Tampilkan postingan dengan label Saham WSBP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham WSBP. Tampilkan semua postingan

Pefindo Tegaskan Peringkat idB Untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)


PEFINDO memberikan peringkat idB untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan Obligasi yang masih beredar. Prospek peringkat perusahaan adalah stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi WSBP yang mapan di industri pracetak, namun dibatasi oleh profil keuangan yang lemah dan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi makro.

Kami dapat menaikkan peringkat jika WSBP berhasil menjalankan transformasi bisnis yang ditunjukkan dari perbaikan manajemen operasional dan arus kas, serta mampu memenuhi kewajiban keuangan yang terjadwal berdasarkan perjanjian homologasi.

Sebaliknya, kami dapat menurunkan peringkat jika kinerja operasionalnya menurun dibandingkan proyeksi Perusahaan dan semakin memperburuk arus kasnya untuk memenuhi kewajiban keuangannya.

PT Waskita Beton Precast Tbk merupakan perusahaan pracetak yang didirikan pada tahun 2014, sebelumnya merupakan divisi pracetak PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang bergerak di bidang industri pembuatan beton readymix dan pracetak.

WSBP didukung oleh sembilan pabrik precast dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 3,7 juta ton. Per 30 Juni 2023, pemegang saham WSBP adalah WSKT (59,9%), publik dan treasury (40,0%), dan Koperasi Waskita (0,1%). (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Optimalkan Pendapatan, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Jajaki Bisnis Sewa Alat


Vice President of Corporate Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Fandy Dewanto mengatakan perseroan menjajaki bisnis sewa alat konstruksi sebagai upaya mengoptimalkan pendapatan usaha.

"Jumlah aset peralatan yang dimiliki WSBP saat ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perolehan pendapatan perusahaan di semester II-2023," ujar Fandy sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Melihat peluang bisnis sewa alat ke pihak eksternal, Ia menyebut perseroan memanfaatkan Workshop Cikopo di Jawa Barat untuk memberikan layanan yang berfokus pada perbaikan alat berat dan menawarkan jasa sewa, seperti truck mixer, batching plant, wheel loader, genset, dan excavator.

Workshop tersebut didukung oleh mekanik-mekanik yang andal dan kompeten pada bidangnya, sehingga dapat memperbaiki alat menjadi ready for use dengan optimal.

Selain itu, workshop juga mempersiapkan alat untuk kebutuhan proyek Waskita Group maupun sewa alat eksternal, yang mana kebutuhan alat tersebut disuplai dari workshop untuk unit produksi yang baru berdiri maupun unit produksi existing yang membutuhkan tambahan alat berat.

Selama semester I-2023, sebanyak 46 unit truck mixer sudah dikerahkan dan beroperasional dalam layanan sewa alat perseroan.

"Ke depan, kami menargetkan layanan sewa alat dapat menarik lebih banyak minat pasar eksternal dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mengingat saat ini pemerintah sedang menggencarkan pembangunan dalam negeri dengan proyek yang fundamental seperti proyek Ibu Kota Nusantara," ujar Fandy. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Dipercaya Suplai Precast Proyek Tol Pasuruan-probolinggo Seksi 4


Perusahaan BUMN bidang konstruksi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dipercaya untuk pertama kali menyuplai produk precast yaitu Sistem Perkerasan Rigid Waskita Precast (SPRigWP) untuk Proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Seksi 4.

Vice President of Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, menjelaskan sebanyak 70 panel SPRigWP disuplai untuk bagian jalan sepanjang 120 meter dan lebar 11,7 meter pada jalan tol yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

"Suplai ini sebagai bentuk kontribusi kami untuk mendukung keberhasilan pembangunan PSN pemerintah. Ini suplai pertama kami untuk proyek jalan tol, apalagi ini merupakan tol besar yang termasuk dalam Trans Jawa milik PT Transjawa Paspro Jalan Tol," ujar Fandy.

Pihaknya menyebut saat ini progress produksi sudah mencapai 100 persen dan akan dikirimkan bertahap ke proyek, serta ditargetkan proses suplai dan instalasi produk hingga proses grouting selesai sekitar akhir Mei 2023.

"Saat ini sudah terpasang 49 panel, sisa 21 panel. Target kami akan selesai proses pemasangan pada 22 Mei ini," ujar Fandy.

Dia menyebut produk inovasi WSBP ini menjadi solusi untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan secara cepat dan efisien,yang mana jalan langsung bisa digunakan 3 - 4 jam setelah pemasangan dan pelaksanaan rangkaian uji coba.

"Proses pemasangan dilakukan dengan nyaman tanpa menutup jalan, yaitu dengan metode pemasangan per lajur sehingga lalu lintas dapat tetap diakses masyarakat selama pemasangan dan uji coba berlangsung," ujar Fandy. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Ungkap Tiga Fokus Strategi Untuk Tahun 2023


PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengungkapkan tiga fokus strateginya untuk tahun 2023 dan jangka panjang.

"Fokus strategi WSBP pada tahun ini dan jangka panjang, pertama adalah fokus pada Operational Excellence. Di sini kita berupaya meningkatkan cost leadership dan operasi yang ramping, meningkatkan kondisi likuiditas, memperbaiki rasio cash conversion cycle," ujar Director of Finance and Risk Management WSBP Asep Mudzakir di Jakarta, Senin.

Menurut Asep, kalau melihat pada fokus pertama ini, kira-kira kesimpulannya adalah bagaimana berbisnis yang menghasilkan keuntungan dan juga keuntungan itu likuid.

Fokus strategi kedua WSBP adalah fokus pada Business Nourishment dengan memperkuat daya saing dan meningkatkan pangsa pasar, melakukan divestasi dan/atau kemitraan strategis untuk meningkatkan produktifitas semua asset perusahaan, memperkuat brand image WSBP.

"Poin besarnya di sini adalah bagaimana WSBP dapat mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki baik itu aset yang tangible maupun intangible," kata Asep.

Fokus strategi ketiga adalah fokus pada Teknologi dan Digitalisasi melalui peningkatan investasi pada riset dan pengembangan, digitalisasi 90 persen proses bisnis, dan menerapkan manajemen data terintegrasi. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Waskita Beton Precast (WSBP) Ungkap Strategi Pertahankan Performa


PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengungkapkan strategi untuk mempertahankan performa setelah pembukaan suspensi saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Terkait dengan upaya yang dilakukan WSBP dalam mempertahankan performa. Pertama, kami komitmen dengan perjanjian homologasi yang sudah disepakati," ujar Direktur Finance & Risk Management WSBP Asep Mudzakir dalam Public Expose insidentil secara daring di Jakarta, Rabu.

Asep menambahkan bahwa hal ini sebagai bukti bahwa WSBP memiliki going concern sebagai perusahaan yang baru menyelesaikan restrukturisasi.

WSBP juga menyusun program transformasi bisnis, di mana dalam program transformasi tersebut mencakup seluruh bidang baik operasional, keuangan, teknologi informasi, human capital atau sumber daya manusia, dan pemasaran untuk lima tahun ke depan.

"Kalau program ini bisa berjalan lancar, komitmen dalam homologasi ini bisa diselesaikan plus WSBP dapat meningkatkan produktivitas serta parameter-parameter keuangan yang lebih sehat pada masa mendatang," kata Asep.

Dia menjelaskan, syarat untuk dibukanya suspensi saham setelah WSBP beraudiensi dengan Bursa Efek Indonesia terdapat dua syarat. Pertama adalah ditandatanganinya perjanjian perwaliamanatan , dan kedua adalah Public Expose insidentil.

"Kedua hal tersebut sudah kita lakukan dan kami nanti akan menyampaikan bukti dokumen pelaksanaan kedua hal tersebut kepada BEI," katanya. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Waskita Beton Precast Suplai Produk Untuk Proyek IKN Nusantara


PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah memulai suplai produk perdananya untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara di Penajam, Kalimantan Timur sejak akhir Januari 2023.

"Kami merupakan anak perusahaan BUMN Karya yang pertama untuk menyuplai beton readymix di IKN dengan kapasitas 90 m3/jam," ujar Director of Operations WSBP Sugiharto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Sebagai perusahaan manufaktur beton precast dan readymix dengan banyak inovasi produk ini, WSBP terpilih dalam menyuplai produk readymix (Mutu Fc 10-Fc 50 dan Fs 45) untuk proyek pembangunan Istana Presiden, pembangunan jalan kerja/logistik IKN I, dan Lingkar Sepaku Segmen 4.

"Kami menargetkan penyelesaian suplai pada Mei 2023," kata Sugiharto.

Untuk mendukung target percepatan penyelesaian tersebut, WSBP mengerahkan produksi readymix berkualitas dari Batching Plant (BP) Sepaku dengan volume produksi 4.157 m3 dan masih akan terus bertambah.

Hingga saat ini progress suplai readymix untuk proyek pembangunan Istana Presiden, pembangunan jalan kerja/logistik IKN l, dan Lingkar Sepaku Segmen 4 telah dilakukan secara bertahap.

"WSBP yakin dengan produk readymix yang telah teruji dan bermutu tinggi akan menghasilkan bangunan yang kokoh dan tahan lama," ujar Sugiharto. (end/ant)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pefindo Naikkan Peringkat PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Di IdB.

PEFINDO menaikkan peringkat PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan Obligasi Berkelanjutan I/2019 menjadi idB dari idD. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil.

Tindakan ini menindaklanjuti telah berlaku efektifnya perjanjian homologasi antara WSBP dan krediturnya sejak tanggal 20 September 2022, yang disebutkan dalam Salinan Putusan Kasasi yang mana pemberitahuan dan penyampaian Salinan Putusan Kasasi tersebut diterima oleh WSBP pada tanggal 5 Januari 2023.

Perusahaan telah mencadangkan dana yang akan digunakan untuk pembayaran kewajiban keuangan yang dijadwalkan pada bulan Maret 2023.

Peringkat tersebut mencerminkan pandangan kami tentang posisi WSBP yang mapan di industri pracetak. Peringkat tersebut dibatasi oleh profil keuangan yang sangat lemah dan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi makro.

Kami dapat menaikkan peringkat jika WSBP mampu memenuhi kewajiban keuangan yang terjadwal berdasarkan perjanjian homologasi secara berkelanjutan sambil memperbaiki manajemen operasi dan menghasilkan arus kas yang memadai.

Sebaliknya, kami dapat menurunkan peringkat jika kinerja operasinya menurun dibandingkan Perusahaan dan semakin memperburuk arus kasnya untuk memenuhi kewajiban keuangannya.

PT Waskita Beton Precast Tbk merupakan perusahaan pracetak yang didirikan pada tahun 2014. Sebelumnya merupakan divisi pracetak PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang bergerak di bidang industri pembuatan beton readymix dan pracetak.

WSBP didukung oleh sembilan pabrik precast dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 3,7 juta ton. Per 30 Juni 2022, pemegang saham WSBP adalah WSKT (59,9%), publik (40,0%), dan Koperasi Waskita (0,1%). (end)

Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Harapan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Agar Suspensi Saham Dibuka


PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis suspensi saham perseroan dapat segera dibuka dan diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Beton Precast Tbk, Asep Mudzakir mengatakan, perseroan telah menempuh berbagai strategi untuk memenuhi ketentuan Bursa dalam rangka pencabutan suspensi.

Terhitung sejak 31 Januari 2022, perdagangan saham WSBP dihentikan sementara (suspensi) oleh Bursa. Harga saham penutupan yaitu Rp 95 lembar saham. Sejak saat itu, berbagai strategi perbaikan pun dilakukan untuk memenuhi persyaratan lain yang dibutuhkan agar membuat proses pembukaan suspensi saham WSBP dapat berjalan lebih cepat.

"Kami melakukan diskusi rutin bersama para Pemegang Obligasi atas Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I dan Tahap II Tahun 2019 dan melakukan koordinasi lanjutan dengan regulator terkait,” kata Asep dalam keterangan resmi, Jumat (13/1/2023).

Sebelumya, Bursa telah mengungkapkan mengenai syarat pembukaan suspensi saham perusahaan terbuka. Pertama, perusahaan tersebut harus memiliki perjanjian perdamaian yang telah berkekuatan hukum tetap disertai dengan salinan putusan persidangan telah diterima oleh perusahaan terbuka. Kedua, seluruh penyebab suspensi saham telah terpenuhi.

"Salah satu persyaratan pencabutan suspensi saham telah terpenuhi, di mana kami telah menerima salinan putusan. Hal itu menjadi salah satu hal yang positif bagi WSBP,” imbuh Asep.

Syarat lainnya, yakni perusahaan telah menyelesaikan restrukturisasi efek bersifat utang atau sukuk (EBUS) yang tercatat dalam IDX dengan target memperoleh persetujuan melalui RUPO pada kuartal I 2023. Keempat, perusahaan diwajibkan melakukan public expose insidentil.

Asep berharap suspensi saham WSBP dapat segera dibuka dan WSBP dapat Kembali melantai lagi di Bursa Efek Indonesia.

Seiring berjalannya pemenuhan proses pencabutan suspensi saham, pada 2023, Waskita Beton Precast terus fokus melakukan perbaikan dari sisi kinerja di antaranya meningkatkan pangsa pasar eksternal, melakukan efisiensi beban usaha, dan melakukan penguatan pada sisi tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Konversi Utang, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Siap Lakukan Private Placement


PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau biasa disebut dengan Private Placement.

PMTHMETD akan dilakukan untuk konversi utang para kreditur Perseroan. Rencananya, Perseroan akan melakukan PMTHMETD untuk mengonversi utang para kreditur Perseroan menjadi ekuitas Perusahaan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 32.715.232.945 lembar saham biasa berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perdamaian.

"Dalam PMTHMETD, Perseroan akan mengonversi nilai utang kreditur Perseroan sebesar Rp1.434.139.178.942 menjadi ekuitas Perseroan dengan sebanyak-banyaknya 32.715.232.945 lembar saham biasa." tulis Manajemen WSBP, dalam prospektus ringkasnya, selasa (8/11).

Selain dengan pelaksanaan konversi utang melalui PMTHMETD, Perseroan juga akan melakukan konversi atas utang kreditur menjadi obligasi wajib konversi. Sehubungan dengan itu, Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada tanggal 14 Desember 2022. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

WASKITA BETON BIDIK PROYEK SEKTOR PENDIDIKAN DAN HUNIAN DI IKN.




PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membidik proyek bangunan di sektor pendidikan dan hunian di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sejalan dengan produk prefabricated building yang dikembangkan perusahaan ini.

"Saat ini, kami sedang membidik proyek bangunan seperti bangunan di sektor pendidikan dan bangunan hunian baru di IKN Nusantara," kata Direktur Utama WSBP Poerbayu Ratsunu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dikenal sebagai perusahaan manufaktur precast dan readymix yang banyak menyuplai produk untuk mayoritas proyek infrastruktur di Indonesia, Waskita Beton Precast juga terus berinovasi dengan mengembangkan produk prefabricated building untuk pembangunan hunian, baik rumah tapak maupun hunian vertikal.

WSBP pun telah melakukan Penandatangan Kerja Sama Strategis Research & Development Prefabricated Building Hunian Rumah & Apartemen dengan PT Waskita Karya Realty (WSKR) di Jakarta, Rabu (2/2). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama WSBP Poerbayu dan President Director WSKR Ery Prananto.

Kedua anak usaha PT Waskita Karya Tbk itu sepakat untuk mempersiapkan dan melaksanakan kerja sama kemitraan strategis research & development prefabricated building hunian rumah dan apartemen melalui pemanfaatan produk, sumber daya, pengalaman dan kapasitas sesuai kegiatan usaha masing-masing.

"Ini merupakan kerja sama yang baik sebagai sesama anak perusahaan dari Waskita Karya. Nantinya proyek gedung WSKR akan menggunakan produk prefabricated building milik WSBP. Bangunan dengan menggunakan prefabricated building menjadi alternatif hunian di masa depan," ujarnya.

Bangunan dengan menggunakan prefabricated building sendiri adalah gedung yang dibangun secara prefabrikasi (off site construction) dan terdiri dari beberapa komponen bangunan atau disebut modul. Produk prefabricated building ini berbahan material beton precast yang sangat tepat untuk tipe bangunan tinggi.

Metode ini juga mendukung perusahaan manufaktur untuk bertransformasi digital secara penuh dan meningkatkan kualitas produknya.

Adapun keunggulan produk prefabricated building yang sedang dikembangkan WSBP ialah ringan, tidak memerlukan alat berat, material mudah didapat, tahan gempa, dan memiliki harga yang kompetitif di pasar.

Lebih lanjut, Poerbayu menyatakan bahwa prospek prefabricated building WSBP sangat menjanjikan karena sistem precast sangat diperlukan dalam upaya percepatan pemenuhan kebutuhan pembangunan rumah dan apartemen.

Hal itu pun dinilai sejalan dengan target 70 persen rumah tangga yang menghuni rumah layak atau sebanyak 11 juta rumah tangga dalam RPJMN 2020-2024.

"Kami ingin mendukung program pemerintah dalam pembangunan perumahan layak huni bagi masyarakat," imbuh Poerbayu. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Ini Alasan Waskita Beton (WSBP) Optimistis Target Kontrak Baru di 2021 Terlampaui



PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) optimistis bisa mendongkrak kinerja pemasaran dengan menumbuhkan raihan kontrak baru. Untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini pun menjajaki potensi pasar di luar negeri.

Direktur Utama Waskita Beton Precast FX Purbayu Ratsunu membeberkan, WSBP mengestimasikan raihan kontrak anyar yang lebih tinggi ketimbang realisasi tahun lalu, maupun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2021.

Sebagai gambaran, WSBP mencetak kontrak baru senilai Rp 1,87 triliun pada 2020. Sedangkan realisasi kontrak anyar WSBP per November 2021 sudah mencapai Rp 1,75 triliun.

Kontrak baru yang diraih WSBP dalam 11 bulan ini berasal dari Waskita Karya Group dengan porsi 78%, dan 22% dari pasar eksternal. Berdasarkan pekerjaannya, segmentasi precast menyumbang 40%, jasa konstruksi 33% dan readymix sebanyak 26%.

Purbayu memproyeksikan, raihan kontrak baru WSBP hingga akhir 2021 bisa mencapai Rp 2,75 triliun, lebih tinggi dari target RKAP 2021 yang sebesar Rp 2,6 triliun.

"Jadi secara kontrak baru, dari 2020 kami sudah melewati. Bahkan untuk rencana internal kami pun, sudah terlampaui," ujar Purbayu dalam paparan publik virtual yang digelar Kamis (30/12).

Dia melanjutkan, WSBP turut menggarap beberapa proyek infrastruktur yang prestisius, seperti Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Cilincing, RDMP RU V Balikpapan, hingga proyek di luar negeri yakni di pelabuhan Thilawa Shipyard Myanmar.

Jajaki Pasar Luar Negeri

Selain di Myanmar, WSBP pun menjajaki potensi pasar luar negeri lainnya melalui kolaborasi dengan Divisi Overseas dari Waskita Karya sebagai induk usaha. "Untuk mengembangkan pasar-pasar kami ke overseas. Ada beberapa negara di Afrika yang sedang kami sasar, yang akan kami umumkan segera," ungkap Purbayu.

Meski belum merinci, tapi Purbayu meyakini bahwa WSBP bisa menjaga tren pertumbuhan kontrak baru pada tahun depan. Apalagi setelah Waskita Karya mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,9 triliun, yang dilanjutkan menggelar rights issue sehingga total dana yang akan didapat mencapai sekitar Rp 12 triliun.

"Kalau kami menyasar proyek-proyek PMN-nya Waskita, tentunya rasa optimisme kami menjadi semakin besar. Kami kira untuk 2022 dalam penambahan kontrak baru dan revenue kami optimis untuk meraih itu semua," tandas Purbayu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Beton Precast Asep Mudzakir menyampaikan bahwa terkait dengan belanja modal (capex), pada tahun ini WSBP mengalokasikan sekitar Rp 50 miliar. Capex tersebut dipakai untuk kebutuhan peralatan dalam proses produksi selama 2021.

"Angkanya minim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena memang kami melakukan prioritas, sehingga tidak membebankan secara cash flow," sebut Asep.

Sedangkan untuk tahun depan, WSBP berencana mengalokasikan capex sekitar Rp 150 miliar. Anggaran belanja ini sejalan dengan rencana divestasi. Dana hasil divestasi itu akan diprioritaskan untuk menambah capex di sejumlah plant yang memiliki nilai kompetensi produksi dan harga yang lebih kompetitif.

"Sehingga dengan melakukan penambahan capex di situ, dari margin nanti akan lebih kompetitif pada saat ditawarkan kepada kustomer atau market," pungkas Asep.


sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Waskita Beton (WSBP) Optimistis Restrukturisasi Utang Kelar di Semester I-2022



PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus berupaya memulihkan kinerja keuangannya. Meski beberapa kali dihadapkan pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), WSBP pun optimistis restrukturisasi keuangan bisa tercapai sesuai rencana.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Beton Precast Asep Mudzakir, mengungkapkan bahwa proses PKPU yang bergulir erat kaitannya dengan proses restrukturisasi yang sedang gencar dilakukan. WSBP pun sedang intensif berdiskusi dengan para lenders dan vendor untuk mencapai suatu kesepakatan, yang ditargetkan akan rampung pada periode semester pertama tahun depan.

"Proses negosiasi memerlukan waktu, namun kami cukup optimistis restrukturisasi ini  dapat diselesaikan pada semester I-2022, bahkan harapannya di kuartbisa selesai. Setelah kesepakatan dengan para kreditur, nanti WSBP akan memiliki fleksibilitas cash flow yang lebih, sehingga dapat melakukan pembayaran kewajiban kepada vendor," ungkap Asep dalam paparan publik virtual yang digelar Kamis (30/12).

Dia menambahkan, proses restrukturisasi keuangan WSBP dilakukan melalui mekanisme master restructuring agreement.  Asep membeberkan, total kewajiban WSBP mencapai Rp 8,88 triliun yang terdiri dari utang bank senilai Rp 3,94 triliun, vendor sebesar Rp 2,91 triliun, obligasi senilai Rp 2 triliun dan deferred interest sebesar Rp 33,8 miliar.

"Sedang dinegosiasikan tenor pembayarannya. Dengan adanya proses restrukturisasi kami akan upayakan untuk rescheduling pembayaran," ujar Asep.

Pembayaran kewajiban WSBP berasal dari dua sumber, yakni aset lancar yang meliputi piutang usaha dan tagihan bruto, divestasi aset tetap, serta opsi debt to asset swap. Selanjutnya, sisa utang akan dilunasi dari future EBITDA yang merupakan hasil dari kinerja operasional perusahaan ke depan

"Restrukturisasi keuangan ini tujuannya mendapatkan skema yang fit dengan cash flow perusahaan serta dapat menjaga going-concern yang selanjutnya akan dituangkan di dalam master restructuring agreement yang akan disepakati seluruh kreditur," jelas Asep.

Sebagai informasi, restrukturisasi keuangan ini merupakan salah satu dari tiga strategi utama WSBP dalam menjalankan pemulihan kondisi fundamental perusahaan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Adapun dua strategi lainnya meliputi transformasi bisnis, serta tata kelola & manajemen risiko.

Dalam menjalankan strategi bisnis, ada tiga pilar penyempurnaan fundamental yang dikerjakan WSBP. Meliputi portofolio & inovasi, lean & digital dan liquidity management. Beberapa program yang dijalankan antara lain: Pertama, bidding booster dengan meningkatkan pendapatan dari pelanggan baru atau eksternal.

Kedua, pengembangan produk baru dengan orientasi pasar yang selektif baik di BUMN maupun swasta. Ketiga, ekspansi pasar internasional seperti yang dilakukan WSBP di proyek pelabuhan Thilawa Shipyard Myanmar. Keempat, procurement booster dengan mengurangi biaya material dan kontrak jasa.

Kelima, peningkatan utilisasi aset. Keenam, divestasi atas kelebihan kapasitas produksi seperti mengurangi jumlah precast plant. Ketujuh, optimalisasi belanja modal dengan mengidentifikasi dan menerapkan solusi alternatif tanpa mempengaruhi kinerja operasional maupun kualitas produk.

Sedangkan untuk strategi penguatan tata kelola dan manajemen risiko, WSBP akan meningkatkan kehati-hatian dalam pengelolaan perusahaan. Strategi ini bertumpu pada empat hal, yakni penguatan fungsi manajemen risiko di level direksi, penerapan 3 lines of defense, penguatan prinsip 4 eyes principles, serta adanya peran dari komite manufaktur dan investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Waskita Beton Precast FX Purbayu Ratsunu mengakui bahwa proses pemulihan perusahaan membutuhkan waktu. Namun Purbayu optimistis WSBP bisa segera merampungkan proses restrukturisasi utang dan penyehatan perusahaan.

"Program-program strategis dari restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis akan menjadi fokus krusial dari kebangkitan WSBP. Saya menekankan, manajemen berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Kami percaya perusahaan ini memiliki prospek yang lebih baik dari potensial infrastruktur yang masih sangat besar," tandas Purbayu.

Merujuk pemberitaan Insight.kontan.co.id, untuk keenam kalinya, WSBP telah dimohonkan PKPU. Terbaru, oleh Magdalena Yohan Heryadi yang mendaftarkan permohonan PKPU atas WSBP pada 23 Desember 2021 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sejauh ini WSBP telah lima kali lolos dari jerat PKPU. Pada permohonan PKPU ke-5 terhadap WSBP, Tatchi Engineering Indonesia sebagai pemohon telah mencabut permohonan atas WSBP yang sidangnya berakhir 22 Desember 2021.


sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Rekomendasi Saham WIKA, WTON dan WSBP oleh MiraeAsset | 11 November 2021



MIRAE ASSET
11 November 2021


IHSG Daily, 6,683.15 (+0.20%), Consolidation. Trading range 6,647 – 6,702. Kenaikan indikator MFI optimized dan kenaikan indikator RSI  optimized masih terlihat namun mulai terbatas. Pada periode weekly terlihat kenaikan indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih terlihat. Daily support di 6,647 dan daily resistance di 6,702. Cut loss level di 6,590.

WIKA Daily, 1,330 (+1.92%), sell on strength,  trading range 1,310 – 1,360. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 1,310 dan daily resistance di 1,360 Cut loss level di 1,270.

WTON Daily, 286 (+1.42%), sell on strength, trading range 284 – 292. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik lebih lanjut. Daily support di 284 dan daily resistance di 292. Cut loss level di 278.

WSBP Daily, 162 (+1.89%), sell on strength, trading range 160 – 166. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak naik. Perkiraan daily support di 160 dan daily resistance terdekat di 166. Cut loss level di 154.

Disclaimer



Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online


Rekomendasi Saham ASII, MEDC, WSBP dan WMUU oleh MNC SEKURITAS | 11 November 2021



MNCS Daily Scope Wave 
11 November 2021

Kemarin (10/11), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,683. Kami perkirakan, pergerakan IHSG saat ini sudah berada di wave (iii) dari wave [v] dari wave A sehingga penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji resistance 6,687 dan rawan terkoreksi ke 6,600-6,630 untuk membentuk wave (iv). Selama IHSG masih mampu berada di atas 6,550 dan 6,480, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali.

Support: 6,550, 6,480

Resistance: 6,687, 6,750


ASII - Buy on Weakness

ASII ditutup menguat signifikan sebesar 5,6% ke level 6,175 pada perdagangan kemarin (10/11), pergerakan ASII pun sudah menembus MA20-nya. Kami perkirakan, saat ini posisi ASII sedang berada di wave [iii] dari wave 5, sehingga ASII berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 6,050-6,175

Target Price: 6,450, 6,700

Stoploss: below 5,850


MEDC - Buy on Weakness

Kemarin (10/11), MEDC ditutup menguat 1,8% ke level 565. Posisi MEDC saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3, hal tersebut berarti pergerakan MEDC berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 545-565

Target Price: 605, 650

Stoploss: below 540


WSBP - Buy on Weakness

Pada perdagangan kemarin (10/11), WSBP ditutup menguat 1,9% ke level 162 diiringi dengan adanya peningkatan tekanan beli. Kami perkirakan posisi WSBP saat ini sedang membentuk awal wave (iii) dari wave [v] dari wave 3, sehingga WSBP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 157-162

Target Price: 170, 180

Stoploss: below 151


WMUU - Spec Buy

WMUU ditutup cenderung terkoreksi ke level 188 pada perdagangan kemarin (10/11). Kami memperkirakan, posisi WMUU saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave C, dimana WMUU akan terkoreksi terlebih dahulu dan berpeluang berbalik menguat kembali.

Spec Buy: 182-186

Target Price: 196, 210

Stoploss: below 175

Disclaimer On




Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham UNTR, WSBP, INKP dan ADHI oleh MNC Sekuritas | 25 Oktober 2021


MNC Daily Scope Wave

25 Oktober 2021

Menutup perdagangan pekan kemarin (22/10), IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6,643 meskipun tertahan oleh MA5-nya. Selama IHSG belum mampu break resistance di 6,687, kami perkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [iv] sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke rentang 6,457-6,545.

Support: 6,573, 6,451

Resistance: 6,680, 6,690

UNTR - Buy on Weakness (23,700)

Menutup perdagangan pekan kemarin (22/10), UNTR ditutup terkoreksi 4% ke level 23,700. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sudah berada di akhir wave [c] dari wave 4. Hal ini berarti, meskipun terkoreksi namun kami perkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 23,000-23,700

Target Price: 25,000, 26,000

Stoploss: below 21,950

WSBP - Spec Buy (163)

WSBP ditutup flat ke level 163 pada perdagangan Jumat kemarin (22/10) dan tertahan oleh MA20-nya. Kami memperkirakan, saat ini posisi WSBP sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 3 sehingga koreksi WSBP diperkirakan sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 152-163

Target Price: 171, 180

Stoploss: below 151

INKP - Buy on Weakness (8,575)

Pada perdagangan Jumat kemarin (22/10), INKP ditutup terkoreksi 1,2% ke level 8,575 dan koreksinya tertahan oleh MA20-nya. Kami perkirakan, posisi INKP sedang berada di wave 2 dari wave (3), sehingga INKP masih dapat terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk BoW.

Buy on Weakness: 7,800-8,500

Target Price: 9,275, 11,000

Stoploss: below 6,800

ADHI - Buy on Weakness (1,155)

ADHI ditutup menguat 4,1% ke level 1,155 pada perdagangan Jumat kemarin (22/10). Kami perkirakan, saat ini posisi ADHI masih berada di akhir wave 4 dari wave (3), sehingga pergerakan ADHI akan terkoreksi terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk BoW.

Buy on Weakness: 1,025-1,125

Target Price: 1,220, 1,350

Stoploss: below 905

Disclaimer On


Rekomendasi Saham ACES, AGII, BBNI dan WSBP oleh MNC Sekuritas | 26 Agustus 2021


MNC Daily Scope Wave

26 Agustus 2021

IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6,113 pada perdagangan kemarin (25/8) dan pergerakan IHSG pun masih tertahan oleh MA20-nya. Dapat diperhatikan resistance terdekat pada level 6,138, selama IHSG belum mampu break level tersebut maka IHSG rawan koreksi ke area 6,020-6,060 dan worstcase-nya bila break support 5,938 maka IHSG diperkirakan menuju 5,850-5,900. Best case, pada skenario merah, bila IHSG mampu bergerak di atas support 5,938 dan break 6,263, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave (Y).

Support: 5,938, 5,884

Resistance: 6,179, 6,263

ACES - Spec Buy (1,410)

ACES ditutup terkoreksi 1,4% ke level 1,410 pada perdagangan kemarin (25/8), koreksi ACES pun tertahan oleh MA20 dan MA60-nya. Kami perkirakan, saat ini ACES sedang berada di akhir wave (iv) dari wave [i]. Hal ini berarti, koreksi ACES sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,380-1,400

Target Price: 1,510, 1,640

Stoploss: below 1,340

AGII - Buy on Weakness (1,330)

Kemarin (25/8), AGII ditutup menguat 0,8% ke level 1,330. Kami perkirakan, selama AGII masih mampu bertahan di atas 1,250 sebagai level supportnya, maka posisi AGII sedang berada di awal wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, AGII berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,275-1,320

Target Price: 1,500, 1,700

Stoploss: below 1,250

BBNI - Buy on Weakness (5,250)

BBNI ditutup terkoreksi 1,4% ke level 5,250 pada perdagangan kemarin (25/8). Kami perkirakan, posisi BBNI saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave A. Manfaatkan koreksi BBNI untuk melakukan BoW.

Buy on Weakness: 5,000-5,200

Target Price: 5,475, 5,600

Stoploss: below 4,750

WSBP - Buy on Breakout (141)

Pada perdagangan kemarin (25/8), WSBP ditutup menguat 4,4% ke level 141 dengan diikuti oleh tekanan beli yang mulai meningkat. Kami perkirakan, saat ini posisi WSBP sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 1, sehingga WSBP diperkirakan masih dapat melanjutkan penguatannya.

Buy on Breakout: 145

Target Price: 160, 180

Stoploss: below 132

Disclaimer On


Rekomendasi Saham EXCL, PNLF, WSBP dan AALI oleh MNC Sekuritas | 17 Juni 2021


MNC Daily Scope Wave

17 Juni 2021

Pada perdagangan kemarin (16/6), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 6,078, namun demikian pergerakannya masih berada di atas MA20 dan MA60-nya. Selama IHSG masih berada di atas 5,972, maka kami memperkirakan koreksi IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji area 6,030 terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan koreksinya, maka IHSG berpeluang untuk menguat dan menguji kembali area 6,130-6,200.

Support: 5,972, 5,840

Resistance: 6,230, 6,387

EXCL - Buy on Weakness (2,660)

Kemarin (16/6), EXCL ditutup menguat cukup signifikan sebesar 6,4% ke level 2,660. Dengan tertembusnya resistance di level 2,630, maka saat ini kami memperkirakan posisi EXCL sedang membentuk awal wave 3 dari wave (C). Hal ini berarti, EXCL berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,570-2,660

Target Price: 2,880, 3,070

Stoploss: below 2,450

PNLF - Buy on Weakness (198)

PNLF ditutup menguat 0,5% ke level 198 pada perdagangan kemarin (16/6) dan diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan saat ini PNLF sedang membentuk wave 2, yang berarti koreksi PNLF akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. Penguatan PNLF sendiri akan terkonfirmasi bila mampu menembus resistance di 202.

Buy on Weakness: 188-198

Target Price: 210, 226

Stoploss: below 181

WSBP - Buy on Weakness (174)

Pada perdagangan kemarin (16/6), WSBP ditutup terkoreksi 1,7% ke level 174. Selama WSBP tidak terkoreksi ke bawah 166, maka kami perkirakan saat ini posisi WSBP sedang berada di akhir wave 2. Hal ini berarti, koreksi WSBP akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat mmebentuk wave 3.

Buy on Weakness: 169-174

Target Price: 210, 240

Stoploss: below 166

AALI - Sell on Strength (8,400)

AALI ditutup menguat 1,2% ke level 8,400 pada perdagangan kemarin (16/6). Selama AALI belum mampu menembus resistance di 9,325, maka saat ini posisi AALI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (B). Hal ini berarti, AALI masih rawan untuk terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 7,650-8,000, level ini dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 8,450-8,650

Disclaimer On

Rekomendasi Saham AALI, INDY, INKP, PTPP dan WSBP oleh Binaartha Sekuritas | 7 Juni 2021


Binaartha Technical Research

7 Juni 2020

By M. Nafan Aji Gusta Utama

IHSG ditutup terkoreksi 0.49% di level 4916.70 pada 4 Juni 2020. Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4865.27 hingga 4778.71. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4975.54 hingga 5097.14. Berdasarkan indikator, MACD maupun RSI menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, Stochastic sudah menunjukkan pola dead cross di area overbought. Di sisi lain, terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

AALI

Daily (7875) (RoE: 7.56%; PER: 10.08x; EPS: 781.20; PBV: 0.77x; Beta: 1.59): Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. 

“Sell on strength” pada area 7875 – 8000, dengan target harga di level 7100. Resistance: 8500.

INDY

Daily (685) (RoE: -8.55%; PER: -2.59x; EPS: -264.68; PBV: 0.22; Beta: 1.85): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

“Akumulasi Beli” pada area level 650 – 690, dengan target harga secara bertahap di 725, 825, 1055 dan 1285. Support: 650 & 595.

INKP

Daily (5900) (RoE: 6.85%; PER: 8.51x; EPS: 693.46; PBV: 0.58x; Beta: 2.05): Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. 

“Sell on strength” pada area 5900 – 6300, dengan target harga di level 5650. Resistance: 6650.

PTPP

Daily (820) (RoE: 5.37%; PER: 5.53x; EPS: 150.05; PBV: 0.30x; Beta: 2.52): Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan harga saham. 

“Akumulasi Beli” pada area level 775 – 820, dengan target harga secara bertahap di level 830, 955 dan 1075. Support: 775, 735 & 705.

WSBP

Daily (166) (RoE: 9.91%; PER: 5.40x; EPS: 30.54; PBV: 0.53x; Beta: 1.83): Terlihat pola three advancing solidiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. 

“Akumulasi Beli” pada area level 160 – 166, dengan target harga secara bertahap di level 169, 183 dan 196. Support: 160, 155 & 142.

(Disclaimer on)

Rekomendasi Saham BBRI, WSBP, ELSA dan ISAT oleh MNC Sekuritas | 27 Mei 2021


MNC Daily Scope Wave

27 Mei 2021

Pada perdagangan kemarin (25/5), IHSG ditutup menguat 0,9% ke level 5,815. Posisi IHSG sedang membentuk wave [v] dari wave C, meskipun menguat namun akan cenderung terbatas untuk menguji rentang 5,840-5,870. Tetap waspadai 5,735 sebagai support IHSG, bila IHSG terkoreksi agresif ke bawah level tersebut, maka IHSG akan mengarah ke 5,600-5,700.

Support: 5,735, 5,563

Resistance: 6,033, 6,113

BBRI - Buy on Weakness (4,060)

BBRI ditutup menguat 0,5% ke level 4,060 pada perdagangan kemarin (25/5). Kami perkirakan, saat ini posisi BBRI sedang membentuk wave [ii], sehingga meskipun terkoreksi akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. Skenario ini akan berlaku selama BBRI tidak turun ke bawah 3,820.

Buy on Weakness: 3,950-4,040

Target Price: 4,200, 4,400

Stoploss: below 3,820

WSBP - Buy on Weakness (177)

Pada perdagangan kemarin (25/5), WSBP ditutup menguat cukup signifikan sebesar 4,1% ke level 177. Kami memperkirakan, posisi WSBP saat ini sudah berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Hal ini berarti, selama tidak menembus 148 sebagai level supportnya, maka koreksi WSBP akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 158-170

Target Price: 184, 230

Stoploss: below 148

ELSA - Buy on Weakness (304)

ELSA ditutup menguat 3,4% ke level 304 pada perdagangan kemarin (25/5). Kami memperkirakan, posisi ELSA saat ini sudah berada di akhir dari wave (Y) dari wave [B]. Hal ini berarti, koreksi ELSA sudah cenderung terbatas dan berpeluang untuk menguat.

Buy on Weakness: 280-300

Target Price: 324, 370

Stoploss: below 268

ISAT - Sell on Strength (6,400)

Kemarin (25/5), ISAT ditutup menguat 1,6% ke level 6,400. Posisi ISAT saat ini diperkirakan sedang membentuk wave B dari wave (A), selama ISAT belum mampu menembus resistance di 7,300, maka penguatan ISAT akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave C. Adapun rentang koreksi ISAT berada pada 5,000-5,500 dan terkonfirmasi bila ISAT terkoreksi ke bawah 5,825.

Sell on Strength: 6,500-7,000

Disclaimer On

Rekomendasi Saham UNTR, TINS, INKP dan WSBP oleh MNC Sekuritas | 6 April 2021


MNC Daily Scope Wave

6 April 2021

IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,7% ke level 5,970 dan mulai muncul tekanan jual di IHSG kemarin (5/4). Pergerakan IHSG kemarin pun sudah mengenai target penguatan minimal kami di 6,050, selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,892, maka koreksi IHSG akan relatif terbatas untuk menguji area 5,930-5,950. Tetap waspadai support di 5,892 dan 5,735, apabila IHSG menembus area tersebut maka skenario terburuk IHSG akan menuju ke area 5,600.

Support: 5,892, 5,735

Resistance: 6,230, 6,390

UNTR - Buy on Weakness (22,200)

UNTR ditutup menguat tipis sebesar 0,1% di level 22,200 pada perdagangan kemarin (5/4). Kami memperkirakan, saat ini pergerakan UNTR sedang berada di awal wave B dari wave (B). Meskipun terkoreksi, maka koreksi UNTR kami perkirakan akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 21,500-22,200

Target Price: 23,400, 25,000

Stoploss: below 21,000

TINS - Buy on Weakness (1,515)

TINS ditutup terkoreksi cukup signifikan, sebesar 4,4% ke level 1,515. Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (A). Hal tersebut berarti, koreksi TINS akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,400-1,500

Target Price: 1,700, 2,000

Stoploss: below 1,385

INKP - Buy on Weakness (10,475)

Pada perdagangan kemarin (5/4), INKP ditutup terkoreksi 1,4% ke level 10,475. Saat ini, posisi INKP kami perkirakan berada pada akhir dari wave [v] dari wave A. Hal ini berarti, koreksi INKP akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 9,750-10,200

Target Price: 12,000, 13,500

Stoploss: below 9,300

WSBP - Sell on Strength (198)

WSBP ditutup terkoreksi signifikan, sebesar 6,6% ke level 198 pada perdagangan kemarin (5/4). Kami perkirakan saat ini WSBP sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C, sehingga WSBP berpeluang menguat untuk membentuk wave [iv] terlebih dahulu. Manfaatkan rebound WSBP ini sebagai area SoS, karena kami perkirakan WSBP masih berpotensi kembali koreksi untuk membentuk wave [v] dari wave C ke rentang 180-190.

Sell on Strength: 200-222

Disclaimer On