selanjutnya sebesar Rp25 miliar untuk tujuan take over.
Lebih lanjut Sandra memaparkan jangka waktu ketiga kredit modal kerja tersebut adalah 1 tahun dengan suku bunga 11%. Adapun Agunan untuk ketiga jenis kredit adalah tanah dan Bangunan beserta sarana prasarana dan mesin dengan total pengikatan sebesar Rp251,8 miliar, Cash Collateral dalam bentuk giro/deposito/tabungan di Bank BJB atas nama PT Hartadinata Abadi, Tbk sebesar Rp17,3 miliar dan persediaan atas nama PT Hartadinata Abadi sebesar Rp800 miliar kemudian Personal Guarantee atas nama Ferriyady Hartadinata.
HRTA menggunakan dana tersebut untuk melakukan refinancing atau takeover pinjaman/fasilitas kredit Perseroan sebelumnya dari Bank BNI yang di-takeover kepada Bank BJB serta penambahan fasilitas kredit yang kemudian disertai dengan peletakan jaminan oleh Perseroan dengan rincian sebesar Rp310 miliar digunakan untuk melunasi hutang fasilitas kredit kepada BNI kemudian sisanya sebesar Rp350 miliar digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja.
Sebagai informasi HRTA dan BJBR tidak mempunyai hubungan afiliasi, Oleh karena itu, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi dan mengandung benturan kepentingan sesuai POJK no. 42/POJK.04/2020 dan transaksi ini merupakan transaksi material karena nilai transaksi lebih dari 20% namun tidak lebih dari 50% dari ekuitas Perseroan.
"Transaksi ini berdampak dampak positif dan menjaga kesinambungan terhadap kegiatan operasional HRTA,"pungkas Sandra. (end)
Sumber: IQPLUS
[HRTA] Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk Beli Saham HRTA
Sandra Sunanto dan Cuncun Muliawan Selaku Presiden Direktur dan Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) telah melakukan pembelian saham HRTA pada tanggal 8 Februari dan 9 Februari 2021.
Menurut keterangan tertulis Sandra Sunanto pada keterbukaan Informasi menyampaikan bahwa telah membeli saham HRTA sebanyak 409.400 lembar saham, dengan rincian sebanyak 100 ribu lembar saham di tanggal 8 februari 2021 dan sebanyak 309.400 lembar saham juga di tanggal 8 februari 2021 di harga kisaran Rp242-Rp244 per saham. Dengan demikian Sandra mengeluarkan dana sebesar Rp99,6 juta.
Sedangkan Cuncun telah membeli saham HRTA sebanyak 407.500 lembar saham, dengan rincian sebanyak 307.500 lembar saham di tanggal 8 februari 2021 dan sebanyak 100.000 lembar saham di tanggal 9 februari 2021 di harga kisaran Rp242-Rp244 per saham. Dengan demikian Cuncun mengeluarkan dana sebesar Rp99,2 juta.
"Tujuan pembelian saham adalah untuk Investasi dengan kepemilikan langsung,"tuturnya.
Paska penjualan saham, maka kepemilikan Sandra Sunanto atas saham HRTA bertambah menjadi sebanyak 1.346.900 lembar saham (0,0292%) dibandingkan sebelumya sebanyak 937.500 (0,0203%), sedangkan Cuncun Muliawan bertambah menjadi sebanyak 1.037.500 lembar saham (0,0225%) dibandingkan sebelumya sebanyak 630.000 (0,0136%). (end)
Sumber: IQPLUS









.jpg)
.png)

.png)




