Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Saham UNTR. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Saham UNTR. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Analisa Saham UNTR | 22 Februari 2018

Analisa Saham UNTR

Tahun ini, Grup Astra nampaknya masih akan ketiban berkah dari anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR). Kinerja UNTR diramal masih akan tumbuh tinggi. Sederet sentimen positif bakal menyokong perusahaan pertambangan ini.

Bisnis alat berat UNTR pun masih melaju. Tengok saja penjualan alat berat hingga November 2017 yang mencapai 406 unit. Angka ini telah tumbuh 30,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Penjualan alat berat UNTR juga melonjak 108,7% jika dilihat secara year on year (yoy).

Akhmad Nurcahyadi, analis Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan, angka penjualan itu telah melebihi ekspektasi Samuel Sekuritas yang sebelumnya memprediksi penjualan November mencapai 308 unit. Jika diakumulasi, dari Januari hingga November 2017, penjualan alat berat Komatsu mencapai 3.467 unit atau naik 73,2% yoy.

"Tahun ini kami memproyeksi penjualan Komatsu mencapai 3.898 unit atau 2,6%," ujar Akhmad dalam riset 2 Januari 2018. Proyeksi itu di atas target UNTR yang sebanyak 3.800 unit

Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan mengatakan, kinerja UNTR yang solid tak lepas dari meningkatnya harga batubara. Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di ICE Futures kontrak pengiriman April 2018 telah naik 5,11% selama sepekan lalu, menjadi sebesar US$ 102,85 per metrik ton. "Dengan kenaikan harga batubara, penjualan alat berat UNTR dapat imbas positif," kata Alfred, Rabu (21/2).

Alfred memprediksi, penjualan alat berat UNTR tahun ini masih berpotensi tumbuh. Ini sejalan dengan stabilnya harga batubara di kisaran US$ 80US$ 100 per metrik ton.

Ia juga menilai, tahun ini belum ada tantangan berarti yang dapat mempengaruhi kinerja UNTR. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya, saat harga batubara anjlok dan menekan penjualan perusahaan.

Alfred berharap, penjualan alat berat UNTR tahun ini bisa tetap stabil. Penjualan Komatsu di kuartal pertama tahun ini, diharapkan bisa tetap tumbuh setinggi kuartal empat tahun lalu.

Prospek kinerja

Selain mendapat sentimen positif dari kenaikan harga batubara, pembangunan infrastruktur yang gencar juga membawa dampak positif bagi UNTR. Alfred mengatakan, sebagian besar penjualan alat berat UNTR juga dialokasikan untuk sektor konstruksi dan infrastruktur.

Selain itu, di saat harga batubara meningkat, aktivitas penambangan pun akan ramai. Pemain kecil di sektor tambang batubara pun mulai muncul. Sehingga, pada kuartal satu tahun ini, UNTR masih akan menuai untung dari penjualan alat berat ke sektor tambang.

Selain itu, bisnis jasa kontraktor penambangan batubara juga masih akan tumbuh. Hingga November 2017, produksi batubara dari segmen ini telah tumbuh sekitar 3,2% yoy. Sementara itu, jumlah pemindahan tanah (overburden removal) juga meningkat 13,4% yoy.

Lalu, bisnis tambang batubara UNTR juga diprediksi bisa melanjutkan pertumbuhannya di tahun ini. Dalam sebelas bulan di tahun 2017, volume penjualan batubara yang dilakukan anak usaha UNTR, PT Tuah Turangga Agung (TTA) naik 24,7% yoy.

Hingga akhir tahun ini, Akhmad memperkirakan penjualan UNTR bisa naik 16,5% menjadi Rp 58,42 triliun. Sedangkan laba bersihnya diprediksi mencapai Rp 7 triliun. Sementara Alfred memprediksi pendapatan UNTR di 2018 bisa mencapai Rp 72 triliun, dengan laba bersih Rp 9 triliun.

Alhasil, saham UNTR pun dinilai akan semakin menarik bagi investor. Akhmad merekomendasikan buy saham UNTR dengan target harga Rp 35.075 per saham.

Alfred juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 48.360 per saham. Hariyanto Wijaya, analis RHB Securities, memberi rekomendasi netral dengan target harga Rp 43.100 per saham. Kemarin, harga UNTR turun 0,94% ke Rp 37.000 per saham.

source:
KONTAN

Saham UNTR | Rajin Diversifikasi, United Tractors (UNTR) Menuai Laba Tinggi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas harga batubara membuat beberapa emiten yang bergerak di sektor ini melakukan diversifikasi bisnis. PT United Tractors Tbk (UNTR) pun semakin rajin memperluas portofolio bisnisnya ke sektor non-thermal. 

Setelah tahun lalu sukses mengakuisisi PT Agincourt Resources, pemilik tambang emas Martabe di Sumatera Utara, UNTR kembali menyiapkan agenda akuisisi. Meski belum menjelaskan secara spesifik, manajemen UNTR mengaku membuka opsi untuk kembali mengakuisisi tambang emas. Tak menutup kemungkinan pula perusahaan melirik tambang batubara kokas (coking coal) dan batubara thermal berkalori tinggi. 

Tahun ini pun, UNTR menyiapkan belanja modal cukup besar, mencapai US$ 800 juta atau sekitar Rp 11,28 triliun. Namun, angka ini belum termasuk anggaran untuk akuisisi.

Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR mengatakan, sekitar 80% capital expenditure (capex) itu digunakan untuk pembelian dan pembaharuan alat berat di sektor kontraktor penambangan. Sisanya untuk perawatan fasilitas di lini  bisnis distribusi alat berat dan tambang. "Rencana akuisisi belum spesifik, jadi belum ada bajet khusus untuk ini," ujar Sara kepada KONTAN, Rabu (24/4). 

Meski demikian, ia mengakui bahwa akuisisi merupakan langkah pengembangan bisnis perusahaan. Robertus Yanuar Hardy, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia mengatakan, rencana akuisisi ini bakal membuat prospek UNTR positif. "Diversifikasi ke tambang emas atau mineral sangat positif untuk perusahaan," ujar dia. 

Apalagi, tahun ini, UNTR memprediksi penjualan alat berat bakal turun karena harga batubara masih melemah. UNTR hanya menargetkan penjualan alat berat sebanyak 4.100 unit pada tahun ini, lebih rendah dari realisasi tahun 2018 sebanyak 4.879 unit. 

Target UNTR di tahun ini memang konservatif. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2018 lalu, UNTR berhasil membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah. Ini membuat UNTR mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar distribusi alat berat dan kontraktor penambangan. Laba bersih UNTR meningkat 50% dari Rp 7,4 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp11,1 triliun. Sementara itu, pendapatan bersih mendaki dari Rp 64,6 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 84,6 triliun. 

Inav Haria Chandra, Analis OCBC Sekuritas mengatakan, laba bersih ini lebih tinggi dari ekspektasi. Ini karena seluruh lini bisnis perusahaan mencetak kenaikan pendapatan, terutama di segmen alat berat yang penjualannya melebihi target perusahaan. "Penjualan alat berat Komatsu banyak didorong oleh sektor pertambangan, pertanian dan kehutanan," ujarnya dalam riset 20 Maret 2019.

Kinerja kuartal I

Diversifikasi UNTR ke bisnis tambang emas sudah terlihat hasilnya dalam kinerja kuartal I 2019. Tambang emas Martabe menghasilkan penjualan sebanyak 97.000 ons per Maret 2019. Sehingga, pendapatan bersih dari unit usaha tambang emas mencapai Rp 1,9 triliun.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan bersih UNTR mencapai Rp 22,6 triliun atau naik 19% dibandingkan Rp19 triliun pada kuartal pertama tahun lalu. Lalu, laba bersih hingga Maret 2019 mencapai Rp 3,1 triliun atau naik 21% year on year (yoy). 

Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh kinerja yang lebih baik dari lini bisnis kontraktor penambangan dan adanya kontribusi baru dari bisnis pertambangan emas. Masing-masing unit usaha, yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batubara, pertambangan emas dan konstruksi secara berturut-turut berkontribusi sebesar 30%, 42%, 16%, 8% dan 4% terhadap total pendapatan bersih UNTR.

Segmen usaha mesin konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 1% menjadi 1.181 unit, dibandingkan dengan 1.171 unit pada triwulan pertama tahun 2018. 

Ryan Daniel, Analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia dalam riset 17 April 2019 mengatakan, meski cenderung flat, realisasi penjualan alat berat di kuartal I ini masih sejalan dengan ekspektasi. Ia memperkirakan, UNTR akan membukukan penjualan 4.100 unit alat berat sampai akhir tahun. 

Sepanjang tahun ini, saham UNTR baru naik 1,28%. Sedangkan dalam setahun terakhir, saham UNTR justru turun 15,37%. Namun, para analis menilai, prospek UNTR menarik, sehingga layak dibeli. 

Menurut Inav, meski harga batubara yang lebih rendah memang akan membayangi kinerja UNTR di tahun ini, tapi, perusahaan akan mendapat keuntungan dari diversifikasinya ke tambang emas. Ia pun merekomendasikan beli saham UNTR dengan memasang target harga Rp 32.000 per saham. Harga ini berdasarkan price to earning ratio (PER) 2019 10 kali. Robertus juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 32.000 per saham. 

INVESTASI SAHAM ALA LO KHENG HONG

INVESTASI SAHAM ALA LO KHENG HONG


Siapakah Lo Kheng Hong si “Warren Buffet Indonesia”? Apa prestasinya di saham dan mengapa dia berinvestasi saham? Dalam Artikel kali ini, Kita akan membahas Analisa Fundamental secara sederhana Ala Lo Kheng Hong, si “Warren Buffet Indonesia.

Siapakah Lo Kheng Hong si “Warren Buffet Indonesia”?

Lo Kheng Hong Lahir di Jakarta 20 februari 1959. Lo Kheng Hong adalah investor yang sukses mencapai kebebasan finansial (Financial Freedom) hanya dengan berinvestasi saham. Sama halnya seperti Warren Buffet, Lo Kheng Hong lebih memilih menjadi investor jangka panjang dibandingkan menjadi investor jangka pendek atau trader. Lo Kheng Hong adalah seorang value investor yang bisa dikatakan sukses. Dalam memilih dan membeli saham, dia pun mengaku 100% menggunakan Analisa Fundamental. 

Tips Lo Kheng Hong mengenai Investasi Saham

Lo Kheng Hong dikenal hampir mengalokasikan seluruh asetnya di pasar modal, dan hanya menyisakan sebesar 15% saja sebagai dana darurat. Mengapa saham menjadi pilihan Lo Kheng Hong dalam berinvestasi saham? Sebelum membahas Kiat Analisa Fundamentalnya, mari kita pahami sudut pandangnya dalam berinvestasi saham.

Setidaknya ada 3 alasan yang disebutkan oleh Lo Kheng Hong, mengapa dia tertarik untuk berinvestasi saham di pasar modal:

  1. Pasar Modal memiliki nilai aset kekayaan yang nyata.
  2. Perusahaan terbuka di pasar modal menawarkan produk bagi keseharian masyarakat.
  3. Berinvestasi di pasar modal menjanjikan keuntungan yang besar.

Nilai Aset yang Nyata

Dilansir dari data yang dikeluarkan oleh LPS pada bulan September 2016, Uang masyarakat Indonesia yang tersimpan di Bank adalah sebesar kurang lebih Rp4.500 Triliun. Jumlah yang sangat besar. Namun Lo Kheng Hong membandingkannya dengan Kapitalisasi Pasar yang dimiliki oleh IHSG.

Menggunakan data penutupan perdagangan 21 April 2017, IHSG ditutup pada poin sebesar 5.664,47, yaitu naik sebesar 1,23%. Dengan kenaikan ini, maka Kapitalisasi pasar di IHSG adalah sebesar sekitar Rp6.162 Triliun. Di mana nilai seluruh saham yang ada di Bursa Efek Indonesia melebihi jumlah nilai uang masyarakat Indonesia yang tersimpan di Bank.

Tidak sampai di situ, Lo Kheng Hong pun membandingkannya lebih jauh dengan harga Apple Inc., sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di dunia, yaitu sebesar USD 750 Miliar, yang jika dirupiahkan dengan kurs Rp13.300 per 1 USD, maka nilai Apple mencapai Rp9.975 Triliun. Sebuah angka yang lebih besar dari IHSG untuk satu perusahaan, dan itu pun belum melihat perusahaan-perusahaan besar lainnya.

Dari fakta yang didapat itulah kemudian Lo Kheng Hong menyimpulkan:

“Harta karun kekayaan terbesar yang ada di dunia adanya di pasar modal, bukan di bawah laut. Nilainya nyata dan transparan. Sangat di sayangkan bila ada orang yang tidak mengenal pasar modal”

Dan Lo Kheng Hong sangat menyarankan masyarakat untuk menginvestasikan uangnya di pasar modal.

Masyarakat Dikelilingi oleh Produk Perusahaan Publik

Alasan kedua yang membuat Lo Kheng Hong tertarik berinvestasi di pasar modal adalah bahwa perusahaan terbuka di pasar modal menawarkan produk bagi keseharian masyarakat. Secara sederhana, Lo Kheng Hong mengungkapkan bahwa setiap hari, mulai dari bangun pagi sampai tidur kita selalu berinteraksi dengan produk-produk dari perusahaan terbuka.

Mulai dari bangun pagi, seseorang pergi ke toilet dan menemukan kloset bermerek TOTO, lalu kemudian mandi menggunakan sikat gigi, sabun dan shampoo yang diproduksi UNVR (Unilever), makan pagi memasak mie buatan INDF (Indofood), atau sekedar menyantap kue buatan MYOR (Mayora) atau cemilan buatan AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food). Ketika menyalakan TV, menonton saluran TV dari MNCN (Global TV, RCTI, MNC TV), SCMA (SCTV), VIVA (TvOne / ANTV).

Ketika mau berangkat kerja naik ke mobil, mobilnya dibeli dari ASII (Astra Internasional) atau dari IMAS (Indomobil), kaca mobil produksi AMFG (Asahimas Flat Glass), dan ban mobilnya diproduksi oleh GJTL (Gajah Tunggal), MASA (Achilles), GDYR (Goodyear), per mobilnya buatan INDS (Indospring). Mobilnya pun dibeli dengan bantuan kredit dari WOMF (WOM Finance), ADMF (Adira). Atau jika belum memiliki mobil, maka naik TAXI (Taksi Ekspress) atau BIRD (Blue Bird).

Dalam perjalanan menuju tempat kerja, melewati jalan tol yang dioperasikan JSMR (Jasa Marga) atau CMNP (Citra Marga). Jalan tolnya dibangun oleh kontraktor WIKA (Wijaya Karya), WSKT (Waskita Karya), atau ADHI (Adhi Karya). Semen yang digunakan pun dari INTP (Indocement), SMGR (Semen Indonesia), atau dari SMCB (Holcim). Beton yang digunakan pun merupakan produk WTON (Wika Beton), atau WSBP (Waskita Beton). Baja yang dipakai pun dipasok dari KRAS (Krakatau Steel).

Sampai di tempat kerja, mau meeting, menelepon klien dengan bantuan provider TLKM (Telkom), ISAT (Indosat), atau EXCL (XL). Setelah menelepon, memutuskan untuk meeting di Mall yang dibangun oleh perusahaan properti seperti APLN (Agung Podomoro), CTRA (Ciputra), BSDE (BSD). Mall-nya dibangun oleh kontraktor PTPP (PP) atau TOTL (Total). Setelah meeting, bertransaksi melalui Bank seperti BBCA (BCA), BBRI (BRI), BMRI (Bank Mandiri), BBNI (BNI), BNGA (Bank CIMB Niaga), atau bank lainnya.

Dari Ilustrasi di atas sangat jelas bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai masyarakat tidak akan lepas dan dikelilingi oleh produk perusahaan terbuka. Namun pertanyaannya, apakah kita sudah mulai berpikir mendapatkan keuntungan dari usaha yang mereka tawarkan? Dengan berinvestasi di pasar modal, maka siapa saja bisa berkesempatan memiliki saham dari perusahaan-perusahaan besar yang disebutkan di atas.

Disclaimer: Penyebutan merk hanya sebagai sarana edukasi, bukan untuk rekomendasi saham atau sejenisnya. Finansialku tidak berafiliasi dengan merek-merek di atas.

Saham Menjanjikan Keuntungan yang Tinggi

Alasan ketiga mengapa Lo Kheng Hong berinvestasi saham adalah karena keuntungannya yang sangat besar. Ambil saja contoh, dalam lima belas tahun, sejak bom Bali 2002, IHSG telah naik dari 330 jadi 5664 pada tahun 2017. Ini menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham telah naik sampai lebih dari seribu persen.

Ada yang disorot oleh Lo Kheng Hong dari masyarakat umum mengenai penggunaan uang, yaitu antara membeli barang konsumtif dibandingkan berinvestasi saham. Lo Kheng Hong membandingkan bila uang yang kita punya dipakai untuk membeli barang konsumtif, dengan bila uang yang kita punya dipakai untuk membeli saham.

Misalkan pada tahun 2009, Pak John membeli mobil mewah seharga Rp500 juta, di waktu yang sama Pak Ronald membeli saham dengan modal sebesar Rp500 juta, di saham CPIN (Charoen Pokphand) seharga Rp100 per lembar. Setelah 5 tahun Mobil yang dibeli pak John berkurang nilainya menjadi setengahnya, yaitu Rp250 juta. Di sisi lain, saham CPIN yang dibeli oleh Pak Ronald telah bertumbuh dan harganya berada di kisaran Rp5.000 per lembarnya. Nilai aset pak Ronald telah bertumbuh sebesar 50 kali lipat yaitu menjadi Rp25 Miliar.

Setelah 5 tahun, ternyata dari yang tadinya sama-sama sebesar Rp500 juta, kini nilai aset pak Ronald telah menjadi 100 kali lipat lebih besar dari Pak John. Dari ilustrasi ini, maka Lo Kheng Hong pun sangat menekankan pentingnya berinvestasi saham dibandingkan hanya membeli barang konsumtif, baginya berinvestasi adalah menunda kenikmatan.

Disclaimer: Penyebutan merek atau kode saham hanya sebagai sarana edukasi, bukan untuk rekomendasi saham atau sejenisnya.

Lo Kheng Hong juga menyarankan untuk menabung di Bank seperlunya saja, selebihnya untuk berinvestasi, karena bunga tabungan di Bank sangat kecil. Bila hanya menyimpan  uang di bank atau celengan ayam, baginya sama saja dengan memiskinkan diri secara pelan-pelan, karena adanya inflasi yang siap menggerus nilai uang yang dimiliki.


Memilih dan Membeli Saham Ala Lo Kheng Hong

Pekerjaan Lo sebagai value investor adalah mencari saham “salah harga” di bursa. Ia menggunakan strategi yang sangat sederhana, yaitu beli paling murah secara valuasinya tetapi paling bagus prospeknya, setelah itu disimpan, menunggu sabar, hingga si bursa saham sadar bahwa saham itu terlalu murah dan naik ke harga seharusnya tertulis.

Menurut Lo Kheng Hong, investor haruslah mempunyai nafas dan daya tahan yang panjang untuk bermain sampai bertahun-tahun hingga menghasilkan keuntungan signifikan. Karenanya, ia sangat menyarankan untuk tidak memakai uang hutang, atau uang sehari-hari dalam berinvestasi.

Membeli saham pun tidak boleh seperti membeli kucing dalam karung, setiap investor haruslah mengetahui apa yang dia beli, dan membeli apa yang dia ketahui. Seringkali, saham yang dibeli seorang investor bukannya untung, tapi malah memberikan kerugian yang tidak sedikit, karena kurangnya pengetahuan investor tersebut akan apa yang dibelinya, karena itu Lo Kheng Hong pun mengungkapkan:

“Tuhan itu maha pengampun, tapi bursa saham tidak mengenal belas kasihan. Bursa saham tidak akan memberi ampun pada investor yang tidak mengenal apa yang dia beli”

Lo Kheng Hong memiliki beberapa prinsip dalam memilih saham perusahaan terbuka, berikut adalah beberapa Prinsip yang dianut oleh Lo Kheng Hong:

#1 Perusahaan Harus Dikelola Manajemen yang Baik

Investor harus melihat manajemennya apakah dikelola orang yang jujur, profesional, berintegritas, dan dikagumi. Lo Kheng Hong memberi analogi bahwa melihat manajemen perusahaan haruslah seperti memilih orang pemerintahan, direksi dan komisarisnya harus bersih dan tidak boleh korupsi. Jika suatu perusahaan dikelola oleh manajemen yang korup, maka uang investor bisa habis tak bersisa dipakai untuk kepentingan pribadinya tanpa memikirkan kemajuan perusahaan.

#2 Perhatikan Prospek Perusahaan ke Depan

Investor harus memperhatikan usaha perusahaannya, seperti apa prospeknya? Akankah perusahaan ini bisa mempertahankan kinerjanya di masa depan? Untuk melihatnya, investor dapat melihat kembali ke kinerja masa lalu perusahaan hingga 10 tahun ke belakang.

#3 Cari Perusahaan yang Labanya Besar Melalui Rasio NPM dan ROE

NPM adalah Net Profit Margin, yaitu rasio Keuntungan bersih yang didapat dibandingkan dengan total penjualannya. Sementara ROE adalah Return to Equity, yang berarti rasio keuntungan bersih dibandingkan dengan kekayaan bersih perusahaan. Bagaimana cara melihatnya dan menghitung kedua rasio tersebut? Mari ambil contoh laporan keuangan berikut.

Disclaimer: Laporan Keuangan disajikan hanya sebagai sarana edukasi. Finansialku tidak berafiliasi dengan pihak mana pun.

Di atas berikut adalah contoh Laporan keuangan dari PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) tbk. yang juga dikenal sebagai Telkom per akhir tahun 2016. Dari laporan tersebut diketahui:

Revenue atau Total Penjualan sebesar Rp116,33 triliun
Net Profit sebesar Rp29,71 triliun
Total Aset sebesar Rp179,61 triliun
Total Ekuitas atau Kekayaan Bersih sebesar Rp105,54 triliun

Net Profit : Revenue = Net Profit Margin (NPM)

Rp29,17 triliun : Rp116,33 triliun = 25,07%

Dari perhitungan di atas, di dapat NPM dari PT Telkom sebesar 25,07%. Semakin tinggi NPM suatu perusahaan maka semakin efisien manajemen perusahaan tersebut dalam mengelola keuntungannya.

Net Profit : Total Ekuitas = Return On Equity (ROE)

Rp29,17 triliun : Rp105,54 triliun = 27,64%

Dari perhitungan di atas, di dapat ROE dari PT Telkom sebesar 27,64%. Ekuitas melambangkan kekayaan bersih sebuah perusahaan. Nilai Ekuitas merupakan jumlah Aset dikurangi oleh Liabilitas (Kewajiban). Semakin besar keuntungan suatu perusahaan dibandingkan dengan kekayaan bersihnya, maka semakin baik perusahaan itu untuk diinvestasikan.

#4 Pilih Perusahaan yang Labanya Terus Bertumbuh

Lo Kheng Hong juga menyarankan untuk memilih perusahaan yang memiliki pertumbuhan profit yang positif dari tahun ke tahun. Bila labanya terus bertumbuh, artinya perusahaan tersebut memiliki prospek dan daya saing di masa depan. Melengkapi poin sebelumnya, Lo Kheng Hong pun menegaskan:

“Kalau kita memiliki perusahaan yang untung besar dan labanya bertumbuh, kita seperti memiliki mesin pencetak uang”

#5 Cermati Valuasi PER dan PBV

Sebelum membahas mengenai PER dan PBV, ada baiknya kita ketahui EPS dan BV terlebih dahulu. EPS adalah Earning Per Share, yaitu jumlah Net Profit dibagi total lembar sahamnya. Sedangkan BV adalah Book Value, yaitu kekayaan bersih perusahaan (Ekuitas) dibagi total lembar sahamnya.

Diketahui PT Telkom memiliki 100.799.996.400 lembar saham, maka perhitungan EPS dan BV-nya:

Net Profit : Jumlah Lembar Saham = Earning Per Share (EPS)

Rp29.172.000.000.000 : 100.799.996.400 lembar = Rp289,4 per lembar

Total Ekuitas : Jumlah Lembar Saham = Book Value per Share (BV)

Rp105.544.000.000.000 : 100.799.996.400 lembar = Rp1047,06 per lembar

Sehingga nilai EPS dari PT Telkom sebesar Rp289,4 per lembar saham, dan nilai Book Value-nya sebesar Rp1047,06 per lembar saham

Berikutnya baru mari kita bahas mengenai PER dan PBV. PER adalah Price Earning Ratio, yaitu rasio harga saham dibandingkan dengan Net Profit per lembar sahamnya (EPS). Sementara PBV adalah Price to Book Value, yaitu rasio harga saham dibandingkan kekayaan bersih per lembar sahamnya.

Diketahui harga saham PT Telkom pada penutupan akhir tahun 2016 adalah sebesar Rp4.130 per lembar saham. Maka berikut perhitungan PER dan PBV-nya:

Harga Saham : Earning Per Share = Price Earning Ratio (PER)

Rp4.130 : Rp289,4 = 14,27x

Harga Saham : Book Value Per Share = Price to Book Value (PBV)

Rp4.130 : Rp1047,06 = 3,95x

Sehingga valuasi PER dari PT Telkom sebesar 14,27x, dan valuasai PBV-nya sebesar 3,95x.

Perusahaan yang memiliki rasio PER semakin rendah, dianggap semakin bagus. Lo Kheng Hong sendiri menyarankan untuk membeli saham yang memiliki rasio PER sebesar 5x atau ke bawah. Secara umum, saham yang rasio PER-nya sebesar 10x sudah dianggap murah. Sementara dari valuasi PBV, yang dianggap murah adalah yang PBV-nya kurang dari 1x. Bila rasio PBV lebih dari 1x, maka sahamnya dihargai lebih tinggi dari kekayaan bersihnya.

Untuk melihat suatu perusahaan murah atau mahal secara valuasinya, investor dapat membandingkan dengan kompetitornya. Belilah saham yang valuasinya masih murah (PER / PBV di bawah rata-rata sektor). Kesempatan emas untuk membeli saham bagus yang murah pun biasanya juga datang di tengah kondisi krisis.


Prestasi Kesuksesan Lo Kheng Hong

Di antara banyak kisah sukses berinvestasinya ada 2 saham yang tercatat memberinya keuntungan dalam jumlah yang fantastis, yaitu UNTR dan MBAI. Namun selain kedua saham itu, Lo Kheng Hong juga mempunyai banyak portofolio investasi yang juga mencetak keuntungan yang fantastis.

Saham PT United Tractor Tbk (UNTR)

Lo Kheng Hong membeli saham UNTR pada 1998 dengan seluruh modalnya, saat harganya Rp250 per saham sebanyak 6 juta lembar saham, yang berarti Modalnya saat itu sebesar Rp1,5 Miliar seluruhnya diletakkan di saham UNTR saja. Ia menjualnya sekitar enam hingga delapan tahun kemudian pada harga rata-rata sebesar Rp15.000, dan menikmati keuntungan 5.900%. Dia memperoleh sebesar Rp90 miliar dari penjualan saham tersebut.

Bagaimana Lo Kheng Hong menemukan UNTR? Apakah karena sekadar faktor keberuntungan, atau hasil dari sebuah analisis fundamental yang cerdas? Lo Kheng Hong pun juga menjelaskan alasannya membeli UNTR.

Total aset UNTR pada akhir 1998 adalah Rp3,8 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 138 juta. Pada harga pasar Rp250 per saham, total kapitalisasi pasar UNTR hanya sebesar Rp34,5 miliar saja. Padahal selama 1998, pendapatan UNTR mencapai Rp3,6 triliun, dan laba usahanya adalah Rp1 triliun.

Saham PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI)

Pada kesempatan lain Lo Kheng Hong juga membeli saham MBAI pada tahun 2005 saat harganya Rp250 per saham sebanyak 6,2 juta lembar saham, yaitu sekitar 8,28% dari total kepemilikan, yang berarti modalnya saat itu sebesar Rp1,55 miliar. Ia menjualnya sekitar tahun 2011 pada harga rata-rata sebesar Rp31.500, dan menikmati keuntungan 12.500%. Dia memperoleh sebesar Rp195,8 miliar dari penjualan saham tersebut.

PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk, merupakan perusahaan ternak ayam terbesar kedua di Indonesia (sekarang sudah merger dengan Japfa Comfeed). Jumlah saham MBAI yang beredar di 2006 mencapai 75 juta lembar. Jadi, nilai perusahaannya adalah Rp 250 dikali 75 juta lembar, yaitu Rp18,75 miliar. Padahal laba yang dihasilkan MBAI sebesar Rp106 miliar.

Tidak banyak investor yang mengetahui hal ini, sehingga tidak banyak yang beli, akibatnya harga MBAI terlalu murah. Perlahan tapi pasti, pasar pun mulai sadar akan nilai sebenarnya saham ini dan mulai mengereknya naik. Hasilnya setelah Lo Kheng Hong menyimpannya selama 6 tahun, harganya naik menjadi Rp31.500 dan dijualnya di tahun 2011, dia memperoleh keuntungan sebesar 12.500%.

Saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS)

Lo Kheng Hong juga pernah punya saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS). Dia membelinya di tahun 2002 seharga Rp290. Dalam dua tahun harganya naik ke Rp2.900, dan dijual olehnya dengan keuntungan 10 kali lipat, dan meraup keuntungan sebesar Rp63 miliar.

TINS adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan atau eksplorasi timah. Lo Kheng Hong tertarik membeli saham TINS karena pada 2002 nilai buku ekuitasnya Rp1,5 triliun, sedangkan kapitalisasi pasarnya pada harga saham Rp290 hanya Rp150 miliar.

Prestasi Portofolio Saham Lainnya

Berikut prestasi-prestasi saham yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong selama berinvestasi saham.

Disclaimer: Penyebutan merek atau kode saham hanya sebagai sarana edukasi, bukan untuk rekomendasi saham atau sejenisnya.

Sukses Berinvestasi Saham dengan Analisa Fundamental

Cukup berbeda dengan Investor pada umumnya, Lo Kheng Hong termasuk investor yang sangat berani untuk berinvestasi, bahkan untuk membeli perusahaan yang merugi sekalipun. Syarat utama yang dipegang olehnya adalah bahwa manajemen perusahaannya harus bagus. Dengan memiliki perusahaan yang luar biasa, tinggal waktulah yang akan menjawabnya.

Sumber Referensi:
Lo Kheng Hong. 2015. Strategi Investasi Bersama Lo Kheng Hong. – https://goo.gl/AvK985
Lukas Setia Atmaja. 2011. Who Wants To Be A Smiling Investor. Jakarta: Kompas Gramedia
Pengusaha.Us. 2016. Kisah Sukses Orang Miskin Maen Saham. – https://goo.gl/1AwTyE
SwaOnline. 2014. Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial. – https://goo.gl/nRmK8i
Teguh Hidayat. 2016. The Calm Investor. Jakarta: Kompas Gramedia
Wikipedia. 2016. Lo Kheng Hong. – https://goo.gl/ld1tcT
Finansialku. 2017. Harris Darmawan. - https://goo.gl/hMA7or

Sumber Gambar:
Lapkeu Telkom – https://goo.gl/7jvYRJ
Foto Lo Kheng Hong - https://goo.gl/mNh8Qy

PT United Tractors Tbk (UNTR) Perpanjang Waktu Buy Back Saham

PT United Tractors Tbk (UNTR)

PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan informasi terkait perpanjangan waktu untuk melakukan aksi pembelian kembali saham perseroan atau buy back saham dalam kurun waktu tertentu hingga awal 2023.

Merujuk keterangan resmi UNTR yang disampaikan pada keterbukaan informasi BEI, Selasa (11/10/2022), Sara K. Loebis Corporate Secretary UNTR mengatakan, Perseroan bermaksud untuk memperpanjang jangka waktu pembelian kembali saham Perseroan selama 3 bulan sejak tanggal Keterbukaan Informasi ini, karena akan berakhirnya periode pembelian kembali saham Perseroan yang disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan Tanggal 12 Juli 2022 yaitu pada tanggal 12 Oktober 2022 serta masih terdapat sejumlah saham yang dapat dibeli kembali oleh Perseroan dari ketentuan jumlah maksimal pembelian kembali saham.

Pembelian kembali saham Perseroan hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan sejak 11 Oktober 2022. - Periode perpanjangan pembelian saham kembali Perseroan: 12 Oktober 2022 sampai dengan 11 Januari 2023.

Sebagaimana disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan Tanggal 12 Juli 2022, Perseroan bermaksud untuk melakukan pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia ("BEI") dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp5 triliun yang tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5%.

Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan Perseroan karena saldo laba dan arus kas Perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan.

Tidak ada perubahan yang signifikan yang disebabkan oleh pembelian kembali saham terhadap indikator keuangan Perseroan. Setelah pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan (berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2022): - Jumlah aset Perseroan sebesar Rp129,23 triliun. Laba bersih periode berjalan sebesar Rp11,472 triliun. Total ekuitas sebesar Rp81,961 triliun. Laba bersih per saham sebesar Rp2.776.

Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan, karena Perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta pembelian kembali saham Perseroan.

Pembelian kembali saham Perseroan diharapkan dapat menstabilkan harga saham Perseroan dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental. Pembelian kembali saham Perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola modal jangka panjang dimana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika Perseroan memerlukan penambahan modal.
Author: Rizki
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham UNTR | 15 Januari 2019

[SAMUEL MARKET UPDATE]
15 January 2019

Just a friendly reminder

Kami telah melakukan stress test sejak akhir tahun lalu dan memantapkan sudut pandang positif kami pada UNTR (lihat report kami: “Stronger Than You Thought”, 12 Des 2018).

Informasi rencana penurunan asumsi UNTR yang ramai diperbincangkan dan beredar di Whats Up hari ini, telah kami peroleh informasinya sejak tanggal 7 January 2019 dan telah kami update di hari yang sama (setelah kembali melakukan recheck).

Skenario kami pada UNTR tetap terbagi atas dua: (1) Skenario Moderate TP Rp42.000/saham (2) Skenario Worst Case Rp34.500/saham.

Hingga 11 Jan 2019 rekomendasi kami tetap BUY, TP42.000/saham (13.2x PE19E dan 2.5x PBV19E).

Dengan ragam seluruh alasan pasar yang menghukum UNTR hari ini turun hingga -6.5% ke Rp26.000, bagi kami di harga tersebut UNTR potensi layak untuk dijadikan sebagai salah satu saham dalam portofolio dengan mengacu pada TP stress test kami Rp34.500/saham.

Keyakinan kami juga didorong dan mengacu pada kinerja solid 9M18 EPS UNTR yang telah mencapai 88% dari FY18E consensus.

Penurunan -6.5% sebagai leading indicator ? betul, namun demikian bila seluruh whats up memberitakan asumsi penurunan (rata-rata 10%) EPS FY19E dan FY20E tanpa menurunkan EPS FY18E, maka EPS FY19E masih akan positif YoY (9M18E EPS telah mencapai 88% FY18E consensus). Hal ini tentu tidak sejalan dengan leading indicator theory yang berharap FY19E minus YoY vs FY18E.

Dan adalah sangat “berlebihan” bila consensus ramai-ramai menurunkan EPS FY18Enya. Itu berarti UNTR telah mencapai FY18E consensus di periode 9M18A, atau sama saja dengan mengasumsikan kinerja UNTR 4Q18 harus minus lebih dari 50% QoQ di 4Q18. Apa mungkin ?

Lalu apakah UNTR tidak pernah mencatat penurunan laba bersih ? Tentu saja pernah, penurunan terburuk terjadi pada FY15 -28.1%YoY.

Namun ingat, itu karena impairment loss sebesar Rp5.25tn yang dilakukan dengan menggunakan asumsi dasar perkiraan harga batu-bara US$52-72/ton (dan ini tidak akan terjadi lagi tahun ini maupun kedepannya).

Oleh karenanya, sambil menanti resminya rilis data guidance terkini dari UNTR (rencana UNTR minggu ini), kami masih yakin valuasi wajar UNTR sebaiknya tidak ditransaksikan dibawah Rp30.000.

YTD TP consensus UNTR masih Rp41.266. dan dengan closing Rp26.000, maka consensus harus ramai-ramai menurunkan TP hingga lebih dari 30%.

Per closing 15/1/19 (Rp26.000) UNTR ditransaksikan pada 8.2xP/E19E, 1.6xPBV19E, atau dibawah ST Dev -1 hist mean.

Akankah besok UNTR kembali dan terus turun tidak masuk akal, bahkan hingga dibawah Rp20.000 ? Let market be the Judge

Karena untuk mencapai asumsi nilai wajar (closing) Rp26.000, sentimen negatif atau alasannya harus lebih dari sekedar: (1) penurunan penjualan Komatsu sebanyak puluhan persen (2) selisih harga batu-bara yang melebihi 70% (3) harga batu-bara acuan berlanjut turun bahkan mencapai US$50 (4) penjualan batu-bara UNTR turun (5) diskon fee MC jauh diatas US$100juta (6) turunnya kinerja kontraktor pertambangan (7) china melanjutkan larangan impor batu-baranya (8) tambang martabe dianggap tidak memberikan kontribusi positif pada laba bersih (9) EPS 4Q18 UNTR -50%QoQ.

Semoga bermanfaat…

Regards,
Akhmad Nurcahyadi
Analyst Samuel Sekuritas Indonesia


Rekomendasi Saham INTP, ISAT, JPFA, LSIP, PGAS dan UNTR oleh Binaartha Sekuritas | 8 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

8 Februari 2021

Nafan Aji

Indocement Tunggal Prakasa (INTP)

Pergerakan harga INTP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham INTP adalah akumulasi beli pada area level Rp 13.600 – Rp 13.850, dengan target harga secara bertahap di level Rp 14.875, Rp 17.250 dan Rp 19.625. Support ada di Rp 13.075. Saham INTP ditutup di Rp 13.850. (RoE: 6.58%; PER: 34.42x; EPS: 402.43; PBV: 2.25x; Beta: 1.41). 

Indosat (ISAT)

Pergerakan harga saham ISAT telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham ISAT adalah akumulasi beli pada area level Rp 5.350 – Rp 5.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.650, Rp 6.125 dan Rp 6.700. Support ada di Rp 5.350 dan Rp 5.000. Saham ISAT ditutup di Rp 1.140. (RoE: -4.63%; PER: -48.25x; EPS: -112.96; PBV: 2.25x; Beta: 2.54). 

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Saham JPFA ada di Rp 5.775. (RoE: 3.00%; PER: 47.60x; EPS: 29.31; PBV: 1.43x; Beta: 1.69). Pergerakan harga saham JPFA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham JPFA adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.370 – Rp 1.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.420, Rp 1.460, Rp 1.630, Rp 1.800 dan Rp 1.970. Support ada di Rp 1.370 dan Rp 1.290.

PP London Sumatra Indonesia (LSIP)

Pergerakan harga saham LSIP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham LSIP adalah akumulasi beli pada level Rp 1.280 – Rp 1.320, dengan target harga secara bertahap di Rp 1.350, Rp 1.480, Rp 1.610 dan Rp 1.740. Support ada di Rp 1.280 dan Rp 1.220. Saham LSIP ditutup di Rp 1.320. (RoE: 4.23%; PER: 24.30x; EPS: 54.32; PBV: 1.03x; Beta: 1.14). 

Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Pergerakan harga saham PGAS masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham PGAS adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.450 – Rp 1.475, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.510, Rp 1.585, Rp 1.895, Rp 2.210 dan Rp 2.520. Support ada di Rp 1.420 dan Rp 1.270. Saham PGAS ditutup di Rp 1.475. (RoE: 2.18%; PER: 33.70x; EPS: 43.77; PBV: 0.74x; Beta: 2.51). 

United Tractors (UNTR)

Pergerakan harga saham UNTR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham UNTR adalah akumulasi beli pada area level Rp 22.000 – Rp 23.100, dengan target harga secara bertahap di Rp 24.100, Rp 25.175, Rp 27.725, Rp 30.250 dan Rp 34.500. Support ada di Rp 22.000, Rp 21.300 dan Rp 20.100. Saham UNTR di Rp 23.100 (RoE: 10.89%; PER: 12.01x; EPS: 1923.71; PBV: 1.32x; Beta: 0.84).

Analisa Saham UNTR | 16 September 2022

Analisa Saham UNTR


Saham UNTR rebound dan di buka dengan open gap up, kembali menguat serta sempat menembus last high di 35.925. Sempat membentuk high baru di 36.200, namun aksi profit taking membuat saham ini mengalami pullback dan di tutup di level 34.900. Ada peluang UNTR mengalami pullback dan menutup gap yang terbentuk hari ini di 34.175-34.825, sebelum kembali melanjutkan reli penguatannya.  Apabila nantinya saham ini melanjutkan kenaikannya, maka UNTR berpeluang menuju target di 37.000.

Saham UNTR selain secara teknikal masih uptrend, secara fundamental kinerja emiten masih bagus. Hal ini terlihat dari optimisme perusahaan yang selalu merevisi naik target penjualan alat beratnya sepanjang tahun ini. Di awal tahun UNTR memasang target penjualan alat berat sebanyak 3700. Lalu pada pertengahan tahun direvisi naik menjadi 4800 unit. Dan kembali dua hari lalu dalam public expose perusahaan, emiten kembali mematok naik penjualan alat berat menjadi 5.500 unit sampe akhir tahun 2022 ini.

Trading Plan : Hold & let your profit run.

Disclaimer ON
Sumber: step-trader
===

Perhatikan Trend dan Support Teknis!

-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Valuasi Saham UNTR Menarik, Tunggu Saat Yang Tepat untuk Koleksi

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten pertambangan, PT United Tractors Tbk. (UNTR) dinilai semakin menarik untuk dikoleksi seiring dengan valuasi saham yang rendah dan prospek fundamental yang masih atraktif.

Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan valuasi saham United Tractors masih menunjukkan tren penurunan dalam periode tahun berjalan sehingga menarik untuk dikoleksi. Di sisi lain, laba setelah pajak yang dibukukan pada tahun lalu turun 3,2 persen secara tahunan.

Pada perdagangan Senin (9/3/2020) saham UNTR parkir di level Rp15.800 per saham, terkoreksi 8,67 persen atau 1.500 poin. Sepanjang tahun berjalan 2020, UNTR telah melemah 26,6 persen. Penurunan saham secara year to date ini dapat dijadikan momentum investor melakukan aksi beli ketika harga rendah.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga hingga Rp20.950 per saham atau  sekitar 26 persen potensi kenaikan saham dari level saat ini, dengan posisi 3,9/4,2 kali dari proyeksi EV/EBITDA pada 2020/2021 dan 7,6/8,2 kali dari proyeksi P/E rasio pada 2020/2021,” tulis Robertus dalam laporan riset yang dikutip Bisnis, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan target price tersebut sedikit lebih rendah dari target sebelumnya di Rp25.600 per saham seiring dengan revisi proyeksi laba bersih menjadi Rp10,24 triliun dan EBITDA sebesar Rp20,07 triliun.

Emiten bersandi saham UNTR itu juga diprediksi membagikan final dividen per saham di kisaran Rp758-910 sehingga menjadi sentimen lainnya saham ini untuk dikoleksi.

Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan 2019, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 84,4 triliun, lebih rendah 0,2 persen dibandingkan dengan capaian 2018 sebesar Rp84,6 triliun. Hal tersebut dipicu penurunan kinerja segmen mesin konstruksi sepanjang 2019.

Kendati demikian, kinerja segmen tambang emas mampu menyeimbangi penurunan kinerja konstruksi sehingga laba bersih yang dibukukan perseroan meningkat 2 persen menjadi Rp11,3 triliun.

Analisa Saham UNTR | 21 November 2017

Kinerja PT United Tractors Tbk meroket tahun ini. Buktinya, hingga kuartal III-2017, pendapatan emiten berkode UNTR ini melesat 36% menjadi Rp 46,26 triliun. Kenaikan pendapatan juga berdampak positif pada laba bersih anak usaha Grup Astra ini yang berhasil loncat 80% menjadi Rp 5,64 triliun.

Capaian pendapatan UNTR dalam sembilan bulan pertama tahun ini setara dengan 86,5% dari target perusahaan sepanjang tahun. Sementara laba bersih sudah mencapai 87,3% dari target yang ditetapkan perusahaan ini.

Kepala Riset Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman dalam risetnya 1 November lalu menyebut, faktor utama yang membuat kinerja UNTR mentereng adalah kenaikan harga komoditas, khususnya batubara, di tahun ini.

Asal tahu saja, hingga akhir September lalu, harga batubara menyentuh level US$ 94,15 per metrik ton. Bila dihitung sejak akhir 2016, harga batubara telah menanjak 24,21%. "Berkat kenaikan tersebut, permintaan terhadap alat berat yang didistribusikan UNTR meningkat pesat," kata Arif.

Buktinya, penjualan alat berat UNTR mencapai Rp 17,4 triliun hingga September 2017, atau tumbuh 64% secara year on year (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari Komatsu, yang terjual 2.744 unit.

Tidak hanya itu, Akhmad Nurcahyadi, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, menambahkan, kinerja anak usaha UNTR pun ciamik. Lihat saja unit kontraktor penambangan yang dijalankan oleh anak usaha UNTR, yakni PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

PAMA mampu mencatat jumlah pemindahan tanah atau overburden sebesar 225 juta bank cubic metre (bcm) pada kuartal III, naik 17,8% dari kuartal sebelumnya. "Dengan indikator fundamental yang kuat, UNTR bisa dengan mudah memenuhi targetnya pada kuartal IV," kata Achmad dalam risetnya.

Diversifikasi tambang

Tapi, Analis NH Korindo Sekuritas Yuni mengatakan, terbentuknya aliansi Powering Past Coal Alliance, yang mengkampanyekan penghentian penggunaan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik sebelum tahun 2030, bisa menekan kinerja UNTR. Sudah ada 15 negara yang bergabung dalam aliansi ini.

Jika semakin banyak negara yang bergabung, ada kekhawatiran UNTR akan kehilangan pasar dalam jangka panjang. Karena itu, rencana perusahaan ini melebarkan sayap dengan masuk ke pertambangan emas jadi salah satu solusi.

Apalagi, emas merupakan instrumen safe haven, sehingga industrinya sulit redup. "UNTR telah bersiaga jauh-jauh hari untuk mengimbangi volatilitas harga batubara," kata Yuni, Senin (20/11).

Yuni optimistis pendapatan UNTR di akhir 2017 bisa mencapai Rp 62,95 triliun, dengan laba bersih Rp 8,05 triliun. Ia merekomendasikan buy saham UNTR dengan target harga Rp 39.425 per saham. Serupa, Arif dan Achmad juga merekomendasikan buy dengan target harga masing-masing di Rp 41.000 dan Rp 38.500 per saham.

KONTAN

Rekomendasi Saham BBCA, JSMR, TLKM, UNTR dan UNVR oleh Binaartha Sekuritas | 2 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

2 Februari 2021

Nafan Aji

Bank Central Asia (BBCA)

Pergerakan harga BBCA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham BBCA adalah akumulasi beli pada area Rp 33.000 – Rp 34.125, dengan target harga secara bertahap di level Rp 34.425, Rp 35.300, Rp 36.025, Rp 37.600 dan Rp 39.050. Support ada di Rp 33.000 dan Rp 31.700. Saham BBCA ditutup di Rp 34.125. (RoE: 14.51%; PER: 31.17x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.52x; Beta: 0.95). 

Jasa Marga (JSMR)

Pergerakan harga JSMR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham JSMR adalah akumulasi beli pada area level Rp 4.100 - Rp 4.590, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.650, Rp 4.930, Rp 5.200, Rp 5.325 dan Rp 6.100. Support ada di Rp 4.100 dan Rp 3.900. Saham JSMR ditutup di Rp 4.590. (RoE: 0.87%; PER: 159.45x; EPS: 28.79; PBV: 1.38x; Beta: 1.54). 

Telkom Indonesia (TLKM)

Pergerakan harga saham TLKM masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham TLKM adalah akumulasi beli pada area Rp 3.040 – Rp 3.230, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.330, Rp 3.540, Rp 4.040 dan Rp 4.540. Support ada di Rp 3.040 dan Rp 2.920.  Saham TLKM ditutup di Rp 3.230. (RoE: 18.22%; PER: 14.39x; EPS: 224.40; PBV: 2.62x; Beta: 0.76).

United Tractors (UNTR)

Pergerakan harga saham UNTR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi beli saham UNTR adalah akumulasi beli pada area level Rp 22.000 – Rp 23.850, dengan target harga secara bertahap di Rp 24.100, Rp 25.175, Rp 27.725, Rp 30.250 dan Rp 34.500. Support ada di Rp 22.000, Rp 21.300 dan Rp 20.100. Saham UNTR ditutup di Rp 23.850. (RoE: 10.89%; PER: 11.92x; EPS: 1923.71; PBV: 1.31x; Beta: 0.81). 

Unilever Indonesia (UNVR)

Pergerakan harga saham UNVR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham UNVR adalah akumulasi beli pada area level Rp 6.800 – Rp 7.025, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.200, Rp 7.725, Rp 8.950 dan Rp 10.175. Support ada di Rp 6.800 dan Rp 6.500. Saham UNVR ditutup di Rp 7.025 (RoE: 92.42%; PER: 36.91x; EPS: 190.32; PBV: 36.16x; Beta: 0.48).

Investasi Saham? Kurang Afdol Kalau Gak Kenal Indeks IDX Quality30 (IDXQ30)



Dalam berinvestasi saham di pasar modal, jangan cuma tahunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor wajib mengenal indeks saham lain untuk dijadikan acuan investasi

Bagi kamu calon investor atau investor pemula, indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan dievaluasi secara berkala.

Seperti diketahui, banyak perusahaan menerbitkan aneka saham yang dapat menjadi portofolio investasimu. Nah supaya lebih mudah dipantau, dibuatlah berbagai macam indeks saham. Ada indeks yang memuat saham-saham tertentu berdasarkan kapitalisasi pasar dan likuiditasnya.

Indeks saham penting dipahami karena dapat menjadi acuan investasi bagi investor reksa dana indeks, ETF Indeks serta produk turunannya. Selain itu, membantu investor dalam mengambil keputusan, apakah mau jual, beli, atau tahan sebuah saham.

Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki 35 indeks saham. Yang terbaru, yaitu indeks saham IDX Quality30 atau IDXQ30. Masih fresh, baru diluncurkan 10 Agustus lalu. Yuk, simak ulasan mengenai indeks saham teranyar ini

Pengertian IDXQ30

IDX Quality30 atau IDXQ30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham dari perusahaan-perusahaan dengan profitabilitas tinggi, solvabilitas baik, dan pertumbuhan laba stabil. Tentunya juga dengan likuiditas transaksi, serta kinerja keuangan yang baik.

Untuk masuk dalam jajaran saham di indeks IDXQ30 tidak mudah. Saham-saham yang layak untuk dipilih dalam pemilihan indeks disaring secara ketat. Dasar kriteria penilaiannya, antara lain:

Rasio profitabilitas : Return-on-Equity (ROE)

Rasio solvabilitas : Debt-to-Equity-Ratio (DER), dan

Variabilitas laba : Volatilitas dari pertumbuhan Earning per Share (EPS).

Metodologi yang digunakan, yakni Capped Free Float Market Capitalization Weighted & Quality Factored. Pada saat evaluasi, bobot tiap saham pada indeks dibatasi paling tinggi 15%. Saham mana yang memiliki quality score (skor berkualitas) tertinggi, mereka pantas menghuni IDXQ30.

Saham-saham IDXQ30 akan dievaluasi rutin pada bulan-bulan tertentu.

Evaluasi Mayor (M):bertujuan memilih saham konstituen indeks untuk periode selanjutnya disertai dengan menyesuaikan jumlah saham untuk indeks dan/atau bobot dari konstituen. Dievaluasi bulan Januari dan Juli (Efektif Februari dan Agustus).

Evaluasi Minor (m):hanya bertujuan menyesuaikan jumlah saham untuk indeks dan/atau bobot dari konstituen tanpa pemilihan konstituen indeks untuk periode selainjutnya. Dievaluasi rutin pada bulan April dan Oktober (Efektif Mei dan November).

30 Saham Penghuni IDXQ30

Indeks Saham

Ada 30 saham penghuni indeks IDX Quality30 (IDXQ30)

Dari hasil seleksi ketat, terpilihlah 30 saham unggulan yang masuk dalam IDXQ30. Berikut daftar 30 saham penghuni IDXQ30:


No.   |     Kode    |    Nama Saham


1

ACES

Ace Hardware Indonesia Tbk.


2

BBCA

Bank Central Asia Tbk.


3

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.


4

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.


5

BJBR

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.


6

BJTM

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.


7

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.


8

BTPS

Bank BTPN Syariah Tbk.


9

CLEO

Sariguna Primatirta Tbk.


10

CPIN

Charoen Pokphand Indonesia Tbk


11

DMAS

Puradelta Lestari Tbk.


12

GGRM

Gudang Garam Tbk.


13

HMSP

H.M. Sampoerna Tbk.


14

HOKI

Buyung Poetra Sembada Tbk.


15

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.


16

INTP

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.


17

KLBF

Kalbe Farma Tbk.


18

LINK

Link Net Tbk.


19

MIKA

Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.


20

MNCN

Media Nusantara Citra Tbk.


21

MYOR

Mayora Indah Tbk.


22

PTBA

Bukit Asam Tbk.


23

PWON

Pakuwon Jati Tbk.


24

RALS

Ramayana Lestari Sentosa Tbk.


25

SCMA

Surya Citra Media Tbk.


26

SIDO

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.


27

SMSM

Selamat Sempurna Tbk.


28

TLKM

Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.


29

UNTR

United Tractors Tbk.

30 UNVR Unilever Indonesia Tbk.

Daftar Harga Saham Penghuni IDXQ30

Jika kamu ingin investasi atau membeli saham-saham unggulan di atas, cek dulu nih daftar harga sahamnya. Berikut contoh rincian harga saham penghuni IDXQ30 per tanggal 7 September 2020, seperti dikutip dari laman resmi IDX:


No | Kode   |       Harga Saham 

                           per Lembar (Rp)

1   ACES              1.570

2   BBCA            31.425

3   BBNI               5.250

4   BBRI                3.510

5   BJBR                1.030

6   BJTM                  590

7   BMRI                5.850

8   BTPS                 3.710

9   CLEO                    515

10  CPIN                  6.075

11  DMAS                    228

12  GGRM              47.100

13  HMSP                   1.640

14  HOKI                      755

15  ICBP                   10.325

16  INTP                   11.975

17  KLBF                   1.600

18  LINK                    2.220

19  MIKA                   2.410

20  MNCN                    860

21  MYOR                   2.590

22  PTBA                     2.110

23  PWON                        40

24  RALS                        610

25  SCMA                    1.200

26  SIDO                      1.400

27  SMSM                    1.185

28  TLKM                     2.900

29  UNTR                      23.150

30. UNVR                      8.375



*Harga saham di atas dapat bergerak naik turun mengikuti kondisi pasar maupun kinerja perusahaan.

*Untuk mengecek pergerakan harga saham penghuni IDXQ30 setiap harinya dapat dilihat di sini. 

Mau Koleksi Saham IDXQ30? Sesuaikan dengan Bujetmu

Kalau dilihat harga saham yang masuk indeks saham IDXQ30 tidak semuanya mahal. Ada yang masih terjangkau dengan kemampuan finansialmu. 1 lot = 100 lembar. Bila kamu punya uang Rp 5 juta dan tertarik beli saham BBRI (Bank BRI) seharga Rp 3.510, berarti kamu bisa mengoleksi 1.424 lembar saham atau sekitar 14 lot 24 lembar saham.

Yang terpenting dalam investasi adalah memahami portofolio yang kamu pilih, mengelola risikonya dengan tepat, dan tanam modal sesuai dengan bujetmu.


sumber : cermati


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Berita Saham UNTR | 16 April 2018

Pemegang saham PT United Tractors Tbk (UNTR) tak hanya memperoleh cuan dari gain harga sahamnya. Sebentar lagi, cuan dari pembagian dividen juga bakal didapat.

Dalam Rapat Umum pemegang Saham (RUPS) UNTR, Senin (16/4), pemegang saham menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2017 Rp 2,3 triliun. Jumlah itu setara dengan pay out ratio sebesar 31% dari laba bersih 2017, Rp 7,4 triliun.

Adapun nilai dividen per sahamnya sebesar Rp 611. Dengan harga saham UNTR saat ini ada di level Rp 34.950 per saham, maka dividen UNTR memberikan yield sekitar 1,7%.

Catatan saja, total dividen UNTR tahun buku 2017 naik sekitar 15% dibanding tahun buku 2016, Rp 2 triliun. Sedang nilai per sahamnya juga naik 14% dibanding periode sebelumnya, Rp 536 per saham.

Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat sebagai pemegang saham pada 26 April 2018. Sementara, pembayarannya akan dilakukan pada 15 Mei 2018.

Sebelumnya, UNTR sempat membagikan dividen interim pada 23 oktober 2017. Nilainya kala itu Rp 1,1 triliun atau setara sekitar Rp 282 per saham.

KONTAN

Tips Trading Hari Ini, by AnggunTrader, 10 Januari 2017

Tips trading buat hari ini, Selasa, tanggal 10 Januari 2017 :

1.AALI : Saham ini memperlihatkan bottom reversal, minor resits 17.200, mayor resist : 18.000.ADHI : Saham ini menguji level 2270, tembus 2270-2300 targetnya  cukup jauh yaitu 2400-2600..
2.ASII : Saham paling keren di IHSG, harga mendekati 7000 yang jelas adalah kesempatan beli, dan jual harga diatas 8250.ASRI : Saham property masih tidak begitu bagus, ASRI jika harga mencapai harga 500 berarti property sudah bagus kembali, saat ini ASRI bergerak dalam range 330-400.

3.BBCA : Saham ini semakin turun dari level 15.000 sangat menarik untuk dibeli, support kuat ada di level 14.300-14.500 


4.BBRI : Saham blue chips BUMN ini sangt menarik di level dibawah 11.000, apalagi mendekati level 10.000, tentunya keberuntungan buat anda. 

5.BMRI : Saham BUMN ini saat ini mirip dengan BBRI, Support kuat dilevel 10.000an, dan resisten di level 12.000BBNI : Saha ini beli kalau dibawah 5000, dan jual pada area 5600-6000.

6.BJBR : Terkoreksi dari level tertinggi 3500 menuju 2800, dan akhirnya kemarin mulai ada tanda-tanda reversal. Saham ini jika tidak turun dari level 2800, maka berpeluang rebound kembali diatas level 3000an kembali.

7.BJTM :Jika BJBR kembali ditarik, maka boleh diperhatikan juga saudaranya BJTM,  posisi saham ini secara tehnical sangat bagus karena Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpeluang menguji level 650 kembali, syarat jangan turun dari 590.

8.BBTN : Mencoba break out dari level 1830-1850, jika berhasil, maka target selanjutnya adalah menuju level 2000-2100.

9.BRMS : Saham BUMI naik, maka saham BRMS ini juga ikut naik, Tembus level 74-75, maka berpeluang menuju level 80an, namun batasi resiko jika turun dari 66.

10.BRPT : Saham ini strong up trend, ot menuju 1745, namun waspadai aksi profit taking sewaktu. sehingga batasi sesiko jika turun dari level 1500.

11.BSDE : Ada gap down belum tertutup 1910-1850, Jika tidak mampu menuju level 1890-1910, sebaiknya profit taking dulu, karena berpotensi doble top.

12.BUMI : Saham ini break out dari level tertingginya 322, target berikutnya adalah 400, saham ini belum jenuh beli karena naik, baru hari ke-2, batasi resiko jika turun dari 310.

13.COWL :Saham ini naik tanpa henti dari level 600 hingga 1100, level tertinggi sepanjang masa 1115, nampakanya perlu didalami dulu secara fundamentalnya.

14.DOID : Saham ini secara tehnical strong up trend, Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpotensi menguji level tertingginya 600, gerakan saham ini saat ini jauh lebih halus daripada BUMI.

15.DSFI : Tunggu saham ini break out dulu dari level 170

16.ERAA : Saham ini turun dari level 930 hingga 530, saat ini mulai ada tanda-tanda rebound kembali, tembus level 650 menuju 680 dahulu.

17.EXCL : Saham ini berhasil break out level 2580, maka target terdekat berikutnya adalah 2790-2800.

18.GJTL : Saham ini juga senasib dengan ERAA, dari harga 1755 hibawa turun hingga 955, harga saham ini dibawah 1000 murah sekali, apalagi saham ini sudah membukukan laba yang positif, jika tidak mampu tembus level 1250, sebaiknya take profit ahulu.I

19.CBP : Saham blue chips ini boleh perhatikan jika harganya pada area 7500-8000.

20.INCO : good job berhasil Break out 2850, berpeluang menuju diatas 3000an kembali, saham ini tidak jenuh beli.

21.INDF mencoba bermain diatas level 8000an kembali, harga mendekati level 7000 adalah rejeki anda.

22.INPC : Kemarin AR kanan, saham ini habis right isue di harga 111, cepat atau lambat pasti kembali bermain diatas level 111.Namun bermain saham ini berspekulasi tinggi, buat invest tunggu saja kalau harganya mendekati 70. (Saham ini luar biasa sekali, akhirnya saham ini AR kanan untuk ke2 kali, sehingga kenaikan mencapai hampir 100%).

23.INTP :Saham semen secara fundamental saat ini masih belum bagus, area support saham ini di sekitar 14.000-15.000.

24.ITMG : Saham ini sedang up trend juga, saat ini berkonsolidasi di area 15.800-17.600.

25.KIJA : Saham property mulai ada tanda-tanda kehidupan, saham ini akan menguju level 300, jika tidak mampu tembus sebaiknya profit taking dulu.
26.KRAS : Saham ini kalau ramai gerakannya besar, tetapi kalau sepi gerakannya sempit, so sangat cocok buat trading saja.

27.KREN : Saham ini mendekati 400 beli, mendekati 500 jual.

28.LPCK : Saham ini belum ada tanda-tanda kehidupan, namun support mulai terbaca yaitu dilevel 5000.

29.LPPF : Saham blue chips ini beli di area 14.000-15.000, jual jika tidak tembus level 16.000. Namun jika tembus 16.000, bepotensi naik hingga level 20.000.

30.LSIP : Saham ini sedang mid term down trend, penurunan dari level 1900 hingga  1660, tunggu hingga ada tanda-tanda rebound.

31.MAPI : saham supermarket ini saat ini malah sedang up trend, support kuat dilevel 5000, dan resist di level 5600-5750.

32.MEDC : Saham ini kalau sedang naik bisa tinggi sekali, namun setelah itu pelan-pelan dibawa turun hingga harga kembali lagi hingga semula, so berhati-hatilah dengan saham ini.

33.MLPL : Boleh diperhatikan saat ini, apa peluang break out dari level 370, maka berpeluang menuju level 400 kembali.

34.PGAS : Beli saham ini dekat harga 2400, dan jual harga ini diaerah 2800-3000.

35.TBIG : Saham ini terjadi bottom reversal, peluang naik hingga 5600-5700.

36.TELE : Saham ini boleh perhatikan ketika koreksi, support kuat di level 600, dan resist kuat di harga 1000.

37.TLKM : Saham blue chips ini sangat menarik kalau harga dibawah 4000, harga paling bagus adalah sekitar 3500-3600, akan cepat kembali mantul diats 4000.

38.WIKA : Saham ini sedang konsolidasi 2300-2600, kalau mampu tembus level 2600, maka target berikutnya adalah 3000.

39.UNVR : Saham blue chips ini dibawah 40.000 lumayan menarik, tunggu harga di area 37500-38000.

40.UNTR : Saham ini sudah lumayan up trend, cukup menarik kalau harga dibawa dibawah /didekat level 20.000 kembali.

Credit thx to angguntrader

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 3 Oktober 2017

Market Review 3 Oktober 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup menguat 25 poin (+0.42%) ke level 5,939.453 pada perdagangan hari ini. Tercatat 170 saham menguat dan 177 saham melemah. Mayoritas sektor ditutup menguat dipimpin oleh sektor mining (+1.49%). Hanya sektor agriculture dan basic industry yang melemah masing-masing 1.13% dan 0.19%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp238 miliar di seluruh Pasar hari ini. US Dollar menguat 2 poin (+0.01%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,542 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

- BELL: Pada perdagangan perdadanya hari ini, harga saham BELL ditutup menguat Rp29 (+19.33%) ke level Rp179. BELL melakukan pencatatan perdana saham di BEI pada hari ini dengan melepas sebanyak-banyaknya 300 juta saham atau setara dengan 20,69% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Perseroan menawarkan saham di harga Rp140-Rp150 per saham ke pasar. Dengan harga tersebut, maka perseroan bakal mengantongi dana segar Rp42 miliar-Rp45 miliar.

- BCIP: Harga saham BCIP ditutup menguat Rp27 (+34.61%) ke level Rp105 hari ini. BCIP meraih pendapatan sebesar Rp117,91 miliar hingga periode 30 Juni 2017 naik jika dibandingkan dengan pendapatan Rp97,75 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp43,59 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18,58 miliar.

- BFIN: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham BFIN ditutup menguat Rp25 (+4.38%) ke level Rp595. BFIN mengumumkan pendirian anak perusahaan baru bernama PT Finansial Integrasi Teknologi yang bergerak di bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Perseroan merupakan pemegang saham pengendali atas anak perusahaan tersebut dengan kepemilikan 99,96% atau Rp2,5 miliar.

- WSKT: Harga saham WSKT ditutup menguat Rp60 (+3.31%) ke level Rp1.870 hari ini. WSKT telah berhasil mengantongi kontrak baru Rp 44,5 triliun sepanjang Januari-September 2017. Pencapaian tersebut setara 74,16% dari total target perusahaan tahun ini.  Sebagian besar perolehan kontrak anyar tersebut didapat dari proyek-proyek infrastruktur terutama yang berkaitan dengan jalan tol.

- UNTR: Harga saham UNTR ditutup menguat Rp900 (+2.80%) ke level Rp33.000 pada perdagangan hari ini. UNTR akan membagikan dividen interim kepada para pemegang saham sebesar Rp 282 per saham, naik 97% dibanding dividen interim tahun lalu, Rp 143 per saham. Nilai dividen interim yang dibagikan kali ini sebesar Rp 533,39 miliar. Cum dividen di pasar tunai dan negosiasi akan berakhir pada 5 Oktober 2017. Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 6 Oktober 2017.

- AUTO: Harga saham AUTO ditutup naik Rp60 (+2.51%) ke level Rp2.450 hari ini. AUTO akan membagikan dividen interim kepada para pemegang saham Rp 13 per saham, naik 44% dibanding dividen interim tahun lalu, Rp 9 per saham. Nilai dividen interim yang dibagikan kali ini sebesar Rp 62,65 miliar. Cum dividen di pasar tunai dan negosiasi akan berakhir pada 6 Oktober 2017. Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 9 Oktober 2017.

Decline Stocks:

- JECC: Harga saham JECC ditutup melemah Rp200 (-3.92%) ke level Rp4.900 hari ini. JECC akui capaian penjualan bersih di 2017 akan lebih rendah dari target sebesar Rp2,44 triliun, dan di revisi menjadi sebesar Rp2,15 triliun, sehingga net income di tahun ini bisa sekitar 5-5,5% dari total penjualan itu.

- ICBP: Di akhir perdagangan, harga saham ICBP ditutup melemah Rp175 (-1.97%) ke level Rp8.700. PT Asahi Group Holdings Limited lewat anak usahanya yakni di Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd (Asahi Singapore) akan menjual seluruh kepemilikan di dua anak usahanya kepada ICBP. Dua anak usaha ini merupakan patungan antara Asahi dan Indofood. Dua anak usaha ini adalah PT Asahi Indofood Beverage Makmur dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage. Nantinya, ICBP akan memiliki 100% saham kedua perusahaan.