PEFINDO memberikan peringkat idB untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan Obligasi yang masih beredar. Prospek peringkat perusahaan adalah stabil.
Pefindo Tegaskan Peringkat idB Untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
PEFINDO memberikan peringkat idB untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan Obligasi yang masih beredar. Prospek peringkat perusahaan adalah stabil.
Optimalkan Pendapatan, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Jajaki Bisnis Sewa Alat
Vice President of Corporate Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Fandy Dewanto mengatakan perseroan menjajaki bisnis sewa alat konstruksi sebagai upaya mengoptimalkan pendapatan usaha.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Dipercaya Suplai Precast Proyek Tol Pasuruan-probolinggo Seksi 4
Perusahaan BUMN bidang konstruksi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dipercaya untuk pertama kali menyuplai produk precast yaitu Sistem Perkerasan Rigid Waskita Precast (SPRigWP) untuk Proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Ungkap Tiga Fokus Strategi Untuk Tahun 2023
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengungkapkan tiga fokus strateginya untuk tahun 2023 dan jangka panjang.
Waskita Beton Precast (WSBP) Ungkap Strategi Pertahankan Performa
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengungkapkan strategi untuk mempertahankan performa setelah pembukaan suspensi saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Waskita Beton Precast Suplai Produk Untuk Proyek IKN Nusantara
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah memulai suplai produk perdananya untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara di Penajam, Kalimantan Timur sejak akhir Januari 2023.
Pefindo Naikkan Peringkat PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Di IdB.
Sumber: iqplus-
Harapan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Agar Suspensi Saham Dibuka
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis suspensi saham perseroan dapat segera dibuka dan diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Konversi Utang, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Siap Lakukan Private Placement
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau biasa disebut dengan Private Placement.
WASKITA BETON BIDIK PROYEK SEKTOR PENDIDIKAN DAN HUNIAN DI IKN.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membidik proyek bangunan di sektor pendidikan dan hunian di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sejalan dengan produk prefabricated building yang dikembangkan perusahaan ini.
"Saat ini, kami sedang membidik proyek bangunan seperti bangunan di sektor pendidikan dan bangunan hunian baru di IKN Nusantara," kata Direktur Utama WSBP Poerbayu Ratsunu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Dikenal sebagai perusahaan manufaktur precast dan readymix yang banyak menyuplai produk untuk mayoritas proyek infrastruktur di Indonesia, Waskita Beton Precast juga terus berinovasi dengan mengembangkan produk prefabricated building untuk pembangunan hunian, baik rumah tapak maupun hunian vertikal.
WSBP pun telah melakukan Penandatangan Kerja Sama Strategis Research & Development Prefabricated Building Hunian Rumah & Apartemen dengan PT Waskita Karya Realty (WSKR) di Jakarta, Rabu (2/2). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama WSBP Poerbayu dan President Director WSKR Ery Prananto.
Kedua anak usaha PT Waskita Karya Tbk itu sepakat untuk mempersiapkan dan melaksanakan kerja sama kemitraan strategis research & development prefabricated building hunian rumah dan apartemen melalui pemanfaatan produk, sumber daya, pengalaman dan kapasitas sesuai kegiatan usaha masing-masing.
"Ini merupakan kerja sama yang baik sebagai sesama anak perusahaan dari Waskita Karya. Nantinya proyek gedung WSKR akan menggunakan produk prefabricated building milik WSBP. Bangunan dengan menggunakan prefabricated building menjadi alternatif hunian di masa depan," ujarnya.
Bangunan dengan menggunakan prefabricated building sendiri adalah gedung yang dibangun secara prefabrikasi (off site construction) dan terdiri dari beberapa komponen bangunan atau disebut modul. Produk prefabricated building ini berbahan material beton precast yang sangat tepat untuk tipe bangunan tinggi.
Metode ini juga mendukung perusahaan manufaktur untuk bertransformasi digital secara penuh dan meningkatkan kualitas produknya.
Adapun keunggulan produk prefabricated building yang sedang dikembangkan WSBP ialah ringan, tidak memerlukan alat berat, material mudah didapat, tahan gempa, dan memiliki harga yang kompetitif di pasar.
Lebih lanjut, Poerbayu menyatakan bahwa prospek prefabricated building WSBP sangat menjanjikan karena sistem precast sangat diperlukan dalam upaya percepatan pemenuhan kebutuhan pembangunan rumah dan apartemen.
Hal itu pun dinilai sejalan dengan target 70 persen rumah tangga yang menghuni rumah layak atau sebanyak 11 juta rumah tangga dalam RPJMN 2020-2024.
"Kami ingin mendukung program pemerintah dalam pembangunan perumahan layak huni bagi masyarakat," imbuh Poerbayu. (end/ant)
sumber : IQPLUS
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Ini Alasan Waskita Beton (WSBP) Optimistis Target Kontrak Baru di 2021 Terlampaui
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis bisa mendongkrak kinerja pemasaran dengan menumbuhkan raihan kontrak baru. Untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini pun menjajaki potensi pasar di luar negeri.
Direktur Utama Waskita Beton Precast FX Purbayu Ratsunu membeberkan, WSBP mengestimasikan raihan kontrak anyar yang lebih tinggi ketimbang realisasi tahun lalu, maupun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2021.
Sebagai gambaran, WSBP mencetak kontrak baru senilai Rp 1,87 triliun pada 2020. Sedangkan realisasi kontrak anyar WSBP per November 2021 sudah mencapai Rp 1,75 triliun.
Kontrak baru yang diraih WSBP dalam 11 bulan ini berasal dari Waskita Karya Group dengan porsi 78%, dan 22% dari pasar eksternal. Berdasarkan pekerjaannya, segmentasi precast menyumbang 40%, jasa konstruksi 33% dan readymix sebanyak 26%.
Purbayu memproyeksikan, raihan kontrak baru WSBP hingga akhir 2021 bisa mencapai Rp 2,75 triliun, lebih tinggi dari target RKAP 2021 yang sebesar Rp 2,6 triliun.
"Jadi secara kontrak baru, dari 2020 kami sudah melewati. Bahkan untuk rencana internal kami pun, sudah terlampaui," ujar Purbayu dalam paparan publik virtual yang digelar Kamis (30/12).
Dia melanjutkan, WSBP turut menggarap beberapa proyek infrastruktur yang prestisius, seperti Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Cilincing, RDMP RU V Balikpapan, hingga proyek di luar negeri yakni di pelabuhan Thilawa Shipyard Myanmar.
Jajaki Pasar Luar Negeri
Selain di Myanmar, WSBP pun menjajaki potensi pasar luar negeri lainnya melalui kolaborasi dengan Divisi Overseas dari Waskita Karya sebagai induk usaha. "Untuk mengembangkan pasar-pasar kami ke overseas. Ada beberapa negara di Afrika yang sedang kami sasar, yang akan kami umumkan segera," ungkap Purbayu.
Meski belum merinci, tapi Purbayu meyakini bahwa WSBP bisa menjaga tren pertumbuhan kontrak baru pada tahun depan. Apalagi setelah Waskita Karya mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,9 triliun, yang dilanjutkan menggelar rights issue sehingga total dana yang akan didapat mencapai sekitar Rp 12 triliun.
"Kalau kami menyasar proyek-proyek PMN-nya Waskita, tentunya rasa optimisme kami menjadi semakin besar. Kami kira untuk 2022 dalam penambahan kontrak baru dan revenue kami optimis untuk meraih itu semua," tandas Purbayu.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Beton Precast Asep Mudzakir menyampaikan bahwa terkait dengan belanja modal (capex), pada tahun ini WSBP mengalokasikan sekitar Rp 50 miliar. Capex tersebut dipakai untuk kebutuhan peralatan dalam proses produksi selama 2021.
"Angkanya minim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena memang kami melakukan prioritas, sehingga tidak membebankan secara cash flow," sebut Asep.
Sedangkan untuk tahun depan, WSBP berencana mengalokasikan capex sekitar Rp 150 miliar. Anggaran belanja ini sejalan dengan rencana divestasi. Dana hasil divestasi itu akan diprioritaskan untuk menambah capex di sejumlah plant yang memiliki nilai kompetensi produksi dan harga yang lebih kompetitif.
"Sehingga dengan melakukan penambahan capex di situ, dari margin nanti akan lebih kompetitif pada saat ditawarkan kepada kustomer atau market," pungkas Asep.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Waskita Beton (WSBP) Optimistis Restrukturisasi Utang Kelar di Semester I-2022
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus berupaya memulihkan kinerja keuangannya. Meski beberapa kali dihadapkan pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), WSBP pun optimistis restrukturisasi keuangan bisa tercapai sesuai rencana.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Beton Precast Asep Mudzakir, mengungkapkan bahwa proses PKPU yang bergulir erat kaitannya dengan proses restrukturisasi yang sedang gencar dilakukan. WSBP pun sedang intensif berdiskusi dengan para lenders dan vendor untuk mencapai suatu kesepakatan, yang ditargetkan akan rampung pada periode semester pertama tahun depan.
"Proses negosiasi memerlukan waktu, namun kami cukup optimistis restrukturisasi ini dapat diselesaikan pada semester I-2022, bahkan harapannya di kuartbisa selesai. Setelah kesepakatan dengan para kreditur, nanti WSBP akan memiliki fleksibilitas cash flow yang lebih, sehingga dapat melakukan pembayaran kewajiban kepada vendor," ungkap Asep dalam paparan publik virtual yang digelar Kamis (30/12).
Dia menambahkan, proses restrukturisasi keuangan WSBP dilakukan melalui mekanisme master restructuring agreement. Asep membeberkan, total kewajiban WSBP mencapai Rp 8,88 triliun yang terdiri dari utang bank senilai Rp 3,94 triliun, vendor sebesar Rp 2,91 triliun, obligasi senilai Rp 2 triliun dan deferred interest sebesar Rp 33,8 miliar.
"Sedang dinegosiasikan tenor pembayarannya. Dengan adanya proses restrukturisasi kami akan upayakan untuk rescheduling pembayaran," ujar Asep.
Pembayaran kewajiban WSBP berasal dari dua sumber, yakni aset lancar yang meliputi piutang usaha dan tagihan bruto, divestasi aset tetap, serta opsi debt to asset swap. Selanjutnya, sisa utang akan dilunasi dari future EBITDA yang merupakan hasil dari kinerja operasional perusahaan ke depan
"Restrukturisasi keuangan ini tujuannya mendapatkan skema yang fit dengan cash flow perusahaan serta dapat menjaga going-concern yang selanjutnya akan dituangkan di dalam master restructuring agreement yang akan disepakati seluruh kreditur," jelas Asep.
Sebagai informasi, restrukturisasi keuangan ini merupakan salah satu dari tiga strategi utama WSBP dalam menjalankan pemulihan kondisi fundamental perusahaan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Adapun dua strategi lainnya meliputi transformasi bisnis, serta tata kelola & manajemen risiko.
Dalam menjalankan strategi bisnis, ada tiga pilar penyempurnaan fundamental yang dikerjakan WSBP. Meliputi portofolio & inovasi, lean & digital dan liquidity management. Beberapa program yang dijalankan antara lain: Pertama, bidding booster dengan meningkatkan pendapatan dari pelanggan baru atau eksternal.
Kedua, pengembangan produk baru dengan orientasi pasar yang selektif baik di BUMN maupun swasta. Ketiga, ekspansi pasar internasional seperti yang dilakukan WSBP di proyek pelabuhan Thilawa Shipyard Myanmar. Keempat, procurement booster dengan mengurangi biaya material dan kontrak jasa.
Kelima, peningkatan utilisasi aset. Keenam, divestasi atas kelebihan kapasitas produksi seperti mengurangi jumlah precast plant. Ketujuh, optimalisasi belanja modal dengan mengidentifikasi dan menerapkan solusi alternatif tanpa mempengaruhi kinerja operasional maupun kualitas produk.
Sedangkan untuk strategi penguatan tata kelola dan manajemen risiko, WSBP akan meningkatkan kehati-hatian dalam pengelolaan perusahaan. Strategi ini bertumpu pada empat hal, yakni penguatan fungsi manajemen risiko di level direksi, penerapan 3 lines of defense, penguatan prinsip 4 eyes principles, serta adanya peran dari komite manufaktur dan investasi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Waskita Beton Precast FX Purbayu Ratsunu mengakui bahwa proses pemulihan perusahaan membutuhkan waktu. Namun Purbayu optimistis WSBP bisa segera merampungkan proses restrukturisasi utang dan penyehatan perusahaan.
"Program-program strategis dari restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis akan menjadi fokus krusial dari kebangkitan WSBP. Saya menekankan, manajemen berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Kami percaya perusahaan ini memiliki prospek yang lebih baik dari potensial infrastruktur yang masih sangat besar," tandas Purbayu.
Merujuk pemberitaan Insight.kontan.co.id, untuk keenam kalinya, WSBP telah dimohonkan PKPU. Terbaru, oleh Magdalena Yohan Heryadi yang mendaftarkan permohonan PKPU atas WSBP pada 23 Desember 2021 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sejauh ini WSBP telah lima kali lolos dari jerat PKPU. Pada permohonan PKPU ke-5 terhadap WSBP, Tatchi Engineering Indonesia sebagai pemohon telah mencabut permohonan atas WSBP yang sidangnya berakhir 22 Desember 2021.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham WIKA, WTON dan WSBP oleh MiraeAsset | 11 November 2021
MIRAE ASSET
11 November 2021
IHSG Daily, 6,683.15 (+0.20%), Consolidation. Trading range 6,647 – 6,702. Kenaikan indikator MFI optimized dan kenaikan indikator RSI optimized masih terlihat namun mulai terbatas. Pada periode weekly terlihat kenaikan indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih terlihat. Daily support di 6,647 dan daily resistance di 6,702. Cut loss level di 6,590.
WIKA Daily, 1,330 (+1.92%), sell on strength, trading range 1,310 – 1,360. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 1,310 dan daily resistance di 1,360 Cut loss level di 1,270.
WTON Daily, 286 (+1.42%), sell on strength, trading range 284 – 292. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 284 dan daily resistance di 292. Cut loss level di 278.
WSBP Daily, 162 (+1.89%), sell on strength, trading range 160 – 166. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 160 dan daily resistance terdekat di 166. Cut loss level di 154.
Disclaimer
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham ASII, MEDC, WSBP dan WMUU oleh MNC SEKURITAS | 11 November 2021
MNCS Daily Scope Wave 11 November 2021
Kemarin (10/11), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,683. Kami perkirakan, pergerakan IHSG saat ini sudah berada di wave (iii) dari wave [v] dari wave A sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji resistance 6,687 dan rawan terkoreksi ke 6,600-6,630 untuk membentuk wave (iv). Selama IHSG masih mampu berada di atas 6,550 dan 6,480, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali.
Support: 6,550, 6,480
Resistance: 6,687, 6,750
ASII - Buy on Weakness
ASII ditutup menguat signifikan sebesar 5,6% ke level 6,175 pada perdagangan kemarin (10/11), pergerakan ASII pun sudah menembus MA20-nya. Kami perkirakan, saat ini posisi ASII sedang berada di wave [iii] dari wave 5, sehingga ASII berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 6,050-6,175
Target Price: 6,450, 6,700
Stoploss: below 5,850
MEDC - Buy on Weakness
Kemarin (10/11), MEDC ditutup menguat 1,8% ke level 565. Posisi MEDC saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3, hal tersebut berarti pergerakan MEDC berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 545-565
Target Price: 605, 650
Stoploss: below 540
WSBP - Buy on Weakness
Pada perdagangan kemarin (10/11), WSBP ditutup menguat 1,9% ke level 162 diiringi dengan adanya peningkatan tekanan beli. Kami perkirakan posisi WSBP saat ini sedang membentuk awal wave (iii) dari wave [v] dari wave 3, sehingga WSBP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 157-162
Target Price: 170, 180
Stoploss: below 151
WMUU - Spec Buy
WMUU ditutup cenderung terkoreksi ke level 188 pada perdagangan kemarin (10/11). Kami memperkirakan, posisi WMUU saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave C, dimana WMUU akan terkoreksi terlebih dahulu dan berpeluang berbalik menguat kembali.
Spec Buy: 182-186
Target Price: 196, 210
Stoploss: below 175
Disclaimer On
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham UNTR, WSBP, INKP dan ADHI oleh MNC Sekuritas | 25 Oktober 2021
MNC Daily Scope Wave
25 Oktober 2021
Menutup perdagangan pekan kemarin (22/10), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,643 meskipun tertahan oleh MA5-nya. Selama IHSG belum mampu break resistance di 6,687, kami perkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [iv] sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke rentang 6,457-6,545.
Support: 6,573, 6,451
Resistance: 6,680, 6,690
UNTR - Buy on Weakness (23,700)
Menutup perdagangan pekan kemarin (22/10), UNTR ditutup terkoreksi 4% ke level 23,700. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sudah berada di akhir wave [c] dari wave 4. Hal ini berarti, meskipun terkoreksi namun kami perkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 23,000-23,700
Target Price: 25,000, 26,000
Stoploss: below 21,950
WSBP - Spec Buy (163)
WSBP ditutup flat ke level 163 pada perdagangan Jumat kemarin (22/10) dan tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, saat ini posisi WSBP sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 3 sehingga koreksi WSBP diperkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Spec Buy: 152-163
Target Price: 171, 180
Stoploss: below 151
INKP - Buy on Weakness (8,575)
Pada perdagangan Jumat kemarin (22/10), INKP ditutup terkoreksi 1,2% ke level 8,575 dan koreksinya tertahan oleh MA20-nya. Kami perkirakan, posisi INKP sedang berada di wave 2 dari wave (3), sehingga INKP masih dapat terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk BoW.
Buy on Weakness: 7,800-8,500
Target Price: 9,275, 11,000
Stoploss: below 6,800
ADHI - Buy on Weakness (1,155)
ADHI ditutup menguat 4,1% ke level 1,155 pada perdagangan Jumat kemarin (22/10). Kami perkirakan, saat ini posisi ADHI masih berada di akhir wave 4 dari wave (3), sehingga pergerakan ADHI akan terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk BoW.
Buy on Weakness: 1,025-1,125
Target Price: 1,220, 1,350
Stoploss: below 905
Disclaimer On
Rekomendasi Saham ACES, AGII, BBNI dan WSBP oleh MNC Sekuritas | 26 Agustus 2021
MNC Daily Scope Wave
26 Agustus 2021
IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,113 pada perdagangan kemarin (25/8) dan pergerakan IHSG pun masih tertahan oleh MA20-nya. Dapat diperhatikan resistance terdekat pada level 6,138, selama IHSG belum mampu break level tersebut maka IHSG rawan koreksi ke area 6,020-6,060 dan worstcase-nya bila break support 5,938 maka IHSG diperkirakan menuju 5,850-5,900. Best case, pada skenario merah, bila IHSG mampu bergerak di atas support 5,938 dan break 6,263, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave (Y).
Support: 5,938, 5,884
Resistance: 6,179, 6,263
ACES - Spec Buy (1,410)
ACES ditutup terkoreksi 1,4% ke level 1,410 pada perdagangan kemarin (25/8), koreksi ACES pun tertahan oleh MA20 dan MA60-nya. Kami perkirakan, saat ini ACES sedang berada di akhir wave (iv) dari wave [i]. Hal ini berarti, koreksi ACES sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 1,380-1,400
Target Price: 1,510, 1,640
Stoploss: below 1,340
AGII - Buy on Weakness (1,330)
Kemarin (25/8), AGII ditutup menguat 0,8% ke level 1,330. Kami perkirakan, selama AGII masih mampu bertahan di atas 1,250 sebagai level supportnya, maka posisi AGII sedang berada di awal wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, AGII berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1,275-1,320
Target Price: 1,500, 1,700
Stoploss: below 1,250
BBNI - Buy on Weakness (5,250)
BBNI ditutup terkoreksi 1,4% ke level 5,250 pada perdagangan kemarin (25/8). Kami perkirakan, posisi BBNI saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave A. Manfaatkan koreksi BBNI untuk melakukan BoW.
Buy on Weakness: 5,000-5,200
Target Price: 5,475, 5,600
Stoploss: below 4,750
WSBP - Buy on Breakout (141)
Pada perdagangan kemarin (25/8), WSBP ditutup menguat 4,4% ke level 141 dengan diikuti oleh tekanan beli yang mulai meningkat. Kami perkirakan, saat ini posisi WSBP sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 1, sehingga WSBP diperkirakan masih dapat melanjutkan penguatannya.
Buy on Breakout: 145
Target Price: 160, 180
Stoploss: below 132
Disclaimer On
Rekomendasi Saham EXCL, PNLF, WSBP dan AALI oleh MNC Sekuritas | 17 Juni 2021
MNC Daily Scope Wave
17 Juni 2021
Pada perdagangan kemarin (16/6), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 6,078, namun demikian pergerakannya masih berada di atas MA20 dan MA60-nya. Selama IHSG masih berada di atas 5,972, maka kami memperkirakan koreksi IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji area 6,030 terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan koreksinya, maka IHSG berpeluang untuk menguat dan menguji kembali area 6,130-6,200.
Support: 5,972, 5,840
Resistance: 6,230, 6,387
EXCL - Buy on Weakness (2,660)
Kemarin (16/6), EXCL ditutup menguat cukup signifikan sebesar 6,4% ke level 2,660. Dengan tertembusnya resistance di level 2,630, maka saat ini kami memperkirakan posisi EXCL sedang membentuk awal wave 3 dari wave (C). Hal ini berarti, EXCL berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 2,570-2,660
Target Price: 2,880, 3,070
Stoploss: below 2,450
PNLF - Buy on Weakness (198)
PNLF ditutup menguat 0,5% ke level 198 pada perdagangan kemarin (16/6) dan diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan saat ini PNLF sedang membentuk wave 2, yang berarti koreksi PNLF akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. Penguatan PNLF sendiri akan terkonfirmasi bila mampu menembus resistance di 202.
Buy on Weakness: 188-198
Target Price: 210, 226
Stoploss: below 181
WSBP - Buy on Weakness (174)
Pada perdagangan kemarin (16/6), WSBP ditutup terkoreksi 1,7% ke level 174. Selama WSBP tidak terkoreksi ke bawah 166, maka kami perkirakan saat ini posisi WSBP sedang berada di akhir wave 2. Hal ini berarti, koreksi WSBP akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat mmebentuk wave 3.
Buy on Weakness: 169-174
Target Price: 210, 240
Stoploss: below 166
AALI - Sell on Strength (8,400)
AALI ditutup menguat 1,2% ke level 8,400 pada perdagangan kemarin (16/6). Selama AALI belum mampu menembus resistance di 9,325, maka saat ini posisi AALI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (B). Hal ini berarti, AALI masih rawan untuk terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 7,650-8,000, level ini dapat dijadikan sebagai level buyback.
Sell on Strength: 8,450-8,650
Disclaimer On
Rekomendasi Saham AALI, INDY, INKP, PTPP dan WSBP oleh Binaartha Sekuritas | 7 Juni 2021
Binaartha Technical Research
7 Juni 2020
By M. Nafan Aji Gusta Utama
IHSG ditutup terkoreksi 0.49% di level 4916.70 pada 4 Juni 2020. Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4865.27 hingga 4778.71. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4975.54 hingga 5097.14. Berdasarkan indikator, MACD maupun RSI menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, Stochastic sudah menunjukkan pola dead cross di area overbought. Di sisi lain, terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
AALI
Daily (7875) (RoE: 7.56%; PER: 10.08x; EPS: 781.20; PBV: 0.77x; Beta: 1.59): Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham.
“Sell on strength” pada area 7875 – 8000, dengan target harga di level 7100. Resistance: 8500.
INDY
Daily (685) (RoE: -8.55%; PER: -2.59x; EPS: -264.68; PBV: 0.22; Beta: 1.85): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
“Akumulasi Beli” pada area level 650 – 690, dengan target harga secara bertahap di 725, 825, 1055 dan 1285. Support: 650 & 595.
INKP
Daily (5900) (RoE: 6.85%; PER: 8.51x; EPS: 693.46; PBV: 0.58x; Beta: 2.05): Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham.
“Sell on strength” pada area 5900 – 6300, dengan target harga di level 5650. Resistance: 6650.
PTPP
Daily (820) (RoE: 5.37%; PER: 5.53x; EPS: 150.05; PBV: 0.30x; Beta: 2.52): Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan harga saham.
“Akumulasi Beli” pada area level 775 – 820, dengan target harga secara bertahap di level 830, 955 dan 1075. Support: 775, 735 & 705.
WSBP
Daily (166) (RoE: 9.91%; PER: 5.40x; EPS: 30.54; PBV: 0.53x; Beta: 1.83): Terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.
“Akumulasi Beli” pada area level 160 – 166, dengan target harga secara bertahap di level 169, 183 dan 196. Support: 160, 155 & 142.
(Disclaimer on)
Rekomendasi Saham BBRI, WSBP, ELSA dan ISAT oleh MNC Sekuritas | 27 Mei 2021
MNC Daily Scope Wave
27 Mei 2021
Pada perdagangan kemarin (25/5), IHSG ditutup menguat 0,9% ke level 5,815. Posisi IHSG sedang membentuk wave [v] dari wave C, meskipun menguat namun akan cenderung terbatas untuk menguji rentang 5,840-5,870. Tetap waspadai 5,735 sebagai support IHSG, bila IHSG terkoreksi agresif ke bawah level tersebut, maka IHSG akan mengarah ke 5,600-5,700.
Support: 5,735, 5,563
Resistance: 6,033, 6,113
BBRI - Buy on Weakness (4,060)
BBRI ditutup menguat 0,5% ke level 4,060 pada perdagangan kemarin (25/5). Kami perkirakan, saat ini posisi BBRI sedang membentuk wave [ii], sehingga meskipun terkoreksi akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. Skenario ini akan berlaku selama BBRI tidak turun ke bawah 3,820.
Buy on Weakness: 3,950-4,040
Target Price: 4,200, 4,400
Stoploss: below 3,820
WSBP - Buy on Weakness (177)
Pada perdagangan kemarin (25/5), WSBP ditutup menguat cukup signifikan sebesar 4,1% ke level 177. Kami memperkirakan, posisi WSBP saat ini sudah berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Hal ini berarti, selama tidak menembus 148 sebagai level supportnya, maka koreksi WSBP akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 158-170
Target Price: 184, 230
Stoploss: below 148
ELSA - Buy on Weakness (304)
ELSA ditutup menguat 3,4% ke level 304 pada perdagangan kemarin (25/5). Kami memperkirakan, posisi ELSA saat ini sudah berada di akhir dari wave (Y) dari wave [B]. Hal ini berarti, koreksi ELSA sudah cenderung terbatas dan berpeluang untuk menguat.
Buy on Weakness: 280-300
Target Price: 324, 370
Stoploss: below 268
ISAT - Sell on Strength (6,400)
Kemarin (25/5), ISAT ditutup menguat 1,6% ke level 6,400. Posisi ISAT saat ini diperkirakan sedang membentuk wave B dari wave (A), selama ISAT belum mampu menembus resistance di 7,300, maka penguatan ISAT akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave C. Adapun rentang koreksi ISAT berada pada 5,000-5,500 dan terkonfirmasi bila ISAT terkoreksi ke bawah 5,825.
Sell on Strength: 6,500-7,000
Disclaimer On
Rekomendasi Saham UNTR, TINS, INKP dan WSBP oleh MNC Sekuritas | 6 April 2021
MNC Daily Scope Wave
6 April 2021
IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,7% ke level 5,970 dan mulai muncul tekanan jual di IHSG kemarin (5/4). Pergerakan IHSG kemarin pun sudah mengenai target penguatan minimal kami di 6,050, selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,892, maka koreksi IHSG akan relatif terbatas untuk menguji area 5,930-5,950. Tetap waspadai support di 5,892 dan 5,735, apabila IHSG menembus area tersebut maka skenario terburuk IHSG akan menuju ke area 5,600.
Support: 5,892, 5,735
Resistance: 6,230, 6,390
UNTR - Buy on Weakness (22,200)
UNTR ditutup menguat tipis sebesar 0,1% di level 22,200 pada perdagangan kemarin (5/4). Kami memperkirakan, saat ini pergerakan UNTR sedang berada di awal wave B dari wave (B). Meskipun terkoreksi, maka koreksi UNTR kami perkirakan akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: 21,500-22,200
Target Price: 23,400, 25,000
Stoploss: below 21,000
TINS - Buy on Weakness (1,515)
TINS ditutup terkoreksi cukup signifikan, sebesar 4,4% ke level 1,515. Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (A). Hal tersebut berarti, koreksi TINS akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.
Buy on Weakness: 1,400-1,500
Target Price: 1,700, 2,000
Stoploss: below 1,385
INKP - Buy on Weakness (10,475)
Pada perdagangan kemarin (5/4), INKP ditutup terkoreksi 1,4% ke level 10,475. Saat ini, posisi INKP kami perkirakan berada pada akhir dari wave [v] dari wave A. Hal ini berarti, koreksi INKP akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.
Buy on Weakness: 9,750-10,200
Target Price: 12,000, 13,500
Stoploss: below 9,300
WSBP - Sell on Strength (198)
WSBP ditutup terkoreksi signifikan, sebesar 6,6% ke level 198 pada perdagangan kemarin (5/4). Kami perkirakan saat ini WSBP sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C, sehingga WSBP berpeluang menguat untuk membentuk wave [iv] terlebih dahulu. Manfaatkan rebound WSBP ini sebagai area SoS, karena kami perkirakan WSBP masih berpotensi kembali koreksi untuk membentuk wave [v] dari wave C ke rentang 180-190.
Sell on Strength: 200-222
Disclaimer On
.png)
%20Logo.jpeg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





