PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 hingga 18 Oktober 2023.
Monjess Investama Kurangi Kepemilikan Saham MKNT
PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 hingga 18 Oktober 2023.
Kurangi Kepemilikan, Pengendali Lepas Saham MKNT Di Harga Rp3 Per Unit
PT Monjess Investama, pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah melepas sebagian kepemilikan sahamnya. Aksi jual saham MKNT dilakukan pada tanggal 26 September 2023.
Monjess Investama Kurangi Kepemilikan Saham MKNT
PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 4 Oktober 2023.
Monjess Investama Kurangi Kepemilikan Saham MKNT
PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 26 September 2023.
RUPST Mitra Komunikasi (MKNT) Setujui Ivan Zuchly Sebagai Komut
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.(MKNT) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan pad a tanggal 14 Juli 2023.
Anak Usaha PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) Raih Rp7,65 Miliar Dari Hasil Lepas 51% Saham Di PIO
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) menyampaikan bahwa Perseroan melalui anak usahanya yakni PT Digifast Kreasi Indonesia (DKI) telah melakukan transaksi material.
PT. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk Tingkatkan Modal Disetor ke PT DKI
PT. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melakukan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor entitas anak yakni PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI).
"Transaksi ini untuk memperkuat permodalan dan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan operasional entitas anak,"kata Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, melalui keterangan tertulisnya.
Jefri menjelaskan bahwa anak usaha (PT DKI) telah meningkatkan modal dasar dari sebelumnya Rp50 miliar menjadi Rp85 miliar. Kemudian modal disetor dan ditempatkan juga meningkat dari sebelumnya Rp24 miliar menjadi Rp52 miliar.
"Dalam hal ini, kami (MKNT) menyetor modal pada PT DKI sebesar Rp21 miliar dengan mempertahankan kepemilikan saham akhir perseroan pada PT DKI sebesar 75%,"terangnya. (end/as)
Sumber: IQPLUS
MKNT | Jualan Pulsa Telkomsel Kian Sulit, MKNT Pangkas Target Kinerja
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menurunkan target pertumbuhan bisnis di tahun ini.
Salah satu pemicunya, pasar penjualan pulsa eceran mereka mendapatkan pesaing melalui platform e-banking, ATM, start up dan modern channel.
Kondisi itu tecermin pada pencapaian kinerja Mitra Komunikasi di semester pertama tahun ini.
Emiten itu menderita rugi periode berjalan Rp 116,28 miliar.
Padahal di semester pertama tahun lalu, MKNT masih mencatatkan laba sebesar Rp 29,24 miliar.
Sedangkan penjualan bersih tergerus 33% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,93 triliun.
Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, Jefri Junaedi, menjelaskan sejatinya tahun ini manajemen membidik target penjualan sebesar Rp 5,7 triliun.
Mempertimbangkan kondisi industri, mereka memangkas target penjualan.
"Ada revisi target, hingga akhir tahun kami memproyeksikan pendapatan sekitar Rp 4 triliun," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (12/9).
Proyeksi terakhir ini juga lebih rendah dari pencapaian tahun lalu senilai Rp 4,75 triliun.
Tambah klaster baru
Oleh karena itu, manajemen MKNT berupaya meningkatkan penjualan pulsa di sisa tahun ini dengan memperluas area penjualan serta menambah klaster penjualan baru.
Komisaris MKNT, Redi Sopyadi, menyebutkan Mitra Komunikasi di kuartal keempat akan menambah empat klaster penjualan baru.
Saat ini, MKNT sudah memiliki 16 klaster penjualan pulsa.
"Kami belum tahu akuisisi klaster di mana, karena kami sebagai diler Telkomsel, jadi mereka yang menentukan," ucap dia.
Selain itu, Mitra Komunikasi akan menambah jumlah mitra ritel untuk memperbesar size dari klaster yang sudah mereka miliki.
Saat ini jaringan ritel tidak hanya merambah gerai khusus pulsa, tetapi juga toko kelontong.
Targetnya, sampai akhir tahun nanti, Mitra Komunikasi akan memiliki 150.000 mitra penjualan.
Hingga Agustus tahun ini, mereka sudah bekerjasama dengan 80.000 mitra.
Masih bisa tumbuh
Kendati pasarnya terganggu cukup signifikan oleh kehadiran channel pembelian pulsa digital, Mitra Komunikasi melihat saat ini pangsa pasar penjualan pulsa Telkomsel milik mereka bertumbuh dari 10% menjadi 14%.
"Meski kami tertekan, nyatanya ada beberapa klaster lain (di luar MKNT) yang menurun lebih dalam, sehingga otomatis (pangsa pasar) kami naik," ungkap Redi.
Manajemen Mitra Komunikasi mengharapkan rencana Telkomsel menerapkan denominasi pulsa yang berbeda antara channel tradisional dan digital akan kembali menggairahkan bisnis mereka.
Sejatinya, penjualan denominasi pulsa berkisar Rp 5.000, Rp 10.000 hingga Rp 25.000 yang tersebar di kabupaten/kota berpotensi menggenjot bisnis MKNT.
Jefri mengungkapkan, Mitra Komunikasi juga berencana melakukan diversifikasi usaha di luar sektor telekomunikasi.
Mereka menempuh langkah ini untuk mencari sumber pendapatan baru.
"Ada kemungkinan di luar telekomunikasi, tetapi lebih ke digital dengan pengembangan organik," ucap dia.
Saham MKNT | Genjot Kinerja, MKNT Jual Cucu Usaha
Berita Saham MKNT | ANAK USAHA MKNT LEPAS SAHAMNYA DI KASIH ANUGERAH KREASI
IQPlus, (16/01) - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melalui anak usahanya PT Mitra sarana Berkat (MSB) telah melepas seluruh sahamnya di PT Kasih Anugerah Kreasi (KAK) yang dilakukan pada 27 dan 28 Desember 2018 lalu.
Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, jumlah saham yang dilepas MSB sebanyak 249.999 lembar saham atau setara 9,77% ekuitas perseroan dengan nilai transaksi Rp27.499.890.000.
Dengan pelepasan penyertaan saham tersebut, perseroan menjadi lebih fokus pada ecosystem digital dan perseroan bukan lagi pemegang saham KAK namun meraih tambahan pendanaan untuk memperkuat arus kas dan permodalan perseroan. (end)
Berita Saham MKNT | 5 Maret 2018
Berita Saham MKNT
Emiten distributor pulsa dan gawai, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. mnurunkan target penerbitan saham baru dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dari sebelumnya 2 miliar lembar saham menjadi hanya setengahnya yaitu 1 miliar saham.Perseroan sebelumnya berencana menerbitkan 2 miliar saham baru dan 1,75 miliar lembar waran dengan dengan target harga pelaksanaan saham baru dan waran tersebut sebesar Rp300. Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp1,2 triliun.
Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. Jefri Junaedi menyampaikan perusahaan kini berencana hanya akan menerbitkan 1 miliar lembar saham dan 1 miliar waran dengan target perolehan dana Rp600 miliar.
“Targetnya sebenarnya masih kami hitung, tapi kemungkinannya setengahnya [dari Rp1,2 triliun] dengan lepas masing-masing 1 miliar saham dan waran. Tapi nilainya tetap tergantung pada pemegang saham pengendali kami, mereka harus ada dana juga,” ungkap Jefri di jakarta akhir pekan lalu.
Jefri menyampaikan perseroan mempertimbangkan kas para pemegang saham kendali untuk dapat menyerap saham right issue tersebut, dalam hal ini PT Monjess Investama yang saat ini menguasai 51% saham perusahaan.
Diskusi dengan pemegang saham utama masih dalam proses. Perseroan belum dapat memastikan apakah saham tersebut akan langsung diserap Monjess atau Monjess akan menggandeng pihak lain untuk menjadi standby buyer.
Manajemen sebelumnya menyampaikan rights issue tersebut akan menggunakan buku laporan keuangan Maret 2018 dan ditargetkan dapat terlaksana pada September 2018.
Jefri menyampaikan perubahan rencana rights issue tersebut tidak akan menganggu rencana-rencana strategis yang akan diluncurkan. Menurutnya, dana tersebut tetap akan dialokasikan untuk memperkuat bisnis pulsa.
“Kami akan gunakan dananya untuk memperkuat permodalan pada anak usaha. Kami belum tau apakah nanti akan ada akuisisi lagi atau tidak. Yang jelas kami akan memperkuat lini penjualan pulsa,” ungkap Jefri.
Perseroan mencatat selama 2017, pendapatan dari penjualan pulsa dan gawai mencapai Rp6,2 triliun. Jefri menyampaikan perusahaan menargetkan pendapatan dari penjualan dapat mencapai Rp10 triliun pada tahun ini.
Adapun, 98% pendapatan perusahaan berasal dari lini pulsa, sehingga emiten dengan kode saham MKNT tersebut ingin agresif menambah jumlah mitra yang saat ini sudah mencapai 150.000 orang. Tahun ini, dengan penambahan mitra baru di Pulau Kalimantan, perseroan menargetkan dapat meningkatkan mitra hingga 10%.
Belum lama ini, Mitra Komunikasi pun telah menambah kepemilikannya PT Graha Planet Nusantara melalui penambahan modal dari PT Mitra Sarana Berkat. Dari aksi korporasi ini, MKNT kini telah menguasai 99,99% saham Graha Planet.
source:
BISNIS
Berita Saham MKNT | 21 Februari 2018
Berita Saham MKNT
PT Monjess Investama, pemegang saham terbesar PT Mitra komunikasi Investama Tbk (MKNT) telah menambah kepemilikan sahamnya.Menurut keterangan tertulis MKNT yang ditandatangani Direktur Utama Perseroan, Jefri Junaedi Rabu, Monjess Investama melakukan penambahan sebanyak 400.000.000 lembar saham MKNT pada 8 Februari 2018 dengan harga Rp250 per lembar.
Dengan demikian maka total kepemilikan saham Monjess Investama di MKNT bertambah menjadi 2.950.000.000 lembar saham atau 59% dari total saham perseroan dari sebelumnya 2.550.000.000 lembar saham atau 51%. (end)
source:
iqplus
Berita Saham MKNT | 17 Januari 2018
Berita Saham MKNT
Direktur Keuangan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Menurut keterangan Jefri Junaedi, Direktur Utama Perseroan Rabu, Setiawan Parikesit mengajukan surat pengunduran dirinya pada 22 Desember 2017. Parikesit juga sudah tidak aktif menjalankan fungsi pengurusan perseroan sejak tanggal tersebut.
Setiawan Parikesit yang pernah menjadi internal auditor di Bakrie Group menduduki jabatannya sebagai Direktur keuangan di Mitra Komunikasi Nusantara sejak 2015 lalu. (end)
IQPLUS
Analisa Saham DOID, MKNT dan AGRO | 16 November 2017
Analisa Saham DOID, MKNT dan AGRO
DOID: DOID berada pada bearish trend, MACD serta RSI masih down trend ditambah dengan kenaikan volume net sell, menguji harga hingga bollinger bawah 810, bila break maka harga akan jatuh hingga 800 (-3%), namun bila memantul, harga akan menuju 860 (+4.25%)
MKNT: MKNT terlihat pembalikan dengan penguatan volume net buy serta RSI yang berbalik arah dari area oversold, bila break resistance 268 (+4%) potensi harga berada hingga 274 (+6%)
AGRO: AGRO menembus mid bollinger, MACD mulai membentuk death cross dan RSI dalam bearish trend, support berikutnya pada harga 525 (-3.67%) bila break maka harga akan berada pada area 505
Andreas Anggara | PacificTrader
Berita Saham MKNT | 7 September 2017
PT Mitra Komunika Nusantara Tbk (MKNT) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp20 per saham yang dapat disertai waran dengan harga yang akan ditetapkan kemudian.
Menurut keterangan perseroan Kamis, pengajuan pelaksanaan pendaftaran PMHMETD ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan pada 16 Oktober 2017.
Diharapkan perseroan bisa meraih pernyataan efektif dari OJK yang dapat disertai waran paling lambat 12 bulan sejak tanggal RUPSLB. Perseroan merencanakan menggunakan dana hasil PMHMETD ini untuk modal kerja.
Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan terkena dilusi kepemilikan maksimum sebesar 44,44% dari persentase kepemilikan saham perseroan. (end)
IQPLUS
Berita Saham MKNT | 22 Agustus 2017
Manajemen PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menilai bahwa tren kenaikan harga saham cukup signifikan sejak awal Agustus tahun ini karena faktor kinerja positif perseroan.
"Saham perseroan sempat terkena suspensi (penghentian sementara perdagangan saham) dari Bursa Efek Indonesia, kenaikan harga saham perseroan karena reaksi pasar terhadap kinerja perseroan yang positif," ujar Direktur Utama Mitra Komunikasi Nusantara, Jefri Junaedi saat paparan publik insidentil di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data BEI, saham Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dengan kode perdagangan MKNT pada 1 Agustus tahun ini terpantau berada di posisi Rp580 per saham, sementara itu pada sesi pertama perdagangan hari ini (22/8) berada di level Rp1.430 per saham.
Menurut dia, kinerja perseroan yang positif membuat investor secara agresif melakukan akumulasi saham MKNT sehingga pihak BEI melakukan suspensi dalam rangka "cooling down".
Ia mengemukakan bahwa pada tahun ini perseroan menargetkan penjualan meningkat sebesar 2.241 persen menjadi Rp6,34 triliun dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp270,903 miliar. Per Juni 2017, penjualan perseroan tercatat sebesar Rp2,857 triliun.
Sementara itu, lanjut dia, laba bersih perseroan pada tahun ini ditargetkan meningkat 2.329 persen menjadi Rp55,821 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,295 miliar. Pada Juni 2017, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp23,143 miliar.
"Ini memang karena penjualan dan omzet perseroan yang sudah naik tinggi, otomatis menarik di mata pelaku pasar, bisnis perseroan cukup menjanjikan," kata Jefri Junaedi.(end)
IQPLUS
Berira Saham MKNT | 22 Agustus 2017
Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menargetkan kenaikan pendapatan menjadi Rp6,34 triliun tahun ini. Kenaikan pendapatan diharapkan berdampak terhadap laba bersih tahun ini dengan target bertumbuh menjadi Rp55,82 miliar, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp2,3 miliar.
Perseroan berharap penguatan jaringan teknologi informasi atau digitalisasi akan memperkuat pertumbuhan kinerja ke depan.
MKNT juga berencana ekspansi dengan akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pulsa dan menambah kerja sama kemitraan dengan peranti bermerek dagang Samsung, Oppo, dan Vivo.
Britama
Berita Saham MKNT | 18 Agustus 2017
IQPlus, (18/08) - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dalam rangka cooling down setelah mengalami kenaikan harga kumulatif.
Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan Jumat menyebutkan, BEI merasa perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham mulai 18 Agustus 2017.
Suspensi perdagangan dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambiilan keputusan investasinya di saham MKNT. (end)
%20Logo.png)
.png)
%20Logo.png)
%20Logo.png)
%20Logo.png)
.jpg)



