Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 31 Juli 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 31 Juli 2018*

Tercatat 137 saham menguat dan 284 saham melemah. *IHSG -91.49 poin (-1.51%) ke level 5,936.44*, dan *LQ-45 -19.64 poin (-2.06%) ke level 993.89*.

*Sectoral Return :*
- Agri -1.26%
- Mining -2.72%
- Basic-Ind -1.82%
- Misc-Ind +0.30%
- Consumer -1.43%
- Property -2.19%
- Infrastructure -4.82%
- Finance -0.32%
- Trade -0,97%

Investor asing *net buy senilai Rp 269 Milyar*.

*USD/IDR -1 poin (-0,01)* terhadap Rupiah di angka 14.414.

*Saham yang ditutup menguat*

- *BDMN ditutup menguat Rp 325 (+5.20%) ke level Rp 6,575*. OJK memberikan lampu hijau kepada bank Jepang, PT Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG Bank) untuk meningkatnya kepemilikan saham di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menjadi 40%. Saat ini, MUFG Bank tercatat mempunyai 19,9% saham Bank Danamon. Langkah MUFG meningkatkan saham di Bank Danamon menjadi 40% ini merupakan bagian dari rencana akuisisi tahap dua. Jika nanti MUFG juga menguasai 40% saham Bank Danamon, bank asal Jepang ini akan meningkatkan lagi kepemilikan saham menjadi 73,8% saham di Bank Danamon.

- *BWPT menguat Rp 21 (+11.47%) ke level Rp 204*.  Upaya PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) untuk keluar dari kerugian berhasil. Meski masih tipis, perusahaan ini mampu mencetak laba di semester I tahun ini sebesar Rp 2 miliar. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya, BWPT masih merugi Rp 128 miliar. Perolehan laba ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2015. Perolehan laba bersih seiring dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) pada semester satu 2018 sebesar 718.100 ton, naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedang produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan palm kernel (PK) juga mengalami kenaikan masing-masing 13% dan 21,6% dibanding semester satu 2017 menjadi 155.761 metrik ton (MT) dan 25.890 MT.

*Saham yang ditutup melemah*

- *KRAS melemah Rp 50 (-10.86%) ke level Rp 410*. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. mampu mendongkrak pendapatan pada semester I/2018 hingga 35%. Perseroan hanya mampu menekan kerugian yang dialami lebih dari 70% secara tahunan pada semester I/2018 seiring dengan peningkatan volume penjualan dan kenaikan harga jual produk baja tersebut. KRAS mengantongi pendapatan US$854,27 juta. Kerugian tercatat menurun dari US$56,70 juta menjadi US$16,01 juta.

- *TLKM melemah Rp 340 (-8.69%) ke level Rp 3,570*. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,7 triliun selama semester I/2018. Nilai tersebut tergerus 27% dibandingkan laba bersih perseroan pada periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai Rp12,1 triliun. Selain penurunan laba bersih, pendapatan emiten telekomunikasi pelat merah tersebut pun relatif stagnan.

- *PTPP melemah Rp 200 (-8.77%) ke level Rp 2,080*. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan konstruksi pelat merah, PT PP (Persero) Tbk, tergerus pada semester I/2018. PTPP membukukan pertumbuhan pendapatan 16,99% secara tahunan. Jumlah yang dikantongi perseroan naik dari Rp8,12 triliun menjadi Rp9,50 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk emiten berkode saham PTPP tercatat turun 16,21% secara tahunan pada semester I/2018. Pencapaian Rp479,75 miliar lebih rendah dari Rp572,54 miliar pada semester I/2017.

- *EXCL melemah Rp 70 (-2.48%) ke level Rp 2,750*. PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan kinerja negatif pada semester-I 2018. Rugi tahun berjalan yang dapat diatrubusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 81,74 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 143,11 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh EBIT yang lebih rendah sebagai akibat dari meningkatnya biaya depresiasi dan amortisasi.  Diberlakukannya kewajiban registrasi SIM disebut berdampak positif bagi perusahaan. Ke depan, peluang disebut semakin baik menyusul kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan diterapkan.

Laba PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) 30 Juni 2018

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

WIJAYA KARYA RAIH LABA Rp517,25 MILIAR HINGGA JUNI 2018

IQPlus, (31/07) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 18,65 persen hingga periode yang berakhir 30 Juni 2018 menjadi Rp517,25 miliar atau Rp57,67 per sahahm dibandingkan laba Rp435,92 miliar atau Rp48,60 per saham di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp12,97 triliun dari Rp9,48 triliun dan beban pokok pendapatan juga naik jadi Rp11,49 triliun dari Rp8,47 triliun.

Laba kotor menjadi Rp1,48 triliun meningkat dari laba kotor Rp1,00 triliun tahun sebelumnya dan beban usaha naik jadi Rp401,38 miliar dari Rp305,17 miliar membuat laba usaha menjadi Rp1,08 triliun naik dari laba usaha Rp703,47 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak diraih Rp687,91 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp539,70 miliar hingga Juni tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp54,04 triliun hingga 30 Juni 2018 naik dari Rp45,68 triliun di periode hingga 31 Desember 2017. (end)

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Sudah Tidak Rugi


Upaya PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) untuk keluar dari kerugian berhasil. Meski masih tipis, perusahaan ini mampu mencetak laba di semester I tahun ini.

Pada periode tersebut, BWPT mencatatkan laba bersih Rp 2 miliar. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya, BWPT masih merugi Rp 128 miliar. Perolehan laba ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2015.

Perolehan laba bersih seiring dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) pada semester satu 2018 sebesar 718.100 ton, naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedang produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan palm kernel (PK) juga mengalami kenaikan masing-masing 13% dan 21,6% dibanding semester satu 2017 menjadi 155.761 metrik ton (MT) dan 25.890 MT.

"Kami harapkan pencapaian laba bersih ini bisa berlanjut hingga akhir 2018," ujar Henderi Djunaidi, Direktur Keuangan BWPT, Senin (30/7). Pencapaian itu juga diharapkan merupakan titik balik kebangkitan kinerja perusahaan di masa mendatang.

Namun, pencapaian laba bersih itu tidak sejalan dengan pendapatan. Pendapatan BWPT justru turun 6% menjadi Rp 1,4 triliun.

Penurunan terjadi karena tertundanya pengiriman atau pengambilan CPO sehubungan libur panjang di bulan Juni. "Faktor turunnya harga CPO hanya berkontribusi 4% terhadap penurunan pendapatan," imbuh Henderi.

Paruh waktu tahun ini, BWPT mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 9% menjadi Rp 508,6 miliar. Sedang laba sebelum pajak berhasil meningkat 78% dibanding semester satu 2017.

Masih di periode yang sama, BWPT memiliki stok CPO sebesar 42.342 MT, hampir tiga kali lipat stok pada semester satu tahun lalu. Adapun stok PK mencapai 10.073 MT. "Stok CPO dan PK ini hanya menunggu waktu pelaksanaan pengiriman atau pengambilan oleh pembeli," pungkas Henderi.
http://investasi.kontan.co.id/news/eagle-hign-plantations-bwpt-bangkit-dari-kerugian

PT XL Axiata Tbk (EXCL) Catatkan RUGI


XL AXIATA CATAT RUGI Rp81,74 MILIAR HINGGA JUNI 2018

IQPlus, (31/07) - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat rugi tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp81,74 miliar hingga periode 30 Juni 2018 usai meraih laba Rp143,11 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan naik menjadi Rp11,04 triliun dari Rp10,93 triliun namun kenaikan beban menjadi Rp10,43 triliun dari Rp10,15 triliun membuat laba operasi turun menjadi Rp615,88 miliar dari laba operasi Rp773,70 miliar tahun sebelumnya.

Beban lain-lain tercatat Rp771,07 miliar naik dari beban lain-lain Rp748,03 miliar membuat rugi sebelum pajak diderita Rp155,18 miliar usai meraih laba sebelum pajak Rp25,66 miliar hingga Juni tahun sebelumnya.

Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp56,37 triliun hingga 30 Juni 2018 naik tipis dari Rp56,32 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)

Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Semester I 2018


IQPlus, (31/07) -  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan kerugian sebesar 114 juta dolar AS pada semester 1/2018 yang berhasil ditekan sebesar 60 persen dari kerugian semester 1/2017 sebesar 284 juta dolar.

"Selain membukukan pertumbuhan pendapatan operasional, perseroan juga berhasil menekan peningkatan pengeluaran operasional hanya sebesar 0,3 persen," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury dalam konferensi pers "analyst meeting" di Jakarta, Senin.

Dengan demikian, menurut dia, perseroan secara konsisten berhasil menekan kerugian sebesar 60 persen pada semester 1/2018 menjadi 114 juta dolar AS dibandingkan kerugian semester 1/2017 sebesar 284 juta dolar AS.

Pahala menjelaskan kerugian bisa ditekan karena pertumbuhan kinerja operasional tersebut ditunjang oleh peningkatan jumlah penumpang, angkutan kargo, utilisasi pesawat serta efektivitas program efisiensi yang dilaksanakan dan juga peningkatan kinerja anak perusahaan dan pendapatan lainnya diluar layanan penerbangan.

Selain itu, Garuda Indonesia mencatat pendapatan operasional pada semester 1/2018 sebesar 1,9 miliar dolar AS dengan pertumbuhan sebesar 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar dolar 1,8 miliar AS.

"Capaian pertumbuhan pendapatan operasional ini tentunya menjadi momentum tersendiri bagi perseroan untuk terus memperkuat kinerja operasional di tengah iklim industri penerbangan yang tengah tertekan imbas fluktuasi perekonomian dunia," katanya. (end)

Prospek PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Setelah Divestasi


Upaya divestasi sejumlah ruas jalan tol oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dinilai para analis dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang.

Sebagai informasi, April lalu WSKT berhasil menjual tiga ruas tol yang dimiliki anak usahanya, PT Waskita Tol Trans Jawa lewat instrumen Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). WSKT juga menargetkan dapat menjual dua aset jalan tol lainnya di semester II, yakni tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu dan tol Kayu Agung – Palembang – Betung melalui skema one on one.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital mengatakan, divestasi yang dilakukan WSKT sebenarnya cukup merepresentasikan tujuan bisnis emiten tersebut. Menurutnya, emiten tersebut lebih berfokus pada jasa konstruksi dan penyedia bahan material.

Ketika proyek tol yang dikerjakannya telah selesai dan beroperasi, WSKT biasanya akan mendivestasikan tol tersebut. “WSKT mengincar capital gain atas penjualan jalan tolnya yang sudah jadi,” kata Alfred, Senin (30/7).

Dalam riset 25 Juli, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Akhmad Nurcahyadi mendukung upaya divestasi yang dilakukan WSKT sepanjang tahun ini. Menurutnya, upaya tersebut dapat disebut sebagai strategi pendanaan yang variatif untuk menyokong eksekusi kontrak yang dimiliki oleh perusahaan.

Asal tahu saja, per Juni 2018 kontrak yang dimiliki WSKT mencapai Rp 97,64 triliun. Angka tersebut berasal dari sisa kontrak di tahun lalu dan tambahan kontrak baru di tahun ini. Mayoritas kontrak yang dieksekusi WSKT merupakan proyek tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Akhmad merekomendasikan beli saham WSKT dengan target Rp 3.250 per saham. Setali tiga uang, Alfred merekomendasikan beli saham WSKT dengan target Rp 3.190 per saham. Hari ini, harga saham WSKT naik 7,50% ke Rp 2.150 per saham.
http://investasi.kontan.co.id/news/divestasi-tol-akan-positif-bagi-waskita-karya

Analisa Saham IMJS | 31 Juli 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Indomobil Multi Jasa (IMJS)-The seed of success has been planted by Emma A. Fauni (emma.fauni@miraeasset.co.id)

- Kami berkunjung ke Indomobil Multi Jasa (IMJS/Not Rated), sebuah perursahaan multijasa otomotif yang utamanya bergerak di bisnis pembiayaan yang mana merupakan anak perusahaan dari Indomobil Sukses Internasional, atau IMAS.

- Segmen pembiayaan IMJS’ (melalui anak usahanya, IMFI) memiliki rekam jejak yang sudah terbukti lama di Indonesia. Segmen penyewaan mobil (melalui anak usahanya, Indorent) menyewakan berbagai merek mobil penumpang ke pelanggan korporasi dengan kontrak jangka panjang.

- Seiring dengan industri truk yang semakin berkembang, penetrasi IMJS ke bisinis logistik akan membuahkan hasil. Segmen logistik diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penerimaan signifikan untuk IMJS.

- Dari tahun ke tahun, IMJS telah menghasilkan pertumbuhan penerimaan yang secara berkelanjutan dengan +16.5% CAGR dari 2013 hingga 2017. Secara year-to-date, saham IMJS memberikan performa yang baik dengan +131,2%. Melihat prospek yang menarik ke depannya, saham IMJS cukup menarik dengan P/B 1,3x. Yang menjadi risiko penurunan yaitu pelemahanan ekonomi. (Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca https://goo.gl/o4Bi1M)

Analisa Saham PTBA | 31 Juli 2018


BCA Sekuritas on Bukit Asam (PTBA) 07/24/2018
Utilizing in-house mining contractor

- Laba bersih 2Q18 meningkat 32% YoY / -23% QoQ, membawa laba bersih 6M18 menjadi IDR2.58tn (+ 49% YoY), sedikit di atas rangkuman konsensus kami dan konsensus. Set hasil ini berasal dari volume produksi yang lebih tinggi, biaya tunai yang lebih rendah dan ASP yang lebih tinggi. Pendapatan 2Q18 mencapai Rp4,8tn (+ 8,1% YoY / -16,9% QoQ), menghasilkan pendapatan 6M18 sebesar IDR10,5tn (+ 17,4% YoY), sejalan dengan konsensus kami '. Hal ini didukung oleh volume produksi 2Q18 yang lebih tinggi yaitu 5,93mt (+ 20% YoY / + 12% QoQ), yang diterjemahkan ke volume produksi 1H18 sebesar 11,21mt, 45% dari target kami.

- Prospek cerah untuk PTBA untuk sisa tahun ini dengan volume produksi cenderung semakin merayap karena kapasitas kereta api meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2Q18, membuka jalan bagi perusahaan untuk menaikkan rasio SR menjadi 4,4x pada 2018. Kami membayangkan potensi pendapatan yang lebih tinggi dan margin dari penerapan skema transfer kuota, karena telah memenuhi kewajiban DMO-nya (~ 52% penjualan domestik). Kami berharap pemerintah akan menetapkan biaya transfer kuota sebesar USD7.5- USD12.5 / tn, kisaran yang masuk akal dalam pandangan kami, karena biayanya masih lebih murah daripada spread (+/- USD30 / tn) antara harga pasar dan harga maksimal USD70 / tn.

- Valuasi: BUY dengan TP Rp4,900

Prospek Saham WSKT | 31 Juli 2018


UOB Kay Hian on Waskita Karya (WSKT) 07/24/2018
1H18: Weak Results; Earnings Boosted By Gains From Sale Of Assets

- biaya bunga. Waskita Karya (WSKT) melaporkan pendapatan sebesar Rp10,5t pada 2Q18, naik 47,3% yoy tetapi turun 15,3% qoq karena hari kerja yang lebih sedikit selama liburan Idul Fitri yang menyebabkan tingkat pembakaran orderbook yang lebih rendah. Laba bersih melonjak 61% yoy (tetapi qoq datar) menjadi Rp1,47t, didorong oleh keuntungan Rp1,7t dari penjualan aset jalan tol melalui RDPT pada 18 April. Tidak termasuk ini, laba bersih inti pada 2Q18 hanya Rp302b, turun 67 % yoy dan 80,2% qoq di tengah suku bunga efektif yang lebih tinggi sebesar 6,1% pada 2Q18 (1Q18: 4%) karena beberapa jalan tol baru mulai beroperasi pada 2Q18.

- Meskipun perlambatan triwulanan, pendapatan masih tumbuh 47,3% yoy menjadi Rp22,9t di 1H18, sejalan dengan harapan kami dan konsensus. Tidak termasuk keuntungan satu kali dari penjualan aset jalan tol, laba bersih inti adalah Rp1,82 triliun, naik 42,1% yoy, atau 64% dari perkiraan 2018 kami. Namun, leverage tetap tinggi bahkan setelah divestasi aset jalan tol, dengan net gearing di 1,85x dan total utang sebesar Rp55,97t pada akhir Juni 18.

- Valuasi: BUY dengan TP IDR2,600

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 31 Juli 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Juli 31, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
Wall street ditutup lebih rendah dengan Dow jatuh oleh 144,23pts ke 25.306,83. Selain itu, Nasdaq dan S&P masing-masing turun ke 7.630,00 dan 2.802,60 (masing-masing -107,42pts dan -16,22pts). Nasdaq memposting kerugian 3 hari terbesar sejak Maret karena turunnya saham Facebook dan Netflix. Sementara itu, Trump sebagai presiden AS siap bertemu dengan presiden Iran Hasan Rouhani. Komentar presiden datang di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Hari ini, kami memprediksi bahwa IHSG akan terus menguat didukung penguatan IDR terhadap USD. Selanjutnya, pemerintah Indonesia berencana mengumumkan peraturan baru untuk domestic market obligation batubara (DMO).

Market Indicator
JCI: 6,027.94 (+0.65%)
EIDO: 24.22 (+0.41%)
DJIA: 25,306.83 (-0.57%)
FTSE100: 7,700.85 (-0.01%)
USD/IDR: 14,415 (-0.01%)
10yr GB yield: 7.73% (-2bps)
Oil Price: 70.13 (-2.10%)
Foreign net purchase: IDR234.8bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: ADRO, INKP, INDY, WSBP, BMRI
TOP SELL: PTBA, BBNI, ERAA, TLKM, BBTN

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
ADRO, PTBA, ERAA, BBRI, ANTM

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Trump mengatakan dia akan meninggalkan ruang untuk negosiasi atas imigrasi, shutdown
Trump menyerukan kepada Kongres untuk meloloskan langkah-langkah keamanan perbatasan
Trump mengatakan dia akan 'tidak masalah' dengan shutdown pemerintah

*POLY +18.2%. Pendapatan naik, Asia Pacific Fiber raih laba hingga Juni 2018
*BOLT + 1.0%. Garuda Metalindo raih penjualan Rp 552.89 Miliar
*WOOD + 4.5%. Integra Indocabinet raih penjualan bersih Rp 905.71 Miliar
*ISAT -4.5%. Pendapatan Indosat turun jadi Rp 11.06 Triliun
*ENRG -1.2%. Penjualan neto Energi Mega Persada turun jadi US$ 66.72 juta
*HOKI -1.7%. Buyung Poetra raih penjualan Rp 764.46 Miliar

Flash focus
JPFA 2Q18 earnings flash review by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)

- JPFA’s 2Q18 revenue grew to IDR8.8tr (+17.8% YoY, +12.5% QoQ), with all business segments posting positive YoY and QoQ sales growth.

- Animal feeds, the biggest contributor to JPFA’s revenue, saw its OP margin improve to 13.4% (vs. 12.0% in 2Q17).

- The poultry business (feeds, broilers, and DOC), which accounted for 86.7% of JPFA’s 1H18 revenue, grew 16.7% YoY, likely supported by higher broiler and DOC ASP.

- Our recommendation on JPFA post-2Q18 results is currently under review.
(See at: https://goo.gl/MZ6e4R)   

Flash focus
INTP 2Q18 earnings flash review by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)

- INTP’s 2Q18 revenue was a mere IDR3.0tr (-3.9% YoY, -11.5% QoQ), weighed by weak volume (due to the longer Eid al-Fitr holiday this year) combined with the lack of significant ASP improvement.

- Gross margin in 2Q18 deteriorated to 23.4% (vs. 34.0% in 2Q17 and 28.7% in 1Q18), which we attribute to higher energy prices, seasonally low cement consumption in the quarter, and persistent oversupply.

- Overall, even though a weak performance had been expected (given the seasonally low cement consumption in 2Q due to the Lebaran holiday), INTP’s 1H18 net profit still fell far short of expectations.

- Our recommendation on INTP post-2Q18 results is currently under review.
(See at: https://goo.gl/RwKoM8) 

Earnings review
HM Sampoerna (HMSP IJ) - 2Q18 review: Double-digit bottom-line growth by Christine Natasya (nataysa@miraeasset.co.id)
(Jul 30, 2018)

- For 2Q18, HMSP delivered net revenue of IDR26.02tr (+12.5% QoQ, +8.4% YoY). Meanwhile, net profit was IDR3.08tr in 2Q18 (+1.6% QoQ, +11.6% YoY) which was a better performance compared to 1Q18 (-9% QoQ,  7.9% YoY).

- The company saw its GPM contract again in 2Q18, to 22.8% (-1%p QoQ,  0.5%p YoY; vs. 23.8% in 1Q18 and 23.3% in 2Q17)

- On the bright side, HMSP’s sales volume growth (+0.7% YoY) outperformed the industry (which saw a slight overall decline in volume), and its overall market share improved slightly to 33.2% (vs. 32.7% in 2Q17). 

- As of 2Q18, the price per stick of Magnum Mild stood at IDR980, the cheapest among HMSP’s brands. However, compared to 1Q18 prices, the ASP of Magnum Mild increased at a faster rate (+5% QoQ) than any other brand. While we think the sale of lower-priced products is negative to HMSP’s margins, we also see further room for ASP growth, which will help minimize further margin deterioration.  Hence, we retain our bottom line forecast.

- We retain our Hold recommendation on HMSP but increase our target price to IDR4,200, as we raise our target multiple to +1std deviation. We believe our target multiple is reasonable given the company’s recent sales volume gains. Nonetheless, due to margin deterioration and limited upside, we reiterate our Hold recommendation on the company. Upside risks to our call include faster-than-expected sales volume growth in 3Q18, better margins, strong market share gains, operating cost efficiencies, and industry consolidation.
(See full report: https://goo.gl/2pHYWR)
Flash Focus
HOKI 1H18 results by Andy Wibowo (andy.wibowo@miraeasset.co.id) 
(Jul 30, 2018)

- Buyung Poetra Sembada (HOKI/Trading Buy/TP: IDR1,040) booked net profit of IDR50bn, representing 56.9% and 61.0% of our and consensus’ full-year net profit targets. This higher net profit was driven by higher revenue, which stood at IDR764bn (+9.1% YoY).

- On a quarterly basis, HOKI’s 2Q18 revenue went up to IDR384bn (+1.0% QoQ). Meanwhile, HOKI’s 2Q18 net profit went down to IDR24bn (-10.3% QoQ), which we suspect was due to Eid-al-Fitr bonus payment for their employees as seen in higher operating expenses of IDR19.6bn (+13.0% QoQ).

- The company has yet to publish its operational performance data.

- In the longer term, we believe that HOKI’s net profit will reach IDR153.1bn in 2020F, thus growing +36.7% CAGR 2016 – 2020F, or jumping seven times higher than Indonesia’s economy (please see further in our initiation report “The premium player” at https://goo.gl/e1oc45).
(Please see more at: https://goo.gl/rNxfKS)

Flash Focus
ISAT 2Q18 highlights flash review by Giovanni Dustin
(giovanni@miraeasset.co.id) 
(Jul 30, 2018)

- ISAT 2Q18 revenue: IDR5.4tr (-6% QoQ, -31% YoY), 37%/40% run rates against full-year estimates (ours and consensus, respectively).

- EBITDA: IDR1.6tr (-20% QoQ, -56% YoY), 29%/32% run rates (ours/cons).

- EBITDA margin declined to 29% (34% in 1Q18; 46% in 2Q17).

- Our recommendation on ISAT is currently under-review (Previous: Buy/TP: IDR6,400). More color and outlook to follow, as the full financial statements are scheduled to be released on August 9th.
(Please see more at https://goo.gl/isHS45)

Flash Focus
ACES 2Q18’s flash results by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id) 
(Jul 30, 2018)

- ACES booked robust net profit of IDR221.2bn in 2Q18 (+5.9% QoQ, +27.1%YoY). Bottom line was above our estimate and the consensus forecast, bringing the cumulative 1H18 run-rate to 48%/47% against our 2018 estimate and the full-year consensus (vs. 42-44% over the past three years), respectively.

- 2Q18 net revenue growth was in the double digits again (+23.6% YoY, +15.1% QoQ), reaching IDR1.81tr.

- In 1H18, the company recorded strong SSSG of 13.4% YTD. We believe the strong top-line results were also supported by a cooldown in the competitive environment, and new store openings throughout the 1H18. In 2Q18, the company opened 10 new stores, including three Ace Express stores (smaller store format), which are located in Tangerang, Bintaro, and Green Ville.

- ACES booked a stable gross margin of 48% in 2Q18 (vs. 47.8% in 1Q18 and 48% in 2Q18), despite a depreciating rupiah throughout 2Q18. We think margin was supported by the fact that ACES applies a cost-plus-margin scheme, and that a lagging effect is expected on any rupiah depreciation.

- We maintain our Trading Buy rating on ACES with a target price of IDR1,540.
(See more: https://goo.gl/pqJTz2)



ZINC menetapkan target pendapatan IDR1 triliun (Kontan)
PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) mencatat hasil keuangan yang fantastis dengan pendapatan tumbuh 140,87% YoY menjadi IDR372,53 miliar. Selain itu, bottom-line perusahaan melonjak 662,53% YoY menjadi IDR84,87 miliar. Secara keseluruhan, perusahaan optimis memperoleh pendapatan IDR1 triliun untuk tahun ini.

Watchlist Saham Pacific Trader | 31 Juli 2018


Morning Good People
Rekomendasi 31/07/2018

Highlight hari ini yang bisa di perhatikan
- IHSG ditutup hijau dan mulai bergerak uptrend, potensi menuju resis berikutnya di level 6077 dan 6102, perhatikan saham coal dan konstruksi

Watchlist for today
INDY, HRUM
TKIM
WSKT
LPCK
ANTM

Monggo di share dan invite teman2nya kalau sudah cuan, rekomendasi setiap hari gratistis

Analisa Saham TKIM, DOID dan MEDC | 31 Juli 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
July 31, 2018
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily,6,027.94(+0.648%), limited upside, trading range hari ini 5,976 – 6,048. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Pada periode weekly ,indikator MFI optimized, indikator RSI optimized  dan Stochastic %D optimized juga cenderung naik dengan demikian pola kenaikan masih terlihat. Daily resistance terdekat di 6,048 dan support di 5,979. Cut loss level di 5,961.

TKIM Daily, 13,750 (+1.66%), trading buy ,trading range 13,425 – 14,300. indikator MFI  optimized dan  ndilkator RSI optimized cenderung naik lebih lanjut. Daily  support di 13,425 dan daily resistance di 14,300. Cut loss level di 13,150.

DOID Weekly, 810 (+1.89%), trading buy, 770 – 885. indikator MFI optimized ,indikator RSI optimized & Stochastic %D masih cenderung naik. Daily dan Weekly resistance di 835 dan 885. Sementara itu daily dan weekly support di 795 dan 770. Cut loss level di 695.

MEDC Weekly, 1,020(+2.00%), trading buy, trading range 985 –1,040. Indikator MFI optimized dan indkator Stochastic % D optimized optimized masih cenderung naik . Dengan demikian diperkirakan potensi kenaikan secara umum masih terlihat. Perkiraan daily dan weekly resistance di  1,040  dan 1,090. Daily support dan weekly support di 985 dan 955..Cut loss level di 945.

Global Market Review | 31 Juli 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(July 31, 2018)
Investment Information Team)
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Tenggelamnya saham teknologi tiga hari berturut-turut mendorong Nasdaq ke 3 minggu dengan penutupan rendah

Sebuah penguraian taruhan teknologi populer pada hari Senin, ditandai dengan sesi ketiga berturut-turut di zona merah, mendorong Indeks Komposit Nasdaq ke penutupan terendah dalam lebih dari tiga minggu.

S&P 500 SPX, -0,58% -16,22 poin, 0,6%, hingga 2,802.60, DJIA, -0,57% turun 144,23 poin, atau 0,6%, menjadi 25.306,83

Perusahaan teknologi menunjukkan retret stabil, terutama perusahaan yang disingkat dengan FAANG — Facebook, Apple, Amazon, Netflix, Google Inc, dan Google, Sebagian besar pembantaian selama tiga sesi terakhir bertepatan dengan sejarah Facebook Inc. yang jatuh pada laporan pendapatan mengecewakan minggu lalu. Facebook melihat sahamnya pada hari Senin turun 2,2%, sebuah retret yang cukup untuk mendorong saham raksasa media sosial resmi ke dalam jajaran saham yang turun, dan telah kehilangan lebih dari 20% dari hit puncak baru-baru ini pada 25 Juli.

Eropa

Saham Eropa bergerak menjauh dari level tertinggi 6-minggu seiring dengan teknologi, perdagangan masih ada

Saham Eropa turun dari enam minggu tertinggi pada Senin, akibat melemahnya bir Heineken di antara perusahaan-perusahaan yang sahamnya melemah setelah hasil keuangan, juga diakibatkan oleh masalah sektor teknologi dan perdagangan global yang membebani pasar sebelum kesepakatan Juli ditutup minggu ini.

Indeks Stoxx Europe 600 SXXP, -0,30% turun 0,3% menjadi berakhir pada 390,92

Saham regional memiliki awal yang sulit di sesi perdagangan kedua hingga terakhir Juli, meskipun Stoxx 600 naik 2,9% untuk bulan ini, yang akan menjadi kinerja bulanan terkuatnya sejak April, ketika naik 3,9%.

Investor masih mengamati musim laporan keuangan, yang secara mencolok menampilkan hasil mengecewakan dari Facebook dan Twitter.

Indikator mengecewakan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar ini membuat investor mempertanyakan apakah saham FAANG dapat terus mendorong ekuitas lebih tinggi di kuartal mendatang, atau apakah saatnya untuk menilai kembali valuasi mereka saat ini, kata analis

Trading Plan PTPP, ASII, ICBP, PTBA, ERAA dan RALS | 31 Juli 2018


TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

PTPP: Trading Buy
• Close 2280, TP 2340
• Boleh buy di level 2180-2280
• Resistance di 2340 & support di 2180
• Waspadai jika tembus di 2180
• Batasi resiko di 2160

ASII: Trading Buy
• Close 7100, TP 7375
• Boleh buy di level  6975-7100
• Resistance di 7375 & support di 6975
• Waspadai jika tembus di 6975
• Batasi resiko di 6900

ICBP : Trading Buy
• Close 8775, TP 8975
• Boleh buy di level  8675-8775
• Resistance di 8975 & support di 8675
• Waspadai jika tembus di 8675
• Batasi resiko di 8600

PTBA:  Trading Buy
• Close 4360, TP 4570
• Boleh buy di level  4210-4360
• Resistance di 4570 & support di 4210
• Waspadai jika tembus di 4210
• Batasi resiko di 4190

ERAA:  Trading Buy
• Close 3140, TP 3310
• Boleh buy di level  3050-3140
• Resistance di 3310 & support di 3050
• Waspadai jika tembus di 3050
• Batasi resiko di 3030

RALS:  Trading Buy
• Close 1430, TP 1455
• Boleh buy di level  1405-1430
• Resistance di 1455 & support di 1405
• Waspadai jika tembus di 1405
• Batasi resiko di 1390

Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;
WSKTA, WIKA, TINS, SMGR, ADHI, INCO, BSDE

(Disclaimer ON)

Valbury Sekuritas Indonesia

Analisa Saham TKIM, ASII dan ITMG | 31 Juli 2018


Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/7).

1. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

Saham TKIM berada pada limited upside dan berpeluang koreksi teknikal untuk menguji support MA60 sekaligus support bullish channel.

Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 13.150
Resistance: Rp 14.925

Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

2. PT Astra International Tbk (ASII)

Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya bullish continuation yang didukung oleh indikator ADX, MACD, dan SAR yang menunjukkan sinyal positif.

Rekomendasi: Maintain Buy
Support: Rp 6.800
Resistance: Rp 7.300

Muhammad Nafan Aji, Binaartha Parama Sekuritas

3. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Muncul long white body candle dengan MA20 berpotongan dengan golden cross (GC). Sementara itu, indikator RSI menguat diikuti dengan kenaikan volume perdagangan, namun stochastic berpotongan dengan death cross (DC) di area overbought.

Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 29.525
Resistance: Rp 30.800

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

http://investasi.kontan.co.id/news/berikut-rekomendasi-teknikal-tkim-asii-itmg

Trading Plan Saham PTPP, ADHI dan ICBP | 31 Juli 2018


IHSG (5.990-6.060) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.060 kemudian 6.100 dengan support di level 5.990 dan 5.950.

PTPP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.390 kemudian 2.480 dengan support di level 2.170, cut loss jika break 2.070.

ADHI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.675 kemudian 1.725 dengan support di level 1.580, cut loss jika break 1.535.

ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.850 kemudian 8.925 dengan support di 8.700, cut loss jika break 8.625.

Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5fim

Analisa Saham WSBP | 31 Juli 2018


WSBP berhasil rebound sesuai perkiraan sebelumnya. Setelah berhasil melewati gap 404-408 dan menembus keatas garis MA 200, saham ini terus melanjutkan penguatannya dan ditutup di level 420 pada hari ini. Saat ini WSBP berpeluang menguji area down trend resistance line di level 426. Jika level ini dapat diterobos, maka WSBP dapat dikatakan akan mengakhiri tren turunnya dan sedang mengawali uptrend nya lagi, dengan potensi menutup gap atas dikisaran 434-448 sebagai target penguatannya selanjutnya. Indikator teknikal MACD yang masih bergerak naik dan telah berhasil cross up keatas centerline, mengindikasikan bahwa saham ini masih bergerak positif.

Rekomendasi: Hold hingga mecapai target selanjutnya. Naikan trailing stop jika kembali turun dan gagal bertahan di 398.

http://step-trader.com/2018/07/30/mampukah-wsbp-mengakhiri-tren-turunnya/

Analisa Saham WSKT | 31 Juli 2018


Saham WSKT berhasil rebound sesuai perkiraan dan ditutup di level 2150 pada hari ini. Itu artinya saham ini telah memberikan potensial gain hampir sebesar 15% sejak direkomendasikan beli pertama kali di harga 1875.

Setelah berhasil mencapai target terdekat di 2100, WSKT mencoba melanjutkan penguatannya dengan menembus keatas down trend resistance line di 2120. Penembusan resistance tersebut telah mengakhiri tren turun saham ini, sehingga WSKT berpeluang memulai tren kenaikannya lagi. Target kenaikan berikutnya di area gap atas 2300-2350. Jika penguatan saham ini terus berlanjut dan mampu melewati resistance gap 2350, maka WSKT akan menuju target selanjutnya di level 2460. Indikator teknikal Stochastic kembali golden cross, sedangkan MACD bergerak naik mencoba untuk cross up keatas centreline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak positif.

Rekomendasi: Hold hingga mencapai target-target selanjutnya. Naikan trailing stop di 1975.

http://step-trader.com/2018/07/30/wskt-time-to-move-on/

Watchlist Saham TemanTrader | 31 Juli 2018


IDX  DIRECTION 31 Juli 2018

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Masuk Area Psikologis 6000, Index Pada Fase Bullish dan Short Term Uptrend

Berapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : ADHI BJBR BJTM DUVA DMAS ICBP INDS       (cross over MA20 kemarin)
Fast Trade :   POLY FREN ADMIG HRUM INDY SMMT MAIN WSKT BTON WIKA ADRO ANTM PTPP WEGE INDS MAPI WOOD PTRO WSBP  (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20
Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Detail lengkap dan chart analisa pada tautan berikut
https://temantrader.com/2018/07/31-juli-2018/

Terima kasih

TEMAN TRADER

Analisa Saham TINS | 31 Juli 2018


TINS menguat menguji down trend resist linenya di kisaran 880. Sama seperti kejadian – kejadian sebelumnya, saham ini ‘hobi’ naik ketika menguat menembus resistennya, dan saat ini resisten ada di 880. Setiap harga saham break resist line, TINS umumnya menguat dengan signifikan. Target kali ini ada di level 1035 dengan minor target 940. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif.

Rekomendasi: Buy jika break 880. Stoploss level 835.

Disclaimer ON
http://galerisaham.com/tins-mengulang-kebiasannya/

Analisa Saham HRUM | 31 Juli 2018


HRUM, identik dengan ulasan ITMG kemarin, menguat tajam pasca break out resisten 2630. HRUM menguat tajam mendekati target minor di 3240 dalam waktu yang sangat singkat (naik +22% dalam 3 hari saja). Kenaikan tajam dalam waktu singkat selalu menjadikan pergerakan saham memasuki fase abnormal, sehingga kenaikan mulai terbatas, dan berpeluang terjadi technical correction.

Kenaikan HRUM relatif mulai terbatas, dan jika kembali menguat keesokan hari, berpeluang mengalami koreksi wajar menguji area support di 2880. Selama masih di area ini, segala koreksi merupakan koreksi wajar dalam tren naik. Jika mampu bertahan di atas 2880, bahkan di atas 3240, HRUM berpeluang besar menguat memasuki fase tren naik jangka menengahnya menuju 3980 dengan minor target 3820 dan 3560

Rekomendasi: Jika terjadi kenaikan dalam waktu singkat kembali, sell on strength. Beli jika sudah terbentuk resisten baru.

Disclaimer ON
http://galerisaham.com/hrum-menguji-level-penting-menuju-tren-naik/

Analisa Saham LSIP dan SIMP | 31 Juli 2018


Laporan Keuangan S1-2018:  SIMP dan LSIP

BD21435_SIMP mencatatkan pendapatan di 2Q18 sebesar Rp3,4 triliun (-17,3% YoY; +5,6% QoQ) dan rugi sebesar Rp54 miliar (-279,8% YoY; -148,6% QoQ), sehingga membawa pendapatan di 1H18 sebesar Rp6,6 triliun (-22,1% YoY), jauh dibawah estimasi (PANS:39,3%; Cons: 39,6%), dan laba bersih di 1H18 sebesar Rp57 miliar (-81,8% YoY), jauh dibawah estimasi (PANS:8,2%; Cons: 7,7%). Kinerja perusahaan yang kurang baik ini dikarenakan penurunan kontribusi penjualan dari divisi perkebunan serta divisi Minyak & Lemak Nabati. Divisi perkebunan mengalami penurunan pendapatan disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata CPO dan penurunan volume penjualan CPO sebesar 18% YoY. Selain itu, rugi di 2Q18 disebabkan oleh kenaikan beban keuangan sebesar 30% QoQ. Dari sisi produksi, produksi TBS inti di 1H18 naik 1% YoY menjadi 1,5 juta ton, sementara produksi CPO turun 2% YoY menjadi 385 kton seiring dengan penurunan TBS eksternal sebesar 13%. Kami masih merekomendasikan HOLD saham SIMP dengan target harga Rp550/saham, dimana SIMP diperdagangkan pada PER 11x di tahun 2018, 4% premium terhadap peers.

BD21435_LSIP mencatatkan pendapatan di 2Q18 sebesar Rp895 miliar (-10,8% YoY; +3,1% QoQ) dan laba bersih sebesar Rp109 miliar (+8,5% YoY; -6,1% QoQ), sehingga membawa pendapatan di 1H18 sebesar Rp1,8 triliun (-28,5% YoY), jauh dibawah estimasi (PANS:35,8%; Cons: 37,6%), dan laba bersih di 1H18 tercatat sebesar Rp225 miliar (-47,5% YoY), jauh dibawah estimasi (PANS:25,6%; Cons: 29,6%). Kinerja perusahaan di 1H18 yang kurang baik ini dikarenakan penurunan harga jual rata-rata CPO dan penurunan volume penjualan CPO sebesar 19,9% YoY. Dari sisi produksi, produksi TBS inti di 1H18 mengalami peningkatan sebesar 8,7% YoY menjadi 637 kton dan produksi CPO meningkat 3,5% YoY menjadi 187 kton. Kami memprediksi peningkatan produksi FFB dan volume penjualan CPO di 2H18 akibat faktor seasonality, sehingga kami masih merekomendasikan BUY saham LSIP dengan target harga Rp1.550/saham, dimana LSIP diperdagangkan pada PER 7,8x di tahun 2018, 27% discount terhadap peers.

Best Regards,
Panin Sekuritas

Commodities Price Update | 31 Juli 2018


Nasdaq posts biggest 3-day loss since March as Facebook, Amazon and Netflix drop

The Nasdaq notched a three-day drop of 3.86 percent, its biggest since late March, when it lost 5.12 percent over three sessions.

Shares of Facebook and Netflix fell 2.2 percent and 5.7 percent, respectively. Amazon declined 2.1 percent while Google-parent Alphabet fell 1.8 percent.

"The guys at the top don't stay there forever," says one analyst.

Dow.......25307    -144.2     -0.57%
Nasdaq...7630    -107.4     -1.39%
S&P 500..2803    -16.2       -0.58%

FTSE........7701    -0.5         -0.01%
Dax........12798    -62.2       -0.48%
CAC.........5491    -20.5       -0.37%

Nikkei.....22545   -167.9     -0.74%
HSI..........28733   -71.2       -0.25%
Shanghai..2869    -4.5         -0.16%
ST Times..3307    -17.8       -0.54%

Indo10Yr..8.0538      +0.0196 +0.24%
INDOBex234.8199    -0.0644  -0.03%
US10Yr........2.97       +0.01      +0.51%
VIX..............14.26      +1.23     +9.44%

USDIndx ....94.3530   -0.3160 -0.33%
Como Indx195.75      +1.60    +0.82%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL......70.63       -0.87      -1.22%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS....110.395   +2.685  +2.49%     
(5-yr INOCD5)

*IDR........14415     -2              -0.01%*
*Jisdor....14409     -74            -0.51%*
*IDR Fut..14401.1 +24.1       +0.17%*

Euro.........1.1706    +0.0049    +0.42%

TLKM.......27.15       -0.27         -0.98%
(3912)
EIDO.........24.22      +0.10        +0.41%
EEM..........44.62      -0.07         -0.16%

*Oil...........70.13         +1.44      +2.10%*
Gold ......1231.50       -1.20        -0.10%
Timah...20037.50     +197.50   +1.00%
Nickel...13895.00     +112.50   +0.82%

Coal price.115.20    unch        +0%
(Agt/Newcastle)
Coal price.111.50    +0.30       +0.27%
(Sept/Newcastle)
Coal price...94.75    +0.50       +0.05%
(Agt/Rotterdam)
Coal price...94.25    -0.05         -0.05%
(Sept/ Rotterdam)

CPO(Sept)  2191      +6          +0.27%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........381.25   +5.00     +1.33%
SoybeanOil 28.85     -0.17      -0.59%
*Wheat........546.50   +16.00   +3.02%*

Rubber.......169.50   +1.20     +0.71%
(Tokyo)JPY/kg
 
*Pulp(BHKP) 1050.00  unch  +0%*
(24Jul - 30Jul)

* : weekly


(DE/ls 31-07-18)