google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham DYAN | PENDAPATAN DYANDRA HINGGA MARET 2019 CAPAI Rp128,88 MILIAR Langsung ke konten utama

Saham DYAN | PENDAPATAN DYANDRA HINGGA MARET 2019 CAPAI Rp128,88 MILIAR



IQPlus, (03/05) - PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) meraup pendapatan sebesar Rp128,88 miliar hingga tiga bulan pertama tahun ini namun jumlah pendapatan tersebut lebih kecil ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp171,11 miliar.

Namun demikian, menurut laporan keuangan perseroan Jumat, penurunan tajam beban pokok pendapatan menjadi Rp86,48 miliar dari beban pokok Rp129,85 miliar tahun sebelumnya berhasil membuat laba bruto meningkat menjadi Rp42,39 miliar dari laba bruto Rp41,26 miliar tahun sebelumnya.

Beban operasional tercatat naik menjadi Rp53,02 miliar dari Rp48,45 miliar membuat rugi operasi meningkat menjadi Rp10,62 miliar dari rugi operasi tahun sebelumnya yang Rp7,18 miliar.

Beban lain-lain neto menyusut menjadi Rp1,06 miliar dibandingkan beban lain-lain tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,15 miliar sehingga rugi sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp11,68 miliar dibandingkan rugi sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp15,34 miliar.

Dan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk ikut turun menjadi Rp9,90 miliar dari catatan rugi tahun berjalan tahun sebelumnya yang mencapai Rp12,53 miliar. 

Perusahaan ini mencatat penurunan total aset hingga periode 31 Maret 2019 menjadi Rp1,19 triliun dibandingkan total aset yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018 yang sebesar Rp1,23 triliun. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...