Tampilkan postingan dengan label Saham NISP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham NISP. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham HOKI and NISP oleh HP Sekuritas | 23 Oktober 2023


HP Sekuritas

23 Oktober 2023

Saham HOKI

Trend: Uptrend
Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye)
Potential:
Saat ini terkoreksi setelah bullish price shock.
MACD line sudah crossing ke atas signal line di atas zero line.
Entry level di dynamic support upper BB25(biru) @ 153-152. Target Price di resistance area @ 164-166 dan @ 174-176. Stoploss di support area @ 148-146.
Rekomendasi
Buy On Weakness; Entry Level: 153-152; Target: 164-166 / 174-176; Stoploss: 148-146;

Saham NISP

Trend: Uptrend
Indicator(s): BB25(biru), MACD, MA25(oranye)
Potential:
Saat ini terkoreksi untuk tutupin bullish opening gap hari ini.
MACD line crossing ke bawah signal line di atas zero line.
Entry level di dynamic resistance area MA25(oranye) @ 1100-1105. Target Price di resistance area @ 1180-1190 dan @ 1245-1255. Stoploss di dynamic support area lower BB25(biru) @ 1065-1055.
Rekomendasi
Buy On Break; Entry Level: 1100-1105; Target: 1180-1190 / 1245-1255; Stoploss: 1065-1055;
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ACES dan NISP oleh Phillip Capital | 3 Oktober 2023


Phillip Capital

3 Oktober 2023

Technical Recommendations

ACES

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 775
Target Price 1 : 820
Target Price 2 : 845
Stop Loss : 730

NISP

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1120
Target Price 1 : 1190
Target Price 2 : 1230
Stop Loss : 1060
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham SMSM dan NISP oleh Phillip Capital | 12 September 2023


Philip Capital

12 September 2023

SMSM

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1,995
Target Price 1 : 2,080
Target Price 2 : 2,140
Stop Loss : 1,910

NISP

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1,120
Target Price 1 : 1,155
Target Price 2 : 1,185
Stop Loss : 1,080
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ULTJ, NISP dan ELSA oleh Indo Premier Sekuritas | 8 Agustus 2023


Indo Premier Sekuritas

8 Agustus 2023

IHSG diprediksi akan menguat dengan support di level 6,860 dan resistance di level 6,920.

Saham ULTJ (Buy - Swing)

PT Ultra Milk Industry Tbk

Current Price : 1.915 
Entry : 1.915 
Target : 2110 (+10,17%) 
Stop Loss : < 1825 (-4,69%) 
Risk to Reward Ratio = 1 : 2,17 

Saham NISP (Buy - Swing)

PT Bank OCBC NISP Tbk

Current Price : 1.260 
Entry : 1.260 
Target Price : 1.490 (+18,25%) 
Stop Loss : < 1185 (-5,95%) 
Risk to Reward Ratio = 1 : 3,07

Saham ELSA (Buy - Swing)

PT Elnusa Tbk

Current Price : 406 
Entry : 406 
Target : 470 (+15,76%) 
Stop Loss : < 388 (-4,43%) 
Risk to Reward Ratio = 1 : 3,56
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham NISP, WEHA, PNBN dan SMGR oleh WH Project | 7 Juli 2023


WH Project

7 Juli 2023
William Hartanto

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)

Analisa: Penguatan dengan volume breakout.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 1.190
Resistance: Rp 1.370.

PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA)

Analisa: Konfirmasi akhir pembentukkan demand zone.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 139
Resistance: Rp 166.

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)

Analisa: Mengakhiri fase reakumulasi dan melanjutkan penguatan.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 1.175
Resistance: Rp 1.465.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)

Analisa: Konfirmasi pola inverted head and shoulders.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 6.000
Resistance: Rp 6.550.
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BTPS, BDMN, NISP dan MDKA oleh WH Project | 27 Juni 2023


WH Project 

27 Juni 2023
William Hartanto 

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)

Analisa: Potensi rebound pada support MA5.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 2.050
Resistance: Rp 2.300.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Analisa: Penguatan dengan volume breakout.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 2.880,
Resistance: Rp 3.200.

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)

Analisa: Rebound pada MA5 dengan pola hammer.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 1.110
Estimasi resistance: Rp 1.200.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Analisa: Membentuk pola double bottom namun belum terkonfirmasi.
Rekomendasi: buy
Support: Rp 2.990
Resistance: Rp 3.150.
-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Selain Bakal Bagikan Dividen, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) Bakal Buy Back Saham


PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 11 April 2023. Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 21.927.658.113 saham atau 95,565% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Dalam RUPS Tahunan, Assistant Corporate Secretary NISP Wiwin Sitinjak menuturkan, salah satu agenda yang telah disetujui yakni menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Direksi dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2022. Kemudian, menyetujui penggunaan Laba Bersih konsolidasi tahun buku 2022 sebesar Rp3.326.930.230.350.

"Sebesar 40% dari Laba Bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau sebesar Rp1.330.766.943.604 atau Rp58 per saham ditetapkan sebagai Dividen Tunai,"kata Wiwin dalam laporan risalah RUPST, yang dikutip, Rabu (12/4).

Adapun sebagian keuntungan 2022, Wiwin menambahkan, sebesar Rp100.000.000 disisihkan untuk cadangan umum; dan sisa Laba Bersih ditetapkan sebagai laba ditahan.

Selain itu, dalam Rapat juga telah menyetujui pembelian kembali saham Perseroan dari pemegang saham publik sejumlah maksimum 402.000 (empat ratus dua ribu) saham atau 0,002% (dua per seribu) dari total modal yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam Perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel kepada Direksi dan karyawan dengan mengacu pada POJK 30/POJK.04/2017 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

"Dan Rapat juga telah menyetuji pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan pembelian kembali saham Perseroan tersebut dan pengalihannya kepada Direksi dan karyawan yang mengacu pada POJK 30/POJK.04/2017, POJK 45/POJK.03/2015 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan perkiraan biaya tidak melebihi jumlah maksimum Rp500.000.000. Biaya tersebut termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang terkait." imbuhnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham SMGR dan NISP oleh Phillip Capital | 21 Maret 2023


Phillip Capital

21 Maret 2023

SMGR

Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 6025
Target Price 1 : 6250
Target Price 2 : 6350
Stop Loss : 5800

NISP

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 740
Target Price 1 : 755
Target Price 2 : 765
Stop Loss : 725
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) Catat Pendapatan Bunga Dan Syariah Bersih Rp8,74 Triliun Hingga Desember 2022


PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat pendapatan bunga dan syariah bersih Rp8,74 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari Rp7,64 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban operasional lainnya mencapai Rp4,67 triliun naik dari beban operasional lainnya Rp4,21 triliun dan laba operasional diraih Rp4,21 triliun naik dari laba operasional Rp3,20 triliun tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak diraih sebesar Rp4,22 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp3,20 triliun dan laba bersih diraih Rp3,33 triliun naik dari laba bersih Rp2,52 triliun tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas mencapai Rp204,29 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari jumlah liabilitas Rp182,07 triliun hingga periode 31 Desember 2021 dan jumlah aset mencapai Rp238,49 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari jumlah aset Rp214,39 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Bank OCBC (NISP) Optimis Bisnis Cash Management Tumbuh Dua Digit Di 2023


Bank OCBC NISP optimistis bisnis cash management atau pengelolaan di bidang corporate banking akan tumbuh dua digit di tahun 2023, meski di tengah tren kenaikan suku bunga dan masa transisi pandemi.

"Di 2023 harusnya bisa dua digit karena di tahun 2022 juga pencapaiannya sudah tumbuh dua digit," kata Cash Management Division Head Bank OCBC NISP Amran Setiawan usai acara Media Gathering di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, optimisme tersebut seiring dengan telah dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun lalu.

Dari segi performa finansial, bisnis management cash di bidang korporasi diukur dari neraca dan penerimaan yang meliputi pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) serta pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI).

Di tahun 2022, kinerja keduanya baik neraca maupun penerimaan sudah melebihi target yang ditetapkan, sehingga pada tahun ini akan lebih baik lagi.

Sementara kinerja dari segi nonfinansial, Arman mengungkapkan terdapat target dari cross functional maupun onboarding digital pada tahun lalu. Dengan demikian pada tahun ini, kedua langkah tersebut bersama self service menjadi strategi bisnis cash management.

"Di tahun 2023, key performance indicator (KPI) atau indikator performa kunci kinerjanya tidak terlalu banyak berubah, tetap di neraca, penerimaan, dan aspek non finansial," tuturnya. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BBRI dan NISP oleh Phillip Capital | 30 Desember 2022


Phillip Capital

30 Desember 2022

BBRI

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 4870
Target Price 1 : 4960
Target Price 2 : 5025
Stop Loss : 4780

NISP

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 740
Target Price 1 : 775
Target Price 2 : 800
Stop Loss : 705
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

DIVIDEN BANK OCBC NISP AKAN DIALOKASIKAN PADA 6 MEI 2022.


[Saham NISP] PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menyampaikan bahwa perseroan akan membayarkan dividen tunai kepada pemegang sahamnya pada tanggal 6 Mei 2022. Adapun dividen tersebut akan di alokasikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat (recording date) pada tanggal 18 April 2022.

Diketahui, NISP akan melaksanakan pembagian dividen tunai Tahun Buku 2021 kepada para pemegang saham Perseroan sebesar Rp504.796.533.384 (gross). Angka ini sekitar 20% dari Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2021.

"Besaran dividen yang akan dibagikan itu sekitar Rp22 (gross) per saham,"tulis Manajemen NISP dalam pengumumannya.

Sebagai informasi, Cum serta Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi akan dilakukan pada tanggal 13 dan 14 April 2022. Sementara Cum dan Ex Dividen di Pasar Tunai akan dilakukan pada tanggal 18 dan 19 April 2022. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Siap-siap, OCBC NISP Bagi Dividen Tunai Senilai Rp 504,8 Miliar


[Saham NISP] PT Bank OCBC NISP Tbk telah mendapat restu dari pemegang saham untuk membagikan dividen dari laba bersih Tahun Buku 2021. Hal tersebut disepakati setelah perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (5/4).

Dalam RUPST disetujui, dividen yang diberikan senilai 20% dari total laba bersih Tahun Buku 2021 atau sebesar Rp504,8 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 22 per saham.

"Sebesar Rp 100 juta digunakan untuk cadangan umum. Dan sisa laba bersih sebesar Rp 2 Triliun  ditetapkan sebagai laba ditahan," ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja secara virtual pada Selasa (5/4).

Asal tahu saja, Bank OCBC NISP mencatat peningkatan laba bersih sebesar 20% yoy atau mencapai Rp 2,5 triliun di tahun lalu. Kenaikan laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 7% yoy serta diiringi dengan penurunan beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 7% yoy.

Di sisi lain, pendapatan operasional lain dari Bank OCBC NISP turun 8% dan beban operasional meningkat 2% yoy di tahun 2021.

Para pemegang saham juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi untuk melakukan pembayaran Dividen Tunai tahun buku 2021 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Juga pembelian kembali saham Perseroan maksimum 436.000 saham dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK serta perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus Bank OCBC NISP dengan pengangkatan kembali Rama P. Kusumaputra sebagai Komisaris Independen, Andrae Krishnawan W. dan Johannes Husin sebagai Direktur efektif sejak ditutupnya Rapat sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2025.

Lalu, pengangkatan Na Wu Beng sebagai Komisaris Perseroan efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan Perseroan 2025. Juga menerima pengunduran diri Hardi Juganda selaku Komisaris Independen terhitung sejak pengangkatan Na Wu Beng efektif sebagai Komisaris.

Para pemegang saham juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2022.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PENDAPATAN BUNGA BERSIH OCBC NISP HINGGA MARET 2010 CAPAI Rp1,67 TRILIUN | SAHAM NISP

IQPlus, (30/04) - Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat pendapatan bunga bersih konsolidasi sebesar Rp1,67 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik dari pendapatan bunga bersih di periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,54 triliun.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, beban operasional selain bunga bersih naik tipis menjadi Rp545,83 miliar dari Rp544,83 miliar membuat laba operasional naik menjadi Rp1,12 triliun dibandingkan laba operasional tahun sebelumnya yang Rp996,26 miliar.

Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp1,12 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp997,63 miliar tahun sebelumnya dan laba setelah pajak diraih Rp790,97 miliar naik dari laba setelah pajak tahun sebelumnya Rp765,23 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp191,45 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik dibandingkan total aset Rp180,71 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (end)

BUYBACK ! Saham apa saja?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat emiten bakal melakukan buyback yaitu PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

NISP menyediakan anggaran sekitar Rp 500 juta, ARNA menyediakan Rp 30 miliar, PPRE menyediakan Rp 293 miliar dan SILO menyediakan Rp 100 miliar untuk aksi korporasi ini.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, buyback tersebut merupakan sinyal bahwa emiten tersebut merasa sahamnya terlalu murah. Dengan melakukan buyback, saham beredar semakin kecil dan permintaan akan meningkat. Dus harga saham akan naik dengan sendirinya.

"Investor bisa ikut melakukan pembelian saham ketika perusahaan akan buyback. Karena biasanya yang tahu valuasinya murah sehingga mereka buyback," ujar Hans kepada Kontan.co.id, Selasa (25/2).

Dia menyarankan saham-saham tersebut sejatinya bisa dipertimbangkan kecuali NISP. Menurut dia, anggaran buyback NISP masih cukup kecil.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan, aksi korporasi buyback positif bagi harga saham tersebut. Di tengah situasi pasar yang tertekan, aksi buyback bisa menjadi katalis positif untuk mengangkat harga saham. "Setidaknya dengan adanya buyback ini menimbulkan optimisme akan prospek untuk saham yang bersangkutan," ujar Sukarno.

Sukarno melihat secara valuasi emiten-emiten tersebut sudah termasuk murah. Hal ini dilihat dari price to book value (PBV) band dalam lima tahun terakhir, sedangkan PPRE dalam dua tahun terakhir sudah di bawah rata-rata.

Adapun, PBV NISP tercatat 0,7 kali, ARNA 2,78 kali, PPRE 0,81 kali, dan SILO 1,75 kali. "Untuk prospeknya ke depan masih sangat berprospek untuk emiten-emiten terkait," imbuh dia.

Sukarno menambahkan investor bisa memanfaatkan periode buyback untuk melakukan trading dengan memperhatikan pergerakan teknikal.

Saham NISP | PERINGKAT BANK OCBC NISP DITEGASKAN PADA idAAA




IQPlus, (13/02) -  PEFINDO menegaskan peringkat "idAAA" kepada PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), Obligasi Berkelanjutan II/2016 dan ObligasiBerkelanjutan III/2018 yang masih beredar. Pr ospek dari peringkat Perusahaan adalah "stabil".

Menurut keterangan Kamis disebutkan, peringkat  tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari Oversea-Chinese Banking Corp Ltd (OCBC, diperingkat .AA- /Stable. oleh Standard & Poor.s), permodalan yang sangat kuat, dan profil likuiditas yang sangat kuat. Namun, peringkat ini masih dibatasi oleh profil profitabilitas yang moderat.

Peringkat NISP dapat berada dalam tekanan apabila PEFINDO melihat terjadinya penurunan dukungan dari OCBC terhadap NISP.(end)

Berita Saham NISP | 9 April 2018

Berita Saham NISP
PT Bank OCBC-NISP Tbk (NISP) akan melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV dengan jumlah sebesar Rp1.060.000.000.000.

Menurut keterangan tertulis perseroan Senin. obligasi ini terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp525.000.000.000 berbunga 6,00% dan jangka waktu 370 hari dan seri B dengan jumlah pokok Rp525.000.000.000 dengan bunga 6,90% per tahun dan jangka waktu 3 tahun.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali sertifikati Jumbo Obligasi yang diterbitkan oleh perseroan atas nama PT KSEI yang ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan 10 Juli 2018. (end)

IQPLUS

Berita Saham NISP PT Bank OCBC NISP Tbk | 4 April 2018

Berita Saham NISP PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
Setelah mendapat persetujuan untuk membagikan saham bonus kepada pemegang sahamnya, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) akan mulai membagikan saham bonus tersebut kepada pemegang sahamnya pada 4 Mei 2018 mendatang.

Saham bonus akan diberikan kepada pemegang saham yang telah terdaftar (recording date) pada tanggal 25 April 2018. Cum dan Ex saham bonus di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada tanggal 20 dan 23 April 2018, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Rabu.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank OCBC NISP yang diadakan Kemarin (3/4) telah menyepakati adanya pembagian saham bonus kepada pemegang sahamnya dengan rasio 1:1.

Dengan menggunakan rasio tersebut, maka perseroan akan mengeluarkan saham dari potepel sebanyak 11.472.648.486 saham dengan nilai nominal Rp125 per saham. 

Adapun jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh Bank OCBC NISP setelah adanya pembagian saham bonus ini nantinya akan meningkat menjadi sebanyak 22.945.296.972 saham. (end)

IQPLUS

Berita Saham NISP | 6 Maret 2018

Berita Saham NISP

Bank OCBC-NISP Tbk (NISP) berencana untuk mengusulkan kepada para pemegang saham melalui RUPS Tahunan yang akan diselenggarakan pada 3 April 2018 mendatang untuk melaksanakan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham yang tercatat.

Menurut keterangan perseroan Selasa, adapun lata belakang rencana pembagian saham bonus ini guna meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemodal sehingga perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia menjadi lebih likuid.

Adapun rasio pembagian saham bonus yakni 1:1 dan dikeluarkan dari portepel saham dalam perseroan yaitu setiap pemegang 1 saham yang beredar berhak atas 1 saham bonus yang merupakan saham baru yang akan dikeluarkan dengan nilai nominal Rp125. (end)

source:
IQPLUS

Buyback Saham NISP | 15 Februari 2018

Buyback Saham NISP

PT OCBC-NISP Tbk (NISP) berniat melakukan pembelian kembali sahamnya sebanyak maksimal 400.000 saham, demikian keterangan Rama P. Kusumasaputra, Direktur Perseroan pada Kamis.

Disebutkan bahwa diperkirakan biaya yang diperlukan untuk melakukan pembelian kembali saham maksimal Rp800 juta termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.

Pembelian kembali saham dilakukan perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable atas kinerja tahun 2017 kepada manajemen dan karyawan perseroan guna memenuhi aturan OJK.

Perseroan akan mengadakan RUPS Tahunan pada 3 April 2018 yang salah satu agendanya berupa rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham-saham yang dikeluarkan perseroan. (end)

IQPLUS