google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BBCA, BRPT, BSDE, INDF, SMGR dan SMBR | 20 Juli 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BBCA, BRPT, BSDE, INDF, SMGR dan SMBR | 20 Juli 2018


IHSG ditutup melemah 0,34% di level 5.871,077 pada perdagangan, Kamis (19/7).

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.845,170-5.819,264.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.908,957-5.946,836.

Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Di sisi lain, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral. "Saat ini terlihat pola bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan potensi bearish continuation pada pergerakan indeks saham, sehingga indeks berpotensi menuju ke area support," ungkap Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Parama Sekuritas dalam riset Kamis (19/7).

Sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor sebagai berikut:

1. BBCA

Daily (23.200) (RoE: 15.67%; PER: 25.58x; EPS: 902.96; PBV: 4.01x; Beta: 1.02)

Saat ini, terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. Sell on strength pada area 23.100-23.200, dengan target harga secara bertahap di level 22.475 dan 21.700. Resistance: 23.400.

2. BRPT

Daily (1.800) (RoE: 3.67%; PER: 24.07x; EPS: 75.20; PBV: 0.88x; Beta: 1.67)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Accumulative buy pada area level 1.780 - 1.810, dengan target harga secara bertahap di level 1.880, 2.030 dan 2.290.
Support: 1.765 & 1.670.

3. BSDE

Daily (1.395) (RoE: 5.43%; PER: 16.56x; EPS: 84.84; PBV: 0.90x; Beta: 1.85)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Buy pada area level 1.380 – 1.400, dengan target harga secara bertahap di level 1.450, 1.505, 1.630 dan 1.710.
Support: 1.350.

4. INDF

Daily (6.325) (RoE: 9.58%; PER: 11.80x; EPS: 540.24; PBV: 1.13x; Beta: 0.91)

Saat ini pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Akumulasi beli pada area level level 6.250 – 6.350, dengan target harga secara bertahap di level 6.500, 6.700 dan 6.800. Support: 6.200.

5. SMBR

Daily (3.340) (RoE: 1.49%; PER: 652.34x; EPS: 5.12; PBV: 9.76x; Beta: 1.99)

Saat ini, pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Akumulasi beli pada area level level 3.310 – 3.350, dengan target harga secara bertahap di level 3.440, 3.800, 4.170 dan 4.530.
Support: 3.240.

6. SMGR

Daily (6.925) (RoE: 5.28%; PER: 25.00x; EPS: 279.00; PBV: 1.33x; Beta: 1.38)

Saat ini, pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Akumulasi beli pada area 6.850 – 6.950 dengan target harga secara bertahap di level 7.200 dan 7.650.
Support: 6.650.

http://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-bbca-brpt-bsde-indf-smbr-dan-smbr

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...