PEFINDO menetapkan peringkat idAA untuk PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) dan Medium-Term Notes (MTN) ULTJ tahun 2020 Seri C.
Pefindo Tetapkan Peringkat idAA Untuk Ultrajaya Milk Industry (ULTJ)
PEFINDO menetapkan peringkat idAA untuk PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) dan Medium-Term Notes (MTN) ULTJ tahun 2020 Seri C.
Rekomendasi Saham ULTJ dan BTPN oleh Phillip Capital | 9 Agustus 2023
Phillip Capital
ULTJ
BTPN
Rekomendasi Saham ULTJ, NISP dan ELSA oleh Indo Premier Sekuritas | 8 Agustus 2023
Indo Premier Sekuritas
Saham ULTJ (Buy - Swing)
Saham NISP (Buy - Swing)
Saham ELSA (Buy - Swing)
Rekomendasi Saham ULTJ dan PWON oleh HP Sekuritas | 8 Agustus 2023
HP Sekuritas
Saham ULTJ
Saham PWON
Rekomendasi Saham AALI, ULTJ, SMRA dan PGAS oleh Indo Premier Sekuritas | 11 Juli 2023
Indo Premier Sekuritas
Rekomendasi Saham HMSP dan ULTJ oleh HP Financials | 27 Juni 2023
HP Financials
Saham HMSP
Saham ULTJ
Ultra Jaya (ULTJ) Bakal Bagikan Dividen Tunai Rp30 Per Saham
PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT) pada tanggal 19 Juni 2023.
Rekomendasi Saham ULTJ dan ANTM oleh Phillip Capital | 13 Februari 2023
Phillip Capital
ULTJ
ANTM
Ini Lima Strategi Bisnis Ultrajaya (ULTJ) Ke Depan
Corporate Secretary ULTJ, Pahala Sihotang, mengatakan strategi pertama adalah mengoptimalkan platform distribusi perseroan, memastikan secara optimal ketersediaan nasional. "Kedua adalah meningkatkan kapasitas produksi dan gudang," kata Pahala dalam pengumuman di situs BEI, Rabu (14/12).
Analisa Saham ULTJ | 15 Desember 2022
Analisa Saham ULTJ
Saham ULTJ, secara teknikal membentuk pola menyerupai double bottom, posisi harga penutupan pada perdagangan tanggal 14 Desember 2022 berada pada neckline pola di harga 1450, dengan harga penutupan pada 1455 maka sebenarnya sudah bisa dikatakan bahwa pola ini telah terkonfirmasi.
Rekomendasi Saham EMTK, MAPI, ULTJ dan WEHA oleh PANIN SEKURITAS | 18 April 2022
INVESTASI KONTAN
18 APRIL 2022
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (14/4) pekan lalu, setelah mengalami koreksi 27,24 poin atau 0,38%. Meski begitu, IHSG masih mampu bertahan di atas level 7.200, yakni berada di posisi 7.235,53.
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengingatkan bahwa pergerakan konsolidasi di area rekor tertinggi (all time high) merupakan hal yang wajar dan sudah sering terjadi sebelumnya. William melihat IHSG masih ditopang oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing.
Untuk perdagangan Senin (18/4) ini, William memandang IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam rentang 7.150 sampai dengan 7.300. "Level 7.300 masih menjadi target pergerakan sepekan ke depan," ujar William kepada Kontan.co.id, Minggu (17/4).
Adapun saham rekomendasi William pada hari adalah sebagai berikut:
1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Chart Pattern: Membentuk pola long legged hammer indikasi daya beli yang besar dan membuka peluang rebound.
Rekomendasi: Buy Rp 2.700 sampai dengan Rp 2.740, TP Rp 2.900 sampai dengan Rp 3.000, stop loss < Rp 2.400.
Support: Rp 2.540; Rp 2.400.
Resistance: Rp 2.840; Rp 2.900.
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Demand Zone: Menguat meninggalkan demand zone pada area Rp 795 sampai dengan Rp 880.
Rekomendasi: Buy and hold selama harga mampu bertahan di atas demand zone, TP Rp 920 sampai dengan Rp 1.010.
Support: Rp 880; Rp 795.
Resistance: Rp 920; Rp 1.010; Rp 1.055.
3. PT Ultra Jaya Milk Tbk (ULTJ)
Demand Zone: Membentuk demand zone pada area Rp 1.470 sampai dengan Rp 1.510.
Rekomendasi: Buy and hold selama harga bertahan di atas Rp 1.470, TP Rp 1.510 sampai dengan Rp 1.600.
Support: Rp 1.470.
Resistance: Rp 1.510; Rp 1.565; Rp 1.600.
4. PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA)
Trend Following: Menguat secara solid di atas garis trend line dengan support pada Rp 194.
Rekomendasi: Buy Rp 197 sampi dengan Rp 199, TP Rp 212 sampai dengan Rp 228, stop loss < Rp 194.
Support: Rp 194; Rp 194.
Resistance: Rp 200; Rp 212; Rp 228.
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
ULTRA JAYA RAIH LABA Rp403,54 MILIAR HINGGA MARET 2021
PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ) mencatat laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp403,54 miliar hingga periode 31 Maret 2021 turun tipis dari laba Rp435,76 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, penjualan diraih sebesar Rp1,52 triliun turun dari penjualan Rp1,61 triliun tahun sebelumnya.
Laba bruto diraih sebesar Rp545,70 miliar turun dari laba bruto Rp630,19 miliar.
Sedangkan laba dari usaha tercatat sebesar Rp533,80 miliar turun dari laba usaha Rp565,76 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp509,66 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp593,88 miliar.
Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 mencapai Rp9,13 triliun naik dari total aset Rp8,75 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end)
Sumber: IQPLUS
LABA ULTRA JAYA CAPAI Rp1,10 TRILIUN HINGGA DESEMBER 2020
PT Ultra Jaya Tbk (ULTJ) mencatat laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun naik tipis dari laba Rp1,03 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, penjualan turun menjadi Rp5,97 triliun dari Rp6,22 triliun.
Sementara laba bruto turun menjadi Rp2,23 triliun dari laba bruto Rp2,34 triliun tahun sebelumnya.
Penurunan beban usaha menjadi Rp864,26 miliar dari Rp1,08 triliun membuat laba usaha naik menjadi Rp1,36 triliun dari laba usaha Rp1,26 triliun.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp1,42 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp1,38 triliun.
Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 mencapai Rp8,75 triliun naik dari total aset Rp6,60 triliun hingga periode 31 Desember 2019.(end)
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham ULTJ, ERAA dan BMRI
PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ)
Muncul pola dragonlfy doji candle dengan RSI menguat. Namun, volume perdagangan menurun dan indikator MA5 berpotensi membentuk pola death cross.Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.475
Resistance: Rp 1.560
Achmad Yaki, BCA Sekuritas
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Indikator stochastic berada di level 80. MACD bergerak sideways di area bawah. Candle mendekati garis atas bolinger band.Rekomendasi: Hold
Support: Rp 1.900
Resistance: Rp 2.300
Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Management
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Harga pergerakan minor cenderung dalam tren sideways. Harga ditutup candle bullish dan bertahan di atas support 7.300. Indikator stochastic di area netral dengan volume turun.Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 7.275
Resistance: Rp 7.550
Sukarno Alatas, Oso Sekuritas
Saham ULTJ | Permintaan Susu UHT Topang Kinerja Ultra Jaya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 9,2% year on year (yoy) menjadi Rp 1,42 triliun di kuartal-I 2019. Pencapaian ini dipicu oleh derasnya permintaan konsumen atas produk ULTJ.
"Memang pasar susu ultra high temperature (UHT) mulai kelihatan naik sejak awal tahun," sebut Muhammad Muthassawar, General Manager Public Relations ULTJ kepada KONTAN, Minggu (5/5). Menurut pria yang biasa disapa Azwar ini, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih kalah jauh ketimbang negara ASEAN lainnya. Sehingga kenaikan dengan persentase kecil saja akan berdampak besar terhadap penambahan produksi susu di Tanah Air. Prospek pasar susu UHT di pasar dalam negeri juga masih potensial mengingat bonus demografi yang dinikmati oleh Indonesia.
Mengulik laporan keuangan kuartal-I 2019, Ultra Jaya membukukan penjualan lokal yang mendominasi hampir 99% pendapatan. Dari sini, penjualan kotor segmen minuman tercatat senilai Rp 1,53 triliun (belum dikurangi pajak pertambahan nilai). Jumlah itu tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,38 triliun.
Azwar menyebutkan, dorongan pertumbuhan permintaan di tingkat lokal juga disebabkan penambahan portofolio produk Ultra Jaya pada akhir tahun lalu. "Varian baru Ultra Milk dan Teh Kotak mulai ditingkatkan distribusinya sejak diluncurkan pada tahun lalu," ungkap dia.
ULTJ mengklaim, produk di segmen susu UHT mampu menjadi market leader dengan perolehan pangsa pasar sebesar 42%. Sedangkan kategori teh ready to drink kemasan karton, Ultra Jaya juga menjadi pemimpin pasar dengan perolehan market share 71% di pasar domestik.
Oleh sebab itu, hingga akhir tahun ini, ULTJ masih optimistis dengan target pertumbuhan 10%-15% masing-masing untuk pendapatan dan laba. Azwar bilang, target tersebut belum berubah. Artinya dengan pendapatan sepanjang 2018 senilai Rp 5,4 triliun, maka tahun ini pendapatan bersih ULTJ diproyeksikan berkisar Rp 5,94 triliun hingga Rp 6,21 triliun.
Sebelumnya dikabarkan Ultra Jaya tengah mengembangkan proyek peternakan sapi perah milik PT Ultra Sumatera Dairy Farm (USDF) di Berastagi, Sumatra Utara, anak usaha yang 69% sahamnya dimiliki ULTJ. Mengenai perkembangannya, Azwar menyebutkan, mereka tengah menunggu kedatangan sapi perah untuk melengkapi rencana tersebut. Jika tak ada aral melintang, diperkirakan akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan peternakan siap beroperasi.
Untuk tahap pertama, peternakan akan memiliki 2.000 ekor sapi perah, dengan rencana jangka panjang mencapai 6.000 ekor sapi perah. Pengembangan peternakan ditujukan sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku ULTJ. Kini fokus ULTJ sepanjang awal tahun ini adalah mengamankan pasokan barang seiring peningkatan permintaan. "Kami hanya terus mengamankan stok untuk kebutuhan puasa dan Lebaran," terang Azwar.
Saham ULTJ | LABA ULTRAJAYA TURUN TIPIS JADI Rp697,78 MILIAR
IQPlus, (01/04) - PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ) alami penurunan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 1,46% hingga periode 31 Desember 2018 menjadi Rp697,78 miliar dari laba Rp708,19 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, penjualan meningkat menjadi Rp5,47 triliun dari penjualan Rp4,88 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp1,96 triliun dari laba bruto Rp1,84 triliun.
Sementara beban usaha naik menjadi Rp1,06 triliun dari Rp867,33 miliar dan laba usaha turun menjadi Rp892,56 miliar dari laba usaha Rp968,29 miliar.Laba sebelum pajak turun menjadi Rp949,02 miliar dari laba sebelum pajak Rp1,03 triliun tahun sebelumnya.
Jumlah aset perseroan mencapai Rp5,55 triliun hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 naik dari jumlah aset Rp5,17 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2017. (end)
Analisa Saham CPIN, ULTJ, SMRA dan MYOR | 3 Januari 2018
Rekomendasi: buy on breakout 7250, TP 7500 s/d 7700, stop loss <6300 .="" p="">
ULTJ membentuk pola bullish three white soldiers. Pola ini mengindikasikan penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy 1270 s/d 1300, TP 1400, stop loss <1200 .="" p="">
SMRA membentuk pola hammer yang mengindikasikan reboound. Pada perdagangan kemarin juga mengalami akumulasi cukup besar sehingga rebound ini didukung.
Rekomendasi: buy 800, TP 850 s/d 900 (swing), stop loss <700 .="" p="">
MYOR menguji support area pada 2600. Peluang untuk beli melihat tren yang sudah terbentuk adalah uptrend.
Rekomendasi: buy 2600, TP 2660 s/d 3000 (swing), stop loss <2500 .="" p="">
2500>700>1200>6300>
Analisa Fundamental Saham ULTJ | 28 September 2018
PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) terus berupaya untuk mengembangkan bisnis konsumer.
Muhammad Muthassawar, General Manager Public Relations ULTJ menyatakan bahwa ULTJ pada semester I tahun ini sudah meluncurkan tiga produk baru yaitu Susu Ultra Rasa Karamel, Susu Ultra Rasa Taro serta Teh Kotak Rasa Lemon.
Azwar juga bilang pihaknya belum merasa khawatir sebab secara keuangan, ULTJ tergolong stabil. "Kami tidak punya utang dalam mata uang asing kecuali utang dagang yang jangka waktunya pendek dan jumlahnya relatif kecil," paparnya, Selasa (25/9).
Mengenai belanja modal di 2018, Azwar mengungkapakan bahwa setiap tahun capital expenditure (capex) Ultra Jaya berkisar antara US$ 10 juta-US$ 15 juta. "Sebagian digunakan untuk berbagai keperluan sesuai yang direncanakan, bisa penambahan kapasitas mesin, perluasan pabrik, bangunan kantor, perluasan usaha dan lainnya," ungkapnya.
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, bahwa rencana ULTJ merilis produk baru dalam hal ini tidak menjanjikan pasti akan jadi memperbaiki kinerja keuangan di akhir tahun nanti. "Justru saya kira akan menambah beban dari sisi periklanan dan kebutuhan promosi untuk memperkenalkan produk baru. Tapi karena rasio utangnya bagus, jadi jika beban bertambah nanti, kemungkinan hanya berlaku sementara saja," kata William hari ini.
Mengenai dampak pelemahan rupiah, ia juga bilang ULTJ tidak terlalu berdampak. "Kalau terpengaruh, minimal akan ada perubahan seperti harga produknya dinaikkan," tambahnyan
William melanjutkan bahwa untuk ke depan, tantangan bagi ULTJ adalah harus membuat produk yang bisa diterima dan direspons baik oleh masyarakat supaya daya saingnya lebih kuat dibanding emiten sejenis.
Dari sisi saham, William merekomendasikan untuk membeli saham ULTJ. "Secara teknikal, ULTJ berpotensi menguat, saya rekomendasikan beli dengan target harga di jangka panjang Rp 1.500 per saham," tandasnya. Pukul 15.24 WIB hari ini, harga saham ULTJ naik 3,69% ke level Rp 1.265 per saham.
https://investasi.kontan.co.id/news/prospek-jangka-panjang-ultra-jaya-masih-oke
ULTJ | PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk Tebar Dividen
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) segera membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2017 kepada para pemegang sahamnya. Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (29/6) lalu, menentukan Ultrajaya bakal mengucurkan laba bersihnya senilai Rp 115,5 miliar sebagai dividen tunai.
Dalam pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (2/7), tanggal terakhir perdagangan saham dengan hak dividen alias cum dividen saham ULTJ di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli 2018. Sementara, cum dividen di pasar tunai pada 11 Juli 2018.
Pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai atau recording date juga akan dilakukan pada 11 Juli 2018. Selanjutnya, pemegang saham akan menerima pembayaran dividen tunai pada 1 Agustus 2018.
Tahun ini, ULTJ menetapkan jumlah dividen sebesar Rp 10 per saham. Sepanjang tahun 2017, ULTJ membukukan laba bersih sebesar Rp 703,15 miliar atau tumbuh tipis 0,11% dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp 702,36 miliar.
http://investasi.kontan.co.id/news/ultra-jaya-tebar-dividen-rp-10-per-saham-berikut-jadwalnya
Berita Saham ULTJ | 2 April 2018
Berita Saham ULTJ
PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ) meraih laba tahun berjalan yang didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp703,15 miliar hingga 31 Desember 2017 naik dari laba Rp702,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya.Laporan keuangan perseroan menyebutkan, penjualan naik menjadi Rp4,87 triliun dari penjualan Rp4,68 triliun tahun sebelumnya dan laba kotor naik menjadi Rp1,82 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp1,63 triliun.
Sementara beban usaha naik menjadi Rp863,54 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp744,11 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp959,33 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp888,98 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat Rp1,02 triliun meningkat dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp932,48 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp5,18 triliun hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset Rp4,23 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2016. (end)
IQPLUS
.jpg)





%20Logo.jpg)

.jpg)










