Tampilkan postingan dengan label Saham MKNT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham MKNT. Tampilkan semua postingan

Monjess Investama Kurangi Kepemilikan Saham MKNT


PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 hingga 18 Oktober 2023.

Assyati Amadjida Corporate Secretary MKNT dalam keterangan tertulisnya Rabu (25/10 ) menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 80 juta lembar saham MKNT di harga Rp2 per saham senilai Rp160 juta.

Sebagai informasi, PT Monjess Investama juga pernah menjual sebanyak 145 juta lembar saham MKNT di harga Rp2 per saham pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Kebutuhan Internal Jangka Pendek Perusahaan, dalam hal ini PT Monjess Investama dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham PT Monjess Investama di MKNT berkurang menjadi 1,78 miliar lembar saham setara dengan 32,39% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,81 miliar lembar saham setara dengan 32,49%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Kurangi Kepemilikan, Pengendali Lepas Saham MKNT Di Harga Rp3 Per Unit


PT Monjess Investama, pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah melepas sebagian kepemilikan sahamnya. Aksi jual saham MKNT dilakukan pada tanggal 26 September 2023.

Corporate Secretary MKNT, Assyati Amadjida Tamimi M menuturkan bahwa PT Monjess Investama telah menjual sebanyak 30 juta lembar saham MKNT. Saham MKNT di lego di harga Rp3 per saham.

"Tujuan daripada penjualan saham MKNT adalah Kebutuhan Internal Jangka Pendek Perusahaan, dalam hal ini PT Monjess Investama," kata Assyati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/10).

Pasca penjualan saham itu, maka kepemilikan PT Monjess Investama di MKNT berkurang menjadi 2.424.101.662 lembar saham atau 44,07%, dari sebelumnya 2.454.101.662 lembar saham atau 44,62%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Monjess Investama Kurangi Kepemilikan Saham MKNT


PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 4 Oktober 2023.

Stevanus Daniel Yaputra Direktur PT Monjess Investama dalam keterangan tertulisnya Senin (9/10) menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 50 juta lembar saham MKNT di harga Rp2 per saham senilai Rp100 juta.

Sebagai informasi, PT Monjess Investama juga pernah menjual sebanyak 50 juta lembar saham MKNT di harga Rp2 per saham pada tanggal 3 Oktober 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Penambahan Modal Perseroan dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham PT Monjess Investama di MKNT berkurang menjadi 2,11 miliar lembar saham setara dengan 38,39% % dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,16 miliar lembar saham setara dengan 39,30%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Monjess Investama Kurangi Kepemilikan Saham MKNT


PT Monjess Investama sebagai pemegang saham pengendali PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 26 September 2023.

Stevanus Daniel Yaputra Direktur PT Monjess Investama dalam keterangan tertulisnya Kamis (5/10) menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 30 juta lembar saham MKNT di harga Rp3 per saham senilai Rp90 juta.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Penambahan Modal Perseroan dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham PT Monjess Investama di MKNT berkurang menjadi 2,42 miliar lembar saham setara dengan 44,07% dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,45 miliar lembar saham setara dengan 44,62%. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

RUPST Mitra Komunikasi (MKNT) Setujui Ivan Zuchly Sebagai Komut


PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.(MKNT)
telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan pad a tanggal 14 Juli 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.454.189.902 saham atau 44,621% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Manajemen MKNT dalam keterangan tertulisnya (18/7) menuturkan bahwa RUPST agenda I Menerima dan mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan yang terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi tahun buku 2022 tersebut, dan laporan Dewan Komisaris tahun buku 2022

Selanjutnya RUPST agenda II menyetujui tidak menetapkan cadangan wajib dan tidak ada pembagian dividen.

Adapun RUPST agenda V menerima baik Permohonan Pengunduran diri Roby Tan dari jabatannya selaku Komisaris Utama Perseroan dan Santoso Widjojo selaku Komisaris Independen Perseroan.

Selanjutnya mengangkat Ivan Zuchly sebagai Komisaris Utama Perseroan dan Julius Sardi sebagai Komisaris Independen perseroan yang baru untuk masa Jabatan yang berakhir sama dengan sisa masa Jabatan Dewan Komisaris Perseroan yang masih menjabat saat ini hingga ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2026 yang dgelar pada tahun 2027.

Dengan demikian, susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut :

Direksi

Direkur Utama : Jefri Junaedi
Direktur : Redi Sopyadi

Dewan Komisaris :

Komisaris Utama : Ivan Zuchly
Komisaris Independen : Julius Sardi

(end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Anak Usaha PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) Raih Rp7,65 Miliar Dari Hasil Lepas 51% Saham Di PIO


PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) menyampaikan bahwa Perseroan melalui anak usahanya yakni PT Digifast Kreasi Indonesia (DKI) telah melakukan transaksi material.

Corporate Secretary MKNT, Assyati Amadjida Tamimi M menjelaskan, anak usaha Perseroan (DKI) telah melepas sebanyak 765.000.000 lembar saham PT Permata Ibu Optima (PIO). DKI melepas saham PIO dengan nilai nominal Rp10 per saham atau mewakili 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PIO.

"Adapun tujuan pelepasan saham ini dalam rangka restrukturisasi internal Perseroan," ujarnya.

Dengan dilaksanakanya transaksi itu, maka kata Assyati, Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal. "Dengan melepas saham tersebut, anak perusahaan yaitu PT Digifast Kreasi Indonesia mendapatkan tambahan dana bersih atas Transaksi dalam Rupiah sebesar Rp7.650.000.990," pungkasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk Tingkatkan Modal Disetor ke PT DKI


PT. Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melakukan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor entitas anak yakni PT Digifast Kreasi Indonesia (PT DKI).

"Transaksi ini untuk memperkuat permodalan dan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan operasional entitas anak,"kata Direktur Utama MKNT, Jefri Junaedi, melalui keterangan tertulisnya.

Jefri menjelaskan bahwa anak usaha (PT DKI) telah meningkatkan modal dasar dari sebelumnya Rp50 miliar menjadi Rp85 miliar. Kemudian modal disetor dan ditempatkan juga meningkat dari sebelumnya Rp24 miliar menjadi Rp52 miliar.

"Dalam hal ini, kami (MKNT) menyetor modal pada PT DKI sebesar Rp21 miliar dengan mempertahankan kepemilikan saham akhir perseroan pada PT DKI sebesar 75%,"terangnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

MKNT | Jualan Pulsa Telkomsel Kian Sulit, MKNT Pangkas Target Kinerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menurunkan target pertumbuhan bisnis di tahun ini.

Salah satu pemicunya, pasar penjualan pulsa eceran mereka mendapatkan pesaing melalui platform e-banking, ATM, start up dan modern channel.

Kondisi itu tecermin pada pencapaian kinerja Mitra Komunikasi di semester pertama tahun ini.

Emiten itu menderita rugi periode berjalan Rp 116,28 miliar.

Padahal di semester pertama tahun lalu, MKNT masih mencatatkan laba sebesar Rp 29,24 miliar.

Sedangkan penjualan bersih tergerus 33% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,93 triliun.

Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, Jefri Junaedi, menjelaskan sejatinya tahun ini manajemen membidik target penjualan sebesar Rp 5,7 triliun.

Mempertimbangkan kondisi industri, mereka memangkas target penjualan.

"Ada revisi target, hingga akhir tahun kami memproyeksikan pendapatan sekitar Rp 4 triliun," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (12/9).

Proyeksi terakhir ini juga lebih rendah dari pencapaian tahun lalu senilai Rp 4,75 triliun.

Tambah klaster baru

Oleh karena itu, manajemen MKNT berupaya meningkatkan penjualan pulsa di sisa tahun ini dengan memperluas area penjualan serta menambah klaster penjualan baru.

Komisaris MKNT, Redi Sopyadi, menyebutkan Mitra Komunikasi di kuartal keempat akan menambah empat klaster penjualan baru.

Saat ini, MKNT sudah memiliki 16 klaster penjualan pulsa.

"Kami belum tahu akuisisi klaster di mana, karena kami sebagai diler Telkomsel, jadi mereka yang menentukan," ucap dia.

Selain itu, Mitra Komunikasi akan menambah jumlah mitra ritel untuk memperbesar size dari klaster yang sudah mereka miliki.

Saat ini jaringan ritel tidak hanya merambah gerai khusus pulsa, tetapi juga toko kelontong.

Targetnya, sampai akhir tahun nanti, Mitra Komunikasi akan memiliki 150.000 mitra penjualan.

Hingga Agustus tahun ini, mereka sudah bekerjasama dengan 80.000 mitra.

Masih bisa tumbuh

Kendati pasarnya terganggu cukup signifikan oleh kehadiran channel pembelian pulsa digital, Mitra Komunikasi melihat saat ini pangsa pasar penjualan pulsa Telkomsel milik mereka bertumbuh dari 10% menjadi 14%.

"Meski kami tertekan, nyatanya ada beberapa klaster lain (di luar MKNT) yang menurun lebih dalam, sehingga otomatis (pangsa pasar) kami naik," ungkap Redi.

Manajemen Mitra Komunikasi mengharapkan rencana Telkomsel menerapkan denominasi pulsa yang berbeda antara channel tradisional dan digital akan kembali menggairahkan bisnis mereka.

Sejatinya, penjualan denominasi pulsa berkisar Rp 5.000, Rp 10.000 hingga Rp 25.000 yang tersebar di kabupaten/kota berpotensi menggenjot bisnis MKNT.

Jefri mengungkapkan, Mitra Komunikasi juga berencana melakukan diversifikasi usaha di luar sektor telekomunikasi.

Mereka menempuh langkah ini untuk mencari sumber pendapatan baru.

"Ada kemungkinan di luar telekomunikasi, tetapi lebih ke digital dengan pengembangan organik," ucap dia.

Saham MKNT | Genjot Kinerja, MKNT Jual Cucu Usaha



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan bersih PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) tahun lalu menyusut 24,96% year on year (yoy) menjadi Rp 4,75 triliun. Tak hanya itu, bottom line mereka pun berubah menjadi rugi sebesar Rp 7,24 miliar.

Biang keladi penurunan kinerja Mitra Komunikasi adalah PT Kasih Anugerah Kreasi yang mencatatkan performa jeblok. Menurut catatan internal mereka, perusahaan itu berkontribusi hingga Rp 1,5 triliun pada tahun 2017.

Namun tahun lalu, kontribusi Kasih Anugerah Kreasi hanya sekitar 10% dari pencapaian 2017. "Makanya segera kami ambil tindakan dengan melakukan divestasi," ujar Jefri Junaedi, Direktur PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (2/4).

Menurut informasi dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tanggal 27 dan 28 Desember 2018, Mitra Komunikasi melepas 99,99% saham Kasih Anugerah Kreasi yang dimiliki melalui anak usaha bernama PT Mitra Sarana Berkat. PT Mitra Abadi Seluler membeli Kasih Anugerah Kreasi dengan harga sekitar Rp 27,49 miliar.

Pasca mengamputasi Kasih Anugerah Kreasi, Mitra Komunikasi optimistis bakal lebih gesit. Sejumlah strategi telah mereka persiapkan. Misalnya saja meningkatkan porsi penjualan segmen ritel dari saat ini 60% menjadi 80%. Perlu diketahui, margin dari segmen itu lebih besar ketimbang segmen wholesale.

Mitra Komunikasi juga berniat meningkatkan jumlah reseller dari 60.000 menjadi 150.000. Agenda lain perusahaan tersebut adalah menambah empat kluster. Kini, mereka memiliki 16 kluster di tiga area.

Mitra Komunikasi juga menyiapkan pengembangan sistem digital dengan target realisasi kuartal IV 2019. Hanya saja, mereka belum bersedia mengungkapkan anggaran belanja modal dan belanja operasional 2019.

Yang pasti, bisnis pulsa tetap menjadi fokus utama. Perusahaan tersebut yakin, tahun ini bakal menikmati efek positif aturan registrasi ulang nomor prabayar. "Dengan aturan registrasi kami diuntungkan karena bisnis kami di pulsa, kalau sebelumnya sekali pakai buang jadi semu pelanggannya," beber Redi Sopyan, Direktur PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.

Sumber: KONTAN

Berita Saham MKNT | ANAK USAHA MKNT LEPAS SAHAMNYA DI KASIH ANUGERAH KREASI



IQPlus, (16/01) - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) melalui anak usahanya PT Mitra sarana Berkat (MSB) telah melepas seluruh sahamnya di PT Kasih Anugerah Kreasi (KAK) yang dilakukan pada 27 dan 28 Desember 2018 lalu.

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, jumlah saham yang dilepas MSB sebanyak 249.999 lembar saham atau setara 9,77% ekuitas perseroan dengan nilai transaksi Rp27.499.890.000.

Dengan pelepasan penyertaan saham tersebut, perseroan menjadi lebih fokus pada ecosystem digital dan perseroan bukan lagi pemegang saham KAK namun meraih tambahan pendanaan untuk memperkuat arus kas dan permodalan perseroan. (end)


Berita Saham MKNT | 5 Maret 2018

Berita Saham MKNT

Emiten distributor pulsa dan gawai, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. mnurunkan target penerbitan saham baru dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dari sebelumnya 2 miliar lembar saham menjadi hanya setengahnya yaitu 1 miliar saham.

Perseroan sebelumnya berencana menerbitkan 2 miliar saham baru dan 1,75 miliar lembar waran dengan dengan target harga pelaksanaan saham baru dan waran tersebut sebesar Rp300. Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp1,2 triliun.

Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. Jefri Junaedi menyampaikan perusahaan kini berencana hanya akan menerbitkan 1 miliar lembar saham dan 1 miliar waran dengan target perolehan dana Rp600 miliar.

“Targetnya sebenarnya masih kami hitung, tapi kemungkinannya setengahnya [dari Rp1,2 triliun] dengan lepas masing-masing 1 miliar saham dan waran. Tapi nilainya tetap tergantung pada pemegang saham pengendali kami, mereka harus ada dana juga,” ungkap Jefri di jakarta akhir pekan lalu.

Jefri menyampaikan perseroan mempertimbangkan kas para pemegang saham kendali untuk dapat menyerap saham right issue tersebut, dalam hal ini PT Monjess Investama yang saat ini menguasai 51% saham perusahaan.

Diskusi dengan pemegang saham utama masih dalam proses. Perseroan belum dapat memastikan apakah saham tersebut akan langsung diserap Monjess atau Monjess akan menggandeng pihak lain untuk menjadi standby buyer.

Manajemen sebelumnya menyampaikan rights issue tersebut akan menggunakan buku laporan keuangan Maret 2018 dan ditargetkan dapat terlaksana pada September 2018.

Jefri menyampaikan perubahan rencana rights issue tersebut tidak akan menganggu rencana-rencana strategis yang akan diluncurkan. Menurutnya, dana tersebut tetap akan dialokasikan untuk memperkuat bisnis pulsa.

“Kami akan gunakan dananya untuk memperkuat permodalan pada anak usaha. Kami belum tau apakah nanti akan ada akuisisi lagi atau tidak. Yang jelas kami akan memperkuat lini penjualan pulsa,” ungkap Jefri.

Perseroan mencatat selama 2017, pendapatan dari penjualan pulsa dan gawai mencapai Rp6,2 triliun. Jefri menyampaikan perusahaan menargetkan pendapatan dari penjualan dapat mencapai Rp10 triliun pada tahun ini.

Adapun, 98% pendapatan perusahaan berasal dari lini pulsa, sehingga emiten dengan kode saham MKNT tersebut ingin agresif menambah jumlah mitra yang saat ini sudah mencapai 150.000 orang. Tahun ini, dengan penambahan mitra baru di Pulau Kalimantan, perseroan menargetkan dapat meningkatkan mitra hingga 10%.

Belum lama ini, Mitra Komunikasi pun telah menambah kepemilikannya PT Graha Planet Nusantara melalui penambahan modal dari PT Mitra Sarana Berkat. Dari aksi korporasi ini, MKNT kini telah menguasai 99,99% saham Graha Planet.

source:
BISNIS

Berita Saham MKNT | 21 Februari 2018

Berita Saham MKNT

PT Monjess Investama, pemegang saham terbesar PT Mitra komunikasi Investama Tbk (MKNT) telah menambah kepemilikan sahamnya.

Menurut keterangan tertulis MKNT yang ditandatangani Direktur Utama Perseroan, Jefri Junaedi Rabu, Monjess Investama melakukan penambahan sebanyak 400.000.000 lembar saham MKNT pada 8 Februari 2018 dengan harga Rp250 per lembar.

Dengan demikian maka total kepemilikan saham Monjess Investama di MKNT bertambah menjadi 2.950.000.000 lembar saham atau 59% dari total saham perseroan dari sebelumnya 2.550.000.000 lembar saham atau 51%. (end)

source:
iqplus 

Berita Saham MKNT | 17 Januari 2018

Berita Saham MKNT

Direktur Keuangan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut keterangan Jefri Junaedi, Direktur Utama Perseroan Rabu, Setiawan Parikesit mengajukan surat pengunduran dirinya pada 22 Desember 2017. Parikesit juga sudah tidak aktif menjalankan fungsi pengurusan perseroan sejak tanggal tersebut.

Setiawan Parikesit yang pernah menjadi internal auditor di Bakrie Group menduduki jabatannya sebagai Direktur keuangan di Mitra Komunikasi Nusantara sejak 2015 lalu. (end)

IQPLUS

Analisa Saham DOID, MKNT dan AGRO | 16 November 2017

Analisa Saham DOID, MKNT dan AGRO

DOID: DOID berada pada bearish trend, MACD serta RSI masih down trend ditambah dengan kenaikan volume net sell, menguji harga hingga bollinger bawah 810, bila break maka harga akan jatuh hingga 800 (-3%), namun bila memantul, harga akan menuju 860 (+4.25%)

MKNT: MKNT terlihat pembalikan dengan penguatan volume net buy serta RSI yang berbalik arah dari area oversold, bila break resistance 268 (+4%) potensi harga berada hingga 274 (+6%)

AGRO: AGRO menembus mid bollinger, MACD mulai membentuk death cross dan RSI dalam bearish trend, support berikutnya pada harga 525 (-3.67%) bila break maka harga akan berada pada area 505

Andreas Anggara | PacificTrader

Berita Saham MKNT | 7 September 2017

PT Mitra Komunika Nusantara Tbk (MKNT) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp20 per saham yang dapat disertai waran dengan harga yang akan ditetapkan kemudian.

Menurut keterangan perseroan Kamis, pengajuan pelaksanaan pendaftaran PMHMETD ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan pada 16 Oktober 2017.

Diharapkan perseroan bisa meraih pernyataan efektif dari OJK yang dapat disertai waran paling lambat 12 bulan sejak tanggal RUPSLB. Perseroan merencanakan menggunakan dana hasil PMHMETD ini untuk modal kerja.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan terkena dilusi kepemilikan maksimum sebesar 44,44% dari persentase kepemilikan saham perseroan. (end)

IQPLUS

Berita Saham MKNT | 22 Agustus 2017

Manajemen PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menilai bahwa tren kenaikan harga saham cukup signifikan sejak awal Agustus tahun ini karena faktor kinerja positif perseroan.

"Saham perseroan sempat terkena suspensi (penghentian sementara perdagangan saham) dari Bursa Efek Indonesia, kenaikan harga saham perseroan karena reaksi pasar terhadap kinerja perseroan yang positif," ujar Direktur Utama Mitra Komunikasi Nusantara, Jefri Junaedi saat paparan publik insidentil di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data BEI, saham Mitra Komunikasi Nusantara Tbk dengan kode perdagangan MKNT pada 1 Agustus tahun ini terpantau berada di posisi Rp580 per saham, sementara itu pada sesi pertama perdagangan hari ini (22/8) berada di level Rp1.430 per saham.

Menurut dia, kinerja perseroan yang positif membuat investor secara agresif melakukan akumulasi saham MKNT sehingga pihak BEI melakukan suspensi dalam rangka "cooling down".

Ia mengemukakan bahwa pada tahun ini perseroan menargetkan penjualan meningkat sebesar 2.241 persen menjadi Rp6,34 triliun dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp270,903 miliar. Per Juni 2017, penjualan perseroan tercatat sebesar Rp2,857 triliun.

Sementara itu, lanjut dia, laba bersih perseroan pada tahun ini ditargetkan meningkat 2.329 persen menjadi Rp55,821 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,295 miliar. Pada Juni 2017, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp23,143 miliar.

"Ini memang karena penjualan dan omzet perseroan yang sudah naik tinggi, otomatis menarik di mata pelaku pasar, bisnis perseroan cukup menjanjikan," kata Jefri Junaedi.(end)

IQPLUS

Berira Saham MKNT | 22 Agustus 2017

Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menargetkan kenaikan pendapatan menjadi Rp6,34 triliun tahun ini. Kenaikan pendapatan diharapkan berdampak terhadap laba bersih tahun ini dengan target bertumbuh menjadi Rp55,82 miliar, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp2,3 miliar.

Perseroan berharap penguatan jaringan teknologi informasi atau digitalisasi akan memperkuat pertumbuhan kinerja ke depan.

MKNT juga berencana ekspansi dengan akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pulsa dan menambah kerja sama kemitraan dengan peranti bermerek dagang Samsung, Oppo, dan Vivo.

Britama

Berita Saham MKNT | 18 Agustus 2017

IQPlus, (18/08) - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dalam rangka cooling down setelah mengalami kenaikan harga kumulatif.

Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan Jumat menyebutkan, BEI merasa perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham mulai 18 Agustus 2017.

Suspensi perdagangan dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambiilan keputusan investasinya di saham MKNT. (end)