google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) Gagal Gelar RUPO Langsung ke konten utama

PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) Gagal Gelar RUPO


PT Express Transindo Utama Tbk. gagal mendapat persetujuan opsi restrukturisasi Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar awal pekan ini.

Berdasarkan pengumuman hasil RUPO yang dipublikasikan Kamis (6/9/2018), rapat tersebut berlangsung pada Senin (3/9/2018) dan dihadiri para pemegang obligasi atau kuasa pemegang obligasi yang setara dengan 86,65% dari jumlah pokok obligasi yang belum dilunasi yaitu Rp1 triliun.

Pada RUPO tersebut, emiten dengan sandi TAXI tersebut mengajukan tiga opsi restrukturisasi atas Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014. Namun, ketiga agenda tersebut tidak disetujui.

Pertama, emiten berkode saham TAXI ini mengajukan persetujuan atas pengesampingan terhadap kelalaian pembayaran bunga ke-16 Obligasi Express Transindo Utama Tahun 2014 dan pembayaran bunga berikutnya sampai ditandatanganinya Addendum Perjanjoan Perwaliamanatan sesuai hasil keputusan RUPO.

Perseroan hanya mengajukan untuk dibebaskan dari denda atas penundaan pembayaran bunga obligasi namun tetap harus membayar bunga obligasi yang dimaksud. Untuk agenda ini, TAXI hanya memegang 68,5% persetujuan sehingga tidak memenuhi batas minimum yang sebesar 75%.

Kedua, perseroan akan mengajukan persetujuan atas pelepasan jaminan Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 berupa seluruh kendaraan bermotor dan tanah di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Hasil penjualannya akan digunakan satu pertiganya untuk modal kerja perseroan sedangkan sisanya sebagai insentif bagi pemegang obligasi yang memilih konversi dengan nilai insentif maksimum 50% dari nilai pokok obligasi yang dimiliki.

Penjualan jaminan dan distribusi dilakukan secara bertahap selambat-lambatnya pada 31 Desember 2020. Perseroan hanya dapat melakukan penjualan jaminan kendaraan pada harga serendah-rendahnya 90% dari harga likuidasi hasil penilaian KJPP terbaru yang diterbitkan Agustus 2018, 2019, dan 2020.

Pada agenda kedua, perseroan juga mengajukan persetujuan atas opsi restrukturisasi Obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 yang terdiri dari opsi konversi dan opsi perpanjangan yang akan dipilih oleh pemegang obligasi.

Pemegang obligasi yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam waktu yang telah ditentukan akan dianggap mengikuti suara mayoritas. Namun, jika suara mayoritas merupakan opsi konversi maka ketentuan untuk mengikuti suara mayoritas dikecualikan bagi pemegang obligasi yang tidak dapat memilih opsi konversi sehingga dianggap memilih opsi perpanjangan.

Pemegang obligasi perseroan pun tidak menyetujui agenda tersebut karena hanya 66,76% suara yang setuju dari batas minimal 75%.

Terakhir, perseroan mengajukan persetujuan untuk mengajukan rencana pembatalan delisting atas seluruh Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 kepada Bursa Efek Indonesia. Hanya 60,93% pemegang obligasi yang menyetujui agenda ketiga.

Sebagaimana diketahui, TAXI tersendat untuk membayar bunga ke-16 Obligasi Express Transindo Utama Tbk. Tahun 2014 karena ketiadaan dana. Dalam surat kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, pemegang merek taksi Express tersebut menyebut menunda pembayaran yang seharusnya jatuh tempo pada 22 Juni 2018.
http://market.bisnis.com/read/20180906/192/835953/agenda-rupo-express-transindo-utama-taxi-tidak-disetujui-pemegang-obligasi

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...