Tampilkan postingan dengan label Saham SMAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SMAR. Tampilkan semua postingan

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) Siapkan Dana Lunasi Obligasi Jatuh Tempo


PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR)
telah menyiapkan dana untuk pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2020 Seri B.

Jimmy Pramono Wakil Direktur Utama SMAR dalam keterangan tertulisnya Jumat (29/9) menuturkan bahwa SMAR telah menyiapkan dana sebesar Rp280 miliar untuk pembayaran pokok Obligasi yang akan jatuh tempo pada tanggal 22 Oktober 2023.

"Dana ini telah tersedia didukung oleh posisi likuiditas yang baik sebagaimana tercermin dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2023 dan Perseroan juga memiliki fasilitas kredit dari beberapa bank yang belum dipergunakan,"tuturnya.

Dalam penuturannya Jimmy menegaskan Dana pelunasan pokok termasuk pembayaran bunga Obligasi tersebut akan disetorkan ke dalam rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia secara tepat waktu sesuai jadual yang telah ditentukan. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham MYOR dan SMAR oleh Phillip Capital | 26 Januari 2023


Phillip Capital

26 Januari 2023

MYOR

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 2370
Target Price 1 : 2480
Target Price 2 : 2540
Stop Loss : 2260

SMAR

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 5125
Target Price 1 : 5375
Target Price 2 : 5500
Stop Loss : 4875
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) Siapkan Rp477 Miliar Melunasi Utang Pokok Obligasi

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menyatakan telah menyiapkan dana Rp477 miliar untuk melunasi utang pokok obligasi.

Wakil Direktur Utama SMAR, Jimmy Pramono, mengatakan obligasi berkelanjutan III SMART Tahap II Tahun 2021 Seri A yang akan dibayar oleh perusahaan ini akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2022.

"Dana pelunasan pokok termasuk pembayaran bunga atas obligasi tersebut akan disetorkan ke dalam rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia secara tepat waktu sesuai jadual yang telah ditentukan," tulis Jimmy dalam keterangannya, Kamis (6/10).

Sebelumnya pada Akhir Agustus lalu, Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) telah membagikan dividen interim untuk periode tahun buku 2022. Sinar Mas Agro Resources and Technology akan membagikan dividen interim sebesar Rp 574 miliar.

Dividen yang dibayarkan itu setara Rp 200 per saham. Hal itu sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada 29 Juli 2022. 

Sementara itu, pembagian dividen untuk tahun buku tersebut mempertimbangkan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk minus Rp 1,92 triliun,  saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 13,28 triliun serta total ekuitas sebesar Rp 16,10 triliun.

Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pefindo Tetapkan Peringkat Obligasi SMAR Di "Idaa-"


PEFINDO menetapkan peringkat "idAA-" untuk Obligasi Berkelanjutan IV yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) dengan nilai sebesarbesarnya mencapai Rp6 triliun, termasuk penerbitan Tahap I sebesar Rp1,5 triliun.

Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai kembali utang Perusahaan.

Pada saat yang sama, PEFINDO juga menegaskan peringkat "idAA-" untuk SMAR dan Obligasi Berkelanjutan II dan Obligasi Berkelanjutan III. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Peringkat perusahaan mencerminkan model bisnis SMAR yang terintegrasi dengan profil perkebunan yang baik, segmen dan wilayah usaha yang terdiversifikasi, dan permintaan minyak sawit domestik dan global yang tinggi yang mengarah kepada proteksi arus kas yang kuat.

Peringkat dibatasi oleh kebutuhan modal kerja yang tinggi, ketergantungan yang tinggi pada pasokan bahan baku eksternal, dan paparan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan perubahan iklim.

Peringkat dapat dinaikkan jika SMAR secara konsisten melampaui target pendapatan dan EBITDA dan menjaga struktur permodalannya yang konservatif. Perusahaan juga harus mengelola kebutuhan modal kerjanya secara efisien untuk mengurangi pinjaman modal kerjanya.

Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan memiliki utang yang jauh lebih tinggi, tanpa dikompensasi oleh profil bisnis yang semakin kuat.

EBITDA yang jauh lebih rendah dari yang diharapkan di tengah saldo utang yang tinggi dan/atau kebutuhan modal kerja yang tetap tinggi yang dibiayai oleh pinjaman juga dapat memicu penurunan peringkat.

SMAR adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di segmen hulu dan hilir industri kelapa sawit.

Areal perkebunannya terletak di Sumatera dan Kalimantandengan total area perkebunan (termasuk plasma) sebesar 137,109 hektar (ha) ditahun 2021.

Kegiatan hilirnya meliputi penyulingan minyak sawit dengan total kapasitas tahunan sekitar 2,88 juta ton yang memproduksi produk olahan seperti olein dan stearin dan produk turunan lainnya serta pabrik biodiesel dan oleokimia. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia, dimana pada tanggal 31 Desember 2021, 92,4% sahamnya dimiliki oleh PT Purimas Sasmita, sebuah perusahaan induk yang pada akhirnya dimiliki oleh Golden Agri Resources Ltd, sementara sisa sahamnya dimiliki oleh publik. (end)


Sumber: iqplus

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi Website Saham Online. 

Untuk belajar trading, silakan subscribe Channel Youtube Saham Online. 

Obligasi Sinar Mas Agro (SMAR) raih peringkat idA+


PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA+ untuk Obligasi Berkelanjutan II/2021 Tahap III Seri A PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) senilai Rp 255 miliar yang akan jatuh tempo pada 1 Maret 2022.

Pefindo menyebut, bahwa perusahaan akan melakukan pembayaran atas obligasi yang akan jatuh tempo dengan menggunakan dana internal seperti tercatat posisi kas dan setara kas sebesar Rp 2,3 triliun pada akhir September 2021. 

"Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan Obligor lainnya di Indonesia, adalah kuat," terang Pefindo, dalam keterangan resmi, Senin (29/11).

Walaupun demikian, Pefindo menilai kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkat lebih tinggi.

"Adapun tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan," jelas Pefindo.

Sinar Mas Agro merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi, yang memiliki operasional di segmen hulu dan hilir dari industri kelapa sawit. Areal perkebunan perusahaan berlokasi di Sumatera dan Kalimantan dengan total luas tanam termasuk plasma sekitar 137.004 hektare (ha).

Kegiatan hilir termasuk pengolahan minyak kelapa sawit dengan total kapasitas tahunan sekitar 2,88 juta ton yang memproduksi produk olahan seperti olein dan stearine. Kedepannya, perusahaan akan mempunyai fasilitas produksi  pengolahan biodiesel dan oleokimia.

Perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan PT Purimas Sasmita sebagai pemilik terbesar memegang 92,4% kepemilikan. PT Purimas Sasmita adalah holding company yang dimiliki oleh Golden Agri Resources Ltd. Sebagian lain dari saham SMAR dimiliki oleh publik.

sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

PEFINDO BERIKAN PERINGKAT "idA+" UNTUK RENCANA OBLIGASI BERKELANJUTAN III SMAR


PEFINDO menetapkan peringkat "idA+" untuk rencana Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2021 PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) dengan nilai maksimum IDR5 triliun, termasuk rencana penerbitan Tahap I Tahun 2021 sebesar IDR1,5 triliun.

Hasil obligasi akan sepenuhnya digunakan untuk membiayai kembali pinjaman yang ada. Pada saat yang sama, PEFINDO juga menegaskan peringkat "idA+" untuk SMAR dan Obligasi Berkelanjutan II. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat mencerminkan bisnis model Perusahaan yang terintegrasi dengan profil perkebunan yang baik, segmen bisnis dan area yang terdiversifikasi dengan baik, dan permintaan domestik yang kuat untuk minyak kelapa sawit. Peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dengan kebutuhan modal kerja yang tinggi, ketergantungan terhadap pasokan bahan baku dari pihak eksternal, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas global dan cuaca yang tidak menguntungkan.

Peringkat dapat dinaikkan jika SMAR secara konsisten melampaui EBITDA yang ditargetkan dan secara signifikan memperbaiki struktur permodalan Perusahaan. SMAR juga harus secara efisien mengelola kebutuhan modal kerjanya sehingga dapat menurunkan utang modal kerja Perusahaan. Namun, peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan menarik utang yang lebih tinggi tanpa dikompensasi dengan peningkatan profil bisnis. Pencapaian EBITDA yang secara signifikan lebih rendah dari yang diproyeksikan di tengah tingkat utang yang tinggi dan/atau kebutuhan modal kerja yang tinggi secara terus menerus juga dapat memicu penurunan peringkat Perusahaan.

SMAR adalah sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi, yang memiliki operasional di segmen hulu dan hilir dari industri kelapa sawit. Areal perkebunan Perusahaan berlokasi di Sumatera dan Kalimantan dengan total luas tanam (termasuk plasma) sekitar 137.512 hektar (ha). Kegiatan hilir Perusahaan termasuk pengolahan minyak kelapa sawit dengan total kapasitas tahunan sekitar 2,88 juta ton yang memproduksi produk olahan seperti olein dan stearine.

Kedepannya, perusahaan akan mempunyai fasilitas produksi pengolahan biodiesel dan oleokimia. Perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan PT Purimas Sasmita sebagai pemilik terbesar memegang 92,4% kepemilikan. PT Purimas Sasmita adalah holding company yang dimiliki oleh Golden Agri Resources Ltd. Sebagian lain dari saham SMAR dimiliki oleh publik.(end)

Sumber: IQPLUS

Banyak Tantangan Untuk Emiten Perkebunan | SMAR, SGRO, DSNG, AALI

Tahun lalu adalah musim yang berat bagi emiten perkebunan. Pasalnya, hanya 1 dari 11 emiten yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 50,34 persen. Investor Relations Sinar Mas Agribusiness and Food Pinta S. Chandra mengatakan kenaikan bottom line ditopang oleh laba selisih kurs yang terutama berasal dari translasi utang berdenominasi mata uang dolar AS ke rupiah.

Menurutnya menguatnya mata uang rupiah terhadap dolar AS pada tahun 2019 ikut berpengaruh karena tahun sebelumnya tercatat rugi selisih kurs. Berdasarkan laporan keuangan SMAR, pos selisih kurs mencetak laba senilai Rp407,17 miliar.

Adapun pada tahun lalu pos ini mencatatkan rugi bersih Rp632,44 miliar. Tanpa sumbangan signifikan dari pos ini, perseroan bisa jadi akan mencatatkan rugi.

Sementara untuk tahun ini, Pinta belum dapat memberikan target pendapatan atau pun laba bersih. Menurutnya semua tergantung dari harga jual.

“Namun demikian, target top dan bottom line akan sangat tergantung pada harga pasar CPO internasional yang berada di luar kendali,” katanya kepada Bisnis.com belum lama ini.

Berdasarkan CIF Rotterdam harga minyak sawit kerap bergerak naik 63,80 persen dari posisi US$525 per ton pada Januari menjadi US$860 per tahun pada Desember. Sementara untuk saat ini, harga kembali melemah 30,18 persen ke level US$595 per ton pada Senin (13/4).

Adapun bursa derivative Malaysia mencatat harga jual rata-rata minyak sawit di 2019 tercatat sebesar 2.130 Ringgit per ton, atau 5 persen lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Namun harga sempat melonjak sebesar 50 persen dari MYR2.010 per ton di akhir September menjadi MYR3.025 per ton pada penutupan tahun.

PT Sampoerna Agro Lestari Tbk. (SGRO) bakal berpegang teguh pada efisiensi untuk tahun ini. Head Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma mengatakan perseroan akan ketat dalam hal belanja modal dan pengeluaran lainnya.

Adapun program yang tetap konsisten untuk selalu dilakukan adalah peremajaan kebun. Pada tahun lalu perseroan tercatat menghabiskan Rp754,60 miliar untuk belanja modal tumbuh tipis 0,38 persen year on year (yoy).

“Pengeluaran kami lebih selektif dengan priorotas utama adalalah penambahan produktivitas dan intensifikasi. Sekalipun harga dan cuaca saat ini kurang mendukung,” ungkapnya.

Michael mengungkapkan jumlah produksi minyak sawit SGRO menurun 4 persen menjadi 385.079 ton pada 2019. Imbas dari cuaca kering pada semester kedua. Penurunan tersebut ditopang oleh peningkatan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) yang berasal dari kebun inti sebesar 6 persen atau menjadi 1,09 juta ton. Meski dilanda kekeringan, tingkat ekstrasi minyak sawit naik menjadi sebesar 21,5 persen.

Sementara itu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan produksi CPO sebesar 610.000 ton, naik 25 persen dibandingkan dengan 2018. Direktur Utama Dharma Satya Andrianto Oetomo mengatakan dari jumlah tersebut dua kebun yang baru diakuisisi perseroan memberikan kontribusi sekitar 95.000 ton CPO atau 15 persen dari total produksi CPO.

“Tahun ini kami merencanakan untuk membangun dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru seiring dengan makin bertambahnya jumlah produksi dan luas kebun yang menghasilkan. Sampai akhir 2019, Perseroan memiliki 10 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas produksi 570 ton TBS per jam,” katanya.

Jumlah lahan tertanam DSNG mencapai 112.450 hektare dengan 101.799 hektare merupakan kebun yang sudah menghasilkan dengan umur rata-rata tanaman sekitar 9,9 tahun.

Sementara itu, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) memiliki tantangan lain berupa utang dengan denominasi dollar US. Pertama adalah komitmen fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar US$250 juta dengan jatuh tempo pada 6 Oktober 2022. Kedua adalah perjanjian fasilitas pinjaman masing-masing US$150 juta dan US$50 juta. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada 30 Agustus 2024.

Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa mengatakan untuk eksposur utang dollar sudah menggunakan hedging atau nilai lindung. Menurutnya dengan neraca yang terlindungi maka rugi atau untung karena fluktuasi mestinya akan terkendali.

“Paling hanya timbul dari transaksi operasional itu pun kami lakukan dengan pegelolaan matching currency melalui fasilitas forward transaction. Jadi masih tenang mudah-mudahan tahun depan sudah lebih stabil untuk fund raising,” katanya.

Sumber:

Analisa Saham ASSA, SMAR dan PADI | 29 Maret 2018

Analisa Saham ASSA, SMAR dan PADI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 68,51 poin atau 1,10% ke level 6.140,84 pada perdagangan hari ini, Rabu (28/3). Total, 252 saham berakhir melemah.

Berikut rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis, yang bisa jadi pertimbangan untuk perdagangan besok, Kamis (29/3)

1. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Achmad Yaki, analis BCA Sekuritas menjelaskan, muncul inverted hammer candle dengan Klinger Oscillator (KO) yang berpotensi Golden Cross (GC). Indikator Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan volume perdagangan ASSA, namun RSI melemah. Jika mampu break resistance 284, potensi selanjutnya ke 304-324.

Rekomendasi: Sell on Strength
Support: 258
Resistance 284

2. PT Smart Tbk (SMAR)

Analis Bina Artha Sekuritas M. Nafan Aji melihat pola long white marubozu candle yang menunjukkan adanya potensi bullish berlanjut pada pergerakan harga saham SMAR. Namun, indikator stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh beli atau overbought.

Rekomendasi: Hold
Support: 3890
Resistance: 4400

3. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI)

Parningotan Julio, analis Yuanta Sekuritas menyebut harga PADI saat ini berada di atas MA-10 serta MA-20. Indikator MACD membentuk pola golden cross. Juga Stochastic membentuk golden cross di oversold area. White long candle yang diiringi oleh lonjakan volume hingga di atas rata-rata 1 bulan memberikan gambaran minat beli yang kuat.

Rekomendasi: Speculative buy.
Support: 525
Resistance: 620

Source:
Kontan