PT Express Transindo Utama Tbk Alami Penurunan Pendapatan dan Penurunan Kerugian | TAXI
Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan tercatat Rp293,92 miliar turun dari Rp433,24 miliar membuat rugi bruto sebesar Rp159,66 miliar turun dari rugi bruto Rp191,58 miliar.
Rugi usaha tercatat sebesar Rp262,97 miliar turun dari Rp300,96 miliar dan pendapatan lain-lain neto diraih Rp58,46 miliar usai mencatat beban lain-lain neto Rp571,23 miliar membuat rugi sebelum pajak turun menjadi Rp204,51 miliar dari rugi sebelum pajak Rp872,19 miliar tahun sebelumnya.
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp275,50 miliar dari rugi Rp836,37 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp479,26 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun tajam dari total aset Rp1,27 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)
Berita Saham TAXI | Bayar utang obligasi, Express Transindo Utama (TAXI) terbitkan 10 miliar saham baru
Emiten yang bergerak di bidang transportasi darat ini rencananya akan menambah 10 miliar saham baru senilai Rp 100 per saham atau total Rp 1 triliun rupiah. Nilai tersebut sama dengan 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.
Penerbitan saham kali ini merupakan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan perusahaan, termasuk membayar utang Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 yang ratingnya telah dicabut oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas permintaan pihak manajemen Express Transindo Utama.
Berdasarkan kesepakatan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 Desember 2018 lalu mayoritas pemegang obligasi setuju utang tersebut dikonversi dengan saham baru tanpa melalui rights issue.
Saham baru yang akan diterbitkan nantinya akan dikonversikan secara bertahap. Konversi tahap pertama sebesar Rp 400 miliar atau 4 miliar saham akan dilakukan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Februari 2019 mendatang.
Sedangkan konversi tahap kedua sebesar Rp 600 miliar atau 6 miliar saham berupa perubahan sisa Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi Obligasi Konversi (OK). OK tersebut nantinya dapat ditukar dengan saham dengan jumlah maksimal 6 miliar saham.
“Saham yang akan diterbitkan memiliki jenis yang sama dengan saham yang diterbitkan sebelumnya, dengan demikian memiliki hak yang sama dalam segala hal, termasuk hak menerima dividen, mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta aksi korporasi lainnya,” demikian dinyatakan oleh manajemen Express Transindo Utama melalui pengumuman yang diakses dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (6/2).
Lebih lanjut, kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting nantinya akan terkena dilusi minimal sebesar 65,09% apabila konversi tahap pertama selesai dilakukan dan pihak Express Transindo Utama bisa melunasi seluruh pokok OK senilai Rp 600 miliar. Kemudian jika nanti konversi tahap pertama dan tahap kedua berhasil dituntaskan sepenuhnya kepemilikan saham dari pemegang saham eksisting akan terdilusi maksimal 82,33%.
Pelaksanaan penambahan saham baru tanpa rights issue ini akan dilakukan pada 30 April 2019 untuk konversi tahap pertama dan untuk konversi tahap kedua baru akan dimulai pada akhir tahun depan atau 31 Desember 2020. Surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan baru akan dirilis pada 18 April 2019 mendatang.
Sebagai informasi, saat ini porsi terbesar kepemilikan saham TAXI masih dipegang oleh PT Rajawali Corpora sebesar 51%. Porsi terbesar kedua dimiliki oleh publik sebesar 48,99% seangkan sisanya sebesar 0,01% merupakan kepemilikan Megawati Affan selaku Direktur Express Transindo Utama.
Express Transindo Utama merupakah salah satu operator taksi di Indonesia yang berdiri sejak 1989 dan beroperasi di daerah Jabodetabek. Emiten yang melantai di bursa sejak 2 November 2012 ini memiliki armada hampir 10.000 unit kendaraan per 30 September 2018.
Layanan utama perusahaan ini adalah taksi reguler dengan brand Express dan Eagle, taksi premium Tiara Express, bus pariwisata Eagle High, dan bisnis transportasi bernilai tambah alias value added transportation business (VATB).
Berita Saham TAXI | EXPRESS JUAL ASET TANAH UNTUK BAYAR UTANG BCA
IQPlus, (28/01) - PT Express Transindo Tbk (TAXI) melalui anak usahanya PT Ekspres Jakarta Raya (EJJ) telah menandatangani Akta Juali beli No.19 dan 20 tertanggal 23 Januari 2019 dihadapan Notaris Muhamad Taufiq SH.
Menurut keterangan perseroan Jumat, hal itu terkait penyerahan dua bidang tanah di Kecamatan Karawaci Tangerang kepada Bank Central Asia dengan nilai penyerahan Rp43,44 miliar berdasarkan Laporan Penilaian Aset Tanah Kosong yang diterbitkan KJPP Teguh Hermawan Yusuf & rekan.
Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada BCA. Tujuan penjualan tanah ini adalah untuk melunasi sebagian utang Grup Express kepada BCA yang telah jatuh tempo. (end)
Berita Saham TAXI | BAYAR SEBAGIAN UTANG KE BCA, EXPRESS JUAL TANAH
IQPlus, (15/01) - PT Express Transindo Tbk (TAXI) melalui anak usahanya PT Ekspres Jakarta Jaya (EJJ) pada 11 Januari 2019 telah melakukan transaksi jual beli enam bidang tanah di kota Bekasi.
Menurut keterangan Megawati Affan, Sekretaris Perseroan Selasa disebutkan, enam bidang tanah tersebut dijual kepada PT Qalitas Qunci Makmur yang merupakan pihak ketiga dengan nilai transaksi Rp112,15 miliar.
Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada Bank Central Asia. Hasil dari penjualan tanah ini seluruhnya digunakan untuk melunasi sebagian utang Express Group ke BCA guna mengurangi beban bunga yang pada akhirnya akan memperbaiki rasio lancar group. (end)
Saham TAXI | PT Express Transindo Tbk Tunda Bayar Bunga Obligasi
PT Express Transindo Tbk (TAXI) melakukan penundaan pembayaran bunga ke-17 untuk Obligasi I Express Transindo tahun 2014.
Menurut keterangan KSEI disebutkan, pembayaran bunga ke-17 tersebut seharunya dilaksanakan paa 24 September 2018 ini dimana penundaan dilakukan karena dana belum efektif di rekening KSEI sesuai jadwal yang telah dilaksanakan.
Saham TAXI memang sudah lama tidak diperdagangkan karena terkena suspensi karena perusahaan ini juga sebelumnya telah menunda pembayaran bunga ke-16 Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 pada Juni lalu. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/taxi-taxi-kembali-tunda-pembayaran-bunga-obligasi,66082439.html
PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) Gagal Gelar RUPO
PT Express Transindo Utama Tbk. gagal mendapat persetujuan opsi restrukturisasi Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar awal pekan ini.
Berdasarkan pengumuman hasil RUPO yang dipublikasikan Kamis (6/9/2018), rapat tersebut berlangsung pada Senin (3/9/2018) dan dihadiri para pemegang obligasi atau kuasa pemegang obligasi yang setara dengan 86,65% dari jumlah pokok obligasi yang belum dilunasi yaitu Rp1 triliun.
Pada RUPO tersebut, emiten dengan sandi TAXI tersebut mengajukan tiga opsi restrukturisasi atas Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014. Namun, ketiga agenda tersebut tidak disetujui.
Pertama, emiten berkode saham TAXI ini mengajukan persetujuan atas pengesampingan terhadap kelalaian pembayaran bunga ke-16 Obligasi Express Transindo Utama Tahun 2014 dan pembayaran bunga berikutnya sampai ditandatanganinya Addendum Perjanjoan Perwaliamanatan sesuai hasil keputusan RUPO.
Perseroan hanya mengajukan untuk dibebaskan dari denda atas penundaan pembayaran bunga obligasi namun tetap harus membayar bunga obligasi yang dimaksud. Untuk agenda ini, TAXI hanya memegang 68,5% persetujuan sehingga tidak memenuhi batas minimum yang sebesar 75%.
Kedua, perseroan akan mengajukan persetujuan atas pelepasan jaminan Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 berupa seluruh kendaraan bermotor dan tanah di Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Hasil penjualannya akan digunakan satu pertiganya untuk modal kerja perseroan sedangkan sisanya sebagai insentif bagi pemegang obligasi yang memilih konversi dengan nilai insentif maksimum 50% dari nilai pokok obligasi yang dimiliki.
Penjualan jaminan dan distribusi dilakukan secara bertahap selambat-lambatnya pada 31 Desember 2020. Perseroan hanya dapat melakukan penjualan jaminan kendaraan pada harga serendah-rendahnya 90% dari harga likuidasi hasil penilaian KJPP terbaru yang diterbitkan Agustus 2018, 2019, dan 2020.
Pada agenda kedua, perseroan juga mengajukan persetujuan atas opsi restrukturisasi Obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 yang terdiri dari opsi konversi dan opsi perpanjangan yang akan dipilih oleh pemegang obligasi.
Pemegang obligasi yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam waktu yang telah ditentukan akan dianggap mengikuti suara mayoritas. Namun, jika suara mayoritas merupakan opsi konversi maka ketentuan untuk mengikuti suara mayoritas dikecualikan bagi pemegang obligasi yang tidak dapat memilih opsi konversi sehingga dianggap memilih opsi perpanjangan.
Pemegang obligasi perseroan pun tidak menyetujui agenda tersebut karena hanya 66,76% suara yang setuju dari batas minimal 75%.
Terakhir, perseroan mengajukan persetujuan untuk mengajukan rencana pembatalan delisting atas seluruh Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 kepada Bursa Efek Indonesia. Hanya 60,93% pemegang obligasi yang menyetujui agenda ketiga.
Sebagaimana diketahui, TAXI tersendat untuk membayar bunga ke-16 Obligasi Express Transindo Utama Tbk. Tahun 2014 karena ketiadaan dana. Dalam surat kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, pemegang merek taksi Express tersebut menyebut menunda pembayaran yang seharusnya jatuh tempo pada 22 Juni 2018.
http://market.bisnis.com/read/20180906/192/835953/agenda-rupo-express-transindo-utama-taxi-tidak-disetujui-pemegang-obligasi
PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) Ajukan Skenario Gagal Bayar Obligasi
Emiten transportasi PT Express Transindo Utama Tbk. mengajukan sejumlah skenario untuk dapat mengatasi persoalan gagal bayar bunga obligasi perseroan yang seharusnya dipenuhi pada Juni 2018.
Berdasarkan dokumen agenda Rapat umum Pemegang Obligasi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan kode saham TAXI tersebut mengajukan dua opsi restrukturisasi atas Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014.
Pertama, perseroan akan mengajukan persetujuan atas pelepasan jaminan Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 berupa seluruh kendaraan bermotor dan tanah di Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Hasil penjualannya akan digunakan satu pertiganya untuk modal kerja perseroan sedangkan sisanya sebagai insentif bagi pemegang obligasi yang memilih konversi dengan nilai insentif maksimum 50% dari nilai pokok obligasi yang dimiliki.
“Penjualan jaminan dan distribusi dilakukan secara bertahapselambat-lambatnya pada 31 Desember 2020. Perseroan hanya dapat melakukan penjualan jaminan kendaraan pada harga serendah-rendahnya 90% dari harga likuidasi hasil penilaian KJPP terbaru yang diterbitkan Agustus 2018, 2019, dan 2020,” ungkap publikasi tersebut, Kamis (23/8).
Kedua, perseroan akan mengajukan persetujuan atas opsi restrukturisasi Obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 yang terdiri dari opsi konversi dan opsi perpanjangan yang akan dipilih oleh pemegang obligasi.
Pemegang obligasi yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam waktu yang telah ditentukan akan dianggap mengikuti suara mayoritas. Namun, jika suara mayoritas merupakan opsi konversi maka ketentuan untuk mengikuti suara mayoritas dikecualikan bagi pemegang obligasi yang tidak dapat memilih opsi konversi sehingga dianggap memilih opsi perpanjangan.
TAXI tersendat untuk membayar bunga ke-16 Obligasi Express Transindo Utama Tbk. Tahun 2014 karena ketiadaan dana. Dalam surat kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, pemegang merek taksi Express tersebut menyebut menunda pembayaran yang seharusnya jatuh tempo pada 22 Juni 2018.
Adapun, TAXI membukukan pendapatan Rp128,7 miliar pada semester I/2018, menurun 18,9% dibandingkan pendapatan perseroan pada semester I/2017. Pada periode tersebut, perseroan membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp205,73 miliar, membengkak 54,5% dibandingkan dengan semester I/2017.
http://market.bisnis.com/read/20180823/192/830929/gagal-bayar-ini-skenario-restrukturisasi-obligasi-yang-ditawarkan-taxi
Layanan Baru PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)
PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) memperkenalkan strategi transformasi serta semangat baru perusahaan bertajuk 'Dekat di Hati, Melayani Setulus Hati'. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan yang diwujudkan melalui kehadiran jenis armada MPV (Multi Purpose Vehicle) dan standar pelayanan.
"Layanan baru tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah operasional perusahaan," kata Direktur Utama Taksi Express Group Benny Setiawan, Jumat.
Ia menjelaskan strategi baru Express Group adalah membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan para pemilik modal yang mempercayakan Express sebagai pengelola driver dan fleet. Express tetap akan mempertahankan kekuatan utama melalui pola kemitraan yang telah terbukti memberikan manfaat.
Transformasi model bisnis baru ini, lanjutnya, diharapkan dapat lebih memberikan keuntungan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan terutama bagi mitra pengemudi, perusahaan, dan pemilik modal. Apalagi, Taksi Express telah 25 tahun berkecimpung di industri transportasi dan Taksi Express memahami kebutuhan dan harapan pelanggan selalu meningkat.
"Menanggapi hal ini, kami memprioritaskan untuk memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan yang mewujudkan komitmen kami terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi," ujar Benny Setiawan.
Fase awal transformasi akan dimulai dari beragam pengenalan layanan baru hingga peningkatan kualitas dari eksternal hingga internal, beberapa di antaranya menghadirkan jenis kendaraan MPV (Multi Purpose Vehicle) baru, penerapan standar layanan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), hingga peningkatan standardisasi internal lainnya. (end/ba)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/taxi-taksi-express-hadirkan-armada-dan-standar-pelayanan-baru,86105804.html
Analisa Saham TRAM, BWPT, HRUM, PKPK dan TAXI | 15 Mei 2018
Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 15 MEI 2018 (DAILY)
1. (TRAM) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 384 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 390 dan 415. Stop Loss jika turun dibawah 370. Range Buy hari ini di 376-380.
2. (BWPT) Hari ini akan uji resisten terdekat di 198, Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 206 dan 220. Stop loss jika turun dibawah 184. Range Buy hari ini 190-194.
3. (HRUM) Hari ini akan uji resisten terdekat di 2463. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 2518 dan 2600. Stop loss jika turun dibawah 2330. Range Buy hari ini di 2410-2430.
TRADING CEPAT (FAST TRADE)
1. (PKPK) BUY Jika break 214 Target di 230 dan 254. Stop loss jika turun dibawah 194.
2. (TAXI) BUY jika break 130, Target di 140 dan 152, Stop loss jika turun dibawah 120
TETAP PERHATIKAN KONDISI MARKET JUGA YAH
Disclaimer On
STOCK PRENEUR
Semoga pada cuan hari ini
Berita Saham TAXI | 17 April 2018
IQP, (17/04) - PT Express Transindo Tbk (TAXI) mencatat kenaikan rugi tahun berjalan yang didistribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp491,37 miliar hingga 31 Desember 2017 naik tajam dibandingkan rugi Rp184,50 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan turun tajam menjadi Rp304,71 miliar dari pendapatan Rp618,20 miliar tahun sebelumnya dan beban langsung turun jadi Rp488,09 miliar dari Rp579,75 miliar.
Rugi bruto diderita Rp183,37 miliar dari laba bruto Rp38,44 miliar tahun sebelumnya dan beban umum naik tajam menjadi Rp199,36 miliar dari beban Rp64,64 miliar tahun sebelumnya membuat rugi usaha melonjak menjadi Rp382,73 miliar dari rugi usaha tahun sebelumnya yang Rp26,19 miliar.
Bebna lain-lain neto tercatat Rp166,05 miliar turun dari beban lain-lain neto tahun sebelumnya yang Rp197,18 miliar namun hal itu cukup membuat peningkatan tajam rugi sebelum pajak perseroan menjadi Rp548,79 miliar dari rugi sebelum pajak Rp223,36 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp2,01 triliun hingga 31 Desember 2017 turun dari total aset Rp2,55 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)
Berita Saham TAXI | 9 April 2018
Berita Saham TAXI
PT Express Transindo Utama (TAXI) pada 4 April 2018 telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan pemegang saham utama perseroan yakni PT Rajawali Corpora (RC).
Menurut keterangan tertulis perseroan berdasarkan perjanjian tersebut RC memberikan pinjaman senilai Rp33.625.000.000 dengan bunga 4,75% per tahun dengan periode pinjaman 5 tahun sejak 4 April 2018.
Pertimbangan dan alasan dilakukan transaksi adalah untuk mendukung kegiatan usaha dan operasional perseroan. Rajawali Corpora adalah pemegang 51% saham perseroan. (end)
IQPLUS
Berita Saham TAXI | 5 April 2018
Berita Saham TAXI
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencabut suspensi perdagangan saham Express Transindo Utama (Tbk (TAXI) pada sesi kedua perdagangan Kamis ini di seluruh pasar.
Menurut keterangan BEI Kamis, pencabutan dilakukan sehubungan telah dilakukan pembayaran bungak ke-15 dan denda keterlambatan Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014.
Oleh karena itu, bursa memutuskan untuk melakukan pencabutan sementara perdagangan efek TAXI. Bursa meminta kepada semua pihak untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi perseroan khususnya mengenai pemenuhan kewajiban di masa mendatang. (end)
IQPLUS
Analisa Saham TAXI | 26 Maret 2018
Analisa Saham TAXI
- Ingat selalu, market belum hancurBesar harapan kami agar Anda tidak termakan oleh omongan mengenai market yang bearish dengan cerita-cerita menyeramkan seperti tahun 2008 dll. Buka laporan keuangan emiten yang baru rilis dan perhatikan bagamana kinerja mereka bagus. Memang, tidak mungkin semua emiten akan membukukan pendapatan yang bertumbuh karena itu fokuslah pada yang bertumbuh saja (namanya juga trader pasti cari yang bagus-bagus aja, toh?).Jika sudah tahu bahwa market kita hanya sebuah sentimen negatif dari luar negeri yang konon juga tidak akan berlangsung lama karena trade war akan menghancurkan ekonomi negara masing-masing, maka saat ini merupakan saat yang tepat bagi kami untuk mengatakan Yuk, Nabung Saham!
- Wait and seeMari katakan bahwa Anda sudah terlanjur beli saham di harga tinggi dan tidak tega cut loss, maka jangan paksakan cut loss. Hal tersebut akan menghancurkan Anda lebih cepat dari biasanya, average down saja selama saham tersebut membukukan kinerja yang bagus. Tunggu sampai momennya sudah tepat secara teknikal untuk melakukan average down, dan jangan lupakan poin pertama di atas.
- Cari saham yang ada bandarnya sajaNah, ini merupakan cara terbaik kata orang (dan kata kami) adalah cari saham yang “mengandung” bandar di dalamnya. Bandar tidak mampu mengubah arah market namun mampu membuat saham tertentu bergerak melawan arah market.


WH-Project
Berita Saham TAXI | 21 Maret 2018
Berita Saham TAXI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Express Transindo Tbk (TAXI) mulai sesi pertama perdagangan Rabu ini.Menurut keterangan BEI Rabu, transaksi saham dihentikan sementara karena telah tterjadi kenaikan harga kumulatif atas saham perseroan sehingga dalam rangka cooling down maka BEI memutuskan untuk melakukan suspensi.
Seperti diketahui harga saham TAXI pada 13 Maret 2018 masih berada di level Rp55 dan terus meningkat tajam hingga ditutup di level Rp220 pada Selasa kemarin. (end)
Source:
IQPLUS
Analisa Saham MBSS, TAXI, TINS, TLKM dan WOOD | 19 Maret 2018
Analisa Saham MBSS, TAXI, TINS, TLKM dan WOOD
Pacific Trader Stock Review:MBSS: masih melanjutkan penurunan. potensi ke area 565 - 545. bila cendeung rebound maka potensi ke area 640 - 690.
TAXI: volume kembali melejit dengan MACD goldeng cross kembali. bila masih meneruskan kenaikan maka potensi ke area 129 - 147. bila turun menembus 112 maka potensi ke area 171 - 94.
TINS: stokastik peluang golden cross di area over sold. jika harga cenderung rebound maka peluang ke area 1050 - 1080. jika harga turun kembali menembus 995 maka potensi ke area 970 - 960.
TLKM: turun menembus support dengan MACD death cross. bila turun kembali menembus 3770 maka peluang ke 3730 - 3690. apabila rebound menembus 3900 maka potensi ke 3950 - 4000.
WOOD: harga menembus middle BB dengan MACD death cross. bila turun kembali maka potensi ke area 282 - 270. bila cenderung rebound maka potensi ke area 296 - 302 dengan resistance di area 310.
Alpine PW
Analisa Saham CPIN, TAXI dan GJTL | 16 Maret 2018
Analisa Saham CPIN, TAXI dan GJTL
Berikut rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis, yang bisa jadi pertimbangan untuk perdagangan Jumat (16/3).1. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Pergerakan harga saham CPIN masih membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend. Adapun indicator MACD membentuk pola Golden Cross di area positif, sementara indikator RSI (14,9) juga membentuk pola Golden Cross di area netral.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 3.270
Resistance: Rp 3.670
Muhammad Nafan Aji, Binaartha Parama Sekuritas
2. Express Transindo Utama Tbk (TAXI)
Saham TAXI memasuki area overbought sehingga perlu diwaspadai adanya profit taking. Indikator RSI berada di level 78%, sementara MACD histogram positif. Saham ini berada dalam tren bullish untuk jangka pendek dengan volatilitas yang cukup tinggi.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 72
Resistance: Rp 100
Aditya Perdana Putra, Semesta Indovest Sekuritas
3. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
Indikator MACD dan Stochastic pada saham GJTL bergerak menguat. Harga saham ini gagal menembus resistance dari upper bollinger band. Saham ini berada di atas MA10, MA20, dan MA50.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 820
Resistance: Rp 850
Parningotan Julio, Yuanta Sekuritas
Source:
KONTAN




